Apa itu Digital Business? Ini Pengertian dan Manfaatnya!

Di zaman yang sudah modern seperti saat ini, digital business telah menjadi hal yang penting dan harus dipelajari oleh seluruh pebisnis. Karena, bisnis yang tidak ingin bergerak ke arah digital tidak akan bisa bertahan melawan derasnya arus teknologi dan persaingan dari berbagai bisnis lainnya.

Sudah banyak sekali perusahaan besar yang terpaksa harus tutup karena terlambat bertransformasi ke dunia baru. Kabar baiknya, setiap pebisnis saat ini tidak perlu lagi khawatir, karena sebagian besar bisnis baru kini sudah pasti disertai dengan platform digital.

Bila Anda saat ini adalah salah satu manajer bisnis perusahaan, maka ini waktu yang tepat untuk memeriksa sistem bisnis Anda. Perubahan yang terjadi hampir pada seluruh aspek kehidupan ke arah digital menjadi salah satu bukti tentang peran penting bidang ini.

Lantas, apa itu digital business? Apa saja manfaatnya? Adakah jenis-jenis dari digital business? Ini jawabannya!

Apa itu Digital Business?

Sama seperti namanya, digital business adalah suatu bisnis yang menggunakan berbagai peralatan digital atau bisa dikatakan sebagai bisnis yang sudah bertransformasi digital. Secara umum, digital business adalah bisnis yang menggunakan kecanggihan teknologi demi menciptakan suatu produk ataupun memasarkan produknya.

Umumnya, penjualan produk untuk bisnis digital ini dilakukan secara online dengan menggunakan berbagai media digital, terutama internet.

Namun, bisnis ini sebenarnya tidak hanya menjual produk saja, namun juga bisa menjual layanan jasa. Sepanjang mereka menggunakan berbagai perlengkapan teknologi, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai digital business.

Baca juga: Apa Itu Corporate Communication Strategy dan Bagaimana Cara Menyusunnya?

Kenapa Digital Business Sangat Penting?

Akhir-akhir ini, sebagian besar dari kita pasti sudah merasakan sendiri bahwa bisnis yang sudah bertransformasi secara digital atau online bisa bertahan di tengah pandemi, sedangkan perusahaan besar yang tidak bisa beradaptasi langsung gugur, bahkan hingga berhenti menjalankan operasionalnya.

Berdasarkan laman IT Pro, sebanyak 8 dari 10 perusahaan di semua dunia beralih secara cepat ke platform digital sejak awal tahun 2020. Rencana yang pada mulanya harus dilakukan dalam kurun waktu 2 hingga 5 tahun kedepan, secara mendadak harus dilakukan sesegera mungkin dalam hitungan bulan bila ingin terus eksis di pasar.

Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa membangun digital business bisnis untuk berbagai jenis produk sangat penting, termasuk pada produk konvensional.

Persaingan bisnis di dalam dunia digital pun saat ini sudah semakin ketat. Baik itu bisnis baru ataupun perusahaan yang sudah besar, mereka berkompetisi dalam memberikan pelayanan terbaik pada pelanggannya.

Di sisi lain, perusahaan yang masih teguh mempertahankan cara konvensional rata-rata tidak ada yang bisa bertahan dalam kurun waktu satu tahun.

Nah, sebagai pebisnis muda yang kreatif, Anda harus lebih jeli dalam melihat peluang saat membuat layanan digital agar pelanggan bisa lebih tertarik dengan pelayanan digital dari brand Anda. Kasus yang terjadi seperti di tahun 2020 menjadi bukti bahwa membawa bisnis ke arah digital sudah menjadi suatu kewajiban.

Baca juga: Apa itu Harga Psikologi? Bagaimana Cara Menerapkannya?

Apa Saja Jenis-jenis Digital Business?

Sebagian masyarakat Indonesia hanya tahu bahwa digital business adalah bisnis yang bergerak secara online saja. Padahal, terdapat banyak cara perusahaan, brand, atau website di dalam dunia digital.

Berdasarkan laman More Than Digital, terdapat 11 cara operasional suatu perusahaan dalam ranah digital. Namun, kali ini kita hanya membahas contoh yang memang paling banyak diterapkan di Indonesia saja.

1. Marketplace

Jenis digital business yang paling banyak diketahui oleh masyarakat awam di Indonesia adalah marketplace. Sebagian dari Anda pasti pernah mendengar beberapa perusahaan marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lain-lain.

Marketplace adalah suatu digital business yang mana pemiliknya akan menyediakan tempat atau media pada orang lain untuk berjualan pada platformnya. Itu artinya, produk yang terdapat dalam bisnis ini adalah suatu platform online agar pihak pembeli atau penjual bisa berbelanja secara aman dan nyaman.

Sebagian besar aplikasi marketplace memiliki fitur yang lebih banyak daripada e-commerce. Karena, pemilik marketplace bisa lebih fokus dalam mengalokasikan modalnya untuk mengembankan platform terbaik tanpa harus terlebih dulu memikirkan kualitas produk fisik.

Tentunya hal ini berbeda dengan e-commerce, yang mana modalnya harus terlebih dulu dibagi antaran pengembangan produk fisik dan mengembankan media digital.

2. E-Commerce

Bila bisnis model marketplace hanya menyediakan media untuk mempertemukan pembeli dan penjual, maka jenis e-commerce ini akan lebih menyediakan produk sekaligus media khusus untuk menjual produk yang mereka ciptakan.

Sebagai contoh, perusahaan softlens mata yang membuat suatu website agar pembeli bisa langsung memesan softlens di websitenya. Contoh lainnya adalah perusahaan penyedia minuman boba yang menyediakan aplikasi tertentu agar pelanggan bisa langsung memesan minuman boba kesukaannya lewat aplikasi tersebut.

Untuk itu, sebagian besar media digital yang digunakan dalam bentuk e-commerce ini memiliki fitur yang lebih sedikit daripada marketplace. Karena, perusahaan tidak bisa memfokuskan modalnya dalam pengembangan platform digital saja.

3. Subscription

Sebenarnya, jenis bisnis ini juga sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Karena, sudah ada banyak sekali bisnis yang bergerak dalam bidang model subscription ini, contohnya seperti Netflix, Spotify, Zoom, Disney+, dan lain sebagainya.

Jenis model ini sebenarnya sama seperti dulu, yang mana Anda harus berlangganan majalah atau koran untuk konten yang dikirim setiap minggu sampai setiap bulan.

Perbedaannya, saat ini konten tersebut lebih bersifat digital dan bisa dinikmati secara online tanpa harus membawa produk fisiknya. Walaupun demikian, beberapa bisnis model subscription masih ada yang menawarkan produk fisik, seperti bisnis langganan makanan ringan atau katering online.

4. Ad-supported

Perlu Anda ketahui, bahwa perusahaan media sosial seperti Facebook, WhatsApp atau Instagram adalah digital business yang beroperasi secara Ad-supported atau Ad-based. Itu artinya, perusahaan tersebut bisa mendapatkan keuntungan dari setiap promosi, iklan, atau sponsor yang masuk ke layanan mereka.

Untuk di Indonesia sendiri, bisnis yang bergerak dengan cara ini umumnya perusahaan peliki komik gratis, aplikasi berita, dan aplikasi berbagi video singkat.

Baca juga: Business to Government: Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Model Bisnis Lain

Apa Manfaat Membangung Digital Business?

Beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan saat membangun bisnis dengan melibatkan teknologi digital adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan Pengalaman Pelanggan yang Luar Biasa

Perkembangan teknologi memberikan dampak positif pada cara perusahaan melakukan interaksi dengan konsumen atau calon pelanggan.

Teknologi yang dilibatkan tidak hanya bisa mempermudah proses interaksi, tapi juga bisa meningkatkan layanan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan setiap konsumen. Alhasil, pelanggan pun akan merasa lebih puas dan mereka mau memberikan nilai tambah untuk perusahaan.

2. Meningkatkan Keterampilan Pegawai

Karyawan atau pegawai perusahaan pun menjadi pihak yang diuntungkan bila Anda bertransformasi ke ranah digital

Saat perusahaan Anda bertransformasi ke ranah digital di setiap proses operasional, maka karyawan Anda akan bisa mengembangkan keterampilannya agar bisa memberikan hasil kerja yang sesuai dengan harapan. Hal tersebut menjadi suatu poin penting yang mampu meningkatkan kualitas kerja perusahaan secara menyeluruh.

3. Mempermudah Proses Pengumpulan dan Analisa Data

Kemudahaan sudah menjadi hal yang melekat pada penggunakan teknologi digital. Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk pelanggan, tapi juga perusahaan. Bisnis yang sudah bertransformasi ke dunia digital terbukti bisa lebih mudah dalam melakukan pengumpulan dan analisa data yang dibutuhkan untuk perkembangan perusahaan.

Umumnya, strategi bisnis pun akan bisa disesuaikan dengan kebiasaan online pelanggan ketika mencari dan menjelajahi berbagai hal yang dibutuhkannya.

4. Membuka Peluang Digitalisasi Produk dan Layanan

Saat Anda memperoleh data pasar dan menganalisisnya berdasarkan indikator prinsip transformasi digital, maka bisnis Anda bisa melakukan digitalisasi pada setiap produk dan layanan yang dihadirkan.

Saat digital business sedang berkembang, pelanggan ingin selalu memperoleh apa yang diperlukannya secara instan dan bebas dari kerumitan. Mereka juga akan mencari perusahaan yang mampu melakukan hal tersebut. Nah, disinilah digitalisasi produk dan layanan memainkan peran pentingnya.

5. Meningkatkan Omset Perusahaan

Dalam berbagai kasus, perusahaan yang mampu menerapkan transformasi digital terbukti bisa meningkatkan omsetnya. Digitalisasi mampu membuka lebih banyak akses untuk kesempatan penjualan dan juga pengembangan pasar.

Hal tersebut berlaku untuk bisnis baru atau bisnis lama yang baru mulai menerapkan konsep digital dalam operasional bisnisnya.

Tapi, peningkatan omset ini tidak bisa terjadi begitu saja tanpa menggunakan strategi yang tepat. Untuk itu, Anda harus mengetahui mengetahui strategi yang tepat agar bisa mendapatkan peningkatan omset.

Saat ini, Anda pun tidak perlu repot-repot lagi memikirkan cara menerapkan teknologi digital ke dalam operasional bisnis Anda. Karena cukup dengan menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online, maka seluruh operasional bisnis Anda akan bertransformasi secara digital

Aplikasi ini akan mencatat setiap kegiatan transaksi secara otomatis dan akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda secara akurat.

Accurate Online pun akan membantu Anda dalam mengelola persediaan bahan baku di gudang, melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola dan mengembangkan bisnis Anda.

Anda juga tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan Accurate Online, karena aplikasi ini terbukti sudah digunakan oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia dan telah berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award sejak tahun 2016.

Jadi tunggu apa lagi? Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmatilah free trial Accurate Online selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.