Apa itu Prosedur Audit? Mari Ketahui Lebih Jauh Pengertiannya

Untuk mengetahui kondisi sebuah perusahaan sehat atau tidak, maka ada baiknya dilakukan proses audit terhadap perusahaan tersebut. Audit yang dilakukan bisa apa saja dari audit keuangan, kinerja sampai kepatuhan terhadap SOP atau peraturan yang berlaku. Nantinya, auditor akan melakukan evaluasi dengan prosedur audit yang telah ditentukan untuk menentukan apakah perusahaan sudah sesuai atau tidak.

Pengertian dari audit sendiri adalah kegiatan mengevaluasi dengan cara mengumpulkan data atau hasil kegiatan dari proses berjalannya sebuah usaha selama periode tertentu. Selanjutnya auditor akan melakukan pengecekan penyesuaian dari data yang telah dikumpulkan dengan kriteria atau SOP yang ada.

Output dari proses audit adalah penilaian tepat atau tidaknya sebuah perusahaan. Contohnya jika yang dilakukan adalah audit keuangan, maka hasil audit bisa saja menghasilkan sehat atau tidaknya keuangan perusahaan tersebut. Jadi, output dari proses audit adalah untuk evaluasi perusahaan kedepannya.

Baca juga: Accurate Online dan iSeller: Perpaduan Tepat untuk Bisnis yang Hebat

Jenis-jenis Audit yang dapat Dilakukan

Sebuah audit dapat dilakukan oleh pihak eksternal maupun pihak internal perusahaan. Siapapun yang melakukan audit, tujuan proses audit tetap sama yaitu untuk mengevaluasi perusahaan. Namun yang membedakan hanyalah proses dari audit dan efek dari hasil audit.

Salah satu jenis audit adalah audit internal atau audit yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Biasanya, audit ini akan diadakan setiap waktu tertentu untuk meningkatkan efektifitas dan keefisienan suatu organisasi. Jadi sistem audit ini adalah departemen melakukan pengecekan dan audit terhadap departemen lainnya.

Proses dari audit internal pun akan sama dengan proses audit pada umumnya. Namun prosesnya biasanya tidak membutuhkan waktu selama audit eksternal. Hasilnya pun akan digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Selain audit internal ada juga audit eksternal, dimana dilakukan oleh badan independen yang telah memenuhi syarat. Biasanya audit internal dilakukan karena adanya sebuah kebutuhan atau pemeriksaan terhadap sebuah perusahaan. Jadi, proses audit ini akan lebih teliti dan membutuhkan proses yang lama.

Baca juga: Pengertian Jurnal Khusus dan Perbedaannya dengan Jurnal Umum

Prosedur Audit dalam Proses Evaluasi

Seringkali orang merasa bahwa seorang auditor dengan sengaja mencari-cari kesalahan dari sebuah perusahaan. Karena dengan semakin banyak kesalahan yang ditemukan, semakin banyak pendapatan yang didapatkan. Padahal dalam proses audit, auditor harus menjalankan prosedur yang telah ditentukan.

Tujuan diadakannya prosedur audit adalah agar audit dapat dilakukan dengan benar tanpa adanya kecurangan dari pihak manapun. Selain itu, dengan adanya prosedur, maka hasil yang didapatkan juga lebih akurat dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, ketahuilah prosedur audit yang benar sebagai berikut:

1. Perjanjian Audit/ Perikatan

Hal pertama sebelum melakukan audit adalah membuat kesepakatan antara pihak auditor dengan perusahaan, Jadi, pada awal perjanjian, perusahaan akan menyampaikan apa yang dibutuhkan. Nantinya auditor akan melakukan proses audit sehingga mendapatkan output sesuai arahan perusahaan.

Arahan perusahaan dalam hal ini adalah jenis audit yang diinginkan, apakah audit keuangan, kinerja dan yang lain. Jangan sampai yang diinginkan audit kinerja namun yang dikeluarkan hanya audit keuangan.

2. Mempelajari Kondisi/ Sistem Perusahaan

Proses selanjutnya adalah melakukan perencanaan bagaimana proses audit akan dilakukan. Hal ini perlu dilakukan karena sistem di satu perusahaan dengan perusahaan lainnya akan berbeda. Sehingga, dalam proses ini, auditor bisa mempelajari sistem yang berlaku di perusahaan terlebih dahulu. Selanjutnya baru menentukan bagaimana proses audit akan berjalan.

Baca juga: Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Berbagai Jenisnya

3. Pengumpulan Data

Setelah mengetahui bagaimana sistem perusahaan tersebut, saatnya untuk melakukan pengumpulan data. Auditor berhak untuk meminta dokumen atau bukti-bukti yang dibutuhkan untuk melancarkan proses audit. Biasanya auditor akan meminta beberapa pihak dari perusahaan untuk memberikan dokumen terkait.

4. Pengamatan

Selain melakukan pengumpulan data, salah satu prosedur audit adalah melakukan pengamatan secara langsung. Hal ini bertujuan untuk mengetahui prosesnya secara langsung dan apakah telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Proses ini biasanya dilakukan beberapa kali, atau random check.

5. Pengujian Informasi

Proses pengumpulan data dan pengamatan merupakan dua proses terlama dalam prosedur audit. Biasanya proses ini memakan waktu 50% dari total waktu audit itu sendiri. Karena pengumpulan data merupakan proses yang penting untuk proses pengujian informasi.

Data-data yang telah terkumpul harus disusun dan diuji untuk dianalisis kemudian. Jika ada yang aneh dalam data atau hasil analisa akan dicatat dan disampaikan pada hasil audit. Dalam proses ini, auditor harus jujur dan detail dalam melakukan Analisa. Hal ini bertujuan agar tidak sampai terjadi kesalahan dalam hasil audit.

Baca juga: Mengetahui Perbedaan Sales dan Marketing dan Hubungannya

6. Mendapatkan Hasil

Jika hasil pengujian telah selesai, maka auditor akan mendapatkan hasil dari proses audit. Namun sebelum hasil tersebut disampaikan ke perusahaan, auditor harus mengecek kembali hasil audit. Pastikan hasilnya sesuai dengan data yang telah dikumpulkan.

7. Menyampaikan Hasil ke Perusahaan

Prosedur audit selanjutnya adalah menyampaikan hasil audit ke pihak perusahaan. Apapun hasilnya baik maupun buruk akan disampaikan ke pihak perusahaan. Temuan yang aneh atau tidak sesuai dengan prosedur juga harus disampaikan untuk menjadi evaluasi perusahaan.

Biasanya pada proses ini juga akan dilakukan konfirmasi ke pihak perusahaan mengenai hasil temuan yang dirasa tidak sesuai. Namun proses perbaikan hasil audit tetap ditentukan setelah periode tertentu.

8. Evaluasi Perusahaan

Untuk kondisi tertentu, jika dalam proses audit ditemukan beberapa temuan, perusahaan akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan perbaikan. Proses perbaikan biasanya 2 minggu atau tergantung jenis audit yang dilakukan. Jika dalam proses tersebut ada perbaikan, maka dapat mengubah hasil akhir audit. Namun sebaliknya, jika tidak, maka akan mempengaruhi ke nilai audit.

Baca juga: Rumus Menghitung ROE dan Pengertian Lengkap ROE

Prosedur audit 2

Kapan Audit Biasanya Dilakukan?

Audit dapat dilakukan kapan saja dalam selama setahun, namun ada baiknya dilakukan pada saat awal tahun. Dengan melakukannya pada awal tahun, perusahaan dapat mengetahui hasil kinerja perusahaan. Waktu yang tepat untuk melakukan audit adalah pada bulan Januari sampai Maret. Ini juga akan mempermudah perusahaan dalam menyiapkan data-data yang dibutuhkan untuk audit.

Sedangkan untuk berapa kali audit harus dilakukan, ini bergantung pada perusahaan masing-masing. Jika kondisi perusahaan dirasa tidak baik, maka dapat dilakukan proses audit secara berkala seperti setiap tahun. Namun, sebelum melakukan audit eksternal, ada baiknya melakukan audit internal dulu.

Audit internal sebaiknya dilakukan paling tidak 6 bulan sekali untuk melakukan evaluasi perusahaan. Semakin sering dilakukannya audit internal, perusahaan akan terbiasa ketika ada audit eksternal. Namun, kembali lagi tidak ada standar tertentu kapan audit harus dilakukan.

Sedangkan untuk audit eksternal perusahaan biasanya dilakukan setahun sekali. Namun periode ini juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, bisa menjadi dua tahun sekali. Untuk memastikan hasil audit yang didapatkan akurat, pastikan untuk memilih auditor eksternal yang terpercaya.

Baaca juga: Pengertian Biaya Penyusutan dan 3 Metode Penghitungannya

Kesimpulan

Jadi, sebuah proses audit tidak hanya melakukan penilaian saja terhadap sebuah perusahaan. Namun ada prosedur audit yang harus dijalankan oleh para auditor. Auditor tidak bisa menilai sebuah perusahaan dengan semena-mena. Dan hal ini juga dapat dicek oleh perusahaan ketika hasil audit telah keluar. Jika ada yang tidak sesuai, maka pihak perusahaan juga dapat melakukan protes.

Dalam proses audit keuangan, hal yang dibutuhkan auditor adalah proses pembukuan yang sesuai standar dan bukti menyeluruh untuk setiap transaksi yang tercatat. Jika Anda masih menggunakan pembukuan manual, tentu ini akan menjadi masalah dalam proses audit, hal ini karena akan memakan banyak waktu dalam pencatatannya dan rentan dengan human error.

Untuk proses pembukuan yang lebih efisien dan memudahkan auditor memeriksa seluruh data finansial pada usaha Anda, ada baiknya bisnis Anda menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan sesaui standar akuntansi yang berlaku di Indonesia seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah sesuai standar akuntansi keuangan di Indonesia dan dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis. Memiliki fitur terlengkap dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate fokus pengembangan