Pengertian Alat Pembayaran dan Jenis-jenisnya

Dewasa ini, setiap orang hampir sudah bisa dipastikan memahami alat pembayaran, yaitu alat yang dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan pembayaran dalam berbagai hal. Alat pembayaran ini terbagi menjadi alat pembayaran tunai dan non tunai.

Perkembangan metode alat pembayaran saat ini juga sudah semakin pesat. Jika waktu zaman dahulu sistem pembayaran masih berupa sistem barter, namun pada masa sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan mata uang, bahkan dengan menggunakan mata uang elektronik.

Setiap orang harus bisa memahami cara penggunaan alat pembayaran, karena alat pembayaran harus mempunyai nilai transaksi yang sama dengan barang yang akan dibeli.

Agar lebih jelasnya, berikut ini kami berikan ulasan lengkap tentang alat pembayaran untuk Anda.

 Alat Pembayaran Tunai

Jenis pembayaran yang pertama adalah jenis pembayaran tunai. Pembayaran tunai adalah pembayaran yang sudah lama sekali dilakukan oleh manusia. Fungsi alat  ini adalah guna melakukan berbagai transaksi proses jual beli.

Selain itu, pembayaran tunai adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan mata uang tunai. Terkait hal ini, uang adalah alat pembayaran yang paling awal dan paling pertama dilakukan oleh umat manusia. Untuk di Indonesia, mata uang yang diciptakan oleh Bank Indonesia adalah Rupiah.

Untuk mata uang yang dikeluarkan selain oleh Bank Indonesia akan dianggap sebagai uang palsu, dan hal inilah yang harus kita hindari.

Untuk bisa meminimalisir penggandaan uang palsu, maka sudah banyak negara yang mengembangkan uang non tunai sebagai alat transaksinya, dan pemerintah Indonesia juga turut mendukung proses tersebut, karena untuk pengadaan mata uang sendiri juga pada dasarnya memerlukan biaya lebih mahal daripada uang non tunai.

Baca juga: Mengenal Sejarah Perkembangan Mesin Kasir

Alat Pembayaran Non Tunai

Alat pembayaran non tunai adalah suatu alat yang tidak menggunakan uang tunai, namun menggunakan uang non tunai seperti giro, cek, uang elektronik, dll. Untuk di Indonesia sendiri, kewenangan untuk membuat giro ada pada seluruh bank, kecuali bank Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa jenis alat transaksi non tunai yang bisa Anda gunakan.

1. Cek

Jenis pembayaran non tunai yang pertama adalah cek. Cek adalah suatu kertas yang bisa dijadikan bukti bahwa bank akan mencairkan dana dari nasabah pada orang yang namanya sudah tertulis pada cek.

2. Giro

Hampir sama dengan cek, namun bedanya giro bukan digunakan untuk mencairkan uang pada nama yang tertulis di atas kertas, namun untuk memindahkan uang dari rekening nasabah lain pada rekening nasabah yang tertera di atas kertas.

3. Utang debit

Pembayaran ini dilakukan dengan melakukan utang terlebih dahulu pada suatu bank, lalu Anda akan menggunakannya. Nah, setiap kali Anda menggunakan uang tersebut, maka harus Anda tulis pada suatu kertas. Nantinya, kertas tersebut akan diproses oleh bank agar Anda melunasi utang tersebut.

4. Kartu kredit

Kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran non tunai yang saat ini sangat terkenal, karena hampir seluruh orang sudah menggunakan kartu yang satu ini agar kegiatan pembayarannya bisa berjalan dengan lancar.

Proses pada dasarnya hampir sama dengan menggunakan utang debit, hanya saja penggunaan kartu ini hampir sama dengan ATM, namun penggunaannya lebih mudah.

5. Uang elektronik

Uang elektronik adalah salah satu dari jenis pembayaran yang saat ini bisa Anda gunakan dalam berbagai transaksi pembelian. Caranya juga sangat mudah, Anda hanya harus menyetorkan sejumlah uang pada pihak ketiga agar bisa diubah menjadi uang elektronik.

Beberapa contoh perusahaan yang menyediakan uang elektronik ini adalah OVO, GO-pay, dll.

Baca juga: 4 Alasan Kenapa Anda harus Menggunakan Aplikasi Kasir

Penutup

Saat ini, dunia perdagangan sudah semakin maju, dan kita bisa berdagang dengan mudah ke berbagai negara. Saat ini pun sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan uang non tunai berupa uang elektronik sebagai pilihan pembayarannya, karena diklaim lebih praktis dan mudah dibawa-bawa.

Sebagai pebisnis, Anda harus bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut dan berusaha untuk menyediakan pilihan metode pembayaran uang elektronik di layanan pembayaran Anda atau di kasir toko Anda.

Nah, dalam hal ini, Anda bisa menggunakan aplikasi Point Of Sales (POS) yang sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran tunai dan nontunai, salah satunya adalah aplikasi POS dari Accurate POS Beta.

kenapa? karena Accurate pos memiliki fitur pencatatan transaksi penjualan dengan cepat dan mudah, baik itu transaksi penjualan tunai maupun non tunai.

Tertarik? Anda bisa bergabung dengan program Accurate POS Beta disini.

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.