Manajemen Produksi: Pengertian, Fungsi, Aspek dan Ruang Lingkup

oleh | Okt 24, 2023

source envato.

Manajemen Produksi: Pengertian, Fungsi, Aspek dan Ruang Lingkup

Dalam dunia bisnis, Anda tentunya sudah tidak asing dengan yang namanya production management atau manajemen produksi.

Ya, istilah ini memang sudah sangat akrab di kalangan pebisnis. Namun, bagaimana dengan pemula yang baru saja akan belajar tentang bisnis?

Tidak perlu khawatir, sebab kali ini akan dibahas informasi lengkap untuk Anda yang ingin tahu tentang manajemen produksi.

Mulai dari pengertian, fungsi, aspek hingga ruang lingkupnya akan dibahas secara lengkap di sini.

Pengertian Manajemen Produksi

Pengertian Manajemen Produksi

ilustrasi manajemen produksi. source envato

Berdasarkan pengertiannya, manajemen produksi adalah sebuah penataan dari proses pengubahan bahan mentah menjadi suatu produk atau jasa yang memiliki nilai jual.

Dikutip dari Wikipedia, Manajemen produksi atau nama lainnya manajemen operasi berkaitan dengan perancangan dan pengendalian produksi barang atau jasa, memastikan bahwa bisnis efisien dalam menggunakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Manajemen produksi juga merupakan bagian dari bidang manajemen yang memiliki peran untuk melakukan koordinasi beragam kegiatan agar tujuan bisnis bisa tercapai.

Untuk mengatur produksi, perlu adanya keputusan yang ada hubungannya dengan suatu mencapai tujuan. Sehingga, barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan yang sudah direncanakan.

Production management sangat terkait dengan keputusan mengenai proses produksi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Selain itu, ada dua faktor yang memengaruhi production management.

Diantaranya, division of labour yang merupakan faktor pembagian tugas dengan tepat. Sehingga, produk yang dihasilkan berkualitas dan dapat diterima dengan baik di pasar.

Pembagian kerja akan membantu proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain itu, ada juga revolusi industri yang seperti pergantian tenaga manusia menggunakan robot atau mesin di dalam proses produksi.

Revolusi industri akan membuat target dari produksi bisa tercapai. Pun, karyawan akan berusaha meningkatkan keahlian supaya bisa bersaing.

Baca juga : Just In Time Adalah Sistem Manajemen Produksi yang Efektif

Pengertian Manajemen produksi Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen produksi Menurut Para Ahli

ilustrasi manajemen produksi. source envato

Adapun beberapa ahli juga mendefinisikan pengertian production management seperti di bawah ini:

Sofyan Assauri

Menurut Sofyan Assauri, pengertian production management adalah kegiatan untuk mengatur dan mengoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya; sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana, dan bahan, secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan sebuah barang atau jasa.

Handoko

Menurut Handoko, pengertian production management dan operasional adalah berbagai usaha pengelolaan secara optimal penggunaan semua sumberdaya (faktor-faktor produksi); tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah, dan lain sebagainya, didalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa.

Irham Fahmi

Menurut Irham Fahmi, pengertian production management adalah sebuah ilmu manajemen yang membahas secara menyeluruh bagaimana pihak manajemen perusahaan menggunakan ilmu dan seni yang dimiliki dengan mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.

Heizer dan Reider

Menurut Heiser dan Reider, production management adalah rangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.

Baca juga : Pengertian Kegiatan Produksi, Fungsi, dan Faktornya

Fungsi Manajemen Produksi

 Fungsi Manajemen Produksi

ilustrasi manajemen produksi. source envato

Setelah mengetahui pengertian manajemen produksi itu apa, Anda juga perlu tahu fungsi dari manajemen ini dalam menjalankan dan mengembangkan sebuah bisnis.

Secara etimologi, fungsi produksi terkait dengan pertanggungjawaban dalam mengolah serta mentransformasikan input atau masukan menjadi output.

Serta keluaran yang memiliki bentuk berupa barang dan jasa sehingga memberikan pendapatan untuk suatu perusahaan.

Pelaksanaannya membutuhkan rangkaian kegiatan mengenai keterkaitan serta menyatu dan menyeluruh dalam sebuah sistem.

Kegiatan ini terkait dengan fungsi produksi yang dilakukan beberapa bagian yang ada di dalam suatu perusahaan.

Nah, menurut Sofyan Assauri, terdapat empat fungsi penting dalam sebuah production management, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan

Perencanaan memiliki keterkaitan dengan kegiatan produksi yang akan dilakukan sesuai dengan waktu dan periode tertentu.

Dengan membuat perencanaan yang baik, maka dalam hal ini bisa meminimalisir biaya produksi.

Dengan demikian, perusahaan bisa menentukan harga yang lebih sehat serta mendapatkan untung yang jauh lebih besar.

2. Jasa pendukung

Jasa penunjang di sini adalah sebuah sarana yang digunakan untuk menetapkan metode apa yang akan digunakan dalam produksi.

Sehingga proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Jasa penunjang ini acap kali diperlukan dengan tujuan untuk membantu perusahaan agar bisa bersaing secara sehat dengan mengedepankan hasil yang berkualitas.

3. Proses pengolahan

Bisa dikatakan ini adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengolah produk. Dalam pelaksanaannya, proses ini sangat penting, terutama untuk memanfaatkan sumber daya secara efektif dan lebih efisien.

4. Pengendalian/pengawasan

Ini adalah fungsi yang digunakan untuk menjamin proses kegiatan agar sesuai dengan rencana. Dengan begitu tujuan yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan baik.

Baca juga : Poka Yoke, Konsep Manajemen Produksi yang Mampu Mencegah Kesalahan

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Jika dilihat dari cara pengambilan kebijakan utama dan keputusan, ada tiga macam ruang lingkup dalam jenis manajemen ini, diantaranya:

1. Ruang Lingkup berkaitan dengan desain

Bisa dikatakan ini adakah keputusan jangka panjang dalam manajemen produksi.

Mengapa demikian? Sebab, dalam keputusan ini meliputi banyak hal seperti penentuan desain, lokasi, desain pengadaan, metode, desain job description dan masih banyak lainnya.

2. Ruang Lingkup berkaitan dengan Transformasi

Ini adalah keputusan yang bersifat jangka pendek/ keputusan ini berkaitan dengan operasional dan taktis.

Dalam keputusan ini mencakup beberapa hal, seperti giliran kerja, jadwal produksi, anggaran, jadwal penyerahan masukan, jadwal penyerahan masukan pada sub sistem pengolahan dan keluaran pelanggan.

3. Ruang Lingkup berkaitan dengan perbaikan

Kebijakan yang satu ini lebih bersifat pada kesinambungan. Oleh sebab itu, kebijakan ini dilakukan secara rutin dan berkala.

Adapun beberapa kegiatan yang masuk dalam kategori ini seperti melakukan perbaikan secara kontinu terhadap mutu pengeluaran.

Perbaikan terhadap efisien dan keefektifan sistem, kompetensi dari para pekerja, kapasitas, dan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dari metode yang digunakan dalam mengerjakan suatu produk.

Baca juga: Proses Produksi: Pengertian, Jenis, dan Tahapannya

Aspek-aspek Manajemen Produksi

Aspek-Aspek Manajemen Produksi

ilustrasi manajemen produksi. source envato

Agar bisa menghasilkan barang produksi sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu adanya beberapa tahapan yang dilakukan.

Aspek yang harus diperhatikan secara khusus diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan produksi Barang/jasa

Perencanaan produksi memiliki tujuan untuk melancarkan proses produksi secara sistematis. Adapun dalam hal ini ada beberapa keputusan yang harus diambil sebagai langkah awal.

Diantaranya seperti jenis barang, kualitas barang, bahan baku yang digunakan, kuantitas barang serta pengendalian produksi itu sendiri.

2. Pengendalian produksi barang/jasa

Ini adalah tahapan kontrol produksi yang digunakan agar proses produksi sesuai dengan perencanaan.

Adapun beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian produksi diantaranya seperti membuat perencanaan, menentukan target produk dan menyusun jadwal kerja.

Tujuan dari pengendalian produksi supaya mencapai hasil yang lebih maksimal dengan biaya yang se-optimal mungkin.

3. Pengawasan produksi barang/jasa

Sedangkan aspek yang terakhir adalah pengawasan produksi. Tujuan dari pengawasan ini dilakukan agar proses produksi bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan, waktunya tepat, dan biaya operasionalnya sesuai.

Nah, dalam pelaksanaannya, ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan produksi, diantaranya menentukan kualitas barang, melaksanakan produksi sesuai jadwal serta membuat standar barang.

Dengan memahami production management di atas, maka Anda bisa menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar. Sehingga, bisnis yang Anda bangun bisa bertahan lama dan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.

Baca juga : Pengertian Manajemen Persediaan, Fungsi Dan Metode Yang Digunakan

Kesimpulan

Manajemen produksi adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian kegiatan fungsi produksi.

Ini menggabungkan dan mengubah berbagai sumber daya yang digunakan dalam sub sistem produksi organisasi menjadi produk bernilai tambah secara terkendali sesuai kebijakan organisasi.

Tujuan dari production management adalah untuk menghasilkan layanan barang dengan kualitas dan kuantitas yang tepat pada waktu dan biaya produksi yang tepat.

Kualitas produk ditetapkan berdasarkan kebutuhan pelanggan. Kualitas yang tepat belum tentu kualitas terbaik.

Ini ditentukan oleh biaya produk dan karakteristik teknis yang sesuai dengan persyaratan spesifik.

Organisasi manufaktur harus menghasilkan produk dalam jumlah yang tepat. Jika mereka diproduksi melebihi permintaan, modal akan ditutup dalam bentuk inventaris dan jika kuantitas diproduksi di bawah permintaan, menyebabkan kekurangan produk.

Ketepatan waktu pengiriman adalah salah satu parameter penting untuk menilai efektivitas departemen produksi.

Jadi, departemen produksi harus membuat pemanfaatan sumber daya input yang optimal untuk mencapai tujuannya.

Biaya produksi ditetapkan sebelum produk benar-benar diproduksi. Oleh karena itu, semua upaya harus dilakukan untuk menghasilkan produk dengan biaya yang ditetapkan sebelumnya.

Untuk memudahkan proses manajemen produksi pada bisnis Anda, Anda membutuhkan pembukuan yang bisa membantu dalam menentukan secara terperinci biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk efisiensi proses pembukuan dan meminimalisir kesalahan dalam penghitungan biaya pada setiap proses produksi bisnis.

Pilihlah software dengan fitur terlengkap, mudah digunakan, dan juga dengan harga terjangkau seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini:

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

488 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Anggi

Artikel Terkait