Manajemen Risiko: Pengertian, Komponen, Jenis, dan Contohnya pada Bisnis

oleh | Okt 23, 2023

source envato.

Manajemen Risiko: Pengertian, Komponen, Jenis, dan Contohnya pada Bisnis

Setiap hari kita membuat keputusan. Satu keputusan mengantarkan kita kepada suatu akibat yang pada akhirnya mengharuskan untuk membuat keputusan lainnya.

Setiap akibat yang muncul bisa berupa akibat baik atau buruk. Tidak ada jaminan semua akan muncul baik.

Kemungkinan munculnya akibat buruk itu biasa kita sebut risiko, dan atas hal ini Anda memerlukan manajemen risiko yang baik.

Dalam bisnis terdapat banyak sekali keputusan (tindakan) yang dibuat. Hal itu membuat semakin banyak pula risiko yang mungkin terjadi sebagai akibatnya.

Semakin banyak risiko yang ada, semakin besar pula kemungkinannya untuk benar-benar terjadi. Hal seperti itu tentu berbahaya untuk sebuah bisnis.

Oleh karena itu, jika memiliki sebuah bisnis, Anda harus melakukan tindakan yang mengurangi risiko terjadi.

Pengertian Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Dikutip dari Investopedia, Manajemen risiko melibatkan identifikasi, analisis, dan penerimaan atau mitigasi ketidakpastian dalam keputusan investasi.

Sederhananya, ini adalah proses pemantauan dan penanganan risiko keuangan yang terkait dengan investasi.

Manajemen risiko pada dasarnya terjadi ketika pengelola dana menganalisis dan mencoba mengukur potensi kerugian dalam suatu investasi dan kemudian mengambil tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan dan toleransi risiko mereka.

Manajemen adalah suatu upaya untuk melakukan pengelolaan terhadap suatu hal tertentu.Sementara itu, risiko adalah akibat yang tidak menyenangkan dari suatu perbuatan atau tindakan.

Jadi, manajemen risiko adalah suatu metodologi untuk menghindari akibat buruk yang mungkin terjadi.

Baca juga : Risiko Usaha : Pengertian, Jenis, Contoh, dan Solusinya

Komponen Manajemen Risiko

Komponen Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Komponen-komponen manajemen risiko adalah sebagai berikut:

1. Lingkungan Internal

Lingkungan internal adalah lingkungan yang terbentuk dalam suatu organisasi/perusahaan sebagai hasil dari filosofi, gaya operasional, dan struktur organisasi perusahaan.

Lingkungan internal memiliki pengaruh besar dalam suatu organisasi sehingga struktur organisasi, budaya kerja, dan pendelegasian wewenang harus jelas dan tertulis.

2. Penentuan Sasaran

Agar bisa sampai pada tujuan perusahaan, pertama-tama Anda harus tentukan terlebih dahulu sasarannya.

Tentukan apa yang menjadi tujuan perusahaan sehingga risiko yang mungkin terjadi lebih mudah diidentifikasi dan dikelola.

Oleh karena itu, segala kegiatan yang dilakukan oleh manajemen akan mengarahkan dan menunjang perusahaan untuk sampai pada tujuan yang telah ditentukan.

3. Identifikasi Peristiwa

Manajemen harus mengidentifikasi kejadian yang berpotensi memengaruhi strategi dan pencapaian tujuan perusahaan. Peristiwa tersebut bisa memberikan dampak positif atau negatif.

4. Penilaian Risiko

Setelah mengidentifikasi peristiwa yang memiliki potensi untuk memengaruhi upaya pencapaian tujuan, langkah manajemen selanjutnya adalah menilai peristiwa-peristiwa tersebut.

Apakah peristiwa tersebut mendekatkan perusahaan kepada tujuannya? Atau justru menjauhkan darinya?

5. Tanggapan Risiko

Setelah penilaian risiko, perusahaan harus menentukan tanggapannya terhadap risiko tersebut. Tanggapan itu dapat berupa menghindari, mengurangi, memindahkan, atau bahkan menerimanya.

6. Aktivitas Pengendalian

Proses ini adalah pembuatan kebijakan untuk memastikan bahwa tanggapan yang telah ditentukan dilaksanakan dengan baik.

7. Informasi dan Komunikasi

Manajemen harus mengidentifikasi informasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait supaya setiap orang dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

8. Pemantauan

Pada komponen ini, manajemen melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa setiap komponen berjalan dengan baik.

Baca juga : Risiko Operasional dan 11 Strategi Efektif Manajemen Risiko

Jenis Manajemen Risiko

Jenis Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Manajemen risiko adalah aspek kunci dalam pengelolaan bisnis yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengurangi potensi risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan.

Dalam konteks ini, memahami beragam jenis manajemen risiko menjadi langkah awal yang esensial.

Kita akan menjelajahi berbagai jenis manajemen risiko yang digunakan dalam berbagai sektor dan industri untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis.

Berikut adalah beberapa jenis manajemen risiko, di antaranya:

1. Manajemen Risiko Operasional

Manajemen ini terkait dengan gangguan kegiatan operasional perusahaan yang timbul dari kegagalan fungsi internal seperti kesalahan manusia, kegagalan sistem, bencana alam, dan lain-lain.

2. Manajemen Hazard

Manajemen ini berkaitan dengan risiko-risiko yang berpotensi untuk mengakibatkan kebangkrutan atau kerusakan.

3. Manajemen Risiko Finansial

Manajemen ini berkaitan dengan upaya untuk melindungi laba, hak properti, dan aset perusahaan.

4. Manajemen Risiko Strategis

Manajemen ini berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam perusahaan.

Baca juga : Pengertian Lengkap Manajemen Risiko, Komponen, dan Jenisnya

Contoh Manajemen Risiko

Contoh Manajemen Risiko

ilustrasi manajemen risiko. source envato

Katakan Anda adalah pemimpin suatu perusahaan. Pada suatu saat, pesaing perusahaan Anda melakukan terobosan besar.

Pada titik ini, Anda dengan tim manajemen harus segera mempertimbangkan kejadian-kejadian yang mungkin terjadi.

Kemudian, tentukan apakah dampak yang akan dirasakan oleh perusahaan Anda adalah baik atau buruk.

Setelah itu, tentukan bagaimana perusahaan Anda akan merespon terhadap risiko tersebut.

Terakhir, Anda harus mengawasi kegiatan perusahaan supaya berjalan sesuai dengan tanggapan yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca juga : Apa Itu Manajemen? Berikut Pengertian, Fungsi, Unsur, Gaya, Jenis, Dan Karakteristiknya

Kesimpulan

Manajemen risiko adalah suatu metode untuk menghadapi risiko di masa depan yang dapat memengaruhi kegiatan perusahaan.

Proses ini dimulai dengan mengidentifikasi kemungkinan kejadian di masa depan, penilaian risiko yang ditimbulkannya, penentuan respons terhadapnya, dan pengawasan secara keberlanjutan atas respons tersebut.

Risiko besar lain yang akan ada temui pada bisnis adalah dimana perusahaan Anda tidak menggunakan pembukuan yang benar.

Tanpa pembukuan, perusahaan Anda akan menghadapi berbagai masalah terkait pencatatan keuangan dan perencanaan bisnis Anda kedepannya.

Seiring dengan kemajuan zaman, saat ini proses pembukuan bukanlah hal yang memakan banyak waktu dan bisa dilakukan siapa saja.

Sekalipun Anda tidak mengetahui akuntansi secara mendalam dengan menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan fitur terlengkap seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa Anda gunakan kapan saja dimana saja.

Anda juga bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah!

marketingmanajemenbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Anggi
Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.

Artikel Terkait