Pengertian Laporan Keuangan Organisasi dan Cara Membuatnya

oleh | Jan 30, 2024

source envato.

Pengertian Laporan Keuangan Organisasi dan Cara Membuatnya

Dalam era dinamis bisnis dan tuntutan pemangku kepentingan yang semakin meningkat, transparansi keuangan menjadi landasan utama bagi keberlanjutan dan kepercayaan publik terhadap suatu organisasi. Salah satu sarana yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan finansial suatu entitas adalah laporan keuangan.

Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi pentingnya laporan keuangan organisasi sebagai alat yang tidak hanya merefleksikan kinerja keuangan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang vital kepada berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan organisasi.

Laporan keuangan, sebagai dokumen resmi yang merangkum aktivitas finansial, memberikan wawasan mendalam kepada pembaca mengenai aspek pendapatan, biaya, dan posisi keuangan organisasi pada periode tertentu.

Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk merinci betapa pentingnya memahami, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi keuangan dengan bahasa yang tidak hanya akurat namun juga dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Dengan menyelami laporan keuangan organisasi, kita dapat memahami lebih baik mengenai arus kas, likuiditas, serta kebijakan keuangan yang diimplementasikan. Hal ini tidak hanya memberikan pandangan internal bagi manajemen organisasi, tetapi juga mengajak pihak eksternal untuk turut terlibat dalam menjaga transparansi dan kredibilitas entitas tersebut.

Dalam rangka mencapai pemahaman yang komprehensif, artikel ini akan mengulas beberapa poin kunci yang harus diperhatikan dalam membaca laporan keuangan organisasi.

Dengan begitu, pembaca dapat merasakan dampak positif dari pemahaman yang lebih mendalam terhadap informasi keuangan, sehingga memberikan kontribusi positif dalam pengambilan keputusan dan membangun kepercayaan di kalangan pemangku kepentingan.

Selain itu, artikel ini akan membahas beberapa tren terkini dalam pelaporan keuangan dan bagaimana organisasi dapat mengadopsinya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Semua ini diupayakan untuk membantu organisasi memahami dan memanfaatkan laporan keuangan sebagai instrumen strategis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan internal tetapi juga memberikan kejelasan kepada seluruh ekosistem bisnisnya.

Apa itu Laporan Keuangan Organisasi?

Apa itu Laporan Keuangan Organisasi?

ilustrasi laporan keuangan organisasi. source envato

Laman resmi Investopedia menjelaskan bahwa laporan keuangan organisasi adalah dokumen resmi yang merinci informasi keuangan suatu entitas atau perusahaan pada suatu periode waktu tertentu. Laporan keuangan menyajikan data keuangan yang relevan, seperti pendapatan, biaya, keuntungan atau kerugian, aset, liabilitas, dan ekuitas.

Tujuan utama dari laporan keuangan adalah menyediakan gambaran yang akurat dan terkini tentang kinerja keuangan suatu organisasi, sehingga para pemangku kepentingan, termasuk pemilik, investor, kreditur, dan pihak lainnya, dapat membuat keputusan informasional yang baik.

Beberapa elemen kunci yang biasanya disajikan dalam laporan keuangan meliputi:

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement): Merinci pendapatan dan biaya selama periode tertentu untuk menghitung keuntungan atau kerugian bersih.
  • Neraca (Balance Sheet): Menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas pada titik waktu tertentu. Neraca mencerminkan posisi keuangan organisasi.
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement): Menyajikan arus masuk dan keluar uang selama periode tertentu, memperlihatkan bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan kas.
  • Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes in Equity): Menyajikan perubahan dalam ekuitas pemilik selama periode tertentu, mencakup laba bersih, dividen, dan perubahan modal lainnya.

Laporan keuangan memainkan peran penting dalam memberikan informasi kepada pemangku kepentingan untuk membantu mereka membuat keputusan yang informasional dan memahami kesehatan finansial suatu organisasi.

Pihak internal, seperti manajemen perusahaan, menggunakan laporan keuangan untuk mengukur kinerja dan mengambil keputusan strategis. Sementara itu, pihak eksternal, seperti investor, analis keuangan, dan pemberi pinjaman, menggunakan laporan keuangan untuk mengevaluasi kelayakan dan stabilitas organisasi.

Transparansi dan akurasi laporan keuangan sangat penting dalam membangun kepercayaan di antara pemangku kepentingan.

Baca juga: Mengenal Keterbatasan Laporan Keuangan dan Cara Mengatasinya

Manfaat Laporan Keuangan untuk Organisasi

Manfaat Laporan Keuangan untuk Organisasi

ilustrasi laporan keuangan organisasi. source envato

Laporan keuangan memiliki berbagai manfaat yang penting bagi suatu organisasi. Berikut adalah beberapa dari manfaat utama laporan keuangan:

1. Mengukur Kinerja Keuangan

Laporan keuangan memberikan gambaran menyeluruh tentang kinerja keuangan suatu organisasi selama periode waktu tertentu. Ini mencakup informasi tentang pendapatan, biaya, laba bersih, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi stabilitas keuangan.

2. Basis Pengambilan Keputusan

Manajemen organisasi menggunakan laporan keuangan sebagai dasar untuk mengambil keputusan strategis. Data keuangan yang akurat membantu dalam perencanaan anggaran, identifikasi area untuk efisiensi, dan formulasi strategi bisnis.

3. Menilai Kesehatan Keuangan

Laporan keuangan, terutama neraca, membantu dalam menilai kesehatan keuangan suatu organisasi. Ini mencakup informasi tentang aset, liabilitas, dan ekuitas, memberikan gambaran tentang keberlanjutan dan stabilitas keuangan.

4. Transparansi dan Akuntabilitas

Menyajikan laporan keuangan dengan transparan menciptakan kepercayaan di antara pemangku kepentingan eksternal, seperti investor, pemberi pinjaman, dan pihak berkepentingan lainnya. Organisasi yang mengedepankan akuntabilitas dapat menarik lebih banyak dukungan dari pemangku kepentingan.

5. Daya Tarik Investor dan Pemberi Pinjaman

Laporan keuangan yang kuat dapat meningkatkan daya tarik organisasi bagi investor dan pemberi pinjaman. Para pemangku kepentingan eksternal cenderung lebih percaya dan lebih bersedia berinvestasi atau memberikan pinjaman kepada organisasi dengan kinerja keuangan yang baik.

6. Pemenuhan Kewajiban Hukum dan Peraturan

Organisasi sering kali memiliki kewajiban hukum untuk menyajikan laporan keuangan secara teratur. Mematuhi peraturan ini penting untuk menghindari sanksi hukum dan menjaga reputasi organisasi.

7. Evaluasi Efisiensi Operasional

Laporan keuangan dapat membantu dalam mengevaluasi efisiensi operasional dengan menganalisis rasio keuangan, margin laba, dan pengeluaran operasional. Ini membantu manajemen untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.

8. Perbandingan Kinerja

Laporan keuangan memungkinkan perbandingan kinerja dengan periode sebelumnya atau dengan organisasi sejenis di industri yang sama. Ini memberikan wawasan tentang sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuannya.

Dengan menggunakan laporan keuangan sebagai alat evaluasi dan perencanaan, organisasi dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif dan menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Baca juga: Pengetian Laporan Keuangan Harian dan Cara Menghitungnya

Cara Membuat Laporan Keuangan untuk Organisasi

Cara Membuat Laporan Keuangan untuk Organisasi

ilustrasi laporan keuangan organisasi. source envato

Membuat laporan keuangan untuk organisasi melibatkan beberapa langkah penting agar hasilnya akurat, informatif, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat Anda ikuti:

1. Pahami Tujuan Laporan Keuangan

Tentukan tujuan utama dari laporan keuangan Anda. Apakah laporan tersebut ditujukan untuk pemilik, investor, pemberi pinjaman, atau pihak berkepentingan lainnya? Pahami kebutuhan dan ekspektasi mereka.

2. Pilih Kerangka Akuntansi yang Tepat

Pilih kerangka akuntansi yang sesuai untuk organisasi Anda. Contoh kerangka akuntansi yang umum digunakan termasuk Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) atau International Financial Reporting Standards (IFRS).

3. Identifikasi dan Klasifikasikan Transaksi Keuangan

Catat semua transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Identifikasi apakah transaksi tersebut bersifat operasional, investasi, atau pendanaan. Klasifikasikan transaksi ke dalam akun-akun yang sesuai, seperti kas, piutang, hutang, pendapatan, dan biaya.

4. Pelaksanaan Jurnal dan Buku Besar

Gunakan jurnal untuk mencatat transaksi harian dan gunakan buku besar untuk mengelompokkan transaksi ke dalam akun-akun yang sesuai. Pastikan untuk menjaga keseimbangan buku besar.

5. Persiapkan Laporan Laba Rugi

Hitung total pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu untuk menyusun laporan laba rugi. Termasuk pendapatan, biaya operasional, dan biaya non-operasional.

6. Persiapkan Neraca

Buat neraca yang mencerminkan posisi keuangan organisasi pada titik waktu tertentu. Ini mencakup aset (kas, piutang, investasi), liabilitas (hutang, kewajiban lainnya), dan ekuitas.

7. Persiapkan Laporan Arus Kas

Hitung arus masuk dan keluar kas selama periode waktu tertentu. Laporan arus kas mencakup aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.

8. Persiapkan Laporan Perubahan Ekuitas

Jika diperlukan, buat laporan perubahan ekuitas yang mencerminkan perubahan modal pemilik selama periode waktu tertentu.

9. Analisis dan Interpretasi

Analisis laporan keuangan untuk mendapatkan wawasan tentang kinerja dan posisi keuangan organisasi. Gunakan rasio keuangan untuk menilai likuiditas, profitabilitas, dan efisiensi.

10. Verifikasi dan Koreksi Kesalahan

Periksa laporan keuangan untuk memastikan keakuratannya. Identifikasi dan perbaiki kesalahan yang mungkin terjadi selama proses pembuatan laporan.

11. Presentasikan Laporan Keuangan

Susun laporan keuangan dalam format yang jelas dan mudah dipahami. Sertakan catatan atas laporan keuangan untuk memberikan konteks dan penjelasan tambahan.

12. Sesuaikan dengan Persyaratan Peraturan dan Standar Akuntansi

Pastikan bahwa laporan keuangan Anda mematuhi persyaratan peraturan dan standar akuntansi yang berlaku di wilayah atau industri tempat organisasi Anda beroperasi.

13. Distribusikan Laporan Keuangan

Bagikan laporan keuangan kepada pemangku kepentingan yang dituju. Ini dapat mencakup pemilik, investor, pemberi pinjaman, atau pihak berkepentingan lainnya.

Membuat laporan keuangan memerlukan perhatian terhadap detail dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku. Jika memungkinkan, melibatkan seorang profesional akuntan atau konsultan keuangan dapat membantu memastikan bahwa laporan keuangan Anda akurat dan relevan.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Kesimpulan

Dalam menyusun laporan keuangan untuk suatu organisasi, perlu diperhatikan beberapa langkah penting agar laporan tersebut memberikan gambaran yang akurat dan informatif tentang kinerja keuangan.

Kesimpulannya, proses pembuatan laporan keuangan melibatkan pemahaman tujuan laporan, pemilihan kerangka akuntansi yang tepat, identifikasi, dan klasifikasi transaksi keuangan, serta pencatatan melalui jurnal dan buku besar.

Selanjutnya, laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas disusun untuk mencerminkan pendapatan, biaya, posisi keuangan, dan perubahan modal pemilik selama periode tertentu.

Analisis dan interpretasi laporan keuangan menjadi langkah krusial untuk memahami kesehatan finansial organisasi, dengan menggunakan rasio keuangan sebagai alat evaluasi.

Proses tersebut juga mencakup verifikasi dan koreksi kesalahan, penyesuaian dengan persyaratan peraturan dan standar akuntansi, serta presentasi laporan keuangan dalam format yang jelas. Distribusi laporan keuangan kepada pemangku kepentingan yang dituju merupakan tahap akhir dalam siklus penyusunan laporan keuangan.

Melalui pemahaman yang mendalam terhadap laporan keuangan, organisasi dapat mengambil keputusan yang lebih baik, meningkatkan transparansi, dan membangun kepercayaan di antara pemangku kepentingan.

Adapun keterlibatan profesional akuntan atau konsultan keuangan dapat memberikan jaminan bahwa laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan yang strategis.

Namun, bila saat ini Anda masih menggunakan cara yang manual dalam membuat laporan keuangan, tentu akan ada banyak sekali risiko yang harus Anda hadapi, mulai dari kesalahan input data, memakan banyak waktu, hingga terjadinya kecurangan.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna.

Aplikasi bisnis yang sudah saling terintegrasi ini mampu membantu Anda dalam membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses secara real-time, dimana saja dan kapan saja.

Masih ragu dengan Accurate Online? Tenang, Anda bisa mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait