Akun Riil dan Berbagai Jenisnya Di Dalam Akuntansi

Pada setiap perusahaan yang melakukan kegiatan pengelolaan keuangan pasti akan menerapkan prinsip dasar akuntansi. Di dalamnya, akun akan digolongkan menjadi dua bagian, yakni akun nominal dan akun riil.

Secara umum, ilmu akuntansi ini berguna untuk melakukan kegiatan pencatatan atas kegiatan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Kegiatan keuangan ini nantinya akan disusun pada sistem akuntansi yang akan dilaporkan ke dalam bentuk laporan keuangan atau yang memiliki nama lain financial statement.

Akun itu sendiri adalah suatu kata yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan. Selain itu, proses pencatatannya ditulis dalam bentuk transaksi sesuai dengan akun yang terkena pengaruh.

Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang akun riil dan akun nominal, maka Anda bisa menyimak pembahasannya di bawah ini.

Pengertian Akun Riil dan Nominal

Dalam mencatat transaksi keuangan perusahaan, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa prinsip dasar akuntansi, salah satunya adalah mencatat akun. Dalam prosesnya, akun yang terdapat di dalam pencatatan akuntansi ini terbagi menjadi dua, yakni akun riil dan akun nominal.

Real account atau akun riil ini adalah kelompok akun yang dicatat serta dilaporkan ke dalam neraca atau balance sheet di setiap pelaporan keuangan.

Pada proses pencatatannya, kelompok akun riil mempunyai sejumlah saldo tetap atau permanen. Itu artinya, jumlah saldo dari akun riil ini tetap mempunyai nilai dalam setiap periode tertentu selama perusahaan masih beroperasi. Akun yang tergolong ke dalam akun riil adalah akun kelompok kewajiban, aset atau harta, dan juga modal.

Di sisi lain, nominal account atau akun nominal adalah kelompok akun yang transaksinya dicatat di dalam laporan laba rugi perusahaan.

Pada prosesnya, akun yang tergolong ke dalam closed account atau akun tertutup ini akan dicatat tanpa jumlah saldo. Akun ini sendiri terdiri dari dua jenis, yakni akun beban dan akun pendapatan atau akun penjualan.

Baca juga: Akun Modal: Pengertian dan Cara Pencatatannya

Jenis-jenis Akun Riil dan Akun Nominal

  • Akun Riil

Perlu Anda ketahui bahwa akun riil terbagi menjadi tiga kelompok, yakni hutang, aktiva atau harta, dan ekuitas atau modal. Berikut ini adalah penjelasan.

1. Hutang atau Kewajiban

Hutan atau kewajiban adalah kelompok akun hutang yang menjadi suatu kewajiban dan harus dilunasi oleh perusahaan. Artinya, hutang akan terjadi dan dicatat ketika perusahaan sudah menggunakan barang atau jasa lebih dahulu. Akun kewajiban atau akun hutang ini pun harus dicatat jangka waktu pengembalian atau pelunasannya.

2. Harta atau Aktiva

Harta atau aktiva termasuk ke dalam akun riil yang biasanya terbagi lagi menjadi deposito, kas dan juga piutang usaha. Akun yang terdapat di dalam kelompok harta ini berguna sebagai alat utama yang bisa digunakan di dalam kegiatan operasional perusahaan.

3. Modal atau Ekuitas

Akun modal atau akun ekuitas adalah suatu total kekayaan atau aset dari sebuah perusahaan. Akun ini bisa dicatat dan diperoleh dalam bentuk tanah, uang, bangunan, dan bentuk lainnya milik perusahaan itu sendiri.

Akun modal ini akan dilaporkan di dalam balance sheet atau neraca ketika periode telah berakhir karena termasuk ke dalam kategori akun riil.

Baca juga: Apa itu Account Reconciliation? Berikut Pengertian dan Cara Kerjanya

  • Akun Nominal

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, akun nominal ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni akun beban dan akun pendapatan. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Beban

Beban tergolong ke dalam kelompok akun nominal. Beban adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan perusahaan. Contohnya seperti beban perlengkapan, biaya penjualan, dan berbagai beban lainnya. Sama halnya seperti pendapatan, beban pun dibagi lagi menjadi dua kelompok, yakni beban operasional dan berbagai beban lainnya.

Jadi, beban operasional adalah beban yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan operasional. Sedangkan beban lainnya dicatatkan sebagai beban yang tidak berhubungan dengan aktivitas utama perusahaan.

Dalam prosesnya, beban lainnya ini umumnya terjadi secara tiba-tiba dan tidak tentu dari sisi nominal yang harus dibayar.

2. Pendapatan

Pendapatan termasuk ke dalam jenis kelompok akun nominal. Akun pendapatan adalah akun yang mencatat adanya penambahan jumlah aset dari kegiatan operasional perusahaan.

Dalam prosesnya, akun pendapatan ini diperoleh dan dicatat dengan berdasarkan penjualan barang ataupun jasa dalam kurun waktu satu periode.

Akun pendapatan pun terbagi menjadi dua jenis, yakni akun pendapatan operasional dan pendapatan lainnya.

Pendapatan operasional adalah pendapatan yang dicatat dengan berdasarkan aktivitas penjualan ataupun kegiatan utama dari operasional perusahaan. Sedangkan pendapatan lain di dapat dan dicatat dengan berdasarkan pendapatan yang tidak tetap, seperti dari bunga dan juga komisi.

Baca juga: Buku Besar Bentuk T: Contoh dan Cara Mudah Membuatnya

Tujuan Pengelompokkan Akun

Kegiatan pengelompokkan akun berdasarkan akun nominal dan akun riil ini sudah sering dilakukan. Sudah banyak juga perusahaan besar yang membagi berbagai akun tersebut di dalam pencatatan keuangan. Ada berbagai alasan kenapa pembagian akun dicatat dengan menggunakan dua akun tersebut, yaitu:

1. Membedakan Setiap Akun

Akun riil dan akun nominal dicatat dengan berdasarkan kelompoknya. Hal tersebut dilakukan agar bisa melihat dan mengelompokkan jenis akun secara lebih detail dan juga sesuai dengan sifatnya. Selain itu, tujuannya juga agar pencatatan dalam suatu sistem bisa dilakukan secara lebih mudah.

2. Sumber Informasi

Dengan memeriksa pencatatan yang terdapat pada akun nominal dan akun riil, maka perusahaan bisa memperoleh berbagai jenis informasi.

Contohnya adalah untuk melihat informasi dengan berdasarkan akun riil, perusahaan bisa melihat laporan keuangan dengan bentuk neraca. Sedangkan untuk melihat akun nominal, perusahaan bisa melihatnya secara langsung di dalam laporan laba rugi.

3. Pertumbuhan Aset

Dengan adanya akun nominal dan akun riil, perusahaan juga bisa mengetahui pertumbuhan asetnya. Caranya adalah dengan melihat nominal yang tertera pada akun jenis kewajiban, aktiva, modal, serta pendapatan.

Sehingga, perkembangan aset bisa diketahui dan juga diprediksi, serta menjadi salah satu referensi untuk mengambil keputusan perusahaan yang tepat.

Baca juga: Akun Kontra: Pengertian dan 9 Jenis Akun Kontra

Penutup

Dengan adanya penjelasan di atas, bisa kita ketahui bahwa akun adalah suatu keterangan yang digunakan untuk bisa mewakili berbagai transaksi kegiatan keuangan dan mewakili transaksi keuangan yang dicatatkan. Dalam kegiatan operasional bisnis, akun pun terbagi menjadi dua, yakni akun nominal dan akun riil.

Akun riil adalah kelompok akun yang dicatat dan dilaporkan kedalam laporan neraca atau balance sheet pada setiap pelaporan keuangan. Kelompok akun yang tergolong ke dalam akun riil adalah harta atau aset, kewajiban atau hutang, dan modal.

Di sisi lain, akun nominal adalah kelompok akun yang transaksinya dicatat di dalam laporan laba rugi dan terdiri dari dua jenis akun, yakni akun beban dan akun pendapatan atau penjualan.

Terdapat beberapa tujuan pengelompokkan akun berdasarkan akun riil dan akun nominal. Beberapa tujuannya adalah agar bisa membedakan setiap akun, sebagai sumber informasi yang valid, dan untuk melihat perkembangan aset yang dimiliki perusahaan.

Nah, akun riil dan akun nominal ini memiliki keterkaitan yang erat dengan laporan keuangan perusahaan. Penyusunan laporan keuangan yang dilakukan secara manual tentunya akan mempersulit Anda karena akan memakan banyak waktu dan rentan terjadi kesalahan hingga kecurangan. Nah, solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi buatan anak bangsa ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi cloud computing berbasis website, lengkap dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Tampilan dashboard di dalamnya pun sangat sederhana dan mudah dimengerti. Sehingga, Anda bisa mengakses aplikasi ini secara cepat, mudah, aman, dan juga nyaman, dimana saja Anda berada.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis dan berhasil meraih penghargaan Top Brand Award dari tahun 2016 ini mampu mencatat kegiatan transaksi Anda secara otomatis. Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang saling terintegrasi secara akurat.

Lebih dari itu, aplikasi bisnis ini juga akan memudahkan Anda dalam melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan kewajiban administrasi pajak di Indonesia, dan masih banyak lagi.

Sehingga, bisnis Anda pun akan berjalan lebih efisien dan Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis melalui berbagai strategi yang tepat.

Seluruh kelebihan dan fitur bisnis luar biasa dari Accurate Online pun bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau. Bahkan, Anda bisa mencobanya selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.