Pengertian Bisnis Konvensional dan Cara Efektif Menjalankannya

oleh | Des 13, 2023

source envato.

Pengertian Bisnis Konvensional dan Cara Efektif Menjalankannya

Seiring dengan perkembangan zaman, bisnis konvensional mengalami berbagai transformasi untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompleks.

Keberlanjutan bisnis konvensional tidak hanya tergantung pada ketahanan terhadap perubahan, tetapi juga kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dan strategi inovatif tanpa kehilangan akar nilai tradisionalnya.

Dalam konteks ini, penting bagi pelaku bisnis konvensional untuk memahami dinamika pasar, menjaga kualitas produk dan layanan, serta memanfaatkan peluang-peluang baru yang muncul. Keberhasilan bisnis konvensional tidak hanya diukur dari tingkat profitabilitas, tetapi juga kemampuannya untuk menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, mitra bisnis, dan komunitas sekitar.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih lanjut tentang bisnis konvensional, perbedaannya dengan bisnis online, cara efektif dalam menjalankan bisnis konvensional, dan contoh-contoh bisnis konvensional yang masih bertahan sampai sekaran.

Untuk itu, baca terus artikel tentang bisnis konvensional di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Bisnis Konvensional

Pengertian Bisnis Konvensional

ilustrasi bisnis konvensional. source envato

Bisnis konvensional merujuk pada model bisnis yang mengikuti praktik-praktik tradisional dan telah ada sejak lama sebelum adanya revolusi teknologi modern, seperti yang dijelaskan dalam laman LinkedIn. Karakteristik utama dari bisnis tradisional adalah melibatkan interaksi tatap muka, transaksi fisik, dan pemakaian metode konvensional dalam menjalankan operasionalnya.

Berbeda dengan bisnis-bisnis yang lebih modern dan berbasis teknologi, bisnis konvensional seringkali bergantung pada praktik-praktik yang telah mapan dan teruji dari generasi ke generasi.

Beberapa ciri khasnyaantara lain adalah sebagai berikut:

  • Tatap Muka: Bisnis ini cenderung melibatkan komunikasi langsung antara pelanggan dan penjual. Transaksi seringkali terjadi di tempat fisik tertentu, seperti toko atau kantor.
  • Transaksi Tunai: Pembayaran dalam bisnis tradisional sering dilakukan dengan uang tunai, meskipun beberapa bisnis telah mengadopsi pembayaran non-tunai dalam beberapa bentuk.
  • Pasar Lokal: Bisnis konvensional biasanya fokus pada pasar lokal atau regional. Mereka membangun hubungan dengan pelanggan setempat dan sering kali bergantung pada dukungan komunitas.
  • Operasional Tradisional: Proses operasional dalam bisnis ini kebanyakan menggunakan metode tradisional dalam hal manajemen stok, pemasaran, dan layanan pelanggan.
  • Pola Kerja Konvensional: Pola kerja dan jam operasional bisnis ini cenderung mengikuti pola-pola tradisional, seperti jam kerja 9-to-5.

Meskipun bisnis tradisional sering kali dianggap sebagai model bisnis yang lebih klasik, banyak dari mereka telah mengalami adaptasi dan transformasi untuk tetap bersaing di era modern yang didominasi oleh teknologi.

Dalam hal ini, integrasi teknologi ke dalam model bisnis konvensional dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar.

Baca juga: Ide Bisnis Baju Modal 1 Juta dan Cara Menjalankannya

Apa Perbedaan Bisnis Konvensional dan Bisnis Online?

Apa Perbedaan Bisnis Konvensional dan Bisnis Online?

ilustrasi bisnis konvensional. source envato

Bisnis konvensional dan bisnis online adalah dua model bisnis yang memiliki perbedaan signifikan dalam pendekatan, operasional, dan interaksi dengan pelanggan.

1. Pendekatan

Bisnis konvensional, seringkali disebut juga sebagai bisnis tradisional, cenderung menjalankan operasionalnya secara tatap muka dengan pelanggan di tempat fisik tertentu, seperti toko atau kantor. Interaksi dengan pelanggan bersifat langsung, pembayaran sering dilakukan secara tunai, dan bisnis ini lebih terfokus pada pasar lokal atau regional.

