Rekapitulasi Jurnal dan Cara Melakukannya

Sebagian dari Anda pasti sudah sering mendengar tentang rekapitulasi jurnal. Rekapitulasi adalah suatu tahapan yang sangat penting di dalam siklus akuntansi. Tanpa adanya tahap ini, maka proses perekapan tidak bisa berjalan dengan baik.

Bila terdapat kesalahan di dalam rekapitulasi, maka jurnal dan juga pembukuan tidak akan bisa dimasukan ke dalam buku besar. Untuk itu, sangat penting sekali untuk melakukan rekapitulasi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Lalu, bagaimana cara melakukan rekapitulasi jurnal? Tenang, karena kami sudah merangkum caranya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Rekapitulasi Jurnal

Secara umum, rekapitulasi adalah ringkasan ataupun akhir dari suatu laporan, atau bisa disebut juga sebagai akhir dari perhitungan. Di dalam dunia akuntansi, rekapitulasi jurnal adalah kegiatan akumulasi secara menyeluruh pada setiap kolom debit.

Saat proses rekap dilakukan, setiap kesalahan kemungkinan bisa diminimalisir dengan baik. Terlebih lagi saat rekapan tersebut diposting ke dalam buku besar, maka nanti hasilnya akan lebih tertata rapi. Cara ini juga bisa membuat proses pencatatan di dalam buku besar menjadi lebih mudah.

Baca juga: Sifat Laporan Keuangan Ini Harus Anda Ketahui

Cara Melakukan Rekapitulasi jurnal

Terdapat setidaknya dua cara yang sering digunakan untuk melakukan rekapitulasi jurnal, yaitu cara manual dan cara digital. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Cara Manual

Cara rekapitulasi jurnal menggunakan metode manual sudah jarang digunakan oleh pebisnis karena sudah dinilai tidak praktis. Prosesnya adalah dengan memanfaatkan buku dan dicatat dengan tulisan tangan. Biasanya, cara ini memerlukan waktu yang lebih lama dan sangat rentan terjadi salah proses input data.

Selain itu, rekapitulasi dengan menggunakan cara yang manual hanya bisa disimpan dengan cara yang konvensional. Arsip yang umurnya sudah lama juga akan rentan mengalami kerusakan karena disimpan secara bertumpuk-tumpuk dengan dokumen yang lainnya.

2. Cara Digital

Cara membuat rekapitulasi jurnal berikutnya adalah cara digital. Sama seperti namanya, proses rekap akan memanfaatkan perangkat lunak atau aplikasi. Biasanya, seluruh perhitungan bisa dilakukan secara otomatis.

Pihak akuntan hanya harus melakukan kegiatan input data sesuai dengan bukti transfer yang telah dimilikinya. Cara inipun terbukti lebih cepat karena data akan lebih minim kesalahan. Penyimpanan datanya pun lebih mudah dilakukan karena data akan tersimpan secara digital.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Jurnal Akuntansi dalam Pengelolaan Keuangan

Siklus Perencanaan Rekapitulasi jurnal

Untuk Anda yang masih awam tentang cara melakukan rekapitulasi jurnal, berikut ini adalah panduan yang bisa coba Anda ikuti:

1. Mencatat Semua Transaksi di Jurnal Umum

Tahap pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat transaksi kedalam jurnal umum. Dengan mencatat seluruh transaksi, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan perhitungan.

Contohnya saat perusahaan melakukan perbelanjaan dengan menggunakan uang kas untuk keperluan membeli mobil baru, maka kas pun akan secara otomatis berkurang. Pencatatan pun kemudian akan dilakukan, bersamaan dengan memberikan bukti transaksi pada bagian yang berkaitan.

Jika perusahaan hanya akan melakukan transaksi pada jumlah yang kecil, maka pencatatan rekapitulasi jurnal pun bisa dilakukan pada jurnal umum. Tapi bila memang jumlahnya banyak, maka harus segera dilakukan pengelompokkan.

Pengelompokkan atau klasifikasi ini bisa dilakukan dengan cara membedakan transaksi yang sudah dilakukan. Contohnya seperti transaksi tiap minggu, nominal jumlah dana yang dihabiskan, dan juga kapan transaksi harus dilakukan.

2. Catat di Buku Besar Pembantu

Bila sudah selesai, maka Anda bisa melanjutkannya dengan mencatat di buku besar pembantu atau yang lebih dikenal dengan buku besar. Tujuannya adalah agar proses pencatatan bisa dibuat lebih rapi.

Dengan menggunakan akun besar, maka proses rekapitulasi jurnal bisa dilakukan dengan melakukan perubahan kredit atau debit. Pencatatan pada akun tertentu seperti piutang maupun utang bisa dijadikan sebagai informasi dasar dalam membuat neraca saldo.

Cara melakukan rekap juga akan lebih mudah dengan memanfaatkan aplikasi atau program yang mampu menunjang kegiatan akuntansi. Selain lebih memudahkan kegiatan pencatatan, penyelesaian pun nantinya bisa dilakukan secara mudah.

3. Pembuatan Neraca Saldo

Jika seluruh perencanaan saldo telah dilakukan dengan baik, maka selanjutnya Anda bisa menyiapkan saldo percobaan. Seluruh akun dengan saldo debit ini nantinya akan disimpan di bagian kolom kiri, dan saldo kredit akan ditempatkan di sisi kanan.

Karena memang menggunakan buku besar dan penunjang, maka rekapitulasi jurnal pun harus dilakukan secara lebih teratur. Biasanya, kegiatan akuntansi bisa dilakukan setiap minggu atau setiap bulan. Anda harus bisa melakukan penyesuaian tergantung dengan perusahaan Anda.

4. Jurnal Penyesuaian

Tahap selanjutnya adalah mengisi jurnal penyesuaian. Jurnal ini merupakan entri jurnal yang dibuat di dalam akhir periode saja. Fungsinya adalah untuk melakukan koreksi akun sebelum dibuatnya laporan keuangan.

Terdapat tiga entri jurnal penyesuaian, yaitu pembayaran yang dilakukan dimuka, akrual, serta pengeluaran secara non tunai. Seluruh transaksi ini wajib dicatat secara baik oleh akuntan. Setiap entri yang digunakan akan menyesuaikan dengan pengeluaran ataupun pendapatan pada periode yang sebelumnya sudah dipilih.

Konsep ini akan lebih mempermudah proses perhitungan saat dilakukan rekapitulasi jurnal.

5. Penyesuaian Neraca Saldo

Neraca saldo adalah penyesuaian daftar seluruh akun perusahaan. Neraca ini akan hanya muncul di dalam laporan keuangan bila jurnal sudah dibuat.

Terdapat dua cara yang umumnya digunakan untuk membuat neraca saldo, yaitu dengan memposting akun ke saldo setelah dilakukan penyesuaian atau menggunakan saldo percobaan terlebih dulu tanpa dilakukan penyesuaian.

Anda harus memasukan akun mana yang akan masuk ke dalam rekapitulasi jurnal, karena hanya akun aktif saja yang masuk ke dalam neraca saldo. Bila akun hanya mempunyai nomor saldo, maka Anda tidak diwajibkan untuk mencatatnya pada neraca saldo.

Baca juga: Jurnal Eliminasi Konsolidasi: Pengertian dan Peran Pentingnya Untuk Laporan Keuangan

6. Membuat Laporan Keuangan

Selanjutnya adalah dengan membuat laporan keuangan, termasuk di dalam laporan laba rugi, laporan neraca, laporan laba tertahan, laporan arus kas, dan lain sebagainya. Tujuan dari akuntansi keuangan perusahaan adalah menulis setiap siklus akuntansi.

Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa konsep dalam pelaporan keuangan dan siklus akuntansi adalah hanya fokus pada penyediaan informasi saja. Tapi, informasi yang tersaji harus jelas sesuai dengan fakta lapangan.

7. Membuat Lembar Kerja Akuntansi

Lembar kerja akuntansi adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu akuntan dalam membuat rekapitulasi jurnal. Selain itu, lembar kerja akuntansi pun bisa digunakan untuk membuat laporan akhir tahun.

Lembar kerja ini berfungsi untuk melacak setiap tahapan di dalam siklus akuntansi. Biasanya, dokumen ini mempunyai lima set kolom yang dimulai dari akun saldo percobaan.

Itu artinya, lembar kerja akuntansi adalah lembaran kerja yang menampilkan siklus akuntansi. Setiap langkah dan transaksinya, seperti kredit, debit dan total saldo harus dihitung secara seksama.

8. Membuat Jurnal Penutup

Bila seluruh entri telah dimasukkan, berikut dengan seluruh transaksi perusahaan, maka selanjutnya Anda bisa membuat jurnal penutup. Jurnal penutup di dalam rekapitulasi jurnal hanya dibuat bila seluruh akun dihapus secara sementara dan ditransfer ke akun secara permanen.

Di dalam bisnis perdagangan, jurnal penutup ini sama seperti menutup buku. Akun sementara yang merupakan akun laporan laba rugi nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan melacak kegiatan selama periode waktu tertentu.

Lain halnya dengan akun permanen, yang merupakan akun untuk melacak kegiatan dengan daya tahan yang lebih lama, seperti aset tetap perusahaan.

9. Membuat Ringkasan Penghasilan

Bagian selanjutnya dalam melakukan rekapitulasi jurnal adalah akun ringkasan penghasilan. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan saldo akun laba rugi, akun pengeluaran, akun pendapatan, dan akun penutupan dari siklus akuntansi.

Jadi, akun ringkasan hanyakan pengganti saldo akun pada akhir periode. Saat entri penutupan sudah berhasil dibuat, maka laporan keuangan dan juga kegiatan akuntansi sudah memasuki tahap akhir.

10. Neraca Saldo Tutup Buku

Seluruh akun yang sudah selesai dihitung di dalam rekapitulasi jurnal harus diposting ke dalam buku besar. Kegiatan ini seringkali dikenal dengan neraca saldo tutup buku dan sangat identik dengan akun yang terdapat di dalam neraca.

Neraca saldo tutup buku di dalam rekapitulasi jurnal telah ditutup sepenuhnya, begitu juga dengan laba rugi perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga, tidak akan ada lagi saldo yang berjalan setelah rekap jurnal sudah selesai dibuat.

Tujuan utama dibuatnya neraca saldo adalah untuk memverifikasi seluruh akun, baik itu secara sementara ataupun permanen. Total kredit dan debit yang sudah dibuat ke dalam sistem akuntansi sudah tercatat secara rapi dan juga sudah siap untuk dilaporkan.

Baca juga: Contoh Jurnal Khusus Penjualan dan Penjelasan Lengkapnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang rekapitulasi jurnal dan cara melakukannya. Namun, saat ini Anda sudah tidak perlu pusing-pusing lagi dalam melakukan rekapitulasi jurnal, karena semuanya bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh lebih dari 483 ribu pebisnis di Indonesia ini akan mencatat setiap transaksi, mencatat rekapitulasi jurnal, dan membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis.

Di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan fitur bisnis luar biasa, lengkap dengan tampilan dashboard yang sederhana dan mudah digunakan. Operasional bisnis Anda nantinya akan berjalan lebih efisien dan, Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Jadi apa lagi yang Anda tunggu? Ayo klik banner di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.