3 Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen yang Wajib Anda Ketahui

oleh | Des 4, 2023

source envato.

3 Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen yang Wajib Anda Ketahui

Dalam dunia akuntansi, terdapat dua disiplin utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan finansial suatu organisasi, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Tapi, masih banyak yang belum mengetahui perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan fokus mempelajari perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Jadi, baca terus artikel mengenai perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen di bawah ini hingga selesai.

Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Dirangkum dari laman Investopedia, perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen dapat dilihat dari tujuan, audiens, fokus, dan jenis informasi yang dihasilkan. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara Keduanya:

1. Tujuan

Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Tujuan

ilustrasi Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Tujuan. source envato

Tujuan Akuntansi Keuangan

Tujuan utama dari akuntansi keuangan adalah menyediakan informasi finansial yang relevan, andal, dan bermanfaat bagi pihak eksternal yang memiliki kepentingan dalam keputusan ekonomi terkait dengan suatu entitas bisnis. Berikut adalah tujuan-tujuan khusus dari akuntansi keuangan:

  • Memberikan Gambaran Keuangan

Menyajikan gambaran yang jelas tentang posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Hal ini dapat dilihat melalui laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

  • Memfasilitasi Pengambilan Keputusan

Memberikan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, analis keuangan, dan pihak lain yang berkepentingan untuk membuat keputusan investasi atau kredit.

  • Evaluasi Kinerja Keuangan

Memungkinkan pihak eksternal untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu perusahaan seiring waktu, yang dapat membantu dalam menilai keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis.

  • Keberlanjutan Bisnis

Memberikan indikasi tentang kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam jangka panjang dan memberikan kepastian terkait likuiditas dan solvabilitas.

  • Transparansi dan Akuntabilitas

Meningkatkan transparansi bisnis dengan menyediakan informasi finansial yang dapat diandalkan, yang pada akhirnya akan meningkatkan tingkat akuntabilitas perusahaan kepada pihak eksternal.

  • Kepatuhan Hukum

Memastikan bahwa perusahaan mematuhi persyaratan hukum dan regulasi terkait pelaporan keuangan, sehingga menjaga kepercayaan dari pihak eksternal dan pemangku kepentingan lainnya.

  • Perbandingan dengan Pesaing dan Industri

Memberikan dasar untuk membandingkan kinerja keuangan suatu perusahaan dengan pesaing dan industri sejenis, yang dapat menjadi informasi berharga bagi pemangku kepentingan.

  • Daya Tarik untuk Pemodal dan Kreditor

Meningkatkan daya tarik perusahaan sebagai pilihan investasi atau mitra bisnis bagi pemodal dan kreditor potensial.

Dengan menyediakan informasi finansial yang berkualitas, akuntansi keuangan berperan penting dalam menciptakan lingkungan bisnis yang transparan, adil, dan dapat dipercaya bagi semua pihak yang berkepentingan.

Tujuan Akuntansi Manajemen

Tujuan utama dari akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi keuangan dan non-keuangan yang relevan, akurat, dan bermanfaat bagi pihak internal suatu organisasi (manajemen) guna mendukung proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja.

Berikut adalah tujuan-tujuan khusus dari akuntansi manajemen:

  • Pengambilan Keputusan yang Efektif

Memberikan informasi yang diperlukan bagi manajemen dalam membuat keputusan strategis, taktis, dan operasional guna mencapai tujuan organisasi.

  • Perencanaan Bisnis

Mendukung proses perencanaan dengan menyediakan informasi mengenai proyeksi keuangan, alokasi sumber daya, dan penentuan tujuan bisnis jangka panjang.

  • Pengendalian Operasional

Memfasilitasi pengendalian operasional dengan memberikan informasi tentang anggaran, biaya aktual, dan perbedaan antara keduanya untuk mengidentifikasi dan mengatasi deviasi.

  • Evaluasi Kinerja

Menilai kinerja berbagai unit bisnis, departemen, atau produk untuk menentukan efisiensi dan efektivitas operasional, serta memberikan dasar untuk perbaikan atau restrukturisasi.

  • Penetapan Harga Produk atau Jasa

Membantu dalam menetapkan harga produk atau jasa dengan memperhitungkan semua elemen biaya yang terkait, sehingga memastikan keuntungan yang diinginkan.

  • Optimalisasi Sumber Daya

Menyediakan informasi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, termasuk manajemen biaya, pengelolaan persediaan, dan alokasi tenaga kerja.

  • Motivasi Karyawan

Memberikan informasi tentang kinerja individu atau tim kerja kepada karyawan, yang dapat digunakan sebagai alat motivasi dan pengembangan.

  • Inovasi dan Pengembangan Produk

Mendukung identifikasi peluang inovasi dan pengembangan produk melalui analisis biaya dan keuntungan potensial.

  • Evaluasi Proyek Investasi

Menilai proyek investasi dengan menyediakan informasi tentang biaya, manfaat, dan risiko yang terkait.

  • Pengukuran Kinerja Organisasi

Memberikan indikator kinerja yang holistik untuk menilai keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan jangka panjang.

Dengan memenuhi tujuan-tujuan tersebut, akuntansi manajemen membantu organisasi dalam meningkatkan efisiensi, mengelola risiko, dan mencapai keunggulan kompetitif di pasar.

Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen bersifat lebih spesifik dan relevan untuk kebutuhan internal organisasi, memungkinkan manajemen membuat keputusan yang lebih informasional dan tepat waktu.

Baca juga: Analisis Horizontal Dan Bedanya dengan analisis Vertikal dalam Laporan Keuangan

2. Fokus

Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Fokus

ilustrasi Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Tujuan. source envato

Fokus Akuntansi Keuangan

Fokus utama dari akuntansi keuangan adalah menyajikan informasi finansial suatu entitas dengan tujuan memberikan gambaran yang obyektif dan akurat mengenai posisi keuangan, kinerja operasional, dan arus kas. Beberapa fokus utama dari akuntansi keuangan melibatkan aspek-aspek berikut ini:

  • Pelaporan kepada Pihak Eksternal

Akuntansi keuangan menitikberatkan pada penyusunan laporan keuangan yang ditujukan untuk pihak eksternal, seperti investor, kreditor, analis keuangan, dan regulator. Laporan ini harus memenuhi standar akuntansi yang berlaku umum, seperti IFRS (International Financial Reporting Standards) atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).

  • Neraca Keuangan

Menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu, termasuk aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Neraca keuangan memberikan gambaran tentang kekayaan dan struktur keuangan perusahaan.

  • Laporan Laba Rugi

Menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi bersih suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Laporan laba rugi memberikan gambaran tentang performa operasional perusahaan.

  • Laporan Arus Kas

Menyajikan aliran kas masuk dan keluar perusahaan selama suatu periode waktu. Laporan ini membantu dalam menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas positif.

  • Konsistensi dan Keberlanjutan

Mementingkan prinsip-prinsip konsistensi dalam penyusunan laporan keuangan untuk memastikan perbandingan yang tepat antarperiode. Keberlanjutan pelaporan keuangan juga diperhatikan untuk memberikan gambaran jangka panjang.

  • Keandalan dan Kesahihan Informasi

Menjamin keandalan dan kesahihan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Prinsip-prinsip seperti objektivitas, keterukuran, keterbacaan, dan konservatisme ditekankan untuk memastikan integritas informasi keuangan.

  • Audit Independen

Melibatkan proses audit independen oleh pihak ketiga (auditor) untuk memverifikasi keandalan informasi keuangan yang disajikan dalam laporan. Audit ini memberikan keyakinan kepada pihak eksternal tentang keakuratan laporan keuangan.

  • Pengungkapan Penuh

Mengedepankan prinsip pengungkapan penuh, yang mengharuskan perusahaan memberikan informasi yang cukup dan relevan agar pihak eksternal dapat membuat keputusan investasi atau kredit yang informasional.

Fokus-fokus ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang obyektif dan transparan tentang keadaan keuangan perusahaan kepada pihak eksternal, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang informasional dan tepat waktu.

Fokus Akuntansi Manajemen

Fokus utama dari akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi manajemen internal suatu organisasi. Tujuan akuntansi manajemen adalah membantu proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja organisasi. Beberapa fokus kunci dari akuntansi manajemen melibatkan aspek-aspek berikut:

  • Informasi untuk Pengambilan Keputusan Internal

Menyediakan informasi keuangan dan non-keuangan yang diperlukan oleh manajemen untuk membuat keputusan strategis, taktis, dan operasional.

  • Perencanaan dan Anggaran

Membantu dalam proses perencanaan bisnis dengan menyediakan informasi untuk menyusun anggaran dan proyeksi keuangan. Ini termasuk alokasi sumber daya dan penetapan tujuan keuangan.

  • Pengendalian Operasional

Fokus pada analisis dan pengendalian biaya operasional, manajemen persediaan, dan efisiensi operasional untuk memastikan tujuan organisasi tercapai.

  • Analisis Biaya

Menyajikan informasi tentang biaya produksi, biaya distribusi, dan biaya lainnya untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan terkait harga, produksi, dan strategi penjualan.

  • Evaluasi Kinerja

Memberikan alat evaluasi kinerja bagi departemen atau individu di dalam organisasi. Hal ini mencakup analisis varian antara anggaran dan hasil aktual.

  • Penetapan Harga Produk atau Jasa

Menentukan harga jual produk atau jasa dengan mempertimbangkan biaya produksi, biaya pemasaran, dan margin keuntungan yang diinginkan.

  • Analisis Laba Produk atau Pelanggan

Menganalisis laba bersih yang dihasilkan oleh produk atau pelanggan tertentu untuk mendukung pengambilan keputusan terkait alokasi sumber daya.

  • Pengelolaan Persediaan

Mengelola persediaan dengan mengidentifikasi tingkat persediaan yang optimal, mengontrol biaya penyimpanan, dan mengurangi risiko obsolesensi.

  • Motivasi Karyawan

Menggunakan informasi kinerja untuk memberikan insentif kepada karyawan dan meningkatkan motivasi serta produktivitas.

  • Pengukuran Kinerja Organisasi

Menyajikan indikator kinerja yang holistik untuk membantu manajemen dalam mengevaluasi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan jangka panjang.

Fokus-fokus ini dirancang untuk memberikan manajemen dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola operasional sehari-hari, membuat keputusan strategis, dan mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.

Baca juga: 10 Asumsi Dasar Akuntansi sebagai Dasar Pembukuan Usaha Anda

3. Waktu Pelaporan

Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Waktu Pelaporan

ilustrasi Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen Tujuan. source envato

Waktu Pelaporan akuntansi Keuangan

Waktu pelaporan akuntansi keuangan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan praktik perusahaan serta persyaratan regulator. Secara umum, terdapat beberapa periode pelaporan yang umum dijumpai, yaitu:

  • Tahunan

Banyak perusahaan melaporkan hasil keuangan mereka setiap tahun. Laporan keuangan tahunan memberikan gambaran menyeluruh tentang kinerja perusahaan selama satu tahun fiskal.

  • Kuartalan

Beberapa perusahaan melaporkan hasil keuangan mereka setiap kuartal. Laporan keuangan kuartalan memberikan pembaruan lebih sering kepada pemangku kepentingan, seperti investor dan analis keuangan.

  • Mingguan/Bulanan

Beberapa perusahaan, terutama yang terlibat dalam industri yang lebih dinamis atau memiliki siklus bisnis yang cepat, mungkin memilih untuk melaporkan hasil keuangan mereka setiap minggu atau bulan. Ini memberikan pembaruan yang lebih sering kepada manajemen dan pemangku kepentingan.

  • Ad Hoc

Selain periode pelaporan yang terjadwal, perusahaan juga dapat memberikan laporan keuangan ad hoc ketika ada peristiwa atau informasi penting yang perlu segera disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Penting untuk dicatat bahwa perusahaan publik sering kali memiliki kewajiban untuk melaporkan hasil keuangan secara teratur sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh regulator pasar modal di negara mereka.

Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, perusahaan publik harus melaporkan hasil keuangan kuartalan kepada Securities and Exchange Commission (SEC).

Selain itu, waktu pelaporan dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kompleksitas perusahaan, kebutuhan pemangku kepentingan, dan peraturan yang berlaku di yurisdiksi tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Pelaporan juga melibatkan persiapan laporan keuangan, audit oleh pihak ketiga, dan penyusunan dokumen-dokumen lain yang mendukung informasi keuangan yang disajikan.