Di sisi lain, bisnis online berbasis pada penggunaan teknologi internet. Transaksi, pemasaran, dan interaksi dengan pelanggan terjadi melalui platform online. Toko daring, situs web e-commerce, dan media sosial sering menjadi fondasi bisnis online. Bisnis ini dapat menjangkau pasar global, dan pembayaran seringkali dilakukan secara elektronik, menggunakan kartu kredit, transfer bank online, atau metode pembayaran digital lainnya.

2. Operasional dan Interaksi dengan Pelanggan

Selain itu, bisnis online memiliki fleksibilitas waktu yang lebih besar, yang memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau mengakses layanan kapan saja dan di mana saja.

Dalam hal operasional, bisnis online dapat mengimplementasikan model bisnis yang lebih efisien secara teknologi, termasuk otomatisasi proses dan analisis data yang mendalam untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Meskipun terdapat perbedaan mendasar, banyak bisnis saat ini mengadopsi model hibrida yang menggabungkan elemen-elemen dari kedua model ini.

Sebagai contoh, bisnis ini dapat memanfaatkan keberadaan online untuk meningkatkan visibilitas mereka atau menawarkan layanan tambahan melalui platform digital. Sebaliknya, bisnis online dapat membuka toko fisik sebagai cara untuk membangun kepercayaan pelanggan atau memberikan pengalaman tatap muka yang lebih personal.

Perbedaan antara kedua model bisnis ini mencerminkan dinamika perubahan dalam cara konsumen berinteraksi dengan produk dan layanan di era digital ini.

Baca juga: Peluang Bisnis Angkringan di Indonesia dan Tips Memaksimalkannya

Cara Efektif Menjalankan Bisnis Konvensional

Cara Efektif Menjalankan Bisnis Konvensional.

ilustrasi bisnis konvensional. source envato

Menjalankan bisnis ini dengan efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang karakteristik pasar lokal dan kebutuhan pelanggan.

1. Menjalin Hubungan yang Baik

Pertama-tama, penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan komunitas sekitar. Ini dapat dicapai melalui kehadiran fisik yang konsisten, dukungan untuk kegiatan lokal, dan keterlibatan aktif dalam inisiatif komunitas.

2. Fokus pada Produk dan Layanan

Dalam operasional sehari-hari, fokus pada kualitas produk atau layanan sangatlah penting. Menjaga standar kualitas yang tinggi dapat membangun kepercayaan pelanggan dan menciptakan loyalitas. Komunikasi yang jelas dan transparan juga memainkan peran kunci dalam membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.

3. Manajemen Persediaan yang Efisien

Manajemen stok yang efisien dan pemantauan tren pasar lokal membantu dalam mengantisipasi permintaan pelanggan. Dengan memahami preferensi dan kebutuhan pasar, bisnis tradisional dapat menyesuaikan penawaran produk atau layanan mereka untuk memenuhi harapan pelanggan.

4. Penggunaan Teknologi

Fleksibilitas dalam mengadopsi teknologi moderen juga dapat meningkatkan efisiensi operasional. Meskipun bisnis tradisional ini bergantung pada praktik tradisional, integrasi teknologi seperti pembayaran non-tunai atau platform pemasaran online dapat membantu meningkatkan visibilitas bisnis.

5. Melatih dan Mengembangkan Skill Karyawan

Selain itu, pelatihan dan pengembangan karyawan juga merupakan aspek penting. Karyawan yang terampil dan terlatih dapat memberikan layanan pelanggan yang superior, menciptakan pengalaman positif yang dapat membedakan bisnis tradisional dari pesaingnya.

6. Adaptasi pada Perubahan

Tidak kalah pentingnya adalah memahami perubahan tren pasar dan tetap responsif terhadap perubahan tersebut. Bisnis tradisional yang berhasil adalah yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya, mengambil manfaat dari inovasi tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional yang menjadi dasar bisnis.

Dengan menjalankan bisnis tradisional secara holistik, yaitu dengan memahami kebutuhan pelanggan, memelihara hubungan yang baik dengan komunitas, dan tetap responsif terhadap dinamika pasar, dapat membantu menjaga dan meningkatkan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Baca juga: 10 Ide Bisnis Makanan yang Menjanjikan dan Tips Menjalankannya

Contoh Bisnis Konvensional

Contoh Bisnis Konvensional

ilustrasi bisnis konvensional. source envato

Contoh bisnis konvensional melibatkan model bisnis tradisional yang tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi digital atau platform online. Beberapa contoh bisnis konvensional meliputi:

  • Toko Retail Fisik: Toko pakaian, toko buku, atau toko kelontong yang menjual produk secara langsung kepada pelanggan di lokasi fisik.
  • Restoran atau Kafe: Bisnis makanan dan minuman yang menyediakan layanan di tempat, dengan interaksi langsung antara pelanggan dan pelayan.
  • Bengkel Otomotif: Tempat perbaikan mobil yang menerima kendaraan pelanggan secara langsung untuk perawatan atau perbaikan.
  • Pasar Tradisional: Pasar tradisional yang menyediakan berbagai macam produk dari berbagai penjual lokal di satu lokasi.
  • Pusat Kesehatan dan Kecantikan: Salon, spa, atau klinik kecantikan yang memberikan layanan langsung kepada pelanggan.
  • Perusahaan Konstruksi Lokal: Bisnis yang berfokus pada konstruksi rumah, bangunan komersial, atau proyek konstruksi lainnya di area tertentu.
  • Jasa Kebersihan dan Pemeliharaan: Jasa pembersihan atau perawatan properti yang memberikan layanan di lokasi fisik pelanggan.
  • Pertanian atau Peternakan Lokal: Usaha pertanian atau peternakan yang menghasilkan produk pertanian atau peternakan untuk dipasarkan secara lokal.
  • Biaya Pendidikan atau Pelatihan Lokal: Sekolah atau lembaga pelatihan yang menyediakan layanan pendidikan langsung kepada siswa di tempat tertentu.
  • Pabrik Produksi Lokal: Bisnis manufaktur yang menghasilkan barang atau produk di lokasi fisik tertentu.

Meskipun contoh-contoh ini bersifat konvensional, sebagian besar bisnis tradisional saat ini dapat mengintegrasikan elemen-elemen teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pemasaran, atau meningkatkan layanan pelanggan.

Integritas, kualitas produk atau layanan, dan hubungan yang baik dengan pelanggan dan komunitas tetap menjadi kunci kesuksesan bisnis konvensional.

Baca juga: Apa itu MPOS? Ini Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis!

Penutup

Kesimpulan dari bisnis konvensional adalah bahwa model bisnis ini, meskipun telah eksis sejak lama, masih memiliki relevansi dan keberlanjutan dalam perekonomian modern.

Meskipun terdapat perkembangan teknologi yang pesat, bisnis tradisional menunjukkan keberhasilannya dalam mempertahankan karakteristik tradisionalnya dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pentingnya menjaga hubungan yang kuat dengan komunitas lokal dan pelanggan menjadi landasan utama kesuksesan bisnis tradisional. Kemampuan untuk menyediakan produk atau layanan berkualitas, memberikan pengalaman pelanggan yang positif, dan merespons kebutuhan pasar lokal tetap menjadi fokus utama.

Meskipun bisnis tradisional umumnya bersifat lokal, terdapat potensi untuk mengintegrasikan teknologi secara bijak. Penggunaan platform online, pembayaran non-tunai, atau strategi pemasaran digital dapat membantu bisnis konvensional mencapai lebih banyak pelanggan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Jadi, bisnis konvensional menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya terletak pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kebijaksanaan dalam menjalankan operasional sehari-hari dan kemampuan untuk tetap relevan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Bisnis konvensional, dengan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya sambil tetap responsif terhadap perubahan, dapat tetap menjadi pemain kunci dalam ekosistem bisnis secara keseluruhan.

Nah, salah satu cara untuk tetap responsif pada perubahan yang tengah berkembang adalah dengan menggunakan aplikasi kasir digital dari Accurae POS.

Kenapa? Karena aplikasi ini mampu mempercepat transaksi di konter kasir dengan menyajikan banyak metode pembayaran, mencatat transaksi secara otomatis, hingga menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan.

Lebih dari itu, Accurate POS juga akan membantu Anda dalam mengelola persediaan, aset, inventaris, melakukan penjualan dan pembelian, dan masih banyak lagi.

Dengan begitu, bisnis Anda nantinya akan berjalan lebih efektif dan efisien. Bahkan, Anda juga bisa memiliki waktu yang lebih banyak dalam mengembangkan bisnis.

Klik tautan gambar di bawah ini sekarang juga untuk langsung mencoba menggunakan Accurate POS.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

11 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Daftar konsultasi accurate lite
Ayunda

Artikel Terkait