Apa itu Wholesale? Ini Pengertian, Jenis dan 12 Kelebihan Utama Menjadi Seorang Wholesaler

oleh | Okt 19, 2023

source envato.

Apa itu Wholesale? Ini Pengertian, Jenis dan 12 Kelebihan Utama Menjadi Seorang Wholesaler

Dalam era digital yang semakin berkembang, istilah “wholesale” semakin sering didengar dalam percakapan sehari-hari. Namun, seberapa banyak dari kita yang benar-benar memahami apa itu wholesale dan bagaimana perannya dalam dunia bisnis? Apakah wholesale hanya sebatas sebuah kata dalam kamus bisnis, atau ada arti yang lebih dalam dan signifikan di baliknya?

Wholesale bukan sekadar istilah yang dilemparkan di antara para pengusaha. Lebih dari itu, wholesale adalah fondasi dari banyak rantai pasokan dan merupakan elemen penting dalam ekonomi global.

Dalam artikel ini, kita akan merunut makna dan peran wholesale dalam dunia bisnis, serta menggali lebih dalam mengenai konsep ini yang seringkali dianggap sepele. Mari kita coba memahami apa itu wholesale dan bagaimana pengaruhnya dalam kerangka ekonomi dan perdagangan.

Apa itu Wholesale?

apa itu wholesale

ilustrasi apa itu wholesale. source envato

Apa itu Wholesale? Menurut laman Wikipedia, wholesale adalah istilah yang digunakan dalam dunia bisnis untuk merujuk kepada kegiatan penjualan produk atau barang dalam jumlah besar kepada pihak lain yang bukan konsumen akhir.

Dalam proses wholesale, produk biasanya dibeli dari produsen atau distributor dalam jumlah besar dan kemudian dijual lagi kepada pengecer (retailer), bisnis, atau institusi lainnya yang membutuhkan barang-barang tersebut untuk dijual kepada konsumen akhir.

Kegiatan wholesale memiliki beberapa ciri khas, seperti pembelian dalam volume besar, harga yang lebih rendah per unit dibandingkan dengan pembelian eceran, dan fokus pada penjualan kepada bisnis atau lembaga lainnya, bukan individu konsumen.

Hal ini memungkinkan bisnis-bisnis yang melakukan wholesale untuk menghasilkan keuntungan dengan volume penjualan yang tinggi.

Wholesale sering menjadi bagian penting dalam rantai pasokan, membantu mengalirkan produk dari produsen ke konsumen akhir dengan efisien. Ini juga memainkan peran strategis dalam distribusi dan pemasaran produk-produk yang beragam, mulai dari makanan, pakaian, barang elektronik, hingga perlengkapan rumah tangga.

Baca juga: Pengertian Bisnis Afiliasi beserta 4 Keuntungan dan Kerugiannya

Jenis-Jenis Wholesale

Jenis-Jenis Wholesale

ilustrasi apa itu wholesale. source envato

Setelah mengetahui apa itu wholesale, perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa jenis wholesale dalam dunia bisnis. Setiap jenis memiliki karakteristik khusus dan tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan bisnis. Berikut adalah beberapa jenis wholesale yang dapat dengan mudah kita jumpai:

1. Distributor Wholesale

Distributor adalah perantara antara produsen dan pengecer. Mereka membeli produk dalam jumlah besar dari produsen atau pemasok dan kemudian mendistribusikannya kepada pengecer yang lebih kecil. Distributor sering memiliki wilayah tertentu yang mereka layani.

2. Cash and Carry Wholesale

Bisnis cash and carry umumnya melayani pengecer atau bisnis lain yang memerlukan barang dalam jumlah besar. Pelanggan datang ke toko cash and carry, memilih produk, dan membayar secara tunai. Ini biasanya digunakan oleh pemilik toko kecil atau pemilik usaha makanan.

3. Merchant Wholesaler

Merchant wholesale adalah jenis wholesale yang memiliki barang dalam stok dan menjualnya kepada pelanggan lain. Mereka dapat memiliki gudang sendiri dan biasanya memiliki berbagai macam produk dalam stok.

4. Dropshipping

Ini adalah bentuk wholesale di mana bisnis tidak perlu menyimpan barang dalam stok. Mereka bermitra dengan produsen atau distributor yang mengirim produk langsung kepada pelanggan akhir ketika ada pesanan. Bisnis dropshipping biasanya beroperasi secara online.

5. Manufacturers’ Sales Branches and Offices (MSBO)

Ini adalah divisi penjualan yang dimiliki dan dioperasikan oleh produsen. Mereka menjual produk langsung kepada pengecer atau bisnis lain.

6. Jobber Wholesaler

Jobber adalah perantara yang biasanya beroperasi dalam industri otomotif. Mereka menyediakan suku cadang dan perlengkapan otomotif kepada bengkel atau pengecer lain.

7. Specialty Wholesaler

Wholesale spesialis fokus pada jenis produk tertentu, seperti produk elektronik, produk makanan, atau barang-barang industri. Mereka memiliki pengetahuan khusus dalam kategori produk mereka.

8. Rack Jobbers

Rack jobbers adalah wholesaler yang mengelola stok dan rak display di toko pengecer. Mereka bertanggung jawab atas pengelolaan dan penjualan produk di tempat pengecer tersebut.

9. Broker Wholesaler

Broker wholesaler bertindak sebagai perantara antara produsen dan pembeli, tetapi mereka tidak memiliki stok barang. Mereka mengatur kesepakatan antara kedua pihak dan menerima komisi sebagai imbalan.

Pilihan jenis wholesale yang tepat tergantung pada jenis bisnis yang Anda jalankan, produk yang Anda jual, dan strategi distribusi yang Anda inginkan. Beberapa bisnis mungkin memilih untuk menggunakan kombinasi dari beberapa jenis wholesale untuk mencapai tujuan mereka.

Cara Mendapatkan Keuntungan Bagi Wholesaler

Cara Mendapatkan Keuntungan Bagi Wholesaler

ilustrasi apa itu wholesale. source envato

Setelah mengetahui apa itu wholesale dan jenis-jenisnya, sebagian dari Anda pasti bingung tentang bagaimana para wholsaler mendapatkan keuntungan. Nah, berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu wholesaler mendapatkan keuntungan:

1. Negosiasi Harga

Salah satu cara utama bagi wholesaler untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan bernegosiasi harga yang menguntungkan ketika mereka membeli produk dari produsen atau distributor. Semakin baik harga beli yang mereka dapatkan, semakin besar potensi margin keuntungan mereka.

2. Pembelian dalam Jumlah Besar

Wholesaler sering membeli produk dalam jumlah besar. Dengan membeli dalam volume tinggi, mereka dapat memperoleh diskon dan harga yang lebih baik dari pemasok mereka.

3. Efisiensi Logistik

Memastikan efisiensi dalam proses logistik adalah kunci untuk mengurangi biaya transportasi dan penyimpanan. Ini mencakup pemilihan jalur pengiriman yang efisien dan pengelolaan gudang yang baik.

4. Stok yang Tepat

Wholesaler harus memiliki stok yang sesuai dengan permintaan pelanggan mereka. Terlalu banyak stok yang tidak terjual dapat mengakibatkan biaya penyimpanan yang tinggi, sedangkan terlalu sedikit stok dapat menyebabkan kehilangan peluang penjualan. Menerapkan prinsip manajemen inventaris yang baik adalah penting.

5. Diversifikasi Portofolio Produk

Menawarkan beragam produk dalam kategori yang relevan dapat membantu wholesaler menjangkau lebih banyak pelanggan dan menciptakan peluang penjualan tambahan.

6. Pemberian Nilai Tambah

Wholesaler dapat memberikan nilai tambah dengan memberikan layanan seperti pengemasan ulang, pelabelan produk, atau penyediaan informasi produk yang komprehensif kepada pelanggan. Ini dapat meningkatkan daya tarik produk mereka di pasaran.

7. Layanan Pelanggan yang Baik

Melayani pelanggan dengan baik, memberikan pelayanan yang responsif, dan menjaga hubungan yang baik dengan mereka adalah kunci untuk mempertahankan dan memperluas pangsa pasar.

8. Pemasaran yang Efektif

Wholesaler juga dapat menginvestasikan dalam pemasaran yang efektif untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial. Ini termasuk memiliki situs web yang informatif dan mengiklankan produk mereka.

9. Penyelidikan Pasar dan Analisis Tren

Memahami tren pasar dan permintaan pelanggan dapat membantu wholesaler menyesuaikan portofolio produk mereka dan memasok barang yang lebih diminati.

10. Kendalikan Biaya Operasional

Mengendalikan biaya operasional adalah penting. Ini mencakup mengelola overhead, biaya transportasi, dan biaya penyimpanan dengan efisien.

11. Bermitra dengan Pemasok Terpercaya

Memilih pemasok yang dapat diandalkan dan berkualitas baik adalah kunci. Kepuasan pelanggan seringkali tergantung pada kualitas produk yang Anda jual.

12. Perluas Pangsa Pasar

Selain mempertahankan pelanggan yang ada, wholesaler juga harus mencari peluang untuk memperluas pangsa pasarnya dengan mengeksplorasi pasar baru atau mengembangkan hubungan dengan bisnis-bisnis lain.

Keuntungan bagi wholesaler dapat diperoleh melalui strategi yang cerdas, manajemen yang efisien, dan fokus pada kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, mereka dapat berperan penting dalam rantai pasokan dan menjaga bisnis mereka tetap menguntungkan.

Baca juga: Apa itu Konsep Bisnis? Ini Pengertian dan Fungsinya!

Kelebihan Menjadi Wholesaler

Kelebihan Menjadi Wholesaler

ilustrasi apa itu wholesale. source envato

Setelah mengetahui apa itu wholesale, jenis, dan cara mereka mendapatkan keuntungan, Anda harus mengethaui bahwa terdapat beberapa kelebihan utama menjadi seorang wholesaler, yaitu:

1. Margin Keuntungan yang Lebih Tinggi

Wholesaler biasanya membeli produk dalam jumlah besar dari produsen atau distributor dengan harga yang lebih rendah per unit. Ini memungkinkan mereka untuk menjual produk dengan margin keuntungan yang lebih besar daripada pengecer.

2. Volume Penjualan yang Tinggi

Wholesaler seringkali berurusan dengan jumlah stok yang besar dan melayani berbagai pelanggan, termasuk pengecer, bisnis, dan institusi lainnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjual produk dalam volume yang tinggi.

3. Diversifikasi Portofolio Produk

Wholesaler dapat menyediakan beragam produk dalam berbagai kategori, memungkinkan mereka untuk menjangkau berbagai pelanggan dan menciptakan peluang penjualan yang lebih luas.

4. Peran Sentral dalam Rantai Pasokan

Wholesaler adalah bagian penting dalam rantai pasokan. Mereka membantu menghubungkan produsen dengan pengecer dan mengalirkan produk ke pasar dengan efisien.

5. Pengaruh dalam Harga

Wholesaler dapat memainkan peran dalam menstabilkan harga di pasar. Mereka dapat membeli produk dalam jumlah besar dan menjualnya dengan harga yang kompetitif, membantu menjaga stabilitas harga.

6. Pemahaman Mendalam tentang Pasar

Wholesaler sering memiliki wawasan yang mendalam tentang pasar dan tren konsumen karena mereka berinteraksi dengan berbagai jenis pelanggan. Ini dapat memberi mereka keunggulan dalam merespons perubahan pasar.

7. Pengelolaan Stok yang Efisien

Wholesaler biasanya memiliki sistem pengelolaan stok yang baik, memastikan ketersediaan produk yang konsisten dan pengiriman yang tepat waktu kepada pelanggan mereka.

8. Penghargaan Kontrak Jangka Panjang

Wholesaler yang memiliki hubungan bisnis yang baik dengan produsen atau distributor dapat mendapatkan kontrak jangka panjang yang menguntungkan, termasuk harga khusus, dukungan pemasaran, dan pemenuhan pesanan yang lebih baik.

9. Pemberian Nilai Tambah

Wholesaler dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan memberikan layanan seperti pengemasan ulang, pelabelan produk, pengiriman yang cepat, dan dukungan teknis.

10. Skala Bisnis yang Besar

Bisnis wholesaler sering memiliki skala yang besar, yang dapat memberikan stabilitas finansial dan kemampuan untuk berinvestasi dalam pengembangan bisnis.

11. Kemungkinan Penetrasi Pasar yang Lebih Luas

Dengan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemain dalam industri, wholesaler memiliki potensi untuk memperluas cakupan geografis dan pasar yang lebih luas.

12. Penghematan Waktu dan Sumber Daya

Wholesaler dapat membantu produsen menghemat waktu dan sumber daya dengan mengelola penjualan kepada berbagai pengecer dan bisnis, memungkinkan produsen fokus pada produksi.

Kelebihan menjadi wholesaler terutama terletak pada kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan melalui penjualan dalam jumlah besar, memiliki hubungan dengan berbagai pemain dalam rantai pasokan, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan mereka.

Namun, menjadi wholesaler juga memerlukan manajemen yang baik, pengetahuan pasar yang mendalam, dan pemahaman yang kuat tentang produk dan industri yang mereka layani.

Baca juga: PT (Perseroan Terbatas): Pengertian PT, Jenis, Ciri-ciri, dan Unsurnya

Penutup

Jadi, apa itu wholesale? wholesale adalah konsep bisnis yang melibatkan pembelian dan penjualan produk dalam jumlah besar kepada pihak lain yang bukan konsumen akhir. Wholesaler memainkan peran penting dalam rantai pasokan dan distribusi produk dengan menyediakan produk kepada pengecer, bisnis, atau lembaga lainnya

Dalam proses ini, wholesaler memperoleh keuntungan melalui pembelian dalam jumlah besar, negosiasi harga yang menguntungkan, dan efisiensi operasional. Mereka juga dapat memberikan nilai tambah dengan layanan seperti pengemasan ulang, pelabelan, dan pengiriman yang cepat.

Nah, bila Anda tertarik untuk menjadi seorang wholesaler, maka Anda harus bisa mencatat setiap keuntungan yang Anda dapatkan dengan teliti. Fungsinya agar nantinya Anda bisa mengetahui apakah bisnis Anda mengalami kemajuan atau kemunduran.

Tapi bila Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan binsis dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini akan mencatat seluruh transaksi yang terjadi di dalam bisnis Anda secara otomatis, termasuk mencatat keuntungan. Accurate Online juga akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan bisnis dan laporan keuangan yang akan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan.

Lebih dari itu, aplikasi ini akan membantu pekerjaan administratif Anda yang sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan banyak waktu, menjadi lebih serba otomatis dan cepat. Dengan begitu, Anda bisa mengelola bisnis secara efektif dan efisien. Anda juga bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Masih ragu dengan Accurate Online? Klik tuatan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate Online terlebih dahulu selama 30 hari, Gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

858 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait