Pengertian Jurnal Penutup, Contoh Kasus, dan Cara Membuatnya

Apa itu Jurnal Penutup?

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mentransfer saldo dari akun sementara ke akun permanen. Perusahaan menggunakan Jurnal penutup untuk mengatur ulang saldo akun sementara. Akun yang menunjukkan saldo selama periode akuntansi tunggal menjadi nol.

Jumlah dalam satu periode akuntansi harus ditutup atau dibawa ke nol sehingga ini tidak akan tercampur dengan periode berikutnya. Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan memindahkan saldo-saldo ini ke dalam rekening permanen di neraca. Akun permanen ini menunjukkan keuangan lama perusahaan.

Akun sementara adalah akun dalam buku besar yang digunakan untuk mengakumulasi transaksi selama periode akuntansi tunggal. Saldo akun-akun ini pada akhirnya digunakan untuk menyusun laporan laba rugi pada akhir tahun.

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang digunakan untuk menggambarkan kinerja keuangan dan kegiatan perusahaan selama masa pembukuan satu tahun. Karena alasan inilah baris tanggal dalam laporan laba rugi tahunan ditulis sebagai “Tahun berakhir.”

Akun sementara dalam buku besar terdiri dari akun laporan laba rugi seperti akun penjualan atau pengeluaran. Ketika laporan laba rugi diterbitkan pada akhir tahun, saldo akun-akun ini ditransfer ke ringkasan pendapatan, yang juga merupakan akun sementara.

Baca juga : Jurnal Umum Akuntansi: Pengertian, Contoh, Serta Cara Pembuatannya

Ringkasan pendapatan digunakan untuk mentransfer saldo akun sementara ke laba ditahan, yang merupakan akun permanen di neraca. Ringkasan pendapatan adalah akun sementara yang digunakan untuk membuat jurnal penutupan.

Semua akun sementara harus diatur ulang ke nol pada akhir periode akuntansi. Untuk melakukan ini, saldo mereka dikosongkan ke dalam akun ringkasan pendapatan. Akun ringkasan pendapatan kemudian mentransfer saldo bersih semua akun sementara ke laba ditahan, yang merupakan akun permanen di neraca.

Akun permanen adalah akun yang menunjukkan posisi keuangan lama perusahaan. Akun neraca adalah akun permanen. Akun-akun ini meneruskan saldo mereka selama beberapa periode akuntansi.

Contoh Kasus Jurnal Penutup

Berikut ini adalah contoh jurnal penutup untuk kasus PT ABC Service Center

PT ABC Service Center

Laporan Keuangan

31 Desember 2019

Keterangan Debit   Kredit
Uang tunai Rp7.480.000
Piutang Usaha Rp3.700.000
Persediaan Layanan Rp600.000
Mebel dan Peralatan Rp3.000.000
Peralatan Servis Rp16.000.000
Akumulasi Depresiasi Rp720.000
Hutang Akun Rp9.000.000
Utilitas Utang Rp1.800.000
Hutang Pinjaman Rp12.000.000
Modal Pemilik Rp13.200.000
Prive Pemilik Rp7.000.000
Pendapatan Layanan Rp9.850.000
Biaya Sewa Rp1.500.000
Biaya Gaji Rp3.500.000
Pajak dan Lisensi Rp370.000
Biaya Utilitas Rp1.800.000
Biaya Persediaan Layanan Rp900.000
Beban Penyusutan Rp720.000
Total Rp46.570.000 Rp46.570.000

Cara membuat jurnal penutup

Ada 4 langkah dalam pembuatan jurnal penutup berdasarkan laporan keuangan diatas, yaitu sebagai berikut:

Langkah 1: Tutup semua akun pendapatan ke Ringkasan Penghasilan

Date 2019 Keterangan Debit Kredit
31 Desember Pendapatan Layanan Rp9.850.000
Ringkasan Pendapatan  Rp9.850.000

Dalam data yang diberikan, hanya ada 1 akun pendapatan, yaitu Pendapatan Layanan. Ia memiliki saldo kredit Rp9.850.000. Untuk menutup itu, kami mendebit Pendapatan Layanan untuk jumlah penuh dan Ringkasan Pendapatan kredit untuk hal yang sama.

Akun Ringkasan Penghasilan bersifat sementara. Ini digunakan untuk menutup pendapatan dan pengeluaran. Seperti yang akan Anda lihat nanti, Ringkasan Penghasilan akhirnya tertutup untuk modal.

Langkah 2: Tutup semua akun pengeluaran ke Ringkasan Penghasilan

Date 2019 Keterangan Debit Kredit
31 Desember Ringkasan pendapatan Rp8.790.000
Biaya sewa Rp1.500.000
Biaya gaji Rp3.500.000
Pajak dan lisensi Rp370.000
Biaya utilitas Rp1.800.000
Biaya persediaan layanan Rp900.000
Biaya penyusutan Rp720.000

Untuk menutup biaya, Anda harus mengkredit akun pengeluaran dan mendebit Ringkasan Penghasilan. Sekarang untuk langkah selanjutnya, kita perlu mendapatkan saldo dari akun Ringkasan Pendapatan. Pada langkah 1, kami mengkreditkannya sebesar Rp9.850.000 dan mendebitnya pada langkah 2 sebesar Rp8.790.000. Kemudian akan memiliki saldo kredit Rp1.060.000.

Perhatikan bahwa saldo akun Ringkasan Pendapatan sebenarnya adalah pendapatan bersih untuk periode tersebut. Ingat bahwa penghasilan bersih sama dengan semua pendapatan dikurangi semua biaya termasuk pengeluaran tidak terduga.

Baca juga : Pengertian Lengkap Analisis Laporan Keuangan pada Bisnis

Langkah 3: Tutup Ringkasan Penghasilan ke akun modal yang sesuai

Saldo Ringkasan Penghasilan akhirnya ditutup ke akun modal.

Date 2019 Keterangan Debit Kredit
31 Desember Ringkasan pendapatan Rp1.060.000
Modal pemilik Rp1.060.000

Langkah 4: Tutup penarikan ke akun modal

Catatan: Langkah ini hanya berlaku untuk kepemilikan perseorangan dan kemitraan.

Dalam kepemilikan perseorangan, akun penarikan dikelola untuk mencatat semua penarikan yang dilakukan oleh pemilik. Dalam suatu kemitraan, akun penarikan dikelola untuk masing-masing mitra. Rekening penarikan ditutup untuk modal pada akhir periode akuntansi.

Contoh yang kami sajikan adalah bisnis kepemilikan tunggal. Penarikan modal dicatat dalam Prive Pemilik. Untuk menutup akun penarikan ke akun modal, kami mengkredit rekening penarikan dan mendebit rekening modal.

Date 2019 Keterangan Debit Kredit
31 Desember Modal pemilik Rp7.000.000
Prive pemilik Rp7.000.000

Tujuan dari jurnal penutup adalah untuk menyiapkan akun sementara untuk periode akuntansi berikutnya. Dengan kata lain, akun pendapatan dan pengeluaran “dimulai kembali”.

Setelah menyiapkan jurnal penutup di atas, Pendapatan Layanan sekarang akan menjadi nol. Akun pengeluaran dan akun penarikan sekarang juga akan menjadi nol. Saldo akun-akun ini telah diserap oleh akun modal Mr. Gray, Capital, yang sekarang memiliki saldo Rp7.260.000 (Rp13.200.000 saldo awal + Rp1.060.000 pada langkah 3 – Rp7.000 pada langkah  4).

Baca juga : Accurate Online sebagai Alat yang Tepat bagi Bisnis di Masa WFH

Kesimpulan

Itulah ulasan mengenai jurnal penutup berikut contoh dan cara membuatnya. Semoga ini dapat membantu Anda ketika ingin membuat jurnal penutup di akhir periode tahun pada pembukuan manual.

Untuk membuat proses pembukuan lebih mudah dan baik, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan fitur terlengkap seperti Accurate Online. Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa membuat lebih dari 100 jenis laporan keuangan dan semua jurnal yang Anda butuhkan dengan mudah kapanpun dan dimanapun Anda mau.

Cobalah Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan di bawah ini :

accurate berhenti membuang waktu