Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Berbagai Jenisnya

Setiap kebijakan perusahaan yang menyangkut dengan keuangan sebaiknya diputuskan berdasarkan rasio keuangan. Hal tersebut dimaksudkan agar setiap keputusan yang dibuat dalam hal keuangan, tidak salah langkah. 

Pentingnya untuk berhati-hati dalam memutuskan kebijakan manajemen perusahaan, karena berhubungan dengan berbagai kepentingan perusahaan. Kesalahan menentukan keputusan, akan berakibat pada kerugian. 

Pertimbangan keputusan yang dikeluarkan dengan berdasar pada rasio keuangan merupakan langkah yang bijak. Pasalnya, manajemen bisa memprediksi perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Dengan demikian, lebih tahu langkah apa saja yang harus dilakukan agar perusahaan dapat bertahan. 

Wajar, bila sering menemui perusahaan yang yang melakukan PHK para karyawannya. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan dapat bertahan selama beberapa tahun ke depan. Disamping itu, untuk menyelamatkan aset perusahaan, serta meminimalisir resiko kebangkrutan. 

Baca juga: Pengertian Badan Usaha dan Jenis Badan Usaha yang Ada Di Indonesia

Definisi Rasio Keuangan 

Rasio keuangan adalah salah satu metode analisa keuangan yang digunakan sebagai indikator penilaian perkembangan perusahaan, dengan mengambil data dari laporan keuangan selama periode akuntansi. Sehingga dapat diketahui kinerja maksimum keuangan perusahaan. 

Rasio ini seringkali digunakan oleh manajemen perusahaan untuk memutuskan kebijakan – kebijakan yang diberlakukan oleh perusahaan tersebut, terhadap penyelamatan aset perusahaan. Sehingga tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. 

Baca juga: Apa Itu Pajak Pertambahan Nilai? Mari Ketahui Secara Terperinci

Fungsi Rasio Keuangan 

Fungsi rasio ini cukup vital dalam sebuah keputusan perusahaan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk dipelajari. Terlebih data-data yang menjadi acuannya yaitu berupa laporan keuangan  dimana data-data tersebut merupakan hal yang paling penting. Dengan demikian, memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Mengetahui Optimalisasi Keuangan 

Optimalisasi keuangan yaitu suatu analisa rasio keuangan untuk melihat penggunaan keuangan yang lebih optimal. Penggunaan keuangan yang jelas. Termasuk diantaranya apabila terjadi kecurangan dalam laporan keuangan, atau penggunaan yang keuangan yang tidak efisien. 

2. Melihat Efektifitas Manajemen Operasional 

Manajemen operasional meliputi penggunaan biaya, dan efektifitas penggunaan keuangan untuk operasional perusahaan. Oleh sebab itu, mengacu pada rasio tersebut dapat melihat seberapa efektif kinerja manajemen operasional dalam penggunaan biaya untuk kegiatan operasional. 

Baca juga: Pengertian Biaya Penyusutan dan 3 Metode Penghitungannya

3. Melihat Optimalisasi Penggunaan Aktiva 

Aktiva merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk dievaluasi mengenai penggunaannya. Besaran aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, menjadikan bahan pertimbangan manajemen perusahaan untuk memutuskan kebijakan. Sehingga dari rasio tersebut bisa diketahui optimalisasi penggunaannya. 

4. Melihat Tingkat Kesehatan Keuangan Dalam Perusahaan 

Kesehatan keuangan perusahaan berarti selalu mendapatkan laba dari setiap aktivitas bisnisnya. Dengan demikian, bisa diketahui tingkat kesehatan keuangan berdasarkan rasio tersebut. Sehingga dapat dianalisa seberapa lama perusahaan dapat tetap bertahan dan berkembang 

5. Acuan Untuk Menganalisa Kemampuan Perusahaan Untuk Berkembang 

Pengembangan bisnis seringkali dilakukan oleh sebuah perusahaan agar perusahaan tersebut dapat terus bertahan. Pengembangan bisnis, meliputi pendirian cabang, perluasan wilayah pemasaran, peluncuran produk baru. Semua itu diperlukan analisa keuangan yang lebih seksama, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Baca juga: Apa Itu Biaya Variabel Berikut Pengertian dan Perbedaannya dengan Biaya Tetap

Jenis Rasio Keuangan 

Rasio ini terdiri dari beberapa jenis yang penting untuk diketahui, agar penggunaannya bisa tepat sasaran. Berikut ini beberapa jenis-jenisnya, yaitu:

1. Profitability Ratio (Rasio Laba) 

Suatu metode untuk menganalisa perusahaan, seberapa besar kapasitas perusahaan tersebut menghasilkan laba dari aktivitas bisnisnya. 

2. Liquidity Ratio (Rasio Hutang Jangka Pendek )

Teknik perhitungan untuk menganalisa kapasitas perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendeknya. Semakin banyak hutang, menunjukan ciri perusahaan yang tidak sehat. Bahkan besarnya hutang dapat menimbulkan kebangkrutan. 

3. Solvency Ratio (Rasio Hutang) 

Metode untuk menganalisa kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka panjang, dan jangka pendek. Kemampuan tersebut sangat penting sebagai bahan pertimbangan para investor untuk menanamkan modalnya. 

4. Activity Ratio (Rasio Aktivitas

Setiap perusahaan tentunya memiliki aktiva yang dapat digunakan dalam proses produksi. Oleh sebab itu, adanya analisa activity untuk menganalisa kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aktiva yang dimilikinya guna menghasilkan laba. Dengan demikian, dapat mengetahui efektifitas aktiva yang digunakan 

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Perbedaan Hutang Piutang dalam Akuntansi

Rumus-rumus Rasio 

Masing-masing jenis rasio keuangan tersebut terdapat rumusnya. Hal tersebut untuk mempermudah proses analisa keuangan dalam pengambilan keputusan keuangan. 

1. Rasio Laba ( Ratio of Profitability

  • Perhitungan Rasio Dengan Pendekatan Margin Laba Kotor

Rumus ini untuk melihat perbandingan laba kotor dengan penjualan. Semakin besar rasionya, maka semakin sehat keuangan dalam sebuah perusahaan. 

Persentase Laba Kotor = (Laba kotor / penjualan). 

  • Perhitungan Rasio Dengan Pendekatan Laba Operasional

Seberapa besar perbandingan rasio laba operasional perusahaan terhadap penjualan, dapat menggunakan metode ini. Sehingga dapat diketahui, efektifitas penjualan terhadap laba operasional. 

  • Perhitungan Rasio Dengan Pendekatan Laba Bersih

Setiap penjualan harus menghasilkan laba, laba bersih merupakan hasil dari penjualan setelah dipotong pajak. Untuk mengetahui rasio laba bersih terhadap penjualan maka menggunakan metode ini, yaitu: Laba bersih dibagi penjualan. 

  • Perhitungan Profitability Rasio Dengan Pendekatan ROA (Return On Aset) 

Metode ini untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dapat digunakan untuk menghasilkan laba atau keuntungan. Rumusnya adalah Laba bersih dibagi total aset. 

  • Perhitungan Rasio Dengan Pendekatan Return On Investment (ROI) 

Profitability rasio untuk menganalisa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang dilakukan. Rumusnya yaitu: Laba bersih dibagi nilai investasi. 

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

2. Rasio Hutang Jangka Pendek (Ratio of Liquidity)

Rasio likuiditas dibedakan menjadi tiga jenis, rasio lancar dan rasio cepat, dan rasio kas. Masing-masing rumus tersebut, adalah:

  • Current Ratio  ( Rasio Lancar) 

Rumus ini akan dipakai untuk menganalisa kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya. 

(Aktiva lancar:hutang lancar)

Dengan demikian, dapat diketahui besaran aktiva yang dapat digunakan untuk membayar hutang

  • Quick Ratio (Rasio Cepat ) 

Memprediksi dan menganalisa seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melunasi total kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan metode yang lebih cepat, dengan tidak memasukan nilai persediaan. 

((aktiva lancar – persediaan):hutang lancar) X 100 %. 

Dengan demikian dapat diketahui struktur keuangan yang sehat atau tidak dari kemampuannya untuk membayar hutang. 

  • Rasio Kas (Ratio of Cash) 

Rumus ini digunakan sebagai perbandingan kas dan aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Rumusnya antara lain:

((kas +aktiva setara kas) /hutang lancar) X 100 %

Aktiva setara kas adalah jenis aktiva yang bisa dengan cepat untuk diuangkan. 

Baca juga: Mengetahui Berbagai Teknik Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya

3. Solvency Ratio (Rasio Hutang ) 

Rumus ini untuk melihat kemampuan perusahaan melunasi semua hutangnya dengan dua metode pendekatan, yaitu:

  • Rasio Hutang Melalui Pendekatan Aktiva 

Analisa dana yang berasal dari hutang. Rumus yang digunakan antara lain:

(Total hutang/total aktiva) x100 %. 

Semakin kecil nilai persentase tersebut, maka memiliki keuangan yang semakin besar. 

  • Hutang Melalui Pendekatan Modal (Equity) 

Rumus yang digunakan untuk menganalisa jumlah hutang dengan perbandingan modal. Disarankan besarnya jumlah hutang tidak melebihi nilai modal itu sendiri. Dengan demikian, semakin kecil perhitungan persentase dari rumus tersebut, semakin menunjukan nilai keuangan yang sehat. 

Baca juga: Solvabilitas adalah Hal Penting dalam Bisnis. Berikut Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

4. Rasio Aktivitas (Ratio of activity) 

Dalam mengelola perusahaan. Mempertimbangkan keputusan berdasarkan rasio keuangan sangatlah penting. Untuk itu pentingnya mengetahui salah satu dari jenis rasio, yaitu rasio aktivitas ini, yang mengukur analisa keuangan dengan 4 metode pendekatan, yaitu:

  • Rumus Rasio  Aktivitas dengan Perputaran Piutang 

Rumus ini digunakan untuk menghitung jumlah piutang yang beredar. Semakin besar jumlah piutang yang beredar, semakin baik nilai keuangan. Rumusnya yaitu:

Perputaran Piutang = total Piutang:rata-rata Piutang 

Mengukur Rasio aktivitas dengan pendekatan piutang yang beredar ini dapat menunjukan posisi keuangan perusahaan yang sehat. Pasalnya, piutang merupakan komponen penjualan yang memiliki peluang untuk menambah modal. 

  • Rumus Rasio Aktivitas Dengan Metode Pendekatan perputaran aktiva tetap 

Rumus ini digunakan untuk mengetahui maksimum penjualan dengan menggunakan aktiva tetap. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin bagus analisa keuangan perusahaan. 

Rumus yang digunakan untuk perputaran aktiva tetap = penjualan : aktiva tetap 

  • Rumus Rasio Aktivitas dengan metode persediaan 

Kegunaannya untuk menghitung penjualan dengan pendekatan persediaan. Semakin tinggi nilai rasionya, maka semakin menunjukan pengelolaan persediaan yang semakin baik. 

Perputaran persediaan=harga pokok penjualan / persediaan 

  • Rumus Rasio Aktivitas Dengan Metode Perputaran Total Aktiva 

Rumus ini untuk melihat perbandingan penjualan dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Aktiva yang dimaksud terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap atau keseluruhan yang dimiliki oleh perusahaan. Rumus yang digunakan yaitu:

Siklus total aktiva = penjualan dibagi total aktiva. 

Semakin besar nilai rasio yang dihasilkan, maka semakin baik pula optimalisasi penjualan dengan menggunakan total aktiva

Baca juga: Mengetahui Secara Lengkap Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi


Demikian pentingnya peranan perhitungan rasio keuangan dalam menyelesaikan permasalahan keuangan dalam suatu perusahaan. Dengan demikian, sebagai pemimpin perusahaan yang bertindak untuk memberikan kebijakan perusahaan, alangkah baiknya jika mengetahui hal tersebut. 

Semua jajaran manajemen perusahaan yang bertugas untuk mengatur jalannya perusahaan, harus turut serta mengetahui perhitungan dan cara membaca rasio dari laporan keuangan. Dengan demikian, dapat menentukan keputusan yang terbaik dan bijak.

Untuk kemudahan menghitung rasio keuangan dan membuat laporan keuangan yang valid dan faktual, Anda bisa mencoba untuk menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur pembuatan laporan keuangan terlengkap, salah satunya adalah Accurate Online.

Dengan Accurate Online Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lengkap daengan rasio keuangan secara terperinci. Nantinya semua laporan ini akan berguna untuk Anda dalam menentukan keputusan dan perencanaan bisnis yang lebih baik.

Semua rasio keuangan yang dijabarkan diatas ada pada fitur laporan keuangan pada Accurate Online. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan laporan laba rugi per cabang, laporan perubahan modal, laporan arus kas, neraca dan masih banyak lagi laporan keuangan yang akan Anda dapatkan.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate fokus pengembangan