Waktu Pelaporan Akuntansi Manajemen

Waktu pelaporan akuntansi manajemen dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan kebijakan perusahaan. Berbeda dengan akuntansi keuangan yang sering kali memiliki jadwal yang ketat dan diatur oleh standar akuntansi tertentu, akuntansi manajemen lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan internal perusahaan.

Berikut adalah beberapa waktu pelaporan yang umum terkait dengan akuntansi manajemen:

  • Bulanan

Banyak perusahaan melaporkan informasi keuangan manajemen secara bulanan. Ini memberikan manajemen gambaran yang lebih terperinci tentang kinerja operasional dan keuangan perusahaan selama periode waktu yang lebih singkat.

  • Kuartalan

Beberapa perusahaan mungkin memilih untuk melaporkan informasi manajemen setiap kuartal. Ini sering terkait dengan periode pelaporan keuangan secara umum, tetapi informasi manajemen mungkin lebih fokus pada aspek-aspek operasional dan strategis.

  • Setiap Saat (Real-time)

Dalam era teknologi informasi modern, beberapa perusahaan dapat memonitor kinerja mereka secara real-time atau hampir real-time. Sistem informasi manajemen yang canggih memungkinkan manajemen untuk mengakses data terkini kapan pun diperlukan.

  • Ad Hoc

Selain laporan rutin, laporan akuntansi manajemen juga dapat disiapkan secara ad hoc, terutama jika ada kebutuhan mendesak atau keputusan kritis yang harus dibuat.

Waktu pelaporan akuntansi manajemen sering kali lebih fleksibel dibandingkan dengan akuntansi keuangan karena informasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan internal. Perusahaan dapat menyesuaikan jadwal pelaporan sesuai dengan siklus bisnis, kebutuhan manajemen, dan kecepatan di mana data dapat dikumpulkan dan diproses.

Penting untuk dicatat bahwa kecepatan pelaporan akuntansi manajemen dapat memainkan peran kunci dalam kemampuan suatu organisasi untuk mengambil keputusan yang cepat dan responsif terhadap perubahan kondisi bisnis. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam waktu pelaporan menjadi suatu keunggulan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

Baca juga: 

Penutup

Jadi, perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen mencakup berbagai aspek. Berikut adalah beberapa poin utama yang merangkum perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen:

1 Tujuan

  • Akuntansi Keuangan: Bertujuan untuk menyajikan informasi finansial yang obyektif dan akurat kepada pihak eksternal, seperti investor dan kreditor, untuk pengambilan keputusan eksternal.
  • Akuntansi Manajemen: Bertujuan untuk menyediakan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi manajemen internal untuk mendukung proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja.

2 Fokus

  • Akuntansi Keuangan: Fokus pada pengukuran kinerja keuangan keseluruhan dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku umum.
  • Akuntansi Manajemen: Fokus pada pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi keuangan dan non-keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan internal.

3 Waktu Pelaporan

  • Akuntansi Keuangan: Pelaporan umumnya dilakukan secara periodik (tahunan, kuartalan) sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  • Akuntansi Manajemen: Waktu pelaporan lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan manajemen (bulanan, kuartalan, atau bahkan real-time).

Dengan memahami perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen di atas, perusahaan dapat memanfaatkan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen secara bersamaan untuk mendukung keberlanjutan, pengambilan keputusan yang informasional, dan manajemen yang efektif.

Keduanya saling melengkapi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan dan kinerja suatu organisasi.

Namun, menyelesaikan urusan akuntansi secara manual tentu akan banyak sekali resiko yang harus dihadapi, dari mulai kesalahan dalam mencatat hingga lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukannya. Oleh karena itu, gunakanlah software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis terlengkap berbasis online ini akan menyelesaikan seluruh urusan akuntansi secara otomatis, cepat dan akurat. Accurate Online akan mencatat setiap transaksi bisnis, mengelola arus kas, mengelola inventaris dan aset perusahaan, hingga menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses secara real-time kapanpun dan dimanapun Anda butuhkan.

Dengan begitu, operasional bisnis Anda akan berjalan lebih efektif dan efisien. Selain itu, Anda juga akan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pengembangan bisnis.

Jadi tunggu apa lagi? Klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencoba dan menggunakan Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait