Machine Learning: Pengertian, Manfaat dan Cara Kerjanya

Bila Anda ingin mulai mengembangkan perusahaan dan memanfaatkan teknologi, maka Anda harus mengetahui istilah machine learning. Perlu Anda ketahui bahwa machine learning adalah salah satu cabang ataupun aplikasi dari artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Ilmu ini juga akan berfokus untuk membuat suatu sistem ataupun algoritma tertentu yang harus terus dipelajari dari data dan meningkatkan tingkat akurasi dari waktu ke waktu tanpa adanya pemrograman khusus.

Pengertian Machine Learning

Perlu diketahui bersama bahwa machine learning bisa dijadikan sebagai suatu algoritma ataupun urutan proses statistik yang dilatih untuk bisa menemukan pola dan juga fitur tertentu yang terdapat di dalam jumlah big data.

Tujuannya adalah agar bisa membuat suatu keputusan atau melakukan prediksi yang dibuat dengan berdasarkan data yang sudah ada tersebut. Yang mana semakin bagus algoritma dari machine learning, maka akurasi keputusan dan juga prediksi sistemnya akan semakin baik pula.

Hal ini sama seperti otak manusia, yang mana akan semakin pintas bila banyak belajar. Dalam hal ini pun, mesin yang mengolah data yang banyak akan mampu menghasilkan output yang semakin akurat.

Untuk itu, saat ini machine learning adalah salah satu bagian yang harus ada, karena memiliki peran yang sangat penting untuk seluruh kegiatan sehari-hari di suatu perusahaan ataupun organisasi.

Baca juga: Bisnis Social Enterprise, Bisnis Berlandaskan Sosial dan Lingkungan

Contoh Manfaat Machine Learning

Bila Anda masih sulit membayangkan contoh dan fungsi dari machine learning, maka Anda bisa melihat smartphone Anda. Fitur asisten digital yang umumnya ada di smartphone atau perangkat lainnya untuk menjalankan suatu perintah dari manusia adalah salah satu contohnya

Selain itu, fitur atau aplikasi ini juga bisa Anda temukan saat terdapat iklan di internet yang dengan tanpa sadar akan merekomendasikan produk yang sesuai dengan minat Anda ketika melakukan pencarian yang pernah Anda lakukan sebelumnya.

Bahkan, di platform lainnya seperti Netflix juga akan memberlakukan hal yang sama, yaitu mereka bisa mengetahui preferensi film ataupun serial apa saja sesuai dengan apa yang selama ini sudah ditonton dan dicari oleh para penggunanya.

Selain contoh diatas, sebenarnya masih banyak peran machine learning untuk berbagai hal lainnya.

Perbedaan Machine Learning dan Artificial Intelligence

Perlu Anda ketahui juga terdapat beberapa perbedaan antara machine learning dan artificial intelligence, karena machine learning adalah suatu cabang ilmu dari artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan utama dari machine learning dan artificial intelligence.

1. Keberhasilan dan Efisiensi

Perbedaan yang pertama dari machine learning dan artificial intelligence adalah dari sisi keberhasilan dan juga efisiensi. Yang mana tujuan utama dari machine learning adalah agar bisa meningkatkan peluang keberhasilan, sedangkan tujuan dari machine learning  adalah agar bisa meningkatkan efisiensi tanpa harus berorientasi pada kesuksesan.

2. Pemecahan Masalah dan Kinerja

Perbedaan selanjutnya adalah artificial intelligence lebih fokus dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks dengan sistem simulasi kecerdasan alami. Sedangkan machine learning bekerja dengan cara mempelajari data yang dihimpun agar bisa meningkatkan kinerja mesin ataupun sistem, seperti di perangkat.

3. Pembuatan Keputusan

Perbedaan yang ketiga adalah artificial intelligence bekerja untuk membuat suatu keputusan. Sedangkan dari sisi machine learning bekerja pada pembelajaran dari input data.

4. Algoritma

Dari sisi algoritma, artificial intelligence akan lebih meniru kemampuan manusia dalam melakukan berbagai kegiatan, seperti merespon dan juga perilaku untuk suatu sistem tertentu. Sedangkan machine learning adalah kebalikannya, yang mana aplikasi machine learning akan membuat algoritmanya tersendiri untuk proses pembelajaran.

5. Optimasi

Perbedaan terakhir adalah artificial intelligence lebih mempunyai tugas dalam mencari penyelesaian secara optimal, sedangkan machine learning malah tidak mempertimbangkan hal itu.

Jenis-Jenis Machine Learning

1. Supervised Learning

Jenis yang pertama adalah supervised learning, yang mana jenis supervised learning ini mempunyai algoritma dengan menggunakan data yang sudah terlabel. Seperti input yang mana outputnya bisa lebih mudah untuk diketahui.

Selain itu, supervised learning pun mempunyai algoritma yang mampu merubah modelnya sendiri agar bisa disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.

2. Semi-Supervised Learning

Jenis selanjutnya adalah semi-supervised learning, yang mana metode ini berbeda dengan jenis sebelumnya. Untuk jenis ini, umumnya akan menggunakan data yang berlabel dan tidak untuk melatih algoritma untuk bisa belajar sendiri.

Selain itu, aplikasi ini juga umumnya digunakan untuk data dengan label jumlah yang lebih sedikit dan juga data tanpa label dalam jumlah yang lebih banyak. Untuk jenis semi ini, biasanya digunakan untuk memproses identifikasi wajah seseorang dengan menggunakan teknologi kamera webcam atau kamera smartphone.

3. Unsupervised Learning

Jenis selanjutnya adalah jenis unsupervised machine learning, yang mana jenis ini adalah kebalikan dari jenis supervised learning. Dalam metode ini, data yang dimanfaatkan atau dikelola tidak mempunyai label tertentu. Sehingga, sistem tidak akan mengetahui jawaban ataupun output secara benar.

Tujuannya adalah agar bisa mengeksplorasi data dan juga menemukan struktur yang mana di dalamnya sering digunakan untuk data transaksional.

4. Reinforcement Learning

Jenis yang terakhir yang harus Anda ketahui adalah reinforcement learning. Jenis ini umumnya digunakan untuk pembuatan game, teknologi navigasi, sampai robotik. Algoritma di dalamnya akan mampu menemukan aksi ataupun perlakuan, sehingga akan mampu menampilkan output terbaik dari sisi hasil uji coba yang sudah dilakukan berulang kali.

Didalamnya terdapat tiga komponen, yaitu agen atau pembuat keputusan, lingkungan, dan juga aksi. Fungsi dari adanya jenis aplikasi ini adalah agar bisa menentukan aksi apa saja yang mampu memaksimalkan output dalam kurun waktu tertentu yang memang sudah disepakati.

Cara Kerja Machine Learning

Bila kita perhatikan secara fundamental, maka cara kerja dari aplikasi ini pada dasarnya sama seperti sistem belajar manusia. Seperti misalnya dibantu dengan menggunakan beberapa contoh terlebih dahulu, untuk itu mereka mampu menjawab berbagai pertanyaan yang memang sudah dipelajarinya.

Berbagai contoh dalam proses pembelajaran ini adalah menggunakan suatu data yang umumnya disebut dengan train dataset.

Berbeda dengan program statis, aplikasi ini dibuat untuk membentuk suatu program yang bisa belajar sendiri. Lalu, datau yang digunakan untuk melakukan proses pembelajaran nantinya bisa menciptakan ataupun menghasilkan suatu model tertentu.

Dari proses pembelajaran inilah suatu sistem menggunakan suatu sistem algoritma machine learning, yang diterapkan pada teknik statistika.

Sehingga akan muncul suatu informasi, yang mana informasi tersebut bisa dijadikan sebagai pengetahuan agar bisa memecahkan suatu masalah sebagai proses input-output. Suatu model yang dihasilkan ini selanjutnya mampu melakukan klasifikasi ataupun prediksi kedepannya.

Baca juga: Apa itu Scarcity dan Mengapa itu Penting dalam Bisnis?

Kesimpulan

Seperti yang sudah dibahas secara lengkap di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa machine learning adalah suatu cabang atau aplikasi dari artificial intelligence. Sistem ini akan fokus pada algoritma yang harus terus mempelajari data dan juga meningkatkan akurasinya setiap waktu