Mengenal Hukum Permintaan dan Penawaran Secara Terperinci

Pengertian Hukum Permintaan dan Penawaran

Hukum permintaan dan penawaran merupakan teori yang menjelaskan tentang interaksi atau transaksi antara penjual yang menjual sebuah barang dan pembeli yang menginginkan barang tersebut. Teori ini dibuat untuk mendefinisikan pengaruh keinginan atas suatu produk atau barang tertentu terhadap harga jual produk tersebut.

Hukum ini merupakan salah satu hukum dasar dalam dunia perekonomian. Dalam kehidupan nyata permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang saling berlawanan hingga nantinya pasar akan menemukan harga yang seimbang. Permintaan ataupun penawaran dapat meningkat atau menurun, hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor.

Baca juga : Mengenal Email Marketing dan 8 Tips Terbaik untuk Mendongkrak Penjualan

Hukum Dasar Permintaan dan Penawaran

Kedua hal tersebut didasari oleh empat hukum. Hukum-hukum inilah yang dijadikan sebagai pondasi dari teori ini. Hukum-hukum ini bisa dijadikan sebagai acuan oleh para pelaku ekonomi untuk menjalankan usahanya. Karena di dalam hukum-hukum ini terdapat hal-hal yang akan terjadi jika sesuatu terjadi.

Jadi para pelaku usaha dapat mengetahuinya dari hukum-hukum ini. Untuk mengetahui lebih lanjut berikut adalah pembahasannya hukum dasar penawaran pada berbagai keadaan:

  • Saat penawaran meningkat: Jika penawaran terhadap suatu barang meningkat, maka harga yang ditawarkan akan semakin tinggi.
  • Ketika penawaran menurun: Jika penawaran terhadap suatu barang menurun, maka harga yang ditawarkan akan semakin rendah.
  • Saat permintaan meningkat: Jika harga suatu produk sedang rendah, maka jumlah produk yang diminta akan bertambah.
  • Ketika permintaan menurun: Jika harga suatu produk naik, maka jumlah produk yang diminta akan menurun.

Itulah tadi hukum-hukum dasar untuk hukum permintaan dan penawaran. Dapat dilihat jika bunyi antara hukum permintaan dengan hukum penawaran sangatlah berbanding terbalik. Memang hal tersebutlah yang dibutuhkan agar tercapainya suatu keseimbangan harga.

Permintaan dan Penawaran untuk Mencapai Keseimbangan Harga

Diatas telah dibahas sebelumnya bahwa dua hal ini sangat mempengaruhi keseimbangan harga di pasaran. Mungkin sebagian orang belum mengerti arti dari keseimbangan harga itu sendiri.

Keseimbangan harga adalah ketika dimana produsen dapat menjual semua produk hasil produksinya dan pembeli dapat membeli semua produk hasil produksi tersebut sesuai keinginannya. Pada titik tertentu persediaan barang yang ada di pasaran tetap.

Penjual tidak dapat menambahkan harga atau biaya yang sudah ditentukan oleh pasar dilihat dari permintaan para konsumen pada masa itu. Tetapi, produsen dapat mengurangi atau menambah jumlah barang yang mereka pasok ke pasar berdasarkan harga yang telah mereka tetapkan.

Sebenarnya boleh saja jika penjual ingin menaikkan harga barang melebihi harga yang ditetapkan oleh pasaran. Namun, hal ini akan berdampak buruk bagi pedagang tersebut.

Tidak akan ada terjadinya keseimbangan harga, karena tidak ada konsumen yang mau membelinya terlebih harganya beda dari pasaran. Sehingga pedagang tersebut terancam kalah dengan para pesaingnya yang bisa menyebabkan kebangkrutan.

Baca juga : Apa itu Branding? Berikut Pengertiannya dan Perbedaanya dengan Marketing

Hal-Hal yang Dapat Mempengaruhi Keseimbangan Harga

Keseimbangan harga di pasar bisa menjadi tinggi atau rendahnya tergantung dari beberapa hal. Hal-hal yang dapat mempengaruhi keseimbangan harga di pasar yakni pajak dan subsidi. Pajak yang dikenakan kepada suatu produk menyebabkan harga jual produk tersebut menjadi tinggi. Produsen tidak ingin ambil pusing dan membebani konsumen dengan beban pajak tersebut.

Akibatnya keseimbangan di pasaran menjadi lebih tinggi. Selanjutnya ada subsidi yang merupakan lawan dari pajak. Subsidi yang diberikan kepada suatu produk menyebabkan harga jual produk tersebut menjadi turun atau lebih rendah. Akibatnya harga keseimbangan di pasaran menjadi turun atau lebih rendah.

Baca juga : 10 Komponen dalam Perencanaan Usaha

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi turun atau naiknya permintaan maupun penawaran. Faktor yang dapat mempengaruhi permintaan yakni berubahnya harga suatu produk, pilihan dari konsumen, dan jumlah produk pengganti yang tersedia. Contohnya adalah saat harga sebuah skincare dan make up sedang turun, maka permintaan terhadap skincare dan make up tersebut menjadi meningkat.

Faktor yang mempengaruhi penawaran dibagi menjadi dua yakni faktor utama dan faktor pendukung. Untuk faktor utama terdiri dari kapasitas atau kemampuan untuk memproduksi, bahan baku dan tenaga kerja yang termasuk dalam biaya produksi, dan yang terakhir adalah jumlah pesaing yang berpengaruh secara langsung.

Faktor pendukung yakni persediaan bahan baku, cuaca, dan luasnya jaringan pasokan. Itulah tadi faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran. Faktor-faktor itu seperti dasar terjadinya hukum penawaran dan permintaan.

Fungsi Permintaan dan Penawaran

Fungsi permintaan adalah sebuah data atau kajian matematis yang berguna untuk menganalisis harga dan perilaku konsumen. Permintaan fungsinya mengikuti hukum permintaan yakni jika harga suatu produk sedang rendah, maka jumlah produk yang diminta akan bertambah dan begitu pula sebaliknya.

Jadi hubungan antara harga dan permintaan merupakan hubungan yang saling bertolak belakang atau terbalik. Fungsi penawaran adalah persamaan atau hubungan keterkaitan antara jumlah barang yang produsen tawarkan dengan harga barang di pasaran.

Penawaran ini juga fungsinya mengikuti hukum penawaran yaitu jika penawaran terhadap suatu barang meningkat, maka harga yang ditawarkan akan semakin tinggi dan sebaliknya. Fungsi penawaran ini biasa digunakan oleh para produsen untuk mengira banyak barang atau produk yang akan diproduksi.

Jika di fungsi permintaan hubungan antara harga dan permintaan merupakan hubungan yang saling berlawanan, berbeda dengan fungsi penawaran. Karena di dalam fungsi penawaran harga barang yang ditawarkan dan jumlah barang memiliki hubungan yang sejalan atau positif.

Baca juga : Tips Terbaik Menerapkan Instagram Marketing untuk Bisnis Anda

Contoh Hukum Penawaran dan Permintaan di Kehidupan Sehari-hari

Seandainya ada sebuah toko kue yang menjual kue brownies yang sangat enak, sehingga banyak orang yang menginginkannya dan menyerbu toko kue itu. Tetapi tiba-tiba harga kue brownies tersebut naik dua kali lipat karena si pemilik merasa tetap akan ada yang membeli produknya.

Hal tersebut sangatlah tidak benar, kue brownies yang tadinya laku terjual akan terbuang sia-sia. Karena para konsumen akan berpikir dua kali sebelum membelinya apalagi dengan harga yang tinggi. Itu tadi merupakan contoh dari hukum permintaan.

Contoh dari hukum penawaran adalah ketika kue brownies tersebut sudah tidak laku, akhirnya pemilik memutuskan untuk menurunkan harganya. Namun pemilik hanya akan menjualnya sedikit untuk mempertahankan persediaan para pemasok. Hal ini sangat relevan untuk menunjukkan hubungan antara jumlah penawaran dan harga secara langsung.

Baca juga : Pengertian Lengkap Digital Marketing dan Tips Efektif Untuk Melakukannya

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan mengenai hukum permintaan dan penawaran secara lengkap dan terperinci. Mulai dari pengertian hingga contoh dari dua hal tersebut sudah dijelaskan diatas. Penawaran dan permintaan merupakan dasar dalam perekonomian.

Sehingga diharapkan semakin banyak orang yang mengerti mengenai kedua hal tersebut, jadi tidak hanya untuk orang di dunia perekonomian saja tetapi untuk semua orang.

Hukum permintaan dan pembelian ini berkaitan dengan penjualan dan permintaan harga yang ditawarkan. Biasanya ini merupakan hal yang umum bagi pemiliki usaha di kehidupan sehari-hari.

Apabila Anda memiliki usaha, Pembahasan ini sangat cocok untuk memperluas pengetahuan Anda dan bisa di terapkan di dalam bisnis Anda agar tidak salah langkah dalam mengatur keseimbangan harga.

Setiap usaha pasti membutuhkan pengelolaan stok yang baik dan cepat. Karena stok merupakan aset yang paling berharga bagi perusahaan. Jika perusahaan Anda sudah berkembang dengan baik Anda pasti akan semakin mengelola stok lebih banyak sesuai dengan pesanan pelanggan.

Oleh karena itu, dalam perhitungan stok Anda harus lebih teliti dan benar dalam perhitungannya. Sebab jika Anda mengalami kesalahan dalam perhitungan akan berdampak besar bagi perusahaan Anda.

Sekarang sudah ada software akuntansi yang dapat membantu Anda dalam penghitungan dan pengelolaan stok yang cepat dan mudah.

Accurate Online merupakan software akuntansi yang bisa membantu Anda dalam pengelolaan stok agar lebih efisien. Dengan adanya Accurate Online perhitungan stok Anda akan lebih lebih rapih serta Anda juga bisa mengelolanya dengan mudah dan cepat dengan fitur persediaan.

Bukan hanya itu saja, Anda juga bisa memantau beberapa stok di berbagai gudang dengan fitur multi gudang dan dapat mengelola harga barang dari pemasok serta melakukan stok opname dengan mudah dan cepat.

Sudah penasaran ingin mencobanya? Anda bisa trial terlebih dahulu selama 30 hari secara gratis

accurate fokus pengembangan