Mengenal Persentase Keuntungan dan Kerugian Serta Cara Menghitungnya

Sebagai pebisnis, Anda harus mengetahui cara menghitung persentase keuntungan dan kerugian yang terjadi pada bisnis Anda. Namun sebelum itu, Anda harus terlebih dahulu memahami pengertian dari persentase keuntungan dan kerugian.

Metrik bisnis menjadi hal lain yang harus Anda ketahui dan Anda perhatikan dalam menjalankan bisnis. Salah satu metrik yang paling penting adalah margin keuntungan.

Memahami dan mengetahui cara menghitung persentase keuntungan akan sangat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis, terlepas dari industri, jenis, dan tahapan bisnis yang Anda lakukan.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara mendalam tentang persentase keuntungan dan kerugian yang harus Anda ketahui.

Apa itu Persentase Keuntungan dan Kerugian?

Sebelum masuk pada pembahasan tentang menghitung persentase keuntungan dan kerugian, Anda harus mengetahui keuntungan dan kerugian dalam bisnis.

Berdasarkan laman Wikipedia, laba atau keuntungan adalah jumlah nominal uang yang Anda dapatkan setelah dikurangi dengan uang yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional bisnis. Keuntungan juga adalah nominal uang yang tersisa setelah Anda mengambil pendapatan dan mengurangi semua pengeluaran Anda dalam jangka waktu tertentu.

Di sisi lain, masih dari sumber yang sama, kerugian adalah kondisi dimana pengeluaran bisnis Anda lebih besar daripada pemasukan yang Anda dapatkan.

Istilah persentase keuntungan dan kerugian ini mengacu pada jumlah keuntungan atau kerugian yang sudah terjadi dalam bentuk persentase. Persentase keuntungan bisa digunakan untuk menyatakan keuntungan yang dihasilkan sebagai bentuk persentase, sedangkan persentase kerugian ini bisa digunakan untuk bisa menyatakan kerugian yang diperoleh sebagai persentase.

Perlu Anda garis bawahi bahwa menggunakan persentase merupakan salah satu dari sekian banyak cara untuk bisa membandingkan dua data yang berbeda. Pasti setiap hari kita selalu berhadapan dengan kondisi yang mana kita harus menghitung atau membandingkan segala sesuatu dalam satuan persentase.

Untuk itu, dalam menghitung  atau kerugian dalam bisnis, Anda harus menghitungnya dalam satuan persentase.

Baca juga: Rumus Metode Penyusutan Akurat dan Cara Menghitungnya

Komponen dalam Persentase Keuntungan dan Kerugian

Kita harus membiasakan diri dengan beberapa istilah kata yang banyak digunakan dalam penjualan ataupun pembelian komoditas sebelum menghitung persentase keuntungan dan kerugian.

Dalam menghitung persentase keuntungan dan kerugian, terdapat tiga komponen yang harus Anda perhatikan, yaitu, harga beli, harga jual danl

Harga beli adalah harga pokok suatu barang terhadap harga pembeliannya. Contohnya, Alina membeli gelas seharga 20 ribu rupiah. Nah, nominal tersebut adalah harga beli gelas.

Di sisi lain, harga jual adalah harga jual pada suatu produk barang atau jasa. Contohnya, Alina menjual gelas seharga 25 ribu rupiah, nah harga jual dari sandal tersebut adalah 25 ribu rupiah.

Sedangkan keuntungan adalah saat harga jual telah melebihi harga pokok dalam suatu kegiatan transaksi dan Anda sudah mendapatkan keuntungan. Berdasarkan contoh di atas, Alina memperoleh keuntungan sebesar 5 ribu rupiah.

Nah, rumusnya adalah sebagai berikut:

Keuntungan = Harga Jual – Harga Beli

Berdsasrkan contoh di atas, harga beli gelas adalah 20 ribu rupiah dan keuntungannya bisa didapat dengan menggunakan rumus di atas. Jadi, alina mendapatkan keuntungan sebesar 5 ribu rupiah.

Di sisi lain, rugi adalah saat harga beli lebih tinggi daripada harga jual dalam kegiatan transaksi. Contohnya, bila suatu sepatu dibandrol dengan harga 200 ribu rupiah dan dijual seharga 180 ribu rupiah, maka Anda mengalami kerugian sebesar 20 ribu rupiah. Nah, rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitung kerugian adalah sebagai berikut:

Rugi = Harga Beli – Harga Jual 

Masih dengan menggunakan contoh diatas, jika harga biaya sepatu adalah 200 ribu rupiah dan harga jualnya adalah 10 ribu rupiah, maka kerugian bisa ditentukan dengan menggunakan rumus di atas. Sehingga, perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sehingga akan diperoleh nilai kerugian = 200.000 – 170.000 = 30.000

Baca juga: Mengenal Biaya Diskresioner dan Contohnya

Rumus Persentase Keuntungan dan Kerugian

Untuk bisa menghitung persentase keuntungan dan kerugian, Anda bias mengikuti tahapan di bawah ini:

  • Ketahuilah harga jual dan harga beli produk terlebih dahulu.
  • Setelah itu, hitunglah keuntungan dan kerugian Anda dengan menggunakan rumus Laba = Harga jual – harga beli dan Rugi = Harga beli – harga jual
  • Bila sudah, masukkan laba dan rugi yang sudah Anda peroleh dalam rumus persentase untung rugi di bawah ini:

Persentase Keuntungan = (Keuntungan: Harga Beli) x 100

Persentase Kerugian = (Kerugian : Harga Beli) x 100

Baca juga: Mengenal Akumulasi Depresiasi dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa menghitung persentase keuntungan dan kerugian. Kegiatan tersebut sebenarnya bisa Anda lakukan secara mudah dengan memanfaatkan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi bisnis dan akuntansi yang telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang saling terintegrasi dan Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan.

Di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan berbagai fitur bisnis luar biasa yang akan memudahkan Anda dalam mengelola persediaan, melakukan kegiatan penjualan, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi. Dengan begitu Anda pun bisa lebih fokus dalam bekerja dan mengembangkan bisnis.

Accurate Online pun terbukti #lebihbaik dari software akuntansi dan bisnis lainnya. Kenapa? Karena aplikasi ini telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia, telah memperoleh TOP Brand Award sejak tahun 2016 hingga tahun ini, bahkan semua kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau, yaitu sebesar 200 ribuan saja perbulannya.

Penasaran dengan Accurate Online? Tenang, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan hanya mendaftarkan bisnis Anda pada tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.