Cara Menghitung Penjualan Bersih Secara Akurat untuk Bisnis Anda

Saat suatu toko ataupun restoran sudah mampu menyelesaikan penjualannya dalam kurun waktu satu hari, maka angka penjualan yang akan tertera di kasir adalah penjualan kotor, bukan penjualan bersih. Padahal, penjualan bersih itu lebih penting daripada penjualan kotor karena peran pentingnya yang berdampak pada laporan keuangan.

Untuk itu, seorang pebisnis ataupun akuntan harus bisa menghafal cara dalam menghitung penjualan bersih. Namun, kenapa penjualan bersih lebih banyak dipilih di dalam laporan keuangan daripada penjualan kotor? Bagaimana cara yang tepat dalam menghitung penjualan bersih? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang cara menghitung penjualan bersih di bawah ini hingga selesai.

Kenapa Penjualan Bersih Lebih Dipilih Pada Laporan Keuangan?

Net sales atau penjualan bersih adalah suatu hasil pendapatan perusahaan atau bisnis yang sebelumnya sudah dipotong dengan berbagai biaya tertentu. Sedangkan penjualan kotor adalah pendapatan yang diperoleh oleh suatu bisnis secara menyeluruh dalam periode waktu tertentu, dan tentunya nilainya akan lebih besar ketimbang penjualan bersih.

Penjualan bersih diklaim lebih akurat, sehingga dapat dicatat dalam laporan keuangan, yang selanjutnya akan dijadikan sebagai indikator laporan laba rugi suatu bisnis.

Alasannya, karena penjualan bersih akan lebih tepat untuk menggambarkan kondisi finansial suatu bisnis. Selain itu, penjualan bersih juga sudah menjelaskan secara detail terkait biaya yang dikeluarkan dalam suatu bisnis dalam proses pelaksanaannya.

Selain itu, laporan laba rugi juga nantinya akan menampilkan penjualan bersih daripada penjualan kotor karena tingkat keakuratannya. Jika suatu bisnis mampu menampilkan penjualan kotor dan laporan keuangan atau laporan laba rugi, maka akan diperoleh angka penjualan yang tidak akan realistis.

Kita tahu bahwa di dalam penjualan akan selalu ada biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, menampilkan penjualan kotor artinya tidak menampilkan adanya usaha dalam mengembangkan produk atau jasa layanan suatu bisnis.

Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan Bagi Online shop yang Baru Merintis

Daftar Biaya dalam Penjualan Bersih

Dalam menghitung penjualan bersih, Anda harus bisa mengetahui biaya yang harus Anda kurangi dari sisi penjualan kotor. Minimal, jumlah biaya tersebut akan memberikan evaluasi pada Anda dalam hal mengeluarkan biaya dan juga mengatur strategi penjualan di masa depan.

Sehingga, Anda akan mendapatkan informasi terkait biaya yang membuat Anda menjadi tidak balik modal dalam periode waktu tertentu.

Nah, berikut ini adalah beberapa biaya yang harus bisa Anda kurangi dari penjualan kotor agar bisa mendapatkan penjualan bersih secara akurat.

1. Potongan Penjualan

Potongan penjualan hampir mirip dengan diskon, yakni potongan harga yang Anda berikan pada pelanggan, dengan syarat mereka harus bisa membayar secara lunas di dalam periode waktu tertentu.

Contohnya, pelanggan yang mampu melunasi pembayaran produk dalam kurun waktu tertentu akan memperoleh diskon sebanyak 10%. Nah, jika total penjualannya sudah mencapai Rp 1.000.000, maka biaya potongan penjualannya adalah Rp 100.000.

2. Tunjangan Penjualan

Biaya ini akan keluar sebagai bentuk jaminan bila produk yang sudah dibeli oleh pelanggan terdapat kerusakan ataupun mengalami kerusakan. Walaupun memang tidak dikembalikan, namun Anda tetap harus mengeluarkan dana pengembalian sebagai bentuk kompensasi atas barang yang cacat tersebut.

3. Pengembalian Dana Penjualan

Istilah ini seringkali disebut dengan retur, biaya ini akan keluar bila konsumen mengembalikan produk Anda. Bentuk pengembalian ini akan dihitung dengan berdasarkan pengurangan, namun bisa juga mengeluarkan biaya penuh yang berasal dari harga pembelian.

Ketiga biaya tersebutlah yang harus Anda catat secara detail, sehingga nantinya Anda akan mendapatkan nilai penjualan bersih yang lebih akurat dan bisa dicatat dalam laporan keuangan. Semakin akurat biaya yang dicatat pada laporan tersebut, maka akan semakin sehat juga laporan keuangan yang nantinya akan dibuat.

Cara Menghitung Penjualan Bersih dengan Tepat

Berikut ini adalah beberapa tahap dalam menghitung penjualan bersih:

1. Hitunglah Penjualan Kotor secara Menyeluruh

Arti dalam menyeluruh di atas adalah seluruh hasil penjualan kotor yang dilakukan dengan berbagai metode pembayaran dalam kurun waktu satu periode. Anda tidak perlu menulis secara detail tentang metode pembayarannya, cukup masukkan seluruh total penjualan kotor saja.

2. Kurangi dengan Potongan Penjualan

Biaya pertama yang wajib Anda kurangi dari penjualan kotor adalah diskon penjualan atau potongan harga. Biaya ini harus Anda hitung lebih dulu karena biaya yang keluar akan dikatakan sebagai bonus untuk pelanggan karena mampu membayar produk dalam kurun waktu tertentu.

Namun, potongan harga ini bisa menjadi buah simalakama dalam laporan keuangan. Di satu sisi Anda bisa memperoleh laporan arus kas yang lebih stabil. Namun disisi lain akan mengakibatkan kerugian dalam penjualan bersih bila tidak dilakukan secara terus-menerus.

3. Kurangi dengan Biaya Lainnya

Selanjutnya, kurangilah hasil pengurangan sebelumnya dengan biaya lainnya, seperti biaya tunjangan penjualan dan juga retur. Namun, kedua biaya tersebut harus Anda hitung secara terpisah, karena tidak selamanya pembeli mengajukan komplain karena alasan cacat produk. Tunjangan penjualan ini bisa juga kita anggap sebagai diskon yang besar untuk produk cacat.

4. Catat Penjualan Bersih di Laporan Keuangan

Jika biaya diskon penjualan sudah Anda kurangi dengan biaya lainnya yang sudah dijelaskan di atas, maka Anda akan memperoleh nilai penjualan bersih yang sudah siap Anda masukkan ke dalam laporan keuangan.

Pada intinya, rumus penjualan bersih adalah penjualan kotor yang dikurangi dengan berbagai biaya lainnya, seperti retur, diskon, dan juga tunjangan.

Agar lebih jelas lagi, kami akan memberikan contoh menghitung penjualan pada perusahaan PT ABC. Katakanlah penjualan kotor yang mampu dihasilkan oleh perusahaan tersebut adalah Rp 20.000.000. Lalu, terdapat biaya penjualan dengan detail di bawah ini:

  • Potongan penjualan: Rp 1.000.000
  • Tunjangan penjualan: Rp 500.000
  • Retur penjualan: Rp 350.000

Maka, total penjualan bersih yang diperoleh PT ABC adalah Rp 18.150.000, dan laporan penjualan bersih ini sudah siap untuk ditempatkan pada laporan keuangan.

Baca juga: Tips Mudah Memasarkan Produk di Online Shop

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari kami tentang cara menghitung penjualan bersih. Namun ada kalanya penjualan pada hari itu sedang mengalami peningkatan, sehingga akan sulit dalam menghitung biaya dan penjualannya secara detail dan manual.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa menggunakan aplikasi kasir dari Accurate POS. Dengan aplikasi ini, Anda tidak akan kesulitan lagi menghitung laporan penjualan bersih, karena Accurate POS akan menyajikannya pada Anda secara otomatis, cepat dan akurat.

Tertarik? Anda bisa mencoba Accurate POS secara gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.