14 Cara Membuat Bisnis Plan Model Canvas dan Contoh Sederhananya

oleh | Des 7, 2023

source envato.

14 Cara Membuat Bisnis Plan Model Canvas dan Contoh Sederhananya

Dalam era bisnis yang kompetitif seperti sekarang, sebuah perencanaan yang matang menjadi kunci kesuksesan suatu usaha. Bisnis plan model canvas telah menjadi alat yang sangat efektif dalam merancang strategi bisnis secara komprehensif. Dengan merinci setiap elemen bisnis ke dalam segmen yang terstruktur, model canvas memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana suatu perusahaan dapat mencapai tujuannya.

Pentingnya bisnis plan model canvas tidak dapat diabaikan, terutama ketika merencanakan pertumbuhan bisnis atau memulai usaha baru. Melalui pendekatan ini, pemilik bisnis dan pemangku kepentingan lainnya dapat melihat keseluruhan gambaran bisnis secara holistik, mulai dari proposisi nilai hingga sumber daya kunci yang diperlukan.

Bisnis plan model canvas menyajikan sembilan elemen kunci yang mewakili fondasi bisnis, yakni segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan dengan pelanggan, sumber daya kunci, kegiatan kunci, mitra kunci, biaya, dan pendapatan. Dengan merinci setiap elemen ini, perusahaan dapat merumuskan strategi yang lebih terarah dan efisien.

Pentingnya memahami setiap elemen model canvas tidak hanya membantu dalam perencanaan bisnis jangka pendek, tetapi juga membuka peluang untuk pertumbuhan jangka panjang.

Dalam artikel ini, kita akan memepelajari bersama tentang bisnis plan model canvas secara mendalam, memahami bagaimana integrasi yang tepat dapat menciptakan fondasi bisnis yang kokoh dan tangguh di tengah dinamika pasar. Untuk itu, baca terus artikel tentang bisnis plan model canvas di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Bisnis Plan Model Canvas

Pengertian Bisnis Plan Model Canvas

ilustrasi bisnis plan model canvas. source envato

Laman resmi Wikipedia menjelaskan bahwa Business Model Canvas (BMC) adalah suatu alat atau kerangka kerja yang digunakan untuk merancang, menggambarkan, dan memahami model bisnis suatu perusahaan. Dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur, Business Model Canvas membantu pengusaha dan perencana bisnis untuk secara visual merinci elemen-elemen kunci yang membentuk suatu bisnis.

Business Model Canvas terdiri dari sembilan elemen utama yang mencakup semua aspek penting dari suatu bisnis. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang masing-masing elemen tersebut:

  1. Segment Pelanggan (Customer Segments): Identifikasi siapa saja yang akan menjadi pelanggan atau pengguna produk atau layanan Anda.
  2. Proposisi Nilai (Value Propositions): Jelaskan nilai atau manfaat apa yang ditawarkan kepada pelanggan, dan mengapa produk atau layanan Anda unik.
  3. Saluran Distribusi (Channels): Tentukan cara Anda akan mengantarkan produk atau layanan ke pelanggan Anda.
  4. Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships): Jelaskan bagaimana Anda akan membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan Anda.
  5. Sumber Daya Kunci (Key Resources): Identifikasi aset atau elemen kunci yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.
  6. Kegiatan Kunci (Key Activities): Jelaskan kegiatan-kegiatan utama yang perlu dilakukan untuk menjalankan bisnis.
  7. Mitra Kunci (Key Partnerships): Identifikasi mitra atau pihak ketiga yang dapat membantu memperkuat bisnis Anda.
  8. Biaya (Cost Structure): Rincian biaya-biaya yang terkait dengan operasional bisnis.
  9. Pendapatan (Revenue Streams): Jelaskan bagaimana bisnis Anda akan menghasilkan pendapatan melalui produk atau layanan yang ditawarkan.

Dengan menyusun Business Model Canvas, perusahaan dapat dengan jelas melihat dan memahami bagaimana setiap elemen ini berinteraksi dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bisnis.

Model ini mampu memberikan gambaran yang lebih holistik dan terintegrasi daripada rencana bisnis tradisional, sehingga memudahkan pengambilan keputusan strategis dan penyesuaian ketika diperlukan.

