Pengertian Aktiva dan 10 Cara Mudah Mengelolanya

oleh | Sep 15, 2023

source envato.

Pengertian Aktiva dan 10 Cara Mudah Mengelolanya

Pentingnya pengelolaan aktiva dalam lingkup korporasi modern tak dapat diabaikan. Aktiva, sebagai elemen vital dalam struktur perusahaan, memegang peranan krusial dalam menentukan performa dan pertumbuhan bisnis.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang bagaimana pengelolaan aktiva yang strategis dapat menjadi kunci utama dalam meraih keunggulan kompetitif dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

Pengertian Aktiva

Pengertian Aktiva

ilustrasi assets. source envato

Dilansir dari laman Investopediaassets atau aktiva adalah istilah yang sering digunakan dalam bidang keuangan dan bisnis untuk merujuk pada semua harta atau sumber daya yang dimiliki oleh suatu entitas ekonomi, seperti perusahaan, organisasi, atau individu. Aktiva mencakup semua barang yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menghasilkan manfaat atau pendapatan di masa depan.

Aktiva dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan sifatnya, seperti aktiva lancar (current assets) dan aktiva tetap (fixed assets). Current assets adalah aset yang diperkirakan akan diubah menjadi uang dalam jangka waktu yang relatif singkat, biasanya dalam satu tahun. Contoh sederhana dari current assets meliputi kas, piutang, persediaan, dan investasi jangka pendek.

Sementara itu, fixed assets adalah aset yang dimiliki untuk jangka waktu yang lebih lama dan tidak diharapkan dijual dalam waktu dekat.

Fixed assets umumnya digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak diharapkan diubah menjadi uang dalam waktu singkat. Contoh sederhana aktiva tetap adalah properti, peralatan, kendaraan, dan investasi jangka panjang.

Pentingnya pengelolaan aktiva dengan baik dalam bisnis sangat berkaitan dengan efisiensi, produktivitas, dan performa keuangan perusahaan.

Pengelolaan aktiva yang cerdas dan strategis dapat membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki, mengurangi risiko kerugian, dan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

Dalam dunia bisnis yang kompetitif dan dinamis, pengelolaan aktiva yang efektif juga berkontribusi pada kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan mengambil keputusan strategis yang lebih baik dalam menghadapi tantangan yang muncul.

Baca juga: Mengetahui Jenis Aktiva dalam Bisnis Secara Lengkap

Manfaat Aktiva untuk Bisnis

Manfaat Aktiva untuk Bisnis

ilustrasi assets. source envato

Aktiva memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penggunaan aktiva dalam suatu bisnis:

1. Penghasil Pendapatan

Aktiva, terutama aktiva produktif seperti peralatan, fasilitas produksi, atau properti investasi, dapat digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat dijual, menghasilkan pendapatan bagi bisnis.

2. Pertumbuhan dan Ekspansi

Aktiva dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan dan ekspansi bisnis. Dengan memiliki aktiva yang cukup, bisnis dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka cabang baru, atau memperluas jangkauan pasar.

3. Keunggulan Kompetitif

Aktiva yang unik atau sulit ditiru oleh pesaing dapat memberikan keunggulan kompetitif kepada bisnis. Contohnya, teknologi canggih atau merek yang kuat bisa menjadi aset berharga yang membedakan bisnis dari kompetitor.

4. Peningkatan Efisiensi

Aktiva seperti peralatan modern atau sistem otomatisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

5. Nilai Jangka Panjang

Aktiva tetap seperti properti atau tanah umumnya memiliki nilai yang cenderung bertahan atau meningkat seiring waktu. Hal ini dapat memberikan kestabilan dan nilai jangka panjang bagi bisnis.

6. Lindung Nilai (Hedging)

Aktiva juga dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap perubahan ekonomi atau fluktuasi pasar. Misalnya, kepemilikan saham atau investasi dapat membantu bisnis mengurangi risiko akibat perubahan nilai mata uang atau pasar keuangan.

7. Daya Tahan Bisnis

Aktiva yang dikelola dengan baik dapat membantu bisnis bertahan dalam situasi sulit atau krisis. Properti atau cadangan finansial dapat digunakan sebagai jaminan untuk meminjam dana dalam keadaan darurat.

8. Alokasi Sumber Daya

Aktiva membantu bisnis dalam mengalokasikan sumber daya dengan bijak. Keputusan investasi dan alokasi anggaran bisa didasarkan pada tujuan jangka panjang dan potensi pengembalian aktiva.

9. Peluang Investasi

Aktiva yang dikelola dengan baik dapat memberikan peluang investasi untuk meraih pendapatan pasif. Misalnya, investasi dalam instrumen keuangan seperti saham atau obligasi bisa menghasilkan dividen atau bunga.

10. Mendorong Inovasi

Aktiva juga dapat mendorong inovasi. Misalnya, investasi dalam riset dan pengembangan bisa menghasilkan produk baru atau teknologi yang dapat mengubah cara bisnis beroperasi.

Secara keseluruhan, pengelolaan aktiva yang cerdas dan strategis dapat membantu bisnis meraih pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan membangun fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Baca juga: Pengertian Aktiva Tetap dan Strategi Ampuh Dalam Mengelolanya

Jenis-jenis Aktiva

Jenis-jenis Aktiva

ilustrasi assets. source envato

Aktiva dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sifatnya dan cara pengklasifikasiannya. Berikut adalah beberapa jenis utama aktiva:

1. Aktiva Lancar (Current Assets): Assets yang diharapkan akan diubah menjadi uang atau dikonsumsi dalam jangka waktu satu tahun atau siklus operasional bisnis. Contohnya meliputi:

  • Kas dan Setara Kas: Uang tunai, saldo rekening bank, dan investasi jangka pendek yang mudah diubah menjadi uang.
  • Piutang Usaha: Uang yang harus diterima dari pelanggan atas penjualan kredit.
  • Persediaan: Barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual atau diproses lebih lanjut.
  • Biaya Dibayar Dimuka: Pembayaran yang telah dilakukan untuk layanan atau barang yang akan diterima di masa mendatang.

2. Aktiva Tetap (Fixed Assets): Assets yang dimiliki untuk jangka waktu yang lebih lama dan tidak diharapkan diubah menjadi uang dalam waktu dekat. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Properti dan Peralatan: Tanah, bangunan, mesin, peralatan, kendaraan, dan fasilitas produksi.
  • Investasi Jangka Panjang: Investasi dalam saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya dengan niat untuk memegangnya dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets): Assets yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Contohnya meliputi:

  • Merek Dagang: Nilai merek dan reputasi perusahaan.
  • Hak Cipta: Hak legal atas karya-karya kreatif seperti musik, buku, dan program komputer.
  • Patent dan Hak Paten: Hak legal untuk mengendalikan penggunaan suatu penemuan atau inovasi tertentu.

4. Aktiva Keuangan (Financial Assets): Instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan atau diubah menjadi uang tunai. Contohnya meliputi:

  • Saham: Kepemilikan dalam suatu perusahaan.
  • Obligasi: Utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.
  • Surat Berharga: Instrumen keuangan seperti sertifikat deposito, wesel bayar, dan saham preferen.

5. Aktiva Produktif (Productive Assets): assets yang secara langsung digunakan dalam operasi bisnis untuk menghasilkan barang atau jasa.  Hal tersebut mencakup current assets dan fixed assets yang digunakan dalam proses produksi atau pelayanan.

6. Aktiva Non-Produktif: Aktiva yang tidak langsung terlibat dalam produksi atau pelayanan, tetapi memiliki nilai investasi atau strategis. Contohnya meliputi properti investasi yang disewakan kepada pihak ketiga.

7. Aktiva Bersih (Net Assets): Selisih antara total aktiva dengan total kewajiban dalam neraca perusahaan. Hal tersebut akan menggambarkan nilai ekuitas atau kepemilikan bersih perusahaan.

Penting untuk dipahami bahwa klasifikasi aktiva dapat berbeda tergantung pada standar akuntansi yang digunakan dan karakteristik unik dari suatu bisnis.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Aset Tetap Berwujud dan Tidak Berwujud

Cara Mengelola Aktiva

Cara Mengelola Aktiva

ilustrasi assets. source envato

Mengelola aktiva dengan efektif sangat penting untuk menjaga kesehatan keuangan dan kesinambungan bisnis. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam mengelola aktiva dengan baik:

1. Identifikasi dan Klasifikasi Aktiva

Identifikasi semua assets yang dimiliki oleh bisnis, termasuk current assets, fixed assets, dan aktiva tidak berwujud. Klasifikasikan assets sesuai dengan jenis dan sifatnya agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

2. Penilaian dan Penyusutan Fixed Assets

Tetapkan nilai-nilai aset tetap dengan benar dan teratur periksa kondisinya. Assets tetap cenderung mengalami penyusutan nilainya seiring waktu, sehingga pastikan untuk memperhitungkan penyusutan ini dalam laporan keuangan.

3. Pemeliharaan dan Pemantauan Aktiva

Lakukan pemeliharaan rutin dan pemantauan terhadap assets fisik seperti peralatan dan fasilitas produksi. Hal ini akan membantu memperpanjang umur pakai assets, menghindari kerusakan yang lebih besar, dan mengurangi biaya perbaikan.

4. Manajemen Persediaan

Jika bisnis Anda memiliki persediaan barang, penting untuk mengelola persediaan dengan bijak. Pastikan persediaan tidak berlebihan atau kurang sehingga Anda dapat menghindari biaya penyimpanan yang tidak perlu atau kekurangan stok saat diperlukan.

5. Pengelolaan Piutang

Pantau piutang dengan cermat dan terapkan kebijakan kredit yang bijaksana untuk menghindari piutang macet. Lakukan tindakan koleksi secara tepat waktu jika pelanggan tidak membayar tagihan.

6. Diversifikasi Investasi

Jika memiliki investasi, diversifikasikan portofolio Anda untuk mengurangi risiko. Jangan hanya mengandalkan satu jenis investasi, tetapi alokasikan dana Anda ke berbagai instrumen keuangan yang berbeda.

7. Pemantauan Likuiditas

Pastikan bisnis memiliki cukup likuiditas (uang tunai atau setara kas) untuk memenuhi kewajiban finansial yang mendesak. Hal ini sangat penting untuk mengatasi situasi darurat atau fluktuasi pasar yang tiba-tiba.

8. Pengelolaan Risiko

Lakukanlah identifikasi risiko yang terkait dengan assets Anda, seperti risiko kerusakan, risiko perubahan nilai aset, atau risiko kehilangan. Pertimbangkan juga untuk memiliki asuransi yang sesuai untuk melindungi assets dari risiko yang tidak terduga.

9. Penggunaan Teknologi

Manfaatkan teknologi dan perangkat lunak untuk mengelola assets dengan lebih efisien. Sistem manajemen aset atau software akuntansi dapat membantu dalam pelacakan, pencatatan, dan analisis kinerja assets.

10. Perencanaan Investasi dan Penggantian

Buat rencana investasi jangka panjang untuk mengganti assets yang menua atau usang. Perencanaan ini akan membantu Anda mengalokasikan dana untuk penggantian dan pembaruan yang diperlukan.

11. Pemantauan Kinerja

Selalu monitor kinerja assets secara berkala. Lakukan analisis untuk menilai apakah aset menghasilkan manfaat yang diharapkan dan apakah ada langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan efisiensi atau nilai ekonomi.

Dengan mengimplementasikan langkah-langkah di atas, Anda dapat mengelola assets dengan lebih baik, mengurangi risiko, dan meningkatkan performa bisnis secara keseluruhan.

Baca juga: Apa itu Aset? Berikut adalah Pengertian Aset dan Jenisnya dalam Bisnis

Penutup

Jadi, pengelolaan assets atau aktiva merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam mengelola bisnis atau entitas ekonomi dengan efektif. Aktiva, baik itu dalam bentuk uang tunai, properti, peralatan, atau investasi, memiliki peran yang krusial dalam menentukan performa dan pertumbuhan bisnis.

Dengan mengelola assets dengan bijaksana, perusahaan dapat meraih keuntungan yang lebih besar, mengurangi risiko, dan membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang berkelanjutan.

Mengelola assets tidak hanya sekadar tugas administratif, tetapi juga merupakan suatu strategi yang melibatkan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan mengidentifikasi, memantau, dan memelihara assets dengan baik, bisnis dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan efisiensi operasional, dan menghadapi tantangan pasar dengan lebih siap.

Ketika melakukan pengelolaan assets, perlu diingat bahwa konteks ekonomi dan industri terus berubah. Oleh karena itu, adaptabilitas dan kemampuan untuk berinovasi dalam pengelolaan assets akan menjadi faktor penentu dalam kesuksesan bisnis.

Dengan menjaga keseimbangan antara pengelolaan risiko, pertumbuhan, dan efisiensi, perusahaan dapat membangun pondasi yang kuat untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang.

Mengingat kompleksitas lingkungan bisnis modern, pengelolaan assets harus dikelola dengan pendekatan yang terintegrasi, didukung oleh analisis data yang akurat, serta strategi yang berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang.

Dengan demikian, bisnis dapat bergerak maju dengan keyakinan dalam meraih kesuksesan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam mengelola aktiva, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Selain mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, Anda juga bisa mengelola aktiva bisnis Anda secara efektif, dan Anda bisa mengeloa bisnis secara efisien. Dengan begitu, Anda bisa mengembangkan bisnis secara mudah

Klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis.

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait