Voucher Adalah: Pengertiannya dalam Akuntansi dan Industri

Istilah tentang voucher adalah istilah yang pasti sudah sangat akrab di telinga Anda saat sedang berbelanja ataupun sedang berwisata. Kenapa? karena umumnya voucher digunakan sebagai potongan harga ataupun kupon untuk suatu paket layanan tertentu dalam melakukan perbelanjaan.

Tapi bila kita membicarakan voucher dalam dunia akuntansi, tentunya maknanya akan sangat jauh berbeda. Di dalam dunia akuntansi, voucher adalah suatu istilah yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bukti transaksi keuangan.

Lantas, apakah masih ada perbedaan yang lainnya? Ada, dan kami akan menjelaskannya secara lebih mendalam khusus untuk Anda pada artikel tentang voucher di bawah ini.

Perbedaan Voucher dalam Dunia Akuntansi dan Industri

1. Berdasarkan Pengertiannya

Perbedaan pertama dari voucher dalam dunia akuntansi dan industri terletak dari sisi pengertian atau maknanya. Dikutip dari laman belajarekonomi.com, di dalam dunia akuntansi, voucher adalah suatu pertanyaan tertulis yang mana fungsinya merupakan sebagai alat untuk mengkonfirmasi adanya suatu transaksi keuangan.

Tentunya hal ini akan sangat membantu untuk bisa mencatat seluruh pendapatan dan juga biaya yang sudah keluar di dalam bisnis. Untuk itu, bentuk voucher dalam dunia akuntansi sangat beragam. Nah, voucher dalam dunia akuntansi ini seringkali dikenal dengan bukti transaksi keuangan.

Sedangkan dalam dunia industri, seringkali voucher dikenal dengan sebutan kupon. Jadi, voucher adalah sebagai suatu tanda bukti yang bisa digunakan oleh konsumen untuk bisa mengklaim diskon, promosi, ataupun paket perjalanan wisata yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan.

Untuk bisa mendapatkan voucher, konsumen ataupun pelanggan harus melakukan suatu hal, seperti melakukan pembelian produk barang atau jasa tertentu, melakukan pembelian barang atau jasa dalam jumlah tertentu, dan lain sebagainya.

2. Bentuk Voucher

Perbedaan kedua dari voucher dalam dunia akuntansi dan industri bisa dilihat dari bentuknya. Dalam dunia akuntansi, seperti pengertian yang sudah dijelaskan sebelumnya, bentuk dari voucher sangatlah beragam.

Kenapa? Karena memang bentuk dari transaksi keuangan memiliki banyak jenis. Bentuk bukti transaksi keuangan di dalam dunia akuntansi bisa berupa memo tunai, tanda terima, cek, slip pembayaran, nota debet, faktur, dan juga nota kredit.

Sedangkan dalam dunia industri, bentuk dari voucher adalah digital atau tercetak. Umumnya, di dalam voucher akan bertuliskan keterangan terkait diskon atau promosi yang bisa diklaim oleh pemiliknya.

Untuk voucher tercetak, biasanya ditulis atau dicetak pada suatu kertas dan mempunyai ukuran yang lebih kecil. Sebagai pengamannya, umumnya voucher juga dilengkapi dengan kode unik.

Sedangkan untuk voucher digital, biasanya tersedia dalam bentuk file digital yang bisa saja berupa angka, tulisan, gambar, ataupun kode unik. Pada voucher digital juga sudah dilengkapi dengan pengaman khusus yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya klaim berulang-ulang dari satu orang.

Baca juga: Kantor Akuntan Publik Adalah: Pengertian dan Perannya

3. Cara Mendapatkannya

Selanjutnya, perbedaan voucher dalam dunia akuntansi dan industri bisa dilihat dari cara mendapatkannya. Sebagai suatu bukti di dalam akuntansi, cara mendapatkan voucher adalah dengan melakukan kegiatan transaksi keuangan.

Tanpa melakukan kegiatan transaksi, maka voucher tidak bisa dikatakan sebagai bukti keuangan. Transaksi ini bisa dalam bentuk penarikan utang, kas keluar ataupun masuk, pembayaran kewajiban, dan berbagai kegiatan transaksi keuangan yang lainnya.

Sedangkan dalam dunia industri, cara mendapatkan voucher adalah pelanggan atau konsumen harus melakukan kegiatan perbelanjaan pada suatu produk dengan syarat yang sebelumnya sudah diatur oleh perusahaan, seperti membeli barang atau jasa dalam jumlah tertentu, membeli produk barang atau jasa tertentu, dan syarat lainnya.

Beberapa perusahaan juga ada yang memberikan voucher dengan cara datang langsung ke toko atau mengunjungi laman resmi website perusahaan tanpa harus melakukan perbelanjaan. Tentunya tujuan perusahaan memberikan voucher adalah untuk bisa mendapatkan pelanggan baru.

Baca juga: Rekapitulasi Jurnal dan Cara Melakukannya

4 Manfaat

Perbedaan berikutnya dari voucher dalam dunia industri dan akuntansi adalah dari sisi manfaatnya. Dalam dunia akuntansi, manfaat voucher adalah sebagai berikut:

  • Mempertahankan Kendali Keuangan

Fungsi dari voucher adalah untuk bisa mempertahankan kendali keuangan secara keseluruhan. Karena dengan adanya voucher, Anda bisa mengetahui secara pasti seluruh transaksi keuangan yang sedang terjadi. Selain itu, dengan voucher juga Anda bisa lebih mudah dalam melakukan penganggaran.

Tanpa adanya voucher, perusahaan akan sulit untuk bisa mempertahankan kendali keuangan milik perusahaan.

  • Mempermudah Pencatatan Akuntansi

Dalam dunia akuntansi, voucher selalu dilakukan secara tertulis, untuk itu akan sangat membantu sekali dalam memudahkan kegiatan akuntansi, dan memang pada dasarnya setiap transaksi.

Tanpa kehadiran voucher atau bukti transaksi keuangan, maka kegiatan pencatatan akuntansi tidak akan bisa Anda lakukan secara valid, karena Anda hanya bisa mengandalkan ingatan Anda saja.

  • Mempermudah Proses Audit

Kehadiran voucher atau bukti keuangan yang terasip secara rapi akan bisa mempermudah proses audit keuangan. Karena ketika auditor memerlukan penelusuran suatu transaksi, maka bukti transaksi keuangan sudah tersedia sebagai suatu bahan penelusuran yang valid.

Tanpa adanya bukti keuangan ini, maka bisa jadi akan muncul anggapan bahwa suatu transaksi keuangan terlihat mencurigakan. Untuk itu, sangat penting sekali untuk melakukan pengarsipan bukti transaksi secara baik.

Dalam dunia industri, manfaat voucher adalah sebagai berikut:

  • Bentuk Apresiasi Pada Pelanggan Setia

Voucher digunakan sebagai bentuk apresiasi pada para pelanggan setiap. Apresiasi tersebut akan membuat para pelanggan lebih merasa dibutuhkan, sehingga mereka akan tetap menggunakan sebuah produk.

  • Untuk Mempertahankan Pelanggan Setia

Perusahaan bisa memberikan voucher untuk tujuan mempertahankan pelanggan setia. Dengan memberikan banyak promo, bonus, dan berbagai kemudahan lainnya, maka perusahaan akan memiliki harapan bahwa konsumen tidak akan berpindah ke kompetitor lain.

  • Untuk Menjaring Pelanggan Baru

Beberapa perusahaan terkadang memberikan voucher tanpa syarat tertentu. Manfaatnya adalah agar bisa mendapatkan para pelanggan baru. Pasalnya, mereka akan dirangsang untuk mencoba suatu produk lebih dulu. Bila mereka merasa cocok dengan produk tersebut, maka konsumen akan beralih untuk menjadi pelanggan yang setia.

5. Fungsi 

Perbedaan voucher dari sisi akuntansi dan industri juga bisa kita lihat berdasarkan fungsinya. Dalam dunia akuntansi, fungsi voucher adalah:

  • Sebagai suatu bukti transaksi keuangan yang mana selanjutnya akan dipindahkan ke dalam jurnal. Inilah awal mula pembuatan laporan keuangan yang sangat berguna dalam dunia bisnis.
  • Bila digunakan sebagai bukti transaksi keuangan, maka akan secara otomatis menjadi alat bukti audit.

Sedangkan dalam dunia industri, fungsi dari voucher adalah untuk:

  • Dokumen pengajuan klaim dalam bidang wisata pada pihak agen perjalanan yang mengeluarkan voucher itu sendiri.
  • Sebagai tagihan pada pihak penerbit voucher atas layanan yang atau paket yang tertera di dalam voucher.
  • Berfungsi untuk mengklaim promo atau diskon tertentu yang ditawarkan oleh perusahaan penerbit voucher.

Baca juga: Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang Secara Mudah

6. Jenis Voucher

Perbedaan selanjutnya berkaitan dengan jenis voucher. Di dalam dunia akuntansi, jenis-jenis voucher adalah sebagai berikut:

  • Voucher pembayaran atau debit yang berfungsi untuk pembayaran cek ataupun tunai. Sehingga kas perusahaan akan dikreditkan karena adanya aliran kas yang keluar.
  • Tanda terima atau voucher kredit yang mencatat terima uang secara tunai ataupun tanda terima dari pihak bank. Nah, bukti transaksi inipun terbagi lagi menjadi dua, yakni:
  1. Penerimaan tunai: Mencatat penerimaan kas dengan cara tunai
  2. Tanda terima bank: Di dalamnya bisa dalam bentuk wesel atau cek, atau uang maupun kas yang tidak diterima secara tunai. Sehingga, akan menambah jumlah uang yang tersimpan di dalam bank penerima kas.
  • Voucher transfer atau non-tunai, fungsinya adalah untuk mencatat kegiatan transaksi yang dilakukan secara tidak tunai, di dalamnya termasuk yang memerlukan bukti transaksi keuangan non tunai, seperti penjualan kredit.
  • Voucher pendukung, fungsinya adalah mendukung kegiatan transaksi yang sudah terjadi. Contohnya adalah seperti tagihan pembelian bahan bakar yang dilampirkan di dalam bukti transaksi keuangan moda transportasi.

Sedangkan dalam dunia industri, jenis dari voucher adalah sebagai berikut:

  • Voucher promosi, gunanya adalah untuk memperkenalkan produk baru. Voucher promo ini umumnya digunakan untuk memberikan kesempatan pada penerimanya untuk mencoba suatu produk yang baru saja dirilis.
  • Voucher pemberian hadiah karena pembelian barang tertentu, mengikuti suatu kompetisi, dan lain sebagainya. Jenis voucher ini akan memberikan hadiah pada para penerimanya.
  • Potongan harga atau diskon yang tentunya dalam bentuk potongan harga bila membeli produk khusus atau membeli produk dengan jumlah tertentu.
  • Voucher layanan tambahan, yang umumnya diberikan oleh perusahaan jasa, seperti perusahaan wisata, hotel dan lain sebagainya. Bentuk dari layanan tambahan ini seperti spa gratis, parkir gratis, dan lain sebagainya.

Baca juga: Jurnal Umum Perusahaan Dagang dan Contohnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang voucher dan perbedaannya dalam dunia akuntansi dan dalam dunia industri.

Namun untuk Anda yang saat ini masih kesulitan dalam melakukan kegiatan akuntansi atau tidak memiliki waktu untuk mengurusnya, Anda bisa mempercayakannya dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka kegiatan akuntansi seperti membuat laporan laba rugi, membuat laporan neraca, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya bisa dilakukan secara otomatis, cepat, serta akurat.

Selain itu, kegiatan bisnis Anda juga akan berjalan lebih efisien karena di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur bisnis yang luar biasa, seperti fitur perpajakan, fitur persediaan, fitur penjualan, fitur pembelian, dan masih banyak lagi.

Ingin mencoba Accurate Online terlebih dulu? Silahkan klik banner dibawah ini untuk mencobanya secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.