Apa itu Revolusi Industri? Ini Perkembangannya dari 1.0 Sampai 4.0

Dalam beberapa tahun terakhir, tentu kita sudah sangat akrab dengan kalimat apa itu revolusi industri 4.0. Revolusi sendiri adalah suatu tingkat perkembangan teknologi. Hingga sekarang, kita bahkan sudah memasuki revolusi industri 5.0.

Namun sebelum mengetahui lebih jauh tentang apa itu revolusi industri 5.0, alangkah baiknya bila kita terlebih dahulu mengetahui sejarah perkembangan revolusi industri 1.0 sampai 4.0 pada artikel di bawah ini.

Perkembangan Revolusi Industri

Revolusi industri mempunyai empat tahapan perubahan, dimulai dari industri 1.0 pada tahun 1750 lalu, sampai industri 4.0 yang terjadi saat ini. Dalam setiap tahapan tersebut, terdapat berbagai peristiwa yang menjadi penanda dimulainya revolusi industri.

Nah, agar lebih jelas lagi, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

1. Revolusi Industri 1.0

Di abad ke-18 lalu, sumber tenaga utama dalam melakukan berbagai produksi masih memanfaatkan tenaga tradisional, seperti tenaga manusia, hewan, angin dan air. Tapi pada akhirnya, masa tersebut menemukan titik terang dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Penemuan tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya revolusi industri 1.0.

Pemanfaatan mesin uap sebagai mesin untuk memproduksi barang memberikan dampak pada produktivitas yang meningkat secara pesat. Sektor ekonomi pun mengalami lonjakan karena tingginya produktivitas. Selain itu, masyarakat pun sudah mulai terlepas dari feodalisme yang bisa melakukan proses produksi tanpa harus memikirkan lahan yang luas.

2. Revolusi Industri 2.0

Di awal abad ke-20 lalu, para ilmuwan dan ahli sudah memecahkan penemuan baru dalam bentuk tenaga listrik. Dalam masa tersebut juga industri sudah mulai menggunakan tenaga listrik agar bisa membuat mobil secara masal.

Namun, produksi mobil tersebut mengalami kendala waktu produksi. Satu orang tenaga ahli harus bisa merakit setiap mobil secara bergantian pada titik yang sama. Hal ini membuat pabrik tidak bisa membuat mobil secara serentak. Solusinya adalah sistem lini produksi atau assembly line.

Contoh sederhana dari assembly line adalah suatu produk yang berjalan dengan sendirinya dalam suatu mesin pabrik. Di tahun 1014, proses produksi mobil tersebut telah mulai memanfaatkan lini produksi tersebut guna mempermudah proses pembuatan mobil. Sistem ini beroperasi dengan menggunakan conveyor belt atau ban berjalan.

Dengan kehadiran sistem tersebut maka sistem produksi pun berubah menjadi spesialisasi. Sehingga, setiap karyawan hanya akan mengerjakan sesuai spesialisasinya saja. Spesialisasi ini berasal dari pelatihan yang mereka dapat.

Selain sektor transportasi, revolusi ini juga memberikan dampak yang besar pada perang dunia II. Pada masa itu, industri telah menerapkan sistem assembly line guna melakukan produksi massal untuk membuat pesawat tempur, senjata dan juga tank.

Sampai saat ini, assembly line masih cukup banyak digunakan untuk menunjang proses produksi di berbagai pabrik industri. Tapi, tentunya dengan menggunakan bantuan teknologi yang jauh lebih canggih.

Baca juga: Apa Itu Sektor Industri? Berikut Empat Kategori Ekonomi dan Contoh Utamanya

3. Revolusi Industri 3.0

Di pertengahan abad ke-20, tenaga manusia sudah mulai berkurang seiring dengan hadirnya era digital. Sudah banyak sekali teknologi mesin analog yang sudah beralih menjadi teknologi canggih secara digital.

Bila sebelumnya masyarakat memerlukan ahli dalam mengirim dokumen, mengatur keuangan, atau menghitung rumus yang sulit, maka di era ini masyarakat sudah bisa menggunakan teknologi komputer.

Pasca kehadiran revolusi ke 3 ini, masa industri perlahan-lahan berubah menjadi masa informasi. Selain itu, revolusi ini menjadi revolusi yang sangat penting untuk sektor industri manufaktur. Karena, industri manufaktur sangat memerlukan ketelitian dan ketepatan yang tinggi.

Untuk itu, sebagai upaya pemanfaatan teknologi informasi, saat ini proses produksi sudah mulai di komputerisasi agar bisa menghasilkan produksi yang besar dalam waktu yang singkat.

4. Revolusi Industri 4.0

Bila kita perhatikan dengan baik, revolusi industri 4.0 ini seperti menjadi peningkatan besar dari teknologi 3.0. Dimulai dari abad ke-21 sampai sekarang, perubahan ini lebih fokus pada perkembangan dunia digital, seperti internet of things (IOT), pertukaran data seperti misalnya cyber-physical, cognitive computing dan cloud computing, tenaga manufaktur, dan lain sebagainya.

Perubahan tersebut memberikan banyak perubahan dalam berbagai aspek, mulai dari sektor industri, pekerjaan, pendidikan, sampai pola hidup sehari-hari masyarakat. Jadi, revolusi industri 4.0 ini menerapkan digitalisasi pada seluruh unsur kehidupan.

Berbagai hal yang sebelumnya kita duga saat ini sudah banyak bermunculan, seperti hadirnya lapangan kerja baru sebagai content creator, graphic designer, content writer, copywriter, ojek online, dan pekerjaan lainnya yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Baca juga: Otomasi Industri: Pengertian, Jenis, dan Tips Menerapkannya

Penutup

Jadi, tidak selamanya perubahan memberikan pengertian yang buruk. Bila sebelumnya manusia memiliki ruang gerak yang terbatas pada kekuasan, tenaga, dan kemampuan alam. Sekarang, perubahan telah memberikan ruang gerak yang lebih bebas dan adil dalam menjalankan roda kehidupan.

Pada masanya, manusia hanya akan menjadi budak yang berkuasa. Tapi karena adanya revolusi industri, manusia bisa mempunyai kesetaraan.

Sejatinya, perubahan akan selalu terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Perubahan pun akan datang dengan sejumlah masalah besar. Tapi dari masalah tersebut, akan tercipta solusi yang berguna untuk perkembangan teknologi dan memberikan kehidupan untuk manusia.

Nah, bisnis yang saat ini Anda jalankan pun harus sudah mulai menerapkan teknologi agar bisa bersaing dan berkembang di pasar. Salah satu penerapan teknologi tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Selain mampu mencatat dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis serta akurat, aplikasi ini juga memiliki berbagai fitur luar biasa yang akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efektif dan efisien. Sehingga, Anda pun bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Tertarik dengan Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate Online selama 30 hari, gratis.

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.