Unqualified Opinion Adalah: Pengertian dan Contohnya

Dalam setiap kegiatan audit keuangan perusahaan, tentunya perusahaan akan mengharapkan adanya unqualified opinion. Unqualified opinion adalah opini wajar tanpa pengecualian yang dikeluarkan oleh auditor setelah memeriksa dan membuat kesimpulan terkait hasil auditnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita bahas lebih dalam tentang unqualified opinion dan contohnya agar Anda bisa lebih mengerti dan memperoleh hasil unqualified opinion.

Pengertian Unqualified Opinion

Pada dasarnya, unqualified opinion atau opini wajar tanpa pengecualian adalah opini audit yang diberikan oleh pihak auditor eksternal yang independen saat mereka menyimpulkan bahwa laporan keuangan dari klien tidak memiliki kandungan salah saji material.

Pun sama halnya saat auditor memberikan unqualified opinion, mereka sudah mendapatkan bukti audit yang tepat dan cukup untuk bisa mendukung mereka bahwa tidak ada kesalahan di dalam laporan keuangan perusahaan dalam hal perspektif material.

Itu artinya, unqualified opinion adalah suatu opini dari laporan keuangan perusahaan yang tersaji secara wajar, atau memberikan pandangan secara wajar dan benar, dalam seluruh hal yang bersifat material dan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang ada.

Arti dari memberikan pandangan yang benar dan wajar atau menyajikan secara wajar dalam hal ini adalah bahwa informasi yang tersaji di dalam laporan keuangan sudah faktual dan benar-benar terdapat di dalam pembukuan dan juga pencatatan perusahaan.

Selain itu, mereka juga akan menggambarkan substansi komersial dari sisi transaksi bisnis dan peristiwa perusahaan. Para auditor pun akan mematuhi peraturan dan regulasi akuntansi yang berlaku.

Sangat penting sekali untuk digaris bawahi bahwa saat auditor memberikan unqualified opinion atas laporan keuangan itu tidak selamanya klien berada dalam kondisi yang baik ataupun buruk.

Pihak auditor hanya memberikan pendapat bahwa informasi yang tersaji di dalam laporan keuangan sudah adil dan benar, yang akan menggambarkan substansi ekonomi aktual dari bisnis kliennya.

Baca juga: Akun Riil dan Berbagai Jenisnya Di Dalam Akuntansi

Contoh Unqualified Opinion

Agar bisa lebih memahami unqualified opinion atau opini wajar tanpa pengecualian yang diberikan auditor atas laporan keuangan perusahaan, berikut ini akan kami berikan contohnya:

Unqualified Opinion Adalah: Pengertian dan Contohnya

Biasanya, pihak auditor akan memberikan unqualified opinion di dalam laporan auditnya saat tidak ditemukan adanya kesalahan material.

Bila ada kesalahan, maka pihak auditor umumnya akan berbicara terlebih dulu dengan manajemen perusahaan klien untuk mengusulkan penyesuaian untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Sehingga, laporan keuangan pun akan mendapatkan hasil unqualified opinion.

Tapi, beberapa klien terkadang ada yang menolak proses penyesuaian audit karena berbagai alasan. Contohnya seperti penyesuaian akan mempengaruhi perjanjian pinjaman maupun prospek keuangan. Nah dalam hal ini, pihak auditor harus melakukan evaluasi kembali, apakah memberikan unqualified opinion pada laporan keuangan klien masih sesuai atau tidak.

Baca juga: Cash Receipt Journal Adalah: Ini Cara Membuatnya!

Pendapat Unqualified Opinion dengan Paragraf Penjelas

Pendapat unqualified opinion yang dilengkapi dengan paragraf penjelas adalah suatu kondisi yang mana pihak auditor akan akan memberikan kesimpulan bahwa laporan keuangan klien tidak memiliki unsur salah saji material. Namun, mereka yakin bahwa pengungkapan tambahan sangat penting untuk memberikan pemahaman pada pengguna atas laporan keuangan.

Dalam hal ini, maka pihak auditor akan memberikan unqualified opinion dengan dilengkapi paragraf penjelas di bagian paragraf opini agar bisa mengungkapkan hal yang mereka yakini signifikan di dalam laporan audit. Pun sama halnya dengan tujuan utama penekanan paragraf masalah, tujuannya adalah agar bisa menarik perhatian pengguna pada masalah yang sedang diungkapkan.

Beberapa contoh kondisi yang membuat pihak auditor untuk memberikan pendapat unqualified opinion yang diberikan penekanan pada paragraf hal adalah karena adanya ketidakpastian materi, bencana besar, transaksi dari pihak terkait dan masih banyak lagi.

Baca juga: Auditor: Pengertian, Jenis dan Tugasnya

Pendapat Yang Tidak Memenuhi Syarat Dengan Aspek Going Concern

Dalam kegiatan audit, going concern adalah kemampuan pihak perusahaan dalam melanjutkan operasional di masa depan. Auditor juga mempunyai tanggung jawab dalam mengevaluasi apakah terdapat keraguan yang besar terkait kemampuan klien. Tujuannya adalah agar bisa menilai kemampuan basis akuntansi kelangsungan bisnis klien sudah tepat.

Beberapa contoh kondisi yang membuat status kelangsungan usaha klien dipertanyakan adalah sebagai berikut:

  • Adanya penurunan performa keuangan dalam kurun waktu yang lama.
  • Rasio keuangan yang merugikan pihak perusahaan
  • Uang tunai negatif dalam hal operasional perusahaan
  • Gagal membayar pembayaran pada pihak peminjam atau kreditur
  • Kasus pengadilan luar biasa yang sangat signifikan.

Bila auditor memberikan kesimpulan bahwa penggunaan status going concern  telah sesuai dan tidak ada ketidakpastian tertentu, maka auditor pun akan memberikan laporan audit standar dengan unqualified opinion.

Di lain hal, bila status kelangsungan usaha klien sudah sesuai namun terdapat ketidakpastian material sebagai tanggal laporan. Maka auditor pun harus memberikan unqualified opinion dengan penjelasan terkait ketidakpastian di dalam laporan auditnya.

Dalam hal ini, ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha harus dicantumkan pada paragraf yang terpisah. Fungsinya adalah agar laporan audit bisa mengungkapkan peristiwa dan kondisi terkait tersebut.

Baca juga: Sifat Laporan Keuangan Ini Harus Anda Ketahui

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami terkait unqualified opinion atau opini wajar tanpa pengecualian. Jadi, unqualified opinion adalah opini audit yang diberikan oleh pihak auditor eksternal yang independen saat mereka menyimpulkan bahwa laporan keuangan dari klien tidak memiliki kandungan salah saji material.

Nah, bila Anda masih menyajikan laporan keuangan secara manual, mungkin akan sulit sekali untuk mendapatkan pendapat unqualified opinion atau opini wajar tanpa pengecualian dari auditor. Solusinya adalah membuat laporan keuangan dengan bantuan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan membantu Anda dalam menyajikan berbagai jenis laporan keuangan secara otomatis cepat dan akurat. Selain itu, Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, menyelesaikan urusan perpajakan, mengelola persediaan bahan baku, dan masih banyak lagi.

Ayo segera coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.