Biaya Penyimpanan: Pengertian, Cara Hitung dan Contohnya

Ketika Anda menentukan berapa biaya inventaris Anda, Anda harus melampaui biaya membeli atau membuat produk Anda karena menyimpan inventaris Anda yang tidak terjual menimbulkan biaya tambahan.  Memahami biaya penyimpanan atau holding cost, rumus menghitung holding cost, dan cara menghitung biaya tersebut dapat membantu Anda mendapatkan kembali uang yang telah Anda belanjakan dalam inventori atau persediaan, meningkatkan keuntungan, dan membantu Anda menentukan bagaimana inventaris yang tidak terjual memengaruhi pendapatan Anda secara keseluruhan.

Pada artikel ini, kami menjelaskan rumus biaya penyimpanan, komponennya, cara menghitung biaya penyimpanan dan memberikan contoh untuk penjelasan lebih lanjut.

Apa Rumus Biaya Penyimpanan?

Biaya penyimanan atau holding cost adalah biaya yang mengacu pada jumlah uang yang harus dibayar untuk menyimpan persediaan yang tidak terjual. Total bholding cost biasanya dinyatakan sebagai persentase dari total persediaan perusahaan selama waktu tertentu. Seringkali, mereka berjumlah sekitar 20-30% dari total nilai persediaan perusahaan.

Bisnis menggunakan holding cost untuk menentukan berapa banyak keuntungan yang mereka hasilkan dari inventaris mereka dan untuk memberi tahu mereka berapa lama mereka dapat menyimpan inventaris yang tidak terjual sebelum mereka kehilangan uang untuk itu.

Mereka juga menggunakan holding cost untuk membantu mereka menentukan apa yang mereka butuhkan untuk dijual atau dibeli untuk mempertahankan tingkat persediaan, dan apakah mereka perlu membuat lebih banyak atau lebih sedikit produk untuk memastikan aliran pendapatan yang stabil.

Untuk menentukan holding cost, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

Biaya tercatat (%) = (jumlah penyimpanan persediaan / nilai total persediaan) x 100

Jumlah penyimpanan persediaan mengacu pada empat komponen biaya penyimpanan.

Baca juga: Line Item Budget: Pengertian, Komponen dan Kelebihan Menggunakannya

Komponen dalam Rumus Biaya Penyimpanan

Untuk lebih memahami rumus holding cost, penting untuk mempertimbangkan berbagai komponennya—terutama apa yang membentuk holding cost pada khususnya. Berikut adalah beberapa komponen yang ada dalam holding cost:

  • Biaya modal: Dinyatakan sebagai persentase, biaya modal termasuk bunga dan biaya uang yang diinvestasikan dalam persediaan yang tidak terjual.
  • Biaya layanan inventaris: Biaya layanan inventaris mengacu pada biaya yang terkait dengan pajak, perangkat keras, dan asuransi apa pun yang berlaku tergantung pada jenis inventaris yang disimpan.
  • Biaya ruang penyimpanan: Biaya ruang penyimpanan mengacu pada sewa yang Anda bayarkan untuk gudang untuk menyimpan inventaris Anda yang tidak terjual, serta biaya terkait seperti biaya utilitas atau transportasi.
  • Biaya risiko inventaris: Biaya ini mengacu pada pencurian inventaris, penipisan nilai produk, kesalahan administrasi, atau penyusutan inventaris karena faktor-faktor yang tidak terkait dengan penjualan.

Katakanlah Perusahaan A membuat furnitur yang disimpan di gudangnya dan kemudian dikirim ke berbagai lokasi ritelnya. Untuk menyimpan inventarisnya, ia perlu menyewa, atau membeli gudang.

Perusahaan ini juga harus membayar utilitas, keamanan, pajak properti dan asuransi, membayar staf untuk mengangkut inventaris masuk dan keluar dari gudang. Semua biaya ini menambah holding cost Perusahaan A karena mereka digunakan untuk menyimpan persediaan perusahaan yang belum dijual.

Baca juga: Cara Mempersiapkan Anggaran Tahunan untuk Perusahaan

Bagaimana Menghitung Biaya Penyimpanan

Mempelajari cara menghitung holding cost membantu Anda menentukan berapa banyak keuntungan yang Anda hasilkan dari inventaris Anda dan dapat membantu Anda menghindari kerugian yang mungkin Anda alami karena menyimpan inventaris terlalu lama.

Holding cost Anda sama dengan jumlah penyimpanan inventaris dibagi dengan nilai total inventaris Anda, dikalikan dengan 100. Gunakan langkah-langkah berikut untuk menghitung holding cost:

1. Tentukan nilai untuk setiap komponen biaya persediaan Anda

Sebelum memulai perhitungan, tentukan biaya layanan inventaris, biaya modal, biaya ruang penyimpanan, dan biaya inventaris.

2. Temukan jumlah penyimpanan inventaris Anda

Untuk menghitung jumlah penyimpanan inventaris Anda, tambahkan berbagai komponen biaya inventaris yang Anda tentukan di langkah sebelumnya. Sebagai contoh:

Jumlah penyimpanan inventaris = biaya layanan inventaris + biaya modal + biaya ruang penyimpanan + risiko inventaris

3. Tentukan nilai total inventaris Anda

Selanjutnya, cari tahu berapa banyak inventaris yang tidak terjual yang Anda miliki di penyimpanan atau di gudang dan tentukan berapa nilainya.

4. Bagi jumlah persediaan dengan nilai total persediaan

Ambil jumlah penyimpanan inventaris dan bagi dengan nilai total inventaris yang Anda tentukan pada langkah sebelumnya. Kemudian, kalikan angka ini dengan 100 untuk mendapatkan persentase. Sebagai contoh:

Biaya penyimpanan (%) = (jumlah penyimpanan persediaan / nilai total persediaan) x 100

Baca juga: Rumus Perhitungan Biaya Per Unit Beserta Contohnya

Contoh Kasus dalam Menghitung Biaya Penyimpanan

Untuk lebih memahami holding cost, pertimbangkan berbagai skenario dan perhitungan. Gunakan contoh berikut yang menggunakan rumus holding cost:

Contoh 1

Katakanlah Anda memiliki perusahaan furnitur yang menyimpan inventarisnya yang tidak terjual di gudang. Nilai total inventaris Anda berjumlah 100.000.000. Biaya layanan inventaris, biaya modal, biaya ruang penyimpanan, dan risiko inventaris Anda berjumlah 20.000.000. Dengan menggunakan informasi ini, Anda dapat menghitung holding cost sebagai berikut:

  • Jumlah holding cost = biaya layanan inventaris + biaya modal + biaya ruang penyimpanan + risiko inventaris
  • Jumlah penyimpanan persediaan = 20.000.000
  • (Jumlah penyimpanan persediaan / nilai total persediaan) x 100 = holding cost (%)
  • (20.000.000 / 100.000.000) x 100 = holding cost (%)
  • 20% = biaya penyimpanan

Oleh karena itu, perusahaan furnitur Anda mengeluarkan holding cost sebesar 20% dari total nilai persediaannya.

Contoh 2

Retailer pakaian membawa persediaan untuk berbagai macam item pakaian. Nilai total persediaannya adalah 40.000.000. Setelah mempertimbangkan biaya terkait, ia menemukan bahwa ia memiliki jumlah persediaan sebesar 10.000.000. Berdasarkan informasi ini, dapat dilakukan perhitungan berikut untuk menentukan holding cost:

  • Nilai total persediaan = 40.000.000
  • Jumlah penyimpanan persediaan = 10.000.000
  • (Jumlah penyimpanan persediaan / nilai total persediaan) x 100 =holding cost (%)
  • ( 10.000.000 / 40.000.000) x 100 = biaya penyimpanan (%)
  • 25% = biaya penyimpanan

Oleh karena itu, pengecer pakaian memiliki holding cost 25% dari total nilai persediaannya.

Contoh 3

Sebuah department store membawa persediaan untuk berbagai produknya. Nilai total persediaannya adalah 200.000.000. Setelah memperhitungkan biaya yang terkait dengan penyimpanan inventaris yang tidak terjual, ia menghitung jumlah penyimpanan inventaris sebesar 60.000.000. Berdasarkan informasi ini, ia menggunakan perhitungan berikut untuk menentukan holding cost:

  • Nilai total persediaan = $200.000
  • Jumlah penyimpanan persediaan = $60,000
  • *(Jumlah penyimpanan inventaris / nilai total inventaris) x 100 = biaya penyimpanan (%)**
  • ($60.000 / $200.000) x 100 = biaya penyimpanan (%)
  • 30% = biaya penyimpanan

Oleh karena itu, departement store memiliki holding cost sebesar 30% dari total nilai persediaannya.

Baca juga: Accrued Expense: Pengertian Lengkap dan Contohnya dalam Akuntansi

Kesimpulan

itulah penjelasan lengkap mengenai holding cost atau biaya penyimpanan dalam suatu bisnis. Untuk menajemen persediaan yang lebih baik, pastikan Anda menggunakan sistem yang bisa mengetahui jumlah persediaan secara realtime, salah satu solusinya adalah menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur persediaan terbaik seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur persediaan terlengkap seperti multi gudang, multi cabang, pencatatan barang berdasararkan barcode, kategori dan masih banyak lagi fitur di Accurate Online yang akan memudahkan proses operasional dalam usaha Anda.

Jadi tunggu apa lagi? Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1