Long Term Debt To Equity Ratio: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Long term debt to equity ratio adalah salah satu bagian di dalam rasio solvabilitas. Rasio ini lebih fokus pada hutang jangka panjang perusahaan. Rasio ini akan membandingkan jumlah hutang jangka panjang perusahaan dengan ekuitas yang dimilikinya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa mempunyai kemampuan dalam melakukan analisa laporan keuangan adalah suatu bentuk keahlian tersendiri.

Kemampuan ini sangat berguna untuk bisa memperhitungkan performa perusahaan secara finansial, baik itu dalam periode yang sudah berakhir ataupun pada periode yang sudah berjalan. Hasil dari analisis rasio keuangan ini nantinya akan menentukan perkembangan ataupun kemunduran perusahaan.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengenal lebih dalam tentang rasio ini secara lebih mendalam beserta cara dalam menghitungnya.

Pengertian Long Term Debt to Equity Ratio

Martono dan Agus (2010, 53) menjelaskan bahwa long term debt to equity ratio adalah yang digunakan untuk bisa mengetahui nominal modal bisnis yang dibiayai oleh utang jangka panjang. Menurut para ahli, seperti Kashmir dan Fahmi, rasio ini digunakan untuk bisa menilai tingkat kewajiban jangka panjang perusahaan dengan modal korporasinya.

Nominal utang jangka panjang ini mampu memberikan dampak yang besar pada net profit margin dan juga current ratio perusahaan. Nilai rasio yang tinggi bisa terjadi karena jumlah utang jangka panjang yang besar. Keputusan untuk mempunyai utang jangka panjang bisa dikarenakan untuk meningkatkan ekspansi bisnis atau produktivitas perusahaan.

Meskipun demikian, mempunyai utang artinya perusahaan harus siap dalam menganggun bunga atas utang dan juga menanggung angsuran hutang di setiap bulannya. Jika terjadi kredit macet, maka aset perusahaan bisa menjadi barang sitaan.

Baca juga: Cara Mencari Laba Rugi Di Dalam Perusahaan Secara Mudah dan Cepat

Manfaat Long Term Debt to Equity Ratio

Perusahaan yang mempunyai jumlah hutang yang lebih tinggi daripada modal sendiri harus bisa mengetahui nominal rasio ini. Manfaat yang bisa dirasakan dari mengetahui long term debt to equity ratio adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui nominal hutang jangka panjang perusahaan dan modal yang sudah dikeluarkan.
  2. Menjadi dasar penilaian atas performa manajemen perusahaan dalam hal mengelola hutang jangka panjang.
  3. Digunakan oleh investor untuk mengetahui pertimbangan investasi.

Jika rasio ini semakin tinggi, maka risiko kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan pun akan tinggi. Dana yang pada mulanya direncanakan untuk perputaran persediaan bisa nantinya harus digunakan untuk membayar angsuran utang.

Selain itu, di dalam rasio ini juga terdapat debt to equity ratio yang fokus dalam total utang milik perusahaan. Bila total utang perusahaan tinggi, maka perusahaan harus memperhitungkan rasio ini.

Menurut beberapa ahli, rasio ini bisa digunakan untuk menilai nominal utang jangka panjang dengan total aset yang dimiliki. Rasio ini menjadi bagian di dalam rasio leverage.

Baca juga: Jurnal Eliminasi Konsolidasi: Pengertian Dan Peranny

Perhitungan Long Term Debt to Equity Ratio

Analisis long term debt to equity ratio adalah suatu analisis yang mampu menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka panjang yang dimiliki dengan modal perusahaan. Rumus untuk menghitung long term debt to equity ratio adalah sebagai berikut:

Kewajiban Jangka Panjang : Total Ekuitas

Sebagai contoh, katakanlah PT ABC mempunyai utang bank jangka panjang seharga Rp. 100.000.000. Sedangkan total modal yang dimiliki oleh PT ABC adalah sebesar Rp. 560.000.000. Maka, perhitungan rasio-nya adalah sebagai berikut:

= Rp. 100.000.000 : Rp. 560.000.000

= 0,18 atau 18 %

Hasil yang diperoleh dari perhitungan diatas menggambarkan bahwa PT ABC menjaminkan setiap Rp 0,18 modal yang dimilikinya untuk melakukan kegiatan pinjaman jangka panjang. Nominal utangnya hanya sekitar 18% dari total modal yang sudah dimiliki. Nilai ini masih tergolong kecil, sehingga, resiko kerugiannya pun kecil. Namun, akan lebih tepat jika membandingkannya dengan sektor industri yang sejenis.

Baca juga: Format Jurnal Khusus: Ini Jenis dan Contohnya

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang long term debt to equity ratio. Jadi, long term debt to equity ratio adalah adalah yang digunakan untuk bisa mengetahui nominal modal bisnis yang dibiayai oleh utang jangka panjang dan untuk bisa menilai tingkat kewajiban jangka panjang perusahaan dengan modal korporasinya.

Namun, bila Anda kesulitan atau tidak mempunyai waktu untuk menghitung long term debt to equity ratio atau menghitung rasio lainnya untuk menyempurnakan laporan keuangan Anda, maka gunakanlah aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi bisnis dan akuntansi yang dikembangkan dengan teknologi cloud computing berbasis website dan dikemas dengan tampilan dashboard yang sederhana. Sehingga, Anda bisa menggunakannya secara mudah dan mengaksesnya dimanapun dan kapanpun Anda berada.

Accurate Online juga sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu pebisnis di Indonesia dan bahkan sudah berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga tahun 2022 dalam kategori software akuntansi.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara otomatis, cepat dan akurat.

Terlebih lagi, Accurate juga sudah dilengkapi dengan fitur dan modul luar biasa, seperti fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, dan berbagai fitur lainnya yang mampu meningkatkan efisiensi bisnis Anda.

Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan hanya klik banner di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.