Apa Itu Laba Ditahan? Berikut Pengertian, Fungsi, Faktor, dan Cara Penghitungannya

oleh | Sep 8, 2020

source envato.

Apa Itu Laba Ditahan? Berikut Pengertian, Fungsi, Faktor, dan Cara Penghitungannya

Didalam menjalankan sebuah bisnis atau jalannya perusahaan maka tentu saja selain bersinggungan dengan modal pasti selalu bertujuan dengan meningkatkan laba, dimana laba merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kerajaan bisnis tetap bisa beroperasi dan mendapatkan pundi-pundi pemasukan. Namun tahukah atau familiar kah dengan istilah dari laba ditahan? 

Laba merupakan salah satu faktor perhitungan dalam keuangan atau neraca ekonomi yang kedudukannya cukup penting. Dan istilah laba ditahan sendiri cukup populer di kalangan pebisnis atau akuntan dalam mengelola manajemen laba dalam usaha.

Jika memang masih cukup asing dengan istilah yang satu ini maka jangan khawatir karena lewat uraian ini akan dibahas tuntas mengenai informasinya. 

Pengertian dari Laba Ditahan

Jadi yang dinamakan dengan laba ditahan sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah laba kotor dari sebuah bisnis atau perusahaan. Dimana laba ini sendiri belum diperhitungkan untuk dibagi ke berbagai sektor yang berhak menerima dana seperti pemegang saham atau investor. 

Laba ini sendiri memegang keuntungan besar dari perusahaan yang masih belum dibagikan sehingga populer dengan tambahan ditahan atau tertahan.

Jenis laba ini sendiri serta merta mengalami penahanannya bukan hanya karena kemauan perusahaan atau pemilik modal. Namun jenis modal ini bisa diterapkan sesuai perjanjian pemilik perusahaan dengan pemilik saham atau modal.

Jenis dari laba ini biasanya memang ditahan untuk tujuan tertentu dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan untuk mengelola operasional kerja. 

Meski laba ini tertahan namun tentu saja pemilik modal atau investor bisa dengan gamblang mendapatkan rincian dana dari laba yang didapatkan.

Hal ini dikarenakan laba ini sendiri tetap dihitung oleh akuntan perusahaan sebagai arsip data dan sebagai laporan tetap keuangan. Meski ditahan namun para pemilik modal atau investor secara deviden tetap memiliki dana dan keuntungan sebesar nominal yang digelontorkan.

Baca juga: Laba Kotor dan Laba Bersih: Pengertian, Perbedaan, Contoh dan Rumusnya

Apa Saja Fungsi dari Laba Ditahan itu?

Nah setelah menilik pengertian dari laba ditahan seperti diatas, berikutnya adalah mengethaui fungsi dari jenis laba ini. Berikut adalah uraian lengkapnya yang berguna untuk pengembangan usaha Anda nantinya:

1. Mampu Menjadi Sumber Dana Cadangan

Kegunaan atau fungsi dari laba ditahan yang pertama adalah mampu dijadikan sebagai sumber dana cadangan bagi pebisnis atau perusahaan. Laba yang seyogyanya dibagi atau dikelola langsung jika akhirnya ditahan maka bisa menjadi dana cadangan bagi perusahaan terkait. Dengan catatan para pemilik saham atau pekerja mengetahui arah penahanan laba yang ada, misalnya sebagai tujuan menjadi sumber dana sewaktu-waktu.

Baca juga: Rencana Anggaran Biaya: Pengertian, Contoh Sederhana dan Cara Membuatnya

2. Sebagai Modal Pengembangan Bisnis dan Usaha

Selain memiliki fungsi untuk dijadikan sumber dana cadangan misalnya saja keuangan perusahaan sedang dalam kerugian. Fungsi dari penerapan atau penahanan laba jenis ini adalah bisa digunakan sebagai modal pengembangan bisnis serta usaha. Pengembangan bisnis ini sendiri tidak hanya merujuk soal pengembangan gedung tapi bisa soal penambahan SDA atau SDM perusahaan juga lho.

3. Digunakan Untuk Membantu Pembayaran Hutang Perusahaan

Jika memang perusahaan memiliki jumlah hutang yang lumayan besar maka memiliki laba ditahan ini sebagai investasi sangat menguntungkan. Dimana dengan memanfaatkan laba yang masih disimpan ini para akuntan perusahaan bisa mengalokasikan pembayaran hutang dengan tepat waktu. Selain itu pembayaran hutangnya sendiri tidak akan mengusik sumber dana lainnya, sehingga perputaran dana utama perusahaan bisa aman.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

4. Bisa Menjadi Modal Investasi Lanjutan

Selain beberapa fungsi diatas, penerapan dari laba tertahan ini sendiri juga bisa dimanfaatkan sebagai bantuan modal investasi lanjutan. Seperti misalnya perusahaan melakukan pembelian saham di perusahaan lainnya kemudian bisa mendapatkan dana dari saham tersebut. Bisa jadi juga dana laba ini digunakan untuk melakukan pembelian tanah, bangunan atau barang operasional guna membantu perusahaan.

laba ditahan 2

Berikut ini Faktor-faktor yang Melatar Belakangi Laba Tertahan

Ternyata fungsi dari penerapan laba tertahan ini sendiri memiliki banyak keuntungan ya untuk diterapkan para pelaku bisnis. Namun kiranya apa saja faktor-faktor yang mungkin melatar belakangi penahanan laba tersebut, berikut ini adalah uraiannya.

1. Adanya Kesalahan Laporan Keuangan Pada Periode Sebelumnya

Untuk faktor yang melatar belakangi laba tertahan pertama karena adanya kesalahan laporan keuangan pada periode sebelumnya. Jadi selain memang bertujuan sengaja ditahan karena perjanjian, lama sendiri ditahan karena akuntan belum bisa memberi data valid. Untuk menghindari kecurangan dan kerugian dalam pembagian laba maka tentu saja pembagian akan dihentikan sampai laporan keuangan benar atau sesuai.

2. Perubahan Metode Perhitungan

Faktor kedua yang sering terjadi dan memunculkan pilihan untuk menahan laba adalah adanya perubahan metode perhitungan. Jadi misalnya saja metode perhitungan sebelumnya selalu memberlakukan sistem bulanan kemudian tiba-tiba diubah perhari maka itu akan membingungkan. Oleh sebab itu perusahaan atau akuntan biasanya akan menahan hasil modal yang ada.

Baca juga: Hutang Jangka Panjang dan Hutang Jangka Pendek: Pengertian, Perbedaan dan Jenisnya pada Akuntansi

3. Perubahan Prinsip Akuntansi Dari Periode Sebelumnya

Faktor ketiga yang juga mempengaruhi laba ditahan adalah adanya perubahan prinsip akuntansi dari periode sebelumnya yang cukup signifikan. Misalnya saja perubahan dalam metode perhitungan yang dipakai, model laporan keuangan yang disusun atau skema akuntansi yang baru. Tentu saja laba pada periode sebelumnya harus ditahan untuk kemudian disesuaikan dengan perhitungan pada prinsip akuntansi periode terbaru bukan?

4. Adanya Perubahan Pemegang Kendali Manajemen Perusahaan

Jika adanya perubahan pemegang kendali atau manajemen didalam perusahaan maka biasanya laba yang ada akan ditahan. Hal ini dilakukan agar manajemen baru mampu menyesuaikan diri dan menunjukan kredibilitas manajemennya dalam mengelola keuangan. Penahanan laba pada kasus ini sendiri dilakukan dengan tujuan untuk menjaga stabilitas kerja, menekan tindak kecurigaan atau kecurangan dll.

5. Adanya Penyesuaian Nilai Rupiah Dari Periode Sebelumnya

Faktor terakhir yang melatar belakangi dibuatnya laba tertahan karena adanya penyesuaian nilai rupiah yang sempat berubah. Dalam berbisnis tentu saja nilai tukar rupiah bisa berubah-berubah naik dan turun sewaktu-waktu. Meski hal wajar namun tentu saja ini akan mempengaruhi hasil perhitungan laba perusahaan, sehingga akuntan memutuskan menahan laba yang ada.

Baca juga: Harga Perolehan: Pengertian dan Cara Menghitungnya Pada Aktiva Tetap

Cara Perhitungan Laba Tertahan

Berikut adalah formula laba ditahan:

Laba ditahan = Nilai awal laba digahan – Nilai akhir laba ditahan + Pendapatan bersih (- kerugian bersih) – Dividen

Contoh kasus

Dalam suatu siklus akuntansi, laporan keuangan kedua yang harus disiapkan adalah Laporan Laba Ditahan. Ini adalah jumlah pendapatan yang tersisa di perusahaan setelah dividen dibayarkan dan sering diinvestasikan kembali ke perusahaan atau dibayarkan kepada pemegang saham.

Berikut langkah-langkah untuk membuat Laporan Laba Ditahan:

LANGKAH 1: SIAPKAN HEADING

Harus ada tajuk tiga baris di Laporan Pendapatan yang Ditahan. Baris pertama adalah nama perusahaan, baris kedua memberi label pada dokumen “Pernyataan Laba yang Ditahan” dan baris ketiga statistik tahun “Untuk Tahun yang Berakhir XXXX”.

LANGKAH 2: NILAI SALDO DARI TAHUN SEBELUMNYA

Item pertama yang tercantum pada Laporan Laba Ditahan haruslah saldo laba ditahan dari tahun sebelumnya, yang dapat ditemukan di neraca tahun sebelumnya.

Secara hipotesis, katakanlah laba ditahan untuk sebuah perusahaan adalah $ 30.000. Baris pertama dari Laporan Laba Ditahan akan terlihat seperti ini:

Saldo Laba, 31 Desember 2017 $ 30.000

LANGKAH 3: TAMBAHKAN PENGHASILAN BERSIH DARI LAPORAN PENGHASILAN

Sebelum Laporan Laba Ditahan dibuat, Laporan Laba Rugi harus sudah dibuat terlebih dahulu. Misalkan laba bersih perusahaan Anda adalah $ 15.000. Itu adalah item pertama yang ditambahkan ke Laporan Laba Ditahan.

Laporan Laba yang Ditahan akan terlihat seperti ini:

Saldo Laba: 31 Desember 2017 $ 30.000
Plus: Laba Bersih 2018 +15.000
Total $ 45.000
Jika perusahaan mengalami rugi bersih pada Laporan Laba Rugi, maka rugi bersih tersebut dikurangkan dari laba ditahan yang ada.

LANGKAH 4: DIVIDEN SUBTRAK DIBAYARKAN KEPADA INVESTOR

Jika perusahaan Anda membayar dividen, Anda mengurangi jumlah dividen yang dibayarkan perusahaan Anda dari laba bersih Anda. Jika tidak membayar dividen, maka Anda mengurangi $ 0. Misalkan kebijakan dividen perusahaan Anda adalah membayar 50 persen dari pendapatan bersihnya kepada investornya. Dalam contoh ini, $ 7.500 akan dibayarkan sebagai dividen dan dikurangi dari total saat ini.

Saldo Laba, 31 Desember 2017 $ 30.000
Plus: Laba Bersih 2018 +15.000
Total $ 45.000
Minus: Dividen (7.500)
Dividen adalah debit di akun laba ditahan baik dibayar atau tidak.

LANGKAH 5: SIAPKAN TOTAL AKHIR

Sekarang, jika Anda membagikan dividen, kurangi mereka dan jumlahkan Laporan Laba Ditahan. Anda akan mendapatkan jumlah saldo laba yang Anda posting ke akun laba ditahan di neraca 2018 Anda yang baru.

Saldo Laba, 31 Desember 2017 $ 30.000
Plus: Penghasilan Bersih 2018 $ 15.000
Total: $ 45.000
Minus: Dividen Dibayar ($ 7.500)
Saldo Laba, 31 Desember 2018 $ 37.500
Ini melengkapi Laporan Laba Ditahan.

Baca juga: Saldo Normal Akuntansi: Pengertian, Fungsi, Dan Berbagai Jenisnya

Kesimpulan 

Nah itulah diatas adalah berbagai penjabaran mengenai istilah laba ditahan yang ternyata memiliki banyak faktor yang melatarbelakanginya. Selain itu ada berbagai fungsi serta cara perhitungannya yang bisa diterapkan oleh para pembaca demi menunjang neraca perhitungan bisnisnya.

Pastikan untuk selalu memperhitungkan jenis laba yang satu ini untuk perusahaan juga pemilik saham agar jalannya bisnis menjadi sama-sama menguntungkan!

Jika Anda kesulitan dalam melakukan penghitungan laba bisnis dan memantau kegiatan finansial bisnis pada proses pembukuan manual, Anda bisa mencoba untuk menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan, memiliki harga terjangkau dan telah teruji, salah satunya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan telah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Dengan fitur pembukuan terlengkap seperti pencatatan pengeluaran dan pemasukan pada usaha, penghitungan dan pemantauan perpajakan, pengelolaan inventori atau stok, proses rekonsiliasi transaksi otomatis, payroll, multi mata uang. job costing, otomasi lebih 200 jenis laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate berhenti membuang waktu

 

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait