Hubungan Industrial dan Berbagai Peran Pentingnya dalam Kegiatan Produksi

Dalam suatu bisnis, kegiatan produksi pasti akan melibatkan banyak hak. Karena, produksi suatu barang atau jasa terdiri dari rangkaian kegiatan yang harus berkesinambungan antara satu sama lain. Para stakeholder yang berasal dari luar perusahaan juga akan turut terlibat dalam proses produksi, dan hal ini dikenal dengan hubungan industrial.

Nah, untuk menjaga dan juga memastikan proses produksi agar berjalan dengan lancar, maka perusahaan harus melakukan hubungan dan koordinasi dengan setiap pihak. Mereka yang akan terlibat di dalamnya adalah para karyawan, pemerintah dan berbagai pihak eksternal lainnya.

Untuk lebih memahami secara mendalam tentang hubungan industrial, mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Hubungan Industrial

Hubungan industrial adalah hubungan yang dilakukan oleh seluruh pihak dalam suatu perusahaan yang memiliki kepentingan dalam proses produksi suatu komoditas. Artinya, setiap pihak memiliki tanggung jawab dan tugasnya tersendiri dalam suatu siklus produksi. Biasanya, semua pihak mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Berdasarkan tugas yang berbeda-beda ini, maka perusahaan harus mampu menjaga tingkat keharmonisan hubungan pekerjaan antar setiap pihak yang memiliki kepentingan di dalamnya.

Itu artinya, perusahaan harus mampu mencapai tingkat kesepakatan terkait produksi yang sudah disepakati oleh semua pihak. Sederhananya, perusahaan harus mampu memastikan seluruh hak dan kewajiban mampu dipenuhi oleh seluruh stakeholder.

Baca juga: Apa itu Stakeholder? Ini pengertian, Jenis, dan Peran Stakeholder Dalam Perusahaan

Peran Stakeholder dalam Hubungan Industrial

Stakeholder memiliki peran penting dalam menjaga tingkat keberlangsungan suatu proses produksi barang atau jasa. Kerja sama yang dilakukan pada seluruh pihak adalah salah satu hal penting dalam menjaga hubungan tersebut.

Selain itu, seluruh pihak juga harus mampu melakukan berbagai fungsi dan kegiatan secara lebih jelas dan teratur. Nah, beberapa tugas dan tanggung jawab stakeholder dalam hubungan industrial adalah sebagai berikut:

1. Manajemen Perusahaan

Manajemen perusahaan adalah salah satu bagian stakeholder yang terdapat dalam hubungan industrial. Artinya, manajemen perusahaan adalah para pemimpin perusahaan yang mempunyai tugas dalam memastikan setiap proses produksi berjalan dengan lancar dan baik.

2. Pemilik Perusahaan

Pemilik perusahaan adalah pihak yang memiliki kewenangan penting di dalam hubungan industrial. Salah satu tugas dan peran pentingnya adalah memutuskan proses produksi usahanya.

3. Pekerja atau Karyawan

Pekerja atau karyawan adalah salah satu pihak stakeholder dan menjadi aset penting dalam perusahaan saat melakukan proses produksi barang ataupun jasa. Karena, suatu kegiatan proses produksi tidak akan berjalan bila tanpa adanya kehadiran karyawan.

4. Pemasok

Supplier atau pemasok memiliki tugas dan tanggung jawab dalam memasok bahan baku produksi barang. Pemasok adalah salah satu contoh pihak luar atau eksternal yang ada di dalam hubungan industrial.

5. Konsumen

Konsumen pun memiliki peran yang sangat penting pada penggunaan atau pembelian suatu produk. Konsumen dalam hal ini bisa berupa individu ataupun bisnis.

6. Pemerintah

Pemerintah mempunyai peran penting sebagai pihak regulator di dalam hubungan industrial. Artinya, pemerintahlah yang berhak dalam membuat undang-undang ataupun peraturan yang bertujuan dalam mengatur proses produksi suatu bisnis.

7. Konsultan

Konsultan adalah pihak ketiga eksternal yang terdapat di dalam hubungan industrial. Ketika suatu perusahaan akan melakukan proses produksi, maka konsultan akan memberikan masukan terkait strategi proses produksi sampai dengan penjualan produk atau jasa dari perusahaan tersebut.

Prinsip Hubungan Industrial

Untuk perusahaan, tentunya menjadi tantangan sendiri bila ingin menjalankan hubungan industrial dengan berbagai pihak. Untuk itu, terdapat beberapa prinsip yang harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menjaga hubungan baik ini dan untuk melancarkan kegiatan bisnis.

Nah, prinsip hubungan industrial adalah sebagai berikut ini.

  • Lebih mengutamakan kepentingan bersama dengan berbagai pihak yang terlibat
  • Hubungan yang terjalin pada setiap pihak harus bisa dilakukan tanpa merugikan pihak manapun
  • Harus membagikan tugas dan fungsinya secara jelas
  • Mampu memperhatikan tingkat keamanan serta kenyamanan bekerja
  • Mampu Meningkatkan proses produktivitas perusahaan
  • Mampu berorientasi pada tujuan perusahaan.

Karakteristik Hubungan Industrial

JIka berbagai ketentuan bisa dipenuhi dengan baik, maka hubungan industrial bisa dilakukan dengan lancar. Syarat ini menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan oleh setiap pihak dan prinsip di dalam hubungan tersebut.

Hal tersebut harus dilakukan agar pihak perusahaan bisa tetap memastikan hubungan industrial bisa berjalan lebih lancar, sehingga tujuan keberlangsungan pada proses produksi bisa terjadi. Beberapa karakteristik terjadinya hubungan industrial adalah sebagai berikut ini.

  • Terdapat pekerja ataupun karyawan yang dipekerjakan oleh pihak perusahaan
  • Pihak perusahaan mempunyai manajemen dan juga pemilik yang mempekerjakan para karyawan serta mampu menjamin hak dan kewajiban mereka.
  • Terdapat suatu tempat untuk berbagai pihak tersebut dalam menyampaikan pendapatnya.
  • Terjalinnya bentuk kerjasama antar pihak yang terkait
  • Terdapat peraturan yang mengatur seluruh stakeholder yang berhubungan dengan pemenuhan hak dan kewajiban mereka.

Perselisihan yang Umum Terjadi Pada Hubungan Industrial

Pasti akan selalu ada hambatan dalam menjalin hubungan industrial pada suatu bisnis. untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan manajemen konflik yang baik. Nah, beberapa jenis perselisihan di dalam hubungan industrial adalah sebagai berikut:

1. Perselisihan Hak

Salah satu faktor terjadinya perselisihan hak adalah karena salah satu pihak tidak merasa haknya terpenuhi. Hal ini umumnya dimulai dari adanya kesepakatan pelanggaran terkait peran dan juga tanggung jawabnya. Pihak yang merasa dirugikan biasanya akan melakukan banding atas keputusan tersebut.

2. Perselisihan Kepentingan

Perselisihan kepentingan ini mencakup banyak sekali hal, seperti keputusan hak dan kewajiban dari setiap stakeholder. Perselisihan ini biasanya terjadi dalam suatu kasus tertentu yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, seperti pemberian upah makan, upah gaji, serta biaya reimburse transportasi kendaraan.

3. Perselisihan antar Wadah Pihak

Perusahaan besar pasti akan menghadapi permasalah berat ini. Para pekerja bersama serikat pekerja serta perusahaan akan terlibat dengan berbagai macam masalah, seperti ketidaktahuan pihak manajemen perusahaan pada pekerja dan stakeholder lainnya.

Cara Menyelesaikan Konflik dalam Hubungan Industrial

Konflik yang terjadi di dalam hubungan industrial harus segera diselesaikan dengan baik. Bila dibiarkan, maka perusahaan dan stakeholder akan mengalami kerugian besar.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam hubungan industrial.

1. Melakukan Mediasi

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi konflik hubungan industrial adalah dengan melakukan mediasi. Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik tersebut harus melakukan mediasi dengan pihak lain. Proses mediasi ini umumnya bisa diselesaikan secara musyawarah atau kekeluargaan.

2. Melakukan Konsiliasi

Melakukan konsiliasi juga bisa menyelesaikan konflik yang terjadi pada hubungan industrial. Konsiliasi ini memerlukan pihak ketiga sebagai pihak fasilitator. Bila ternyata konflik tidak bisa diselesaikan dan ada pihak lain yang tidak setuju dengan hasil yang sudah didiskusikan, maka bisa dilakukan kegiatan lanjutan.

3. Arbitrase

Arbitrase adalah cara menyelesaikan konflik hubungan industrial dengan fokus pada membuat kesepakatan secara tertulis dan resmi. Setiap pihak yang terlibat di dalam konflik harus bisa menyepakati proses dan hasil diskusi. Nantinya, pihak arbiter akan langsung menyelesaikan konflik dengan bentuk yang saling mengikat setiap pihak yang berselisih.

4. Melakukan Perundingan

Cara terakhir dalam menyelesaikan masalah konflik hubungan industrial adalah dengan melakukan perundingan. Di dalam dunia bisnis, terdapat dua jenis perundingan, yakni bipartit dan tripartit. Setiap pihak yang berselisih akan lebih dulu menyepakati kegiatan perundingan bipartit sebelum akhirnya menyetujui perundingan secara tripartit.

Baca juga: Shareholder Adalah: Pengertian, jenis, dan Hak-hak Shareholder

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa hubungan industrial adalah suatu hubungan yang terjadi dan juga dilakukan oleh seluruh stakeholder di dalam proses produksi barang atau jasa sesuai dengan tugasnya.

Para stakeholder yang terlibat di dalamnya adalah pemilik perusahaan, manajemen perusahaan, karyawan, pemasok, konsumen, pemerintah setempat, dan berbagai pihak lainnya.

Namun dalam melakukan hubungan industrial, setiap perusahaan pasti akan menghadapi berbagai konflik yang berhubungan dengan hak dan kepentingan. Untuk itu, pihak perusahaan harus melakukan berbagai cara untuk menyelesaikannya, seperti dengan melakukan mediasi, konsiliasi, arbitrase, atau perundingan.

Agar bisa mampu menangani konflik yang terjadi pada hubungan industrial dari suatu kegiatan produksi barang atau jasa, maka perusahaan harus melakukan banyak hal, seperti melihat laporan keuangan, catatan finansial bisnis, dan lain-lain.

Namun, membuat laporan keuangan secara manual tentu memerlukan waktu yang lama dan sangat rentan terjadi kesalahan. Hal ini tentunya tidak bisa menyelesaikan konflik hubungan industrial, bahkan bisa jadi menambah konflik.

Untuk itu, gunakanlah software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Kenapa, karena software ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, akurat, dan bisa Anda akses di mana saja Anda perlukan. Sehingga, Anda bisa lebih fokus dalam menyelesaikan dan memperbaiki hubungan industrial dengan berbagai pihak.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang mampu memudahkan Anda dalam mengelola bisnis, seperti fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakkan, manufaktur, dan masih banyak lagi. Menariknya, software ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi sebesar 200 ribuan saja perbulannya.

Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dahulu selama 30 hari gratis dengan cara klik tautan gambar di bawah ini.accurate1