Baca juga: Lean Canvas: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Contoh dan Komponennya

Cara Membuat Bisnis Plan Model Canvas

Cara Membuat Bisnis plan Model Canvas

ilustrasi bisnis plan model canvas. source envato

Berikut adalah panduan langkah-demi-langkah untuk membuat bisnis plan model canvas yang efektif:

1. Mulailah dengan Menentukan Tujuan Bisnis:

Identifikasi secara jelas apa tujuan bisnis Anda. Apakah itu untuk memulai usaha baru, mengembangkan produk atau layanan baru, atau meningkatkan model bisnis yang sudah ada.

2. Pahami Elemen-Elemen Business Model Canvas

Kenali masing-masing elemen bisnis plan model canvas dan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap elemen saling terkait. Pahami hubungan antara segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, dan elemen lainnya.

3. Identifikasi Segmen Pelanggan

Tentukan siapa target pasar atau pelanggan Anda. Pisahkan pelanggan menjadi segmen-segmen berdasarkan karakteristik yang relevan.

4. Rinci Proposisi Nilai

Jelaskan dengan jelas apa yang membuat produk atau layanan Anda unik dan berharga bagi pelanggan. Fokus pada manfaat utama yang Anda tawarkan.

5. Tentukan Saluran Distribusi:

Pilih saluran distribusi yang paling efektif untuk mencapai pelanggan Anda. Apakah itu melalui penjualan langsung, e-commerce, agen, atau saluran lainnya.

6. Atur Hubungan dengan Pelanggan

Pertimbangkan jenis hubungan yang ingin Anda bangun dengan pelanggan. Apakah itu melalui layanan pelanggan yang luar biasa, personalisasi produk, atau model hubungan lainnya.

7. Identifikasi Sumber Daya utama

Tentukan sumber daya yang kritis untuk menjalankan bisnis Anda. Sumber daya ini bisa berupa aset fisik, keahlian khusus, atau teknologi tertentu.

8. Rinci Kegiatan utama

Jelaskan kegiatan-kegiatan inti yang harus Anda lakukan untuk memberikan nilai kepada pelanggan dan menjalankan operasional bisnis.

9. Cari Mitra Utama

Identifikasi mitra atau pihak ketiga yang dapat membantu memperkuat bisnis Anda, termasuk pemasok, distributor, atau mitra strategis lainnya.

10. Menghitung Biaya

Rinci biaya-biaya yang terkait dengan operasional bisnis Anda. Pisahkan antara biaya tetap dan biaya variabel.

11. Tentukan Pendapatan

Jelaskan bagaimana Anda akan menghasilkan pendapatan melalui produk atau layanan yang ditawarkan. Tentukanlah model harga dan sumber pendapatan utama.

12. Bangun Business Model Canvas:

Gunakanlah kertas besar atau alat online untuk membuat bisnis plan model canvassecara visual. Tempatkan setiap elemen di tempat yang sesuai, dan pastikan hubungan antar-elemen tergambar dengan jelas.

13. Evaluasi dan Koreksi

Evaluasi BMC Anda secara kritis. Apakah model bisnis ini realistis? Apakah ada peluang untuk meningkatkan efisiensi atau memperluas pangsa pasar? Koreksi dan perbaiki bisnis plan model canvas sesuai kebutuhan.

14. Gunakan Sebagai Panduan Strategis

Gunakan bisnis plan model canvas sebagai panduan strategis Anda. Ini bukan dokumen yang sekadar disimpan di lemari, tetapi alat yang digunakan untuk membimbing pengambilan keputusan dan perencanaan jangka panjang.

Membuat Business Model Canvas membutuhkan pemikiran kreatif dan analitis. Pastikan untuk melibatkan tim kunci dan mendapatkan masukan dari berbagai perspektif untuk memastikan kekomprehensifan dan keterlibatan seluruh tim dalam perencanaan bisnis.

Baca juga: Business Model Canvas: Pengertian, Elemen dan Fungsinya Bagi Bisnis

Contoh Bisnis Plan Model Canvas Sederhana

Contoh Bisnis Plan Model Canvas Sederhana

ilustrasi bisnis plan model canvas. source envato

Berikut adalah contoh sederhana bisnis plan model canvas untuk usaha katering makanan sehat:

1. Segment Pelanggan (Customer Segments)

Individu dan keluarga yang sibuk dan peduli kesehatan di area perkotaan.

2. Proposisi Nilai (Value Propositions)

Makanan sehat dan lezat yang disajikan secara praktis, menyediakan opsi makanan harian yang seimbang dan bernutrisi.

3. Saluran Distribusi (Channels)

Penjualan online melalui situs web dan aplikasi mobile, dengan opsi pengiriman atau penjemputan sendiri.

4. Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships)

Layanan pelanggan responsif melalui chat online dan hotline, update menu secara reguler, dan program loyalitas pelanggan.

5. Sumber Daya Utama (Key Resources)

Dapur produksi, tim koki, situs web atau aplikasi mobile, kendaraan pengiriman.

6. Kegiatan Utama (Key Activities):

Persiapan makanan, pemesanan bahan baku, manajemen stok, pengelolaan situs web dan aplikasi.

7. Mitra Utama (Key Partnerships)

Pemasok bahan makanan organik, penyedia layanan pengiriman, mitra pemasaran online.

8. Biaya (Cost Structure)

Biaya produksi makanan, biaya pemasaran online, biaya karyawan, biaya bahan baku.

9. Pendapatan (Revenue Streams):

Penjualan langsung makanan melalui situs web atau aplikasi mobile, biaya pengiriman, paket langganan bulanan.

Dengan menggunakan Business Model Canvas ini, pemilik bisnis dapat dengan cepat melihat struktur bisnis secara menyeluruh.

Misalnya, dapat terlihat bahwa biaya pengiriman merupakan bagian signifikan dari model bisnis, sehingga pemilik bisnis dapat berfokus pada strategi pengiriman yang efisien untuk meningkatkan profitabilitas. Demikian pula, dengan menonjolkan proposisi nilai “makanan sehat dan lezat,” pemilik bisnis dapat lebih fokus pada pemasaran dan inovasi menu yang menguatkan citra merek mereka.

Baca juga: Apa itu Konsep Bisnis? Ini Pengertian dan Fungsinya!

Penutup

Jadi, bisnis plan model canvas adalah alat yang sangat efektif untuk merencanakan, menggambarkan, dan memahami model bisnis suatu perusahaan secara holistik.

Dengan merinci sembilan elemen kunci, mulai dari segmen pelanggan hingga pendapatan, BMC memberikan pandangan yang jelas dan terintegrasi tentang bagaimana sebuah bisnis beroperasi dan mencapai tujuannya.

Proses pembuatan BMC dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang tujuan bisnis dan dilanjutkan dengan identifikasi setiap elemen secara rinci.

Dengan menyusun BMC, perusahaan dapat dengan cepat mengevaluasi model bisnisnya, mengidentifikasi peluang dan tantangan, serta membuat keputusan strategis yang tepat.

Pentingnya BMC terletak pada kemampuannya untuk menyajikan informasi secara visual, memungkinkan pemangku kepentingan untuk dengan mudah memahami kompleksitas bisnis.

Jadi, BMC bukan hanya merupakan dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi panduan strategis yang dapat terus disesuaikan seiring perkembangan pasar dan perusahaan.

Namun, untuk membuat bisnis yang lebih efektif dan efisien, terlebih lagi di jaman yang sudah serba digital seperti saat ini, Anda harus menerapkan teknologi digital ke dalam bisnis Anda. Kabar baiknya, Accurate Online mampu melakukan hal tersebut.

Software akuntansi dan bisnis terlengkap ini mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif Anda menjadi lebih cepat dan efisien. Contohnya seperti mencatat transaksi, membuat laporan keuangan, mengelola persediaan, mengurus laporan perpajakan, hingga mengurus operasional manufaktur.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis. Bahkan, Anda bisa memaksimalkan potensi keuntungan yang ada.

Ayo buktikan sendiri dengan mencoba Accurate Online selama 30 hari Gratis malalui tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait