Hal yang Harus Anda tahu Tentang Conflict Of Interest pada Bisnis

Conflict of interest atauy konflik kepentingan dalam bisnis adalah pengalaman yang terlalu umum di dunia usaha, dan masalah yang harus diperhatikan oleh pemilik dan manajer untuk menangani dan bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan.

Definisi secara umum dari conflict of interest dalam dunia bisnis adalah ketika seorang karyawan menempatkan kepentingannya sendiri di atas kepentingan organisasi. kemudian melakukan hal yang membahayakan operasi, keuntungan, atau bahkan rahasia dagang organisasi.

Hal ini menciptakan potensi masalah kepercayaan antara individu dan bisnis, terutama jika individu mengarah pada tindakan hukum potensial atau menciptakan atmosfir yang buruk di tempat kerja yang dapat melumpuhkan semangat kerja karyawan. Konflik kepentingan pada bisnis ini harus dihindari agar bisnis menjadi baik dan stabil.

Baca juga : Pengertian Manajemen Persediaan, Fungsi Dan Metode Yang Digunakan

Contoh conflict of interest pada bisnis

Berikut adalah contoh konflik kepentingan yang terjadi pada bisnis atau perusahaan

  • Seorang karyawan memiliki loyalitas yang bertentangan dengan operasi atau misi bisnis. seperti bekerja untuk pesaing bisnis secara paruh waktu atau freelance.
  • Seseorang tidak dapat dipercaya untuk membuat keputusan bisnis yang tidak memihak karena hubungan pribadi, seperti seorang manajer yang berpacaran dengan rekan kerja dan disisi lain harus mempertimbangkan kemajuan terhadap kinerja karyawan yang berkualifikasi serupa.
  • Seorang karyawan yang mencari keuntungan pribadi daripada kinerja bisnis, seperti ketika seorang karyawan menerima hadiah sebagai imbalan untuk memilih suatu penawaran.

Solusi paling umum ketika konflik kepentingan pada bisnis adalah membuat karyawan itu dengan tidak melibatkan karyawan pada setiap kejadian di mana konflik dapat mempengaruhi pengambilan keputusan atau bisa juga dengan memecat karyawan.

Dalam kasus yang parah, mungkin kebijakan bagi manajemen untuk berkonsultasi dengan seorang pengacara yang berpengalaman dalam hukum bisnis untuk memastikan bahwa hak-hak karyawan tidak dilanggar dan perusahaan membuka diri terhadap tindakan hukum.

Baca juga : Perilaku Konsumen Untuk Pengembangan Bisnis yang Lebih Baik

Dampak conflict of interest pada bisnis

Dampak yang ditimbulkan ketika terjadi conflict of interest di tempat kerja adalah adalah rusaknya reputasi karyawan, buruknya hubungan kerja dengan rekan kerja dan yang terakhir adalah berpotensi kehilangan pekerjaan karena pemecatan dari atasan.

Selajutnya pada bisnis dampak conflict of interest ini adalah berpotensi tidak ada orang percaya lagi dengan bisnis Anda, selain itu bisnis Anda akan menjadi buruk serta income akan menurun. Memang pada awalnya Anda mendapatkan keuntungan saat Anda mementingkan sesuatu dari pada tujuan bisnis anda. tetapi dampaknya juga jauh lebih buruk dari yang Anda kira sebelumnya.

Belum lagi, ada kemungkinan atmosfir di tempat kerja menjadi buruk akibat karyawan saling mencurigai. Seorang Pengusaha harus membuat buku pegangan karyawan yang dengan jelas menguraikan kode perilaku dan memberikan hukuman karena bertindak dengan cara yang bertentangan.

Conflict of interest yang diungkapkan dapat mengikis kepercayaan yang mungkin dimiliki perusahaan. Kepercayaan pada kemampuan karyawan untuk menjalankan tugas peran mereka dengan perusahaan. Hal tesebut dapat menimbulkan kecurigaan pada hubungan karyawan dengan klien atau pihak luar lainnya. Mungkin juga ada keengganan untuk membagikan informasi penting dengan karyawan. Namun, konflik kepentingan dapat beragam hingga melibatkan tindak pidana.

Baca juga : 10 Tips Manajemen Waktu yang Efektif dan Manfaatnya untuk Bisnis

Kategori conflict of interest dalam bisnis

1. Konflik kepentingan keluarga

Konflik Kepentingan keluarga  biasa terjadi ketika anggota keluarga menerima perlakuan khusus hanya berdasarkan pada hubungan mereka dengan orang lain dalam suatu bisnis. Istilah umum untuk praktik ini adalah nepotisme. Contohnya mungkin putra pemilik yang menerima perlakuan khusus ketika di jadikan kandidat untuk memimpin perusahaan daripada karyawan yang lebih layak atau kenaikan gaji yang tidak didasarkan pada kinerja.

2. Konflik kepentingan asmara

Konflik kepentingan karena asmara dari sesorang pada perusahaan tertentu akan mengakibatkan hal yang fatal bagi perusahaan. Bisa saja karena rasa suka dengan karyawan tetentu maka gajinya bisa dinaikkan atau diberikan perlakuan khusus. Padahal kinerja dari karyawan tersebut tidak begitu bagus. Pemilik perusahan harus selektif akan kepentingan ini, kalau dibiarkan akan membuat citra perusahaan menjadi buruk.

Baca juga : Mengenal Manajemen Rantai Pasokan Untuk Kemudahan Pemantauan Stok Pada Bisnis

3. Konflik kepentingan keuangan

Konflik finansial muncul ketika seorang karyawan (atau bahkan seorang direktur) mendapat manfaat dari pembayaran uang. Menerima hadiah dengan maksud tersirat untuk memengaruhi keputusan atau tindakan karyawan atau bahkan memberikan layanan dengan diskon yang menguntungkan karyawan tersebut.

Kepentingan keuangan ini biasa terjadi karena seorang karyawan tidak mempunyai gaji yang cukup untuk kehidupannya sehingga ia mulai melakukan kecurangan terhadap perusahaan. Untuk itu, pihak perusahaan harus mengetahui betul kondisi karyawannya agar konflik ini tidak terjadi.

4. Konflik kepentingan yang tersembunyi

Rahasia dagang biasanya merupakan komoditas berharga yang memberikan keunggulan bisnis pada persaingan. Rahasia dan cara yang dimiliki perusahaan dalam pengembangan bisnis ini tentu harus dijaga. Namun ada karyawan yang dengan sengaja berbagi informasi rahasia ini dengan perusahaan lain.

Nah, prilaku seorang karyawan tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada suatu organisasi atau perusahaan. Bisa dikatakan karyawan ini tidak memiliki etika yang baik karena ia telah merugikan perusahaan.

Baca juga : Manajemen Konflik : Pengertian, Keterampilan, Daftar, dan Contohnya

Kesimpulan

Setiap bisnis, tidak peduli industri atau tempat beroperasi atau barang yang mereka produksi atau layanan yang mereka berikan rentan terhadap conflict of interest yang menimbulkan masalah. Sayangnya, hal ini adalah sifat manusia yang dapat terjadi bahkan dengan karyawan yang paling tepercaya dan dapat diandalkan.

Solusi terbaik yang bisa dilakukan dalam bisnis adalah membangun lingkungan di mana konflik kepentingan tidak akan ditoleransi. Sebagai pemilik bisnis harus tegas memberantas konflik kepentingan yang ada pada perusahaan Anda dengan melakukan manajemen konflik yang baik.

Salah satu conflict of interest yang sering terjadi adalah dilakukannya fraud pada laporan keuangan. Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda bisa menggunakan software akuntansi berbasis cloud yang bisa memantau seluruh data keuangan Anda secara transparan, contohnya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa digunakan kapan saja dimana saja dan memiliki fitur terlengkap yang cocok untuk semua jenis bisnis di Indonesia.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini :

accurate berhenti membuang waktu