Integrasi Vertikal: Jenis dan Contohnya Di Dalam Bisnis

Integrasi vertikal adalah suatu integrasi yang banyak dilakukan oleh berbagai jenis perusahaan akhir-akhir ini. Sederhananya, integrasi vertikal adalah suatu strategi yang mana perusahaan akan berperan menjadi supplier dan distributor untuk bisa mengendalikan nilai dan juga rantai pasokan bisnis.

Integrasi vertikal ini bisa dilakukan agar bisa meningkatkan efisiensi perusahaan dengan cara mengontrol proses, mengurangi biaya dan juga meningkatkan efisiensi perusahaan.

Namun, sebelum melakukan integrasi vertikal, ada baiknya bagi Anda untuk lebih dulu melakukan penelitian dan juga analisis SWOT. Karena, integrasi vertikal pun mempunyai kelemahan, seperti modal yang biayanya tergolong sangat mahal.

Dalam perkembangan industri yang terjadi saat ini, contoh strategi integrasi vertikal bisa Anda lihat dari Netflix. Platform menonton film yang sangat terkenal ini dimulai sebagai bisnis persewaan DVD sebelum menyita perhatian pengguna sebagai penyedia streaming online film dari studio ternama di dunia.

Netflix sadar bahwa mereka bisa lebih meningkatkan efisiensi dengan cara membuat konten sendiri. Saat ini, Netflix pun menggunakan model distribusi dalam mempromosikan konten sendiri di samping beberapa program acara dan juga film dari studio yang lainnya.

Pengertian Integrasi Vertikal

Integrasi vertikal adalah strategi yang mana perusahaan mendapatkan operasi bisnis dalam produksi vertikal yang mirip. Sama halnya seperti merger perusahaan, integrasi vertikal akan membantu perusahaan dalam menekan biaya dan juga meningkatkan efisiensinya.

Lebih tepatnya, strategi ini bisa dilakukan ketika perusahaan mengambil kendala atas beberapa langkah produksi ataupun distribusi produk dan juga layanan jasa. integrasi vertikal bisa dilakukan dengan dua cara, yakni backward integration dan juga forward integration.

Perusahaan yang melakukan ekspansi bisnis ke belakang pada jalur produksi ke manufaktur bisa menerapkan backward integration. Sedangkan perusahaan yang memperluas jalur produksi ke distribusi bisa melakukan forward integration.

Baca juga: Bisnis O2O Adalah: Kelebihan dan Cara Menerapkannya

Jenis Vertical Integration

Beberapa jenis dari integrasi vertikal adalah sebagai berikut:

1. Forward Integration

Forward Integration adalah ketikan perusahaan yang berada di awal rantai pasokan bisa mengendalikan tahap lebih lanjut. Contoh dari integrasi vertikal model forward integration adalah perusahaan pertambangan besi yang nantinya bisa diolah lagi menjadi baja.

2. Backward Integration

Backward Integration adalah ketika perusahaan yang berada di akhir rantai pasokan melakukan kegiatan produksi. Contoh dari integrasi model backward integration ini adalah seperti distributor film Netflix yang ternyata juga membuat konten sendiri.

Baca juga: Red Ocean Strategy adalah: Pengertian dan Bedanya dengan Blue Ocean Strategy

Contoh Integrasi Vertikal

Selain perusahaan Netflix, perusahaan lainnya yang melakukan integrasi vertikal adalah Apple. Perusahaan ini mengendalikan produksi sekaligus distribusi pada produknya.

Mereka menjual iPhone, Komputer dan juga iPad, serta membuat perangkat lunak yang bisa mendukung produknya. Mereka juga membuat software sendiri dan tidak mengalihkannya pada vendor lain.

Contoh strategi integrasi lainnya yang sukses adalah integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan Nutriva. Di tahun 2000 lalu, perusahaan ini menjalankan pakan organik dan juga membangun peternakannya sendiri.

Peternakan tersebut berhasil menghasilkan telur ayam dan susu sapi yang diberikan pakan tertentu. Nutriva pun mengontrol sendiri setiap aspek rantai pasokannya dan mendirikan toko mereka sendiri.

Dengan begitu, Nutriva pun berhasil mengawasi secara ketat metode distribusinya, mulai dari pemilihan jenis makanan sapi sampai mengembangkan robot pemerah susu agar proses produksi susu bisa lebih cepat. Lalu, mengangkat susu organik tersebut ke tokonya dan pada para pengecer.

Baca juga: Strategic Alliance Adalah: Pengertian dan Cara Menerapkannya

Penutup

Untuk melakukan integrasi vertikal, diperlukan berbagai pertimbangan yang matang dan terukur. Salah satu cara mempertimbangkannya adalah dengan melihat isi laporan keuangan perusahaan.

Namun bila bisnis Anda masih menggunakan cara yang manual dalam membuat laporan keuangan, maka akan ada banyak sekali risiko yang harus Anda hadapi, mulai dari proses yang lama saat membuatnya, rentan terjadi kecurangan, hingga rentan terjadi kesalahan.

Untuk itu, tinggalkanlah cara yang lama dalam membuat laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi cloud berbasis website yang aman, sehingga Anda bisa mengerjakan kegiatan akuntansi bisnis Anda di mana saja dan kapan saja secara nyaman. Anda pun sudah tidak perlu lagi melakukan proses instalasi dan pembaruan yang rumit. Data yang tersimpan di dalamnya juga akan terlindung dari berbagai tindakan kejahatan siber.

Accurate Online pun sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu kalangan pebisnis di Indonesia, mulai dari pebisnis UMKM hingga pebisnis besar. Lebih dari itu, Accurate Online pun sudah berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga tahun 2022.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda bisa mengalokasikan waktu dan tenaga Anda untuk melakukan kegiatan bisnis lainnya yang lebih penting.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dibekali dengan berbagai fitur yang mampu membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien, seperti fitur penjualan, pembelian, manufaktur, persediaan, perpajakan, cost and profit center, multi cabang, multi mata uang, dan masih banyak lagi.

Tampilan dashboard di dalamnya pun sangat sederhana, sehingga akan sangat mudah dipahami, bahkan untuk Anda yang masih awam dalam bidang akuntansi sekalipun.

Seluruh kelebihan dan fitur luar biasa dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi seharga 200 ribuan rupiah saja perbulan. Namun, Anda memiliki kesempatan untuk mencobanya terlebih dulu secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.