Harga Keseimbangan: Ini Pengertian dan Cara Mudah Menghitungnya

Tawar menawar harga adalah suatu kegiatan yang sangat lumrah terjadi antara pihak penjual dan pembeli demi mendapatkan harga yang sesuai dan tidak merugikan setiap pihak. Nah, kesepakatan harga yang dihasilkan dari kegiatan tawar menawar ini adalah contoh dari harga keseimbangan.

Lantas, apa itu harga keseimbangan? Bagaimana proses terjadinya harga keseimbangan? Tenang, karena kami akan menjelaskannya secara ringkas pada Anda lewat artikel tentang harga keseimbangan di bawah ini.

Pengertian Harga Keseimbangan

Dalam dunia ekonomi, harga keseimbangan adalah harga yang terbentuk dari titik pertemuan antara kurva penawaran dan kurva permintaan.

Sederhananya seperti yang sudah kita singgung di atas, yakni harga kesepakatan yang sudah dijalin antar pihak penjual dan pembeli. Karena harga keseimbangan ini terjadi karena interaksi penawaran dan permintaan di pasar, maka harga keseimbangan ini kerap kali dikenal dengan harga pasar.

Umumnya, harga keseimbangan ini sudah terbentuk dan akan bertahan dalam waktu yang lama, serta akan dijadikan sebagai patokan antar pembeli dan penjual.

Harga keseimbangan atau dalam bahasa asing dikenal dengan Equilibrium Price akan sangat dipengaruhi oleh hukum penawaran dan permintaan.

Hukum permintaan adalah permintaan suatu produk barang atau layanan jasa yang akan meningkat bila harga di pasar sedang menurun. Sedangkan hukum penawaran akan meningkat bila harga produk barang atau layanan jasa di pasar sedang terjadi peningkatan harga.

Jadi, hukum harga keseimbangan adalah bila jumlah permintaan ternyata lebih besar daripada jumlah penawaran, maka harga pun akan meningkat. Sedangkan jika jumlah penawaran kenyataannya lebih besar daripada jumlah permintaan, maka harga pun akan menurun.

Baca juga: Apa itu Harga? Berikut Pengertian Lengkap dan Fungsinya

Proses dan Faktor Terbentuknya Harga Keseimbangan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harga pasar akan terjadi karena faktor interaksi antara penjual yang melakukan kegiatan perdagangan dan pembeli yang melakukan kegiatan permintaan.

Hal yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah bahwa proses interaksi tersebut harus dilakukan secara wajar. Artinya, proses interaksi tawar menawar harga harus dilakukan tanpa adanya intervensi dari pihak ketiga yang bisa menyebabkan kerugian dari salah satu pihak.

Jika dilihat berdasarkan proses terbentuknya harga pasar ini, maka bisa kita ketahui berbagai faktor yang bisa mempengaruhi harga keseimbangan, yaitu:

  • Meningkatkan permintaan produk barang atau jasa, namun jumlah barang atau jasa tersebut terbatas.
  • Rendah atau tingginya biaya produksi.
  • Pandangan masa depan dari konsumen ataupun produsen di pasar.
  • Pihak produsen memiliki pemahaman tentang selera konsumen.
  • Meningkatkan penawaran pada barang atau jasa, namun daya beli konsumen tetap atau malah mengalami penurunan.
  • Bertambahnya penawaran barang atau jasa, namun daya beli konsumen tetap atau mengalami pengurangan.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Jual Paling Mudah, Pasti Untung!

Peran dan Fungsi Harga Keseimbangan dalam Perekonomian

Selain bertujuan agar bisa memperoleh kesepakatan harga yang disenangi antara penjual dan juga pembeli, maka fungsi dari terbentuknya harga keseimbangan secara luas adalah sebagai berikut.

  • Menampilkan perubahan kebutuhan yang terjadi di masyarakat
  • Memberikan stimulus pada pebisnis agar bisa berinovasi pada perubahan permintaan di pasar
  • Membantu penjual dalam menentukan penawaran
  • Membantu produsen dalam menentukan jenis barang yang nantinya akan dibuat
  • Menentukan pembagian hasil produksi diantara para konsumen
  • Menentukan teknologi yang tepat untuk bisa digunakan dalam proses produksi.

Baca juga: Ingin Membuat Laporan Harga Pokok Penjualan? Ini Caranya!

Lalu, Bagaimana Cara Menghitung Harga Keseimbangan

Sebenarnya, menghitung harga keseimbangan tidak terlalu sulit. Dalam dunia ekonomi, terdapat tiga cara yang bisa Anda gunakan untuk menghitungnya, yakni dengan menggunakan tabel, kurva, serta keseimbangan matematis.

1. Menghitung Harga Keseimbangan dengan Tabel

Menghitung harga pasar dengan menggunakan tabel bisa dilakukan secara mudah dengan membuat tabel yang di dalamnya berisi harga dengan kode P, jumlah barang yang diminta dengan kode Qd, serta jumlah barang yang ditawarkan dengan kode Qs.

Di dalam tabel, harga harus diisi dengan list harga yang diberikan, pada kolom Qd dapat diisi jumlah unit yang diminta berdasarkan harga tersebut, sedangkan untuk kolom Qs bisa diisi jumlah unit yang bisa ditawarkan dengan harga tersebut.

Berikut ini adalah salah satu contoh menghitung harga keseimbangan pada produk X:

Harga Keseimbangan: Ini Pengertian dan Cara Mudah Menghitungnya

Berdasarkan tabel di atas, bisa kita lihat secara jelas bahwa harga produk adalah Rp 4000, jumlah penawaran dan permintaannya adalah 30 unit. Artinya, harga pasar pada produk x terjadi pada harga Rp 4000 dengan jumlah kesimbangan yang terjadi adalah 30 unit.

2. Menghitung Harga Keseimbangan dengan Kurva

Cara menghitung harga keseimbangan dengan menggunakan kurva sebenarnya hampir sama dengan tabel. Hal yang harus Anda lakukan hanya menjadikan P dan Q sebagai kurvanya. Sedangkan perpotongan pada D atau permintaan dan S pada penawaran akan terbentuk garis lurus yang akan menghasilkan harga pasar.

Berikut ini adalah contoh menghitung harga pasar dengan menggunakan kurva yang datanya sama seperti poin pertama.

Harga Keseimbangan: Ini Pengertian dan Cara Mudah Menghitungnya2

Nah, berdasarkan kurva tersebut, bisa kita lihat titik pertemuan antara garis kurva permintaan dan penawaran ada di harga Rp 4000 dengan jumlah barang sebanyak 30 unit.

3. Pendekatan Matematis

Pendekatan matematis ini hanya bisa digunakan bila data yang didapatkan adalah fungsi penawaran dan permintaan. Untuk menghitung harga pasar dengan pendekatan matematis, rumus yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

Qd = Qs atau Pd = Ps

Keterangan:

Qd adalah jumlah yang diminta, Qs adalah jumlah yang ditawarkan, Pd adalah harga yang diminta, dan Ps adalah harga yang ditawarkan.

Contohnya, diketahui fungsi permintaan Qd = 80 – P dan fungsi penawaran Qs= 8P – 100. Nah untuk menentukan harga dan jumlah keseimbangannya adalah dengan cara menggunakan rumus di atas terlebih dulu.

Qd   = Qs

80 – P    = 8P – 100

-P – 8 P = 100 – 80

-9P   = – 180

P = (-180/-9) = 20

Jadi, berdasarkan rumus diatas, maka harga (P) keseimbangannya adalah 20. Sedangkan untuk mencari jumlah (Q) keseimbangannya adalah dengan memasukkan nilai harga ke salah satu fungsi saja yang sudah diketahui.

Q = 80 – P

Q = 80 – 20

Q = 60

Jadi, nilai jumlah (Q) keseimbangannya adalah 60. Nilai ini bisa kita uji validasinya karena bila dimasukkan rumus Qs pun nilainya akan sama.

Q = 8P- 100

Q = 8(20) – 100

Q = 160 – 100

Q = 60

Jadi, menggunakan rumus Qd ataupun Qs pun hasilnya akan sama dan harga keseimbangannya adalah 60.

Baca juga: Mark Up: Pengeritan, Cara Hitung dan Contohnya dalam Bisnis

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang harga keseimbangan. Harga keseimbangan adalah ilmu dasar yang harus Anda pahami dengan baik. Pengetahuan akan hal ini akan sangat membantu pekerjaan Anda, terutama yang berkaitan erat dengan akuntansi.

Namun, jika saat ini Anda masih kesulitan dalam menjalankan akuntansi perusahaan, Anda bisa menggunakan Accurate Online.

Software akuntansi dan bisnis ini dikembangkan dengan basis cloud dan sudah dipercaya oleh lebih dari 370 ribu pebisnis di Indonesia. Di dalamnya, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, akurat dan bisa Anda akses secara real time kapanpun Anda butuhkan.

Selain itu, kegiatan operasional bisnis Anda pun akan berjalan lebih efisien karena Accurate Online sudah dilengkapi dengan fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakan, manufaktur dan masih banyak lagi.

Ayo buktikan sendiri dan coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate 3 banner bawah

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.