Definisi Disposable Income, Fungsi, Rumus, Cara Hitung

oleh | Jul 16, 2024

source envato.

Apa itu Disposable Income? Ini Pengertian dan Cara Perhitungannya

Pada dasarnya, disposable income adalah suatu materi terkait pendapatan nasional pada suatu negara yang mampu memengaruhi performa keuangan perusahaan di dalamnya.

Pendapatan nasional sendiri merupakan suatu alat ukur yang bisa mengukur kualitas sumber daya penghasilan rumah tangga negara.

Untuk itu, istilah disposable income atau DI ini harus dipahami oleh siapa saja, karena bukan hanya berguna untuk mengatur keuangan bisnis saja, namun juga berguna untuk mengatur keuangan pribadi.

Umumnya, DI juga diartikan sebagai pengeluaran satu kali pakai ataupun sisa uang yang Anda miliki untuk bisa membayar pajak.

Untuk itu, sisa uang atau DI bisa dimanfaatkan untuk membeli barang atau jasa, mengisi tabungan atau disalurkan ke investasi lainnya.

Rumus yang digunakan biasanya adalah personal income dikurangi dengan pajak langsung.

Di Indonesia sendiri, nilai rata-rata DI selalu meningkat setiap tahunnya, sehingga disposable income ini cenderung akan memengaruhi pola konsumsi ataupun daya beli konsumen rumah tangga.

Oleh karena itu, peningkatan yang ada di dalamnya sangat memengaruhi bisnis dalam hal produksi dan juga tenaga kerja.

Alhasil, perekonomian pun akan berkembang, dan angka pengangguran akan menurun, serta pendapatan rumah tangga akan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Apa itu Disposable Income?

Berdasarkan laman Investopedia, disposable income adalah suatu hasil yang diperoleh dari pengurangan income atau pendapatan pribadi dengan pajak langsung.

Dalam hal ini, pajak langsung yang dimaksud adalah pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan, dll.

Disposable income ini juga bisa diperoleh dari hasil jumlah pendapatan yang digunakan untuk bisa ditabung atau membiayai keperluan sehari-hari.

Untuk itu, DI juga bisa memengaruhi aktivitas ekonomi dan juga memengaruhi pendapatan nasional.

Dalam pembahasan nasional juga akan ditemukan adanya istilah DI, yang mana dalam pendapatan nasional terdapat jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga masyarakat dalam suatu negara.

Aspek yang terdapat dalam DI sangat penting dalam hal mengatur keuangan pribadi dan juga keluarga.

Hal tersebut dilakukan demi mendapatkan pendapatan bersih yang diterima oleh setiap orang dalam suatu negara.

Untuk itu, cara ini digunakan untuk menilai apakah penghasilannya bisa ditabung, atau membiayai keperluan sehari-hari, atau menginvestasikannya.

Baca juga: Konsep Pendapatan Nasional: Fungsi, Metode, Faktor

Bagaimana Cara Menghitungnya Disposable Income?

Dalam menghitung disposable income, diperlukan adanya rumus DI dalam kurun waktu satu tahun. Berikut ini adalah rumusnya.

Rumus Disposable Income:

Rumus Disposable Income = Pendapatan Tahunan Kotor – (Pajak Langsung + Pengurangan Lainnya)

Penjelasan rumus menghitung disposable income

  • Disposable income dalam hal ini adalah suatu sisa pendapatan yang diperoleh setelah mengurangi pajak langsung dan juga tanggungan lain.
  • Pendapatan tahunan kotor adalah semua pendapatan yang diterima dalam kurun waktu satu tahun.
  • Pajak langsung dan pengurangan lainnya diartikan sebagai suatu pajak yang harus dibayar setiap tahun.

Baca juga: Net National Product: Faktor, Komponen, Cara Hitung

Faktor yang Mempengaruhi Disposable Income

Berdasarkan rumus diatas, maka bisa kita lihat bahwa ada dua faktor utama yang mampu memengaruhi DI, yakni pajak dan nominal pendapatan.

Oleh karena itu, DI akan meningkat bila tarif pajak turun, atau nominal pendapatan menurun.

Saat pihak pemerintah memberlakukan penurunan tarif pajak, maka setiap rumah tangga akan memiliki peluang untuk membelanjakan uangnya lebih banyak untuk keperluan barang atau jasa.

Hal tersebut biasanya terjadi saat pihak pemerintah menjalankan kebijakan fiskal ekspansioner.

Pengurangan tarif pajak ini bertujuan demi merangsang adanya perkembangan ekonomi selama masa resesi.

Selain itu, masih ada faktor lain yang bisa memengaruhi nominal pendapatan nominal rumah tangga, tergantung jenis pendapatannya.

Namun, hal tersebut biasanya terjadi selama ekonomi makmur. Perkembangan ekonomi yang kuat mampu meningkatkan lebih banyak pendapatan pada suatu rumah tangga.

Selama dalam periode waktu tersebut, maka akan ada perbaikan pada prospek gaji dan juga pekerjaan.

Selain itu, laba bisnis pun akan semakin meningkat, yang memungkinkan perusahaan untuk memberikan lebih banyak dividen.

Selain itu, meningkatnya laba pada suatu perusahaan juga akan turut meningkatkan harga sahamnya, sehingga akan membuat pendapatan rumah tangga menjadi lebih banyak dengan adanya capital gain.

Baca juga: 3 Cara Penghitungan Pendapatan Nasional dengan Efektif

Fungsi dari Menghitung Disposable Income  

Di dalam dunia ekonomi, disposable income memang sudah sering sekali digunakan untuk mengukur kesehatan finansial suatu perusahaan ataupun individu.

Cara pengukuran DI dilihat dari semakin meningkatnya DI, maka semakin baik juga kondisi finansial suatu perusahaan atau individu.

Sehingga, jika DI suatu perusahaan hasilnya adalah besar, maka daya beli perusahaan tersebut juga besar. Sehingga, kemungkinan untuk melakukan investasi juga akan lebih besar.

Mengukur DI secara sederhana bisa diperhatikan apakah suatu perusahaan lebih banyak berhutang atau menabung.

Karena, tujuan dari hadirnya DI sendiri memang banyak, dan salah satunya adalah untuk menilai tingkat tabungan suatu perusahaan ataupun individu.

Perbedaan Disposable Income dan Discretionary Income

Saat Anda menerima penghasilan, membayar wajib pajak, dan juga mengeluarkan biaya lainnya, maka uang sisa dari berbagai pengeluaran itu disebut dengan DI.

Namun, sisa uang tersebut juga ada yang tidak bisa disebut dengan DI, yang mana sisa uang tersebut mempunyai risiko keuangan yang menjadi suatu keperluan dasar yang mesti dibayar.

Selain itu, sisa uang itu juga akan disisihkan, yang mana hal tersebut lebih dikenal dengan discretionary income.

Jadi, discretionary income adalah sisa uang yang digunakan untuk hobi atau kegiatan menyenangkan lainnya tanpa membebani pengeluaran karena sudah bisa terpenuhi.

Baca juga: Sistem Ekonomi Indonesia: Pengertian, Sejarah, dan Karakteristiknya

Mengapa Pendapatan Disposabel Penting?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa disposable income menjadi indikator utama pada daya beli dan konsumsi pada suatu rumah tangga.

Perubahan tersebut akan dipengaruhi dengan permintaan barang dan jasa serta kegiatan ekonomi di berbagai negara.

Selain itu, pengeluaran rumah tangga juga akan mencakup bagian yang sangat signifikan dari PDB atau Produk Domestik Bruto.

Di beberapa negara bahkan kontribusinya bisa mencapai lebih dari 50% PDB.

Setiap pihak ekonom bisa memanfaatkan DI untuk mengidentifikasi adanya tren gabungan dan juga konsumsi rumah tangga.

Saat nilai DI meningkat, maka diharapkan permintaan barang dan juga jasa pada sektor riil pun meningkat.

Sehingga, akan merangsang sektor bisnis riil tersebut untuk bisa meningkatkan produksinya dan merekrut tenaga kerja yang lebih banyak.

Hasilnya, perkembangan ekonomi juga akan meningkat dan pengangguran akan menurun.

Tips Mengelola Disposable Income yang Baik

Untuk bisa mengelola DI yang baik maka diperlukan perhitungan yang cermat. Berikut ini adalah tips dalam mengelola DI yang baik.

Buatlah Prioritas dalam Pengeluaran

Caranya adalah dengan memastikan berbagai keperluan pokok yang sebelumnya sudah tertulis rapi.

Selanjutnya, Anda bisa menuliskan berbagai hal yang memang Anda inginkan dari sisa uang tersebut atau discretionary income.

Meskipun discretionary income adalah suatu dana yang bisa Anda gunakan untuk bersenang-senang, tapi Anda masih bisa menggunakan dana tersebut untuk menabung atau berinvestasi.

Baca juga: Budgeting Adalah: Berikut Pengertian, Tujuan, Proses dan Prinsipnya

Mengelola Budget Disposable Income

Mengelola anggaran disposable income harus bisa disesuaikan dengan standar hidup masing-masing individu. Untuk itu, disarankan untuk memiliki gaya hidup yang lebih realistis, sehingga akan menentukan pengelolaan disposable income Anda.

Contoh sederhananya adalah disposable income untuk pengeluaran setiap bulan yang biasanya selalu dan harus ada adalah biaya tagihan air dan listrik, serta belanja makanan.

Biaya tersebut tentunya berbeda pada tiap orang. Tapi, jika Anda menghabiskan seluruh dana tersebut, maka Anda tidak akan mempunyai tabungan atau dana lain untuk bersenang-senang.

Untuk itu, dalam mengelola penghasilan dan mengatur pengeluaran pada perusahaan, disarankan untuk menggunakan dana DI untuk tujuan dan juga keperluan yang memang benar-benar dibutuhkan saja.

Cobalah untuk lebih bijaksana dalam mengatur keuangan agar Anda bisa memiliki dana untuk bersenang-senang di masa depan, dan milikilah tabungan dalam jumlah yang besar.

Nah, untuk lebih mudah lagi dalam mengatur keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang mampu membantu Anda dalam mengelola keuangan secara lebih mudah dan praktis.

Accurate online juga memiliki tampilan yang sederhana sehingga akan memudahkan Anda dalam membuat berbagai laporan keuangan perusahaan, bahkan oleh Anda yang tidak memiliki background akuntansi sekalipun.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait