Personal Selling Adalah: Pengertian, Tujuan, Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian umum dari personal selling adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh setiap pebisnis guna mempertahankan dan juga mengembangkan bisnisnya dengan mendapatkan keuntungan dari konsumen.

Upaya dari personal selling ini mungkin sebagian besar pernah Anda rasakan, yaitu ketika ada seorang penjual atau sales yang mendatangi rumah dan menawarkan produknya.

Upaya ini dilakukan saat perusahaan mengirimkan seorang salesman nya untuk menjual ataupun menawarkan produk barang atau layanannya secara tatap muka langsung. Dalam prosesnya, salesman tersebut akan mempromosikan produk dari perusahaan untuk bisa memberikan informasi serta memotivasi pelanggan untuk membeli atau minimal mencoba produk tersebut.

Dalam kegiatan personal selling ini, salesman harus bisa berbicara secara persuasif agar konsumen mau membeli produknya.

Menurut Para Ahli, Personal Selling Adalah

Pada dasarnya, personal selling adalah dua kata yang diambil dari bahasa inggris, yaitu personal dan selling. Personal memiliki arti perorangan atau bersifat pribadi, dan selling mempunyai arti menjual atau kegiatan penjualan dengan memanfaatkan teknik pemasaran tertentu.

Nah, berikut ini adalah pengertian personal selling  menurut beberapa ahli.

  • Henry Simamora

Henry Simamora menjelaskan bahwa personal selling adalah penyampaian secara lisan atau percakapan antara satu atau lebih calon konsumen dengan penjual agar konsumen mau melakukan penjualan.

  • Pride dan Ferrel

Pride dan Ferrel berpendapat bahwa personal selling adalah suatu bentuk komunikasi yang dijalin secara pribadi untuk memberikan informasi kepada pelanggan dan membujuknya untuk membeli produk yang ditawarkan.

  • Eric N. Berkowitz 

Kedua ahli diatas menjelaskan bahwa personal selling adalah kegiatan komunikasi antara pihak pembeli dan penjual yang dilakukan untuk mengintervensi keputusan pembelian orang tersebut.

komunikasi dua arah antara pembeli dan penjual yang bertujuan untuk mempengaruhi keputusan pembelian seseorang atau sekelompok orang.

  • Abdurrahman

Abdurrahman mengatakan bahwa personal selling adalah bentuk presentasi yang dilakukan secara pribadi oleh salesman perusahaan agar melakukan penjualan dan menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen.

  • Basu Swasta DH dan Irawan

Basu Swasta DH dan Irawan  menjelaskan bahwa personal selling adalah upaya penyampaian secara lisan dalam suatu pembicaran dengan calon pembeli untuk menciptakan adanya penjualan produk

  • William G. Nickel

William G. Nickel dalam bukunya yang berjudul Swastha menjelaskan bahwa personal selling adalah bentuk interaksi yang dilakukan secara langsung dan individu agar mampu menciptakan, memperbaiki, dan juga menguasai serta mempertahankan penjualan yang saling menguntungkan antar keduanya.

  • Mcdaniel

Mcdaniel berpendapat bahwa personal selling adalah bentuk komunikasi langsung yang terjadi antar pihak  penjual dengan satu konsumen atau lebih dari satu konsumen untuk mempengaruhi mereka membeli produk.

  • Tjiptono

Tjiptono berpendapat bahwa personal selling  adalah bentuk komunikasi yang dilakukan secara langsung atau secara tatap muka antara penjual dengan calon konsumennya yang bertujuan mengenalkan produk dan membentuk pemahaman konsumen atas suatu produk, sehingga mereka mau membelinya.

Jadi, berdasarkan pengertian personal selling di atas, bisa kita simpulkan bahwa personal selling  adalah kegiatan promosi penjualan yang dilakukan dalam dua arah dan dinilai efektif untuk menjual produk.

Selain itu, arti lain dari personal selling adalah bentuk komunikasi yang dilakukan oleh salesman dengan konsumen yang melibatkan emosi serta pikirannya secara langsung.

Baca juga: Brand Ambassador: Pengertian, Fungsi dan Tips Efektif Memilihnya

Tujuan Personal Selling Adalah

Shimp menjelaskan bahwa tujuan utama dari personal selling adalah memberikan informasi pada pelanggan, menyediakan produk yang berguna, membantu kegiatan pemasaran, dan memberikan layanan serta dukungan yang baik kepada konsumen.

Disisi lain, Boyd Walker menjelaskan bahwa tujuan dari personal selling adalah demi meningkatkan penerimaan produk baru oleh konsumen, memperoleh pelanggan baru, mempertahankan loyalitas pelanggan, menyempurnakan fasilitas penjualan, dan juga memperoleh informasi di pasar.

Fungsi Personal Selling Adalah

Ronald B Marks menerangkan bahwa fungsi personal selling adalah sebagai berikut:

1. Memberikan Pemahaman dan Pengetahuan Kepada Konsumen

Seorang salesman yang baik adalah mereka yang mampu memberikan pemahaman agar mampu membantu konsumennya dalam membuat keputusan membeli.

2. Menjadi Sumber Informasi

Seorang salesman pun harus menjadi seorang informan untuk perusahaannya terkait prediksi penjualan, kegiatan kompetitor, dll.

3. Pelayanan

Seorang salesman tidak hanya harus memastikan konsumennya mampu mendapatkan manfaat atas produk yang ditawarkannya, tetap juga harus mampu memberikan bentuk pelayanan yang baik.

4. Penjualan

Selaseman pun harus mampu meningkatkan penjualan produknya dengan cara membujuk konsumen untuk mau melakukan pembelian.

5. Koordinasi Upaya Penjualan

Salesman harus mampu meluangkan waktunya untuk mengevaluasi performa mereka dalam suatu rapat, sehingga performa mereka bisa ditingkatkan.

Sifat dan Ciri-ciri Personal Selling

Philip Kotler menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga sifat atau ciri-ciri personal selling, yakni:

1. Konfrontasi personal

Personal selling akan berkaitan langsung dengan hubungan yang terjalin antar dua orang atau lebih. Setiap pihak didalamnya mampu melihat keperluan dan sifat lain dari pihak lain secara lebih intens dengan cara melakukan adaptasi.

2. Pengembangan

dalam hal personal selling, potensi akan adanya beragam jenis hubungan akan tinggi, mulai dari hubungan penjualan sampai persahabatan.

3. Tanggapan

kegiatan personal selling akan membuat setiap calon pembeli memiliki kewajiban untuk memperhatikan, mendengar dan memberikan respon yang baik kepada salesman nya.

Jenis-Jenis Personal Selling

Swasta menjelaskan setidaknya ada lima jeni personal selling, yaitu:

  • Trade Selling: adalah bentuk penjualan yang terjadi bila konsumen dan pedagang diperbolehkan untuk mengecer produk yang dimiliki pedagang.
  • Missionary Selling: tingkat penjualan akan lebih ditingkatkan guna memotivasi pembeli untuk membeli produk perusahaan.
  • Technical Selling: adalah upaya meningkatkan penjualan dengan cara memberikan saran dan juga nasihat ke konsumen
  • New Business Selling: meningkatkan adanya potensi transaksi baru dengan cara membuat calon pembeli menjadi pembeli.
  • Responsive Selling: penjualan yang diharapkan mampu memberikan reaksi positif terhadap permintaan pembelian.

Bentuk personal selling

Djasmin Saladin dan Yevis Merti Oesman menjelaskan bahwa ada tiga bentuk personal branding, yaitu retail selling, field selling dan executive selling.

Retail selling adalah kegiatan penjualan yang dilakukan oleh salesman dengan cara melayani konsumen yang mampir ke toko atau perusahaannya. Sedangkan Field selling adalah kegiatan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara mendatangi lokasi konsumen.

Terakhir Executive Selling adalah kegiatan penjualan yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan, dalam hal ini pemimpin perusahaan juga bertindak sebagai salesman.

Pada beberapa kondisi tertentu, ketiga bentuk personal selling tersebut bisa ditemukan secara bersamaan dan bisa juga digunakan hanya salah satunya saja. Bentuk penerapannya pun disesuaikan dengan produk yang ditawarkan, kemampuan pasar, dan juga kondisi pasar.

Jadi, pihak perusahaan harus mampu memilih bentuk personal selling yang dinilai paling tepat dan efektif.

Kelebihan dan Kekurangan Personal Selling

Kegiatan personal selling ternyata memiliki kelebihan utama, yaitu sebagai alat promosi, alat komunikasi dan meningkatkan brand awareness perusahaan. Selain itu, personal selling juga mampu melahirkan penjualan.

personal selling memiliki ciri khas tertentu yang ternyata berbeda dengan alat promosi lain sehingga alat promosi ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Kelebihan Personal Selling

Sutina menjelaskan bahwa personal selling adalah kegiatan yang mampu memberikan banyak kelebihan. Dengan personal selling, kegiatan penjualan akan berjalan lebih fleksibel dan mudah untuk disesuaikan berdasarkan keinginan dan juga reaksi dari calon konsumen.

Selain itu personal selling juga akan membuat calon konsumen bisa bertemu langsung dengan pihak penjual. Dalam hal  ini, nantinya pihak penjual atau salesman bisa mempresentasikan manfaat produk kepada calon pembeli secara langsung dan juga menunjukan kelebihan dari produk tersebut.

Salesman juga nantinya mampu memberikan jawaban secara langsung terkait pertanyaan calon pembeli dan juga mengedukasi konsumen secara rinci agar mereka mau membeli produk.

Personal branding juga memungkinkan salesman untuk bisa datang secara teratur guna membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, dan juga mampu memberikan saran terbaik terkait produk yang konsumen inginkan.

Kekurangan Personal Selling

Namun, personal selling pun memiliki kelemahan yang besar. Kenapa? Karena biaya promosinya yang tergolong tinggi karena pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan tidak bisa disalurkan secara massal. Selain itu, tenaga ahli dalam bidang salesman ini sangat susah dicari.

Lebih dari itu, waktu yang diperlukan untuk membuat calon konsumen membeli produk pun tergolong lama dan perusahaan juga akan lebih kesulitan dalam menjangkau dan menemui calon pembeli.

Baca juga: Customer Experience Adalah: Pengertian, Faktor, dan Cara Membangun Customer Experience 

Penutup

Berdasarkan pembahasan lengkap diatas, bisa kita simpulkan bahwa personal selling adalah kegiatan promosi penjualan yang dilakukan dalam dua arah dan dinilai efektif untuk menjual produk. Selain itu, arti lain dari personal selling adalah bentuk komunikasi yang dilakukan oleh salesman dengan konsumen yang melibatkan emosi serta pikirannya secara langsung.

Tujuan akhir dari kegiatan ini tentu saja untuk bisa meningkatkan laba atau keuntungan perusahaan, sehingga tujuan akhir perusahaan bisa tercapai.

Nah, untuk memudahkan perusahaan Anda dalam menghitung laporan laba rugi,  Anda bisa coba menggunakan aplikasi akuntansi khusus dari Accurate Online.

Accurate Online akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Jadi, Anda bisa membuat laporan laba rugi secara mudah. Selain itu, Anda juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 2