Sifat Laporan Keuangan Ini Harus Anda Ketahui

Apapun jenis bisnis yang saat ini sedang Anda jalankan, Anda akan sangat disarankan dan diharuskan mempunyai laporan keuangan. Di dalamnya terdapat beberapa sifat laporan keuangan yang memang harus Anda ketahui dan harus Anda penuhi.

Hal ini sangat penting sebagai bahan pertanggungjawaban serta sebagai indikator kondisi kesehatan keuangan perusahaan itu sendiri. Laporan keuangan juga dibuat agar bisa membuat beragam informasi terkait performa perusahaan yang sangat penting untuk mengambil keputusan bisnis.

Selain itu, laporan keuangan juga memiliki peran penting sebagai bentuk akuntabilitas dan juga transparansi dari suatu organisasi ataupun perusahaan.

Jadi, laporan keuangan memang memiliki peran yang sangat penting dan juga vital dalam suatu bisnis ataupun usaha. Siapa saja yang memiliki usaha atau bisnis, mereka akan sangat diharuskan untuk memahami dengan detail terkait semua laporan keuangan, walaupun saat ini Anda sudah memiliki seorang akuntan yang terpercaya.

Setiap pengusaha akan terus diwajibkan untuk memahami, mempelajari, dan menguasainya agar bisnis atau usaha yang sedang dijalankannya bisa berkembang secara baik serta bisa berjalan dengan lancar. Sehingga, perusahaannya bisa terus eksis dan berkembang.

Namun, laporan keuangan juga tidak boleh dibuat secara asal, terlebih lagi bila laporan keuangan ini berhubungan dengan usaha atau bisnis yang saat ini sedang dijalankan. Di dalamnya terdapat karakteristik dan sifat laporan keuangan yang harus dipastikan terpenuhi.

Lalu, apa saja sifat laporan keuangan? Nah, untuk Anda yang penasaran, Anda bisa membaca artikel tentang berbagai sifat laporan keuangan di bawah ini hingga selesai.

10 Sifat Laporan Keuangan yang Harus Anda Ketahui

Di bawah ini kami akan menjelaskan tentang berbagai sifat laporan keuangan yang harus Anda ketahui dan harus Anda penuhi agar laporan yang Anda susun bisa memuat informasi keuangan yang tepat, akurat, lengkap dan jelas. Berikut ini adalah sifat laporan keuangan tersebut.

1. Relevan

Sifat laporan keuangan yang pertama adalah harus relevan. Hal ini sangat penting sekali karena dalam suatu laporan harus tersaji informasi yang bermanfaat. Lebih dari itu, informasi yang tersaji secara relevan juga akan sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan para pebisnis dalam mengambil berbagai keputusan penting.

Sebuah laporan akan dinilai relevan bila informasi yang ada di dalamnya mampu mempengaruhi keputusan ekonomi para pelaku bisnis. Selain itu, informasi di dalamnya juga akan membantu pebisnis dalam mengevaluasi peristiwa yang ada di masa lalu, masa sekarang, hingga di masa depan. Sampai akhirnya para pelaku bisnis bisa mengerti apa yang harus dilakukannya agar bisnisnya bisa berjalan dengan lancar.

2. Dapat Dipahami

Laporan keuangan pun harus mempunyai sifat yang bisa dipahami dengan banyak orang, terutama mereka yang memiliki kepentingan tertentu. Jadi, para pebisnis atau siapa saja yang ingin menyusun laporan keuangan, mereka harus memahami dengan baik terkait kegiatan ekonomi ataupun bisnis.

Informasi yang tersaji bisa dikatakan bisa dipahami jika seluruh penggunanya bisa memahami dan juga mengerti apa saja yang tersaji dari informasi di dalamnya.

Untuk menyajikan informasi keuangan yang bisa dipahami, maka informasi tersebut harus dipastikan dibuat dengan berlandaskan pedoman dan juga standar yang berlaku untuk masyarakat umum.

Baca juga: Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

3. Andal

Sifat laporan keuangan yang selanjutnya adalah andal. Jadi, informasi yang tersaji di dalam laporan keuangan harus dibuat dengan berlandaskan pedoman ataupun peraturan yang berlaku agar informasi keuangan di dalamnya bisa dipercaya dan juga lebih andal.

Selain itu, laporan keuangan juga harus disajikan secara menyeluruh. Harus Anda ketahui juga bahwa informasi yang tersaji di dalam laporan keuangan harus bisa diverifikasi, jujur, dan terbebas dari definisi yang menyesatkan dan juga kesalahan material.

Jadi, harus Anda ketahui bahwa dalam membuat laporan keuangan, informasi yang relevan dan bisa dipahami juga tidaklah cukup, informasi yang tertera di dalamnya pun harus bisa diandalkan agar isi di dalamnya tidak menyesatkan ataupun merugikan setiap penggunanya.

4. Dapat Dibandingkan

Sifat yang terdapat di dalam laporan keuangan selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah laporan tersebut harus bisa dibandingkan. Artinya, dalam hal ini laporan keuangan harus bisa dibandingkan dengan berbagai perusahaan lain. Hal ini sangat penting untuk menilai sendiri bisnis yang sedang Anda geluti.

Agar bisa dibandingkan dengan berbagai perusahaan lain, maka pastikanlah kebijakan akuntansi, sistem yang digunakan dan pedomannya sama.

Selain bisa sebagai bahan pembanding dengan perusahaan lain, laporan yang tersaji juga nantinya sangat penting untuk membandingkan laporan di setiap tahun.

Untuk bisa dibandingkan pada setiap tahunnya, pastikanlah laporan keuangan tersebut harus sudah tersaji dalam kurun waktu dua periode. Untuk itu, takaran dan juga penyajian informasi keuangan dari berbagai hasil transaksi dan peristiwa lainnya yang sama harus dibuat secara lebih konsisten demi perusahaan.

Baca juga: Mengenal Berbagai Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Secara Lengkap

5. Materialistis

Relevansi atas informasi yang tersaji akan dipengaruhi oleh suatu hakikat dan juga materialitas dari laporan keuangan. Sebuah laporan bisa disebut sebagai material bila misstatement atau omission bisa memberikan dampak pada keputusan ekonomi penggunanya.

Materialistis ini akan sangat berdampak pada jumlah kesalahan ataupun pos yang dianggap sesuai dengan peristiwa tertentu dari omission (kelalaian dalam mencantumkan) ataupun misstatement (kesalahan dalam kegiatan pencatatan)

Untuk itu, materialistis ini bisa dikatakan satu titik pemisah atau ambang batas dari sebuah kualitatif pokok yang harus dimiliki agar informasi yang terjadi di dalamnya bermanfaat.

6. Penyajian Jujur

Biasanya, informasi yang termuat di dalam laporan keuangan akan selalu memiliki resiko penyajian yang dinilai kurang jujur atau tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya.

Namun, bukan artinya informasi tersebut salah, hanya saja karena memang sulitnya dalam melakukan identifikasi transaksi dan kondisi yang dilaporkan.

Penyajian laporan keuangan yang jujur ini bisa dikatakan dalam menyusun atau menerapkan takaran serta teknik informasi yang tersaji sudah sesuai dengan makna dari suatu transaksi ataupun peristiwa yang telah terjadi.

Baca juga: Mengenal Apa Saja Komponen pada Laporan Keuangan dalam Bisnis

7. Substansi Mengungguli Bentuk

Bila informasi yang tersaji dibuat untuk menyajikan informasi yang jujur terkait kejadian yang sudah berlangsung, maka kejadian tersebut tentunya harus dicatat dan juga ditampilkan sesuai dengan substansi dan juga realitas ekonomis dan bukan hanya dalam bentuk hukum saja.

8. Netralitas

Sifat laporan keuangan yang selanjutnya adalah netralitas. Artinya, informasi yang disajikan harus diarahkan pada kebutuhan umum si pelaku usaha ataupun pengguna, tidak tergantung pada keperluan ataupun keinginan dari pihak-pihak tertentu.

Setiap usaha tidak diperbolehkan untuk menampilkan informasi yang memberikan keuntungan pada sejumlah pihak bila ada pihak yang merasa dirugikan dan memang mempunyai kepentingan yang berlainan.

Baca juga: Cara Menganalisa Laporan Keuangan Secara Cepat dan Mudah

9. Pertimbangan Sehat

Pertimbangan yang sehat bisa menjadi sifat laporan keuangan yang selanjutnya. Jadi, membuat laporan keuangan dalam suatu titik akan dihadapkan pada kondisi ketidakpastian dalam suatu peristiwa tertentu, seperti hutang yang dirugikan, dan lain sebagainya.

Walaupun begitu, menggunakan pertimbangan yang tidak sehat akan sangat tidak diperbolehkan untuk beberapa hal, seperti misanyal pembentukan cadangan tersembunyi, berlebihan dan juga penyisihan.

Lebih dari itu, pertimbangan yang tidak sehat juga tidak diperbolehkan secara sengaja dengan menetapkan penghasilan yang rendah ataupun tidak netral, sehingga laporan tidak memiliki kualitas yang andal.

10. Kelengkapan

Laporan keuangan juga harus mempunyai kelengkapan. Artinya, informasi yang tersaji di dalamnya harus bisa diandalkan dan pastikan laporan keuangan yang tersaji juga harus lengkap, baik itu dari sisi materialitas ataupun dari sisi biaya.

Baca juga: Cara dan Contoh Membuat Laporan Keuangan Sederhana Untuk UMKM

Penutup

Demikianlah beberapa informasi terkait karakteristik ataupun sifat laporan keuangan dalam membuat dan menyusun laporan keuangan. Setiap pebisnis dan akuntan harus mempelajari dan memahami berbagai sifat dari laporan keuangan ini agar bisnis bisa berjalan dan berkembang secara baik sampai masa depan.

Namun, bila Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk membuat laporan keuangan, Anda bisa memanfaatkan teknologi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan neraca, hingga lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis lainnya secara otomatis.

Di dalamnya pun sudah dibekali dengan berbagai fitur bisnis yang akan meningkatkan efisiensi bisnis Anda. Sehingga, Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Accurate Online adalah aplikasi bisnis dan akuntansi yang dikembangkan dengan cloud computing berbasis website. Aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang tinggi. Sehingga, Anda bisa menggunakannya dengan nyaman.

Aplikasi ini juga sudah dipercaya oleh lebih dari 483 ribu pebisnis di Indonesia, mulai dari pebisnis UMKM hingga pebisnis besar.

Jadi, masih ragu menggunakan Accurate Online? Tenang, kami akan memberikan kesempatan pada Anda untuk mencobanya terlebih dulu selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.