Pengertian Adjustment dalam Akuntansi dan Cara Melakukannya

oleh | Nov 28, 2023

source envato.

Pengertian Adjustment dalam Akuntansi dan Cara Melakukannya

Dalam era dinamis bisnis saat ini, ketepatan informasi keuangan menjadi krusial bagi keberlanjutan sebuah perusahaan. Salah satu elemen kunci dalam memastikan akurasi laporan keuangan adalah melalui proses adjustment dalam akuntansi.

Adjustment bukan hanya sekadar langkah teknis, namun merupakan fondasi utama dalam menciptakan gambaran yang sejelas mungkin mengenai kinerja keuangan suatu entitas.

Adjustment dalam akuntansi merangkum serangkaian tindakan yang diperlukan untuk merefleksikan transaksi atau peristiwa bisnis yang belum sepenuhnya tercermin dalam catatan akuntansi. Proses ini memastikan bahwa laporan keuangan tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga mencerminkan realitas operasional perusahaan.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari bersama tentang pentingnya adjustment dalam akuntansi, bagaimana adjustment dapat meningkatkan kualitas informasi keuangan, dan bagaimana perusahaan dapat mengoptimalkan proses adjustment untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

Pengertian Adjustment dalam Akuntansi

Pengertian Adjustment dalam Akuntansi

ilustrasi adjustment dalam akuntansi. source envato

Adjustment dalam akuntansi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan untuk memperbarui catatan keuangan suatu perusahaan guna mencerminkan transaksi atau peristiwa bisnis yang belum sepenuhnya terwakili atau tercermin dengan benar, seperti yang telah dijelaskan dalam laman Accounting Tools.

Adjustment ini sangat penting untuk memastikan bahwa laporan keuangan suatu entitas mencerminkan keadaan keuangannya yang sebenarnya dan akurat.

Adjustment dalam akuntansi biasanya dilakukan pada akhir periode akuntansi, baik itu bulanan, kuartalan, atau tahunan. Proses ini mencakup peninjauan transaksi dan peristiwa bisnis yang terjadi selama periode tersebut, dan kemudian melakukan adjustment agar catatan akuntansi mencerminkan transaksi tersebut dengan benar.

Contoh adjustment meliputi penyusutan aset tetap, akumulasi piutang yang belum dapat diterima (disebut juga sebagai allowance for doubtful accounts), adjustment stok, dan sebagainya. Adjustment ini diperlukan karena tidak semua transaksi atau peristiwa bisnis tercermin secara tepat dalam catatan akuntansi pada saat terjadinya.

Dengan melakukan adjustment secara berkala, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangannya memberikan gambaran yang akurat dan relevan tentang keadaan keuangan perusahaan. Hal ini penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat oleh manajemen dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Pemeriksaan, Jenis dan 6 Tujuan Utamanya

Akun yang Memerlukan Adjustment

Akun yang Memerlukan Adjustment

ilustrasi adjustment dalam akuntansi. source envato

Beberapa akun yang umumnya memerlukan adjustment dalam konteks akuntansi melibatkan aspek waktu atau estimasi. Berikut adalah beberapa contoh akun yang sering memerlukan adjustment:

1. Penyusutan Aset Tetap

Adjustment diperlukan untuk mencerminkan pengurangan nilai aset tetap seiring berjalannya waktu.

2. Alokasi Biaya yang Belum Dibayar

Akun ini melibatkan pembayaran biaya yang berkaitan dengan periode mendatang. Adjustment diperlukan untuk mencatat jumlah yang seharusnya dibayar.

3. Pendapatan yang Belum Diterima (Unearned Revenue)

Jika perusahaan menerima pembayaran di muka untuk layanan atau produk yang akan disediakan di masa mendatang, adjustment diperlukan untuk mencerminkan pendapatan tersebut.

4. Piutang yang Diragukan (Allowance for Doubtful Accounts)

Akun ini melibatkan estimasi jumlah piutang yang mungkin tidak dapat diterima oleh perusahaan. Adjustment diperlukan untuk mencerminkan estimasi kerugian potensial.

5. Persediaan (Inventory)

Adjustment kadang diperlukan untuk mencatat penurunan nilai persediaan atau menghitung nilai persediaan yang belum terjual dengan benar.

6. Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition)

Adjustment dapat diperlukan untuk mengakui pendapatan dengan benar, terutama jika perusahaan menggunakan metode pengakuan pendapatan tertentu.

7. Biaya yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)

Akun ini melibatkan biaya yang dikenakan pada periode tertentu, tetapi belum dibayar. Adjustment diperlukan untuk mencerminkan biaya yang sebenarnya harus dibayar.

8. Beban Dibayar di Muka (Prepaid Expenses)

Jika perusahaan membayar biaya di muka untuk kebutuhan di masa mendatang, adjustment diperlukan untuk mengurangi nilai beban dibayar di muka dan mengakui biaya yang sesuai.

9. Pengakuan Pajak Penghasilan

Adjustment dapat diperlukan untuk mencerminkan perhitungan pajak penghasilan yang sesuai dengan prinsip akuntansi dan peraturan pajak yang berlaku.

10. Kewajiban Jangka Panjang

Akun ini mungkin memerlukan adjustment untuk mencerminkan pembayaran atau perubahan nilai kewajiban yang sebenarnya.

Perlu digaris bawahi bahwa kebutuhan adjustment dapat bervariasi berdasarkan jenis bisnis dan praktek akuntansi yang digunakan oleh suatu perusahaan. Setiap adjustment harus didasarkan pada analisis yang cermat dan prinsip akuntansi yang berlaku.

Baca juga: Pengertian Piutang dalam Akuntansi dan 4 Cara Mudah Mencatatnya

Cara Melakukan Adjustment dalam Akuntansi

Cara Melakukan Adjustment dalam Akuntansi

ilustrasi adjustment dalam akuntansi. source envato

Proses adjustment dalam akuntansi melibatkan serangkaian tindakan untuk memperbarui catatan keuangan agar mencerminkan transaksi atau peristiwa bisnis yang belum sepenuhnya tercermin. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk melakukan adjustment dalam akuntansi:

1. Identifikasi Transaksi yang Perlu Disesuaikan

Tinjau semua transaksi dan peristiwa bisnis yang terjadi selama periode akuntansi. Identifikasi item-item yang belum tercermin secara akurat dalam catatan keuangan.

2. Pemilihan Metode Adjustment

Tentukan metode adjustment yang sesuai untuk setiap item yang diidentifikasi. Misalnya, jika Anda harus menyesuaikan nilai persediaan, tentukan metode penilaian yang akan digunakan.

3. Hitung Nilai Adjustment

Lakukanlah perhitungan untuk menentukan besarnya nilai adjustment yang diperlukan. Misalnya, untuk penyusutan aset tetap, hitung jumlah penyusutan yang belum dicatat.

4. Pencatatan Adjustment

Catat adjustment dalam jurnal adjustment. Jangan lupa mencantumkan tanggal adjustment dan penjelasan yang jelas mengenai alasan adjustment tersebut.

5. Pemindaian Kembali (Reconciliation)

Lakukan pemindaian kembali pada catatan akuntansi untuk memastikan bahwa setiap adjustment telah dicatat dengan benar. Pastikan bahwa saldo akhir setiap akun mencerminkan nilai yang sesuai setelah adjustment.

6. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Jika ada adjustment terkait dengan pengakuan pendapatan atau beban, pastikan bahwa proses pengakuan telah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

7. Adjustment Aset dan Kewajiban

Jika terdapat adjustment terkait aset atau kewajiban, pastikan bahwa perubahan tersebut tercermin dalam catatan yang sesuai. Contohnya, adjustment piutang yang diragukan atau kewajiban yang belum dicatat.

8. Periksa Kesesuaian dengan Prinsip Akuntansi

Pastikan bahwa semua adjustment sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku dan standar pelaporan keuangan yang berlaku di wilayah atau negara Anda.

9. Penutupan Jurnal Adjustment

Setelah semua adjustment dicatat, tutup jurnal adjustment dan siapkan laporan keuangan akhir untuk periode tersebut.

10. Analisis dan Evaluasi

Analisis hasil laporan keuangan setelah adjustment dan evaluasi apakah informasi keuangan yang dihasilkan mencerminkan secara akurat keadaan keuangan perusahaan.

Proses adjustment adalah bagian penting dari siklus akuntansi yang membantu memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan memberikan gambaran yang akurat dan relevan tentang kinerja keuangan. Setiap langkah dalam proses adjustment harus dilakukan dengan cermat dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Kesimpulan

Dalam melakukan adjustment dalam akuntansi, langkah-langkah tersebut menjadi kunci untuk memastikan bahwa catatan keuangan suatu perusahaan mencerminkan secara akurat transaksi dan peristiwa bisnis yang terjadi selama periode akuntansi.

Proses ini bukan hanya langkah teknis, tetapi juga esensial untuk memberikan gambaran yang sejelas mungkin tentang keadaan keuangan perusahaan.

Kesimpulannya, adjustment dalam akuntansi adalah suatu keharusan untuk mencapai tujuan akuntansi yang berkualitas tinggi.

Dengan mengidentifikasi, menghitung, dan mencatat adjustment secara cermat, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangannya tidak hanya akurat tetapi juga dapat diandalkan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat oleh manajemen dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Proses ini menjadi bagian integral dari siklus akuntansi dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dan transparansi informasi keuangan.

Nah, untuk lebih mudah lagi dalam menyelesaikan tugas akuntansi yang sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesi, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis darai Accurate Online.

Aplikasi ini mampu mencatat transaksi bisnis, mengelola utang-piutang, mengelola arus kas, hingga menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus dalam mengelola bisnis dan mengembangkan bisnis.

Klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait