Metode Periodik dan Perpetual, Mana Metode Pencatatan Persediaan Anda?

Metode pencatatan persediaan adalah salah satu cara yang tepat untuk mengelola persediaan atau stok secara tepat untuk setiap pebisnis ritel. Metode yang terdapat didalamnya terbagi menjadi dua, yaitu metode periodik dan metode perpetual.

Kedua metode pencatatan persediaan tersebut merupakan unsur yang sangat penting di dalam sistem manajemen persediaan. Setiap perusahaan ritel haru menerapkan metode ini agar data persediaan bisa selalu sesuai dengan keberadaan fisik persediaan yang ada di dalam gudang.

Secara lebih lanjut lagi, metode pencatatan persediaan ini bisa digunakan untuk penilaian, agar aset yang dimiliki perusahaan bisa dimaksimalkan untuk memperoleh laba.

Dengan menerapkan metode periodik atau perpetual, perusahaan akan bisa secara mudah dalam mendeteksi pergerakan persediaan secara lebih cepat dan bisa mengurangi resiko kehilangan ataupun kerusakan persediaan yang ada di dalam gudang.

Nah, pada pembahasan kali ini, mari kita mengenal lebih dalam tentang pengertian dari metode periodik dan metode perpetual, serta mengetahui perbedaan yang ada di dalam kedua metode tersebut.

Metode Periodik

Metode periodik atau yang juga dikenal dengan metode fisik adalah suatu sistem pencatatan persediaan yang mewajibkan adanya perhitungan persediaan yang masih ada pada tanggal pembuatan laporan keuangan perusahaan.

Metode periodik ini dibuat dengan indikator yang penting agar bisa menentukan harga pokok penjualan atau HPP dari stok opname yang masih tersedia.

Dengan menggunakan metode periodik ini, maka perusahaan akan mempunyai data terkait mutasi persediaan secara lebih akurat dan juga sesuai dengan persediaan fisik yang ada di gudang.

Biasanya, perusahaan akan membuat laporan stok persediaan secara otomatis dengan menggunakan aplikasi tertentu. Tapi pada dasarnya, setiap pembelian yang terjadi atas persediaan wajib dicatat ke dalam rekening pembelian.

Mutasi persediaan sendiri menjadi syarat wajib agar bisa mengetahui harga pokok penjualan atau HPP, yang hanya bisa dihitung setelah mengetahui persediaan akhir perusahaan.

Penerapan metode periodik untuk mengetahui harga pokok penjualan atau HPP perusahaan bisa dilakukan dengan menggunakan contoh seperti di bawah ini

Baca juga: Cara Menganalisa Laporan Keuangan Secara Cepat dan Mudah

Metode Perpetual

Metode perpetual adalah metode pencatatan persediaan perusahaan ritel yang dilakukan dengan cara membuat berbagai akun secara terpisah pada setiap jenis persediaan yang ada. Metode perpetual ini juga banyak dikenal dengan sebutan metode buku pembantu persediaan.

Kelebihan yang akan Anda rasakan dalam menggunakan metode perpetual adalah lebih mudah dalam melakukan kontrol persediaan dan lebih mudah dalam menentukan harga pokok penjualan dari berbagai varian produk.

Berbagai akun yang digunakan di dalam pencatatan persediaan ini disajikan dalam beberapa kolom yang di dalamnya mencakup akun penjualan, pembelian, dan juga saldo persediaan.

Setiap perubahan yang terjadi di dalamnya akan diiringi dengan pencatatan di dalam akun persediaan, sehingga bila terjadi perubahan di dalam persediaan bisa diketahui secara cepat melalui kolom saldo. Lalu, setiap kolomnya akan diperinci lagi agar bisa menentukan kuantitas dan harga perolehannya.

Penggunaan metode perpetual ini akan lebih memudahkan Anda dalam membuat laporan neraca dan juga laporan laba rugi untuk jangka waktu yang pendek. Karena, perhitungan fisik agar bisa mengetahui jumlah persediaan akhir sudah tidak perlu lagi Anda lakukan.

Untuk membuat metode perpetual, Anda bisa melihat contoh yang ada di bawah ini.

(Db) Selisih Persediaan xxx

(Cr) Persediaan Barang xxx

Baca juga: Operating Profit Margin: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Perbedaan Perpetual dan Periodik

Bila dibandingkan dengan metode periodik atau metode fisik, maka metode perpetual akan lebih optimal dalam mencatat persediaan. Pasalnya, pengerjaannya bisa memudahkan Anda dalam membuat laporan neraca dan laporan laba rugi perusahaan.

Selain itu, metode perpetual pun bisa digunakan untuk mengontrol setiap persediaan di dalam gudang secara lebih akurat. Perbedaan yang ada pada metode perpetual dan metode periodik bisa dilihat dari cara menentukan harga pokok perusahaan atau HPP.

Dalam metode perpetual, nilai harga pokok penjualan yang didapat hanya untuk menampilkan harga pokok atas produk yang akan dijual. Sedangkan di dalam metode periodik, akan sangat mungkin terjadi risiko kelebihan atau kekurangan atas persediaan dan akan tercampur di dalam harga pokok penjualan.

Baca juga: Jurnal Eliminasi Konsolidasi: Pengertian dan Peran Pentingnya

Penutup

Apapun metode pencatatan persediaan yang Anda gunakan, baik itu periodik atau perpetual, keduanya sangat penting untuk Anda terapkan, terutama bila Anda menjalankan bisnis ritel.

Namun, hal yang tidak kalah pentingnya adalah membuat laporan keuangan secara tepat. Bila Anda masih menggunakan cara yang manual dalam membuat laporan keuangan, tentu risiko salah ketik atau risiko kecurangan pun akan mungkin terjadi.

Untuk itu, gunakanlah aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Kenapa? karena Accurate Online sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu pebisnis di Indonesia dalam mengembangkan dan mengelola keuangan perusahaannya, mulai dari bisnis UMKM hingga bisnis berskala besar lainnya.

Selain itu, Accurate Online juga sudah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dan sudah meraih penghargaan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga tahun 2022.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda tidak mengalokasikan waktu Anda untuk fokus mengembangkan bisnis lewat berbagai strategi pemasaran yang efektif.

Selain itu, Accurate Online pun sudah dibekali dengan fitur penjualan, persediaan, penjualan, perpajakan, manufaktur, multi cabang, cost and profit center, dan fitur lainnya yang akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis Anda.

Ayo rasakan sendiri keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online dengan mencobanya terlebih dulu selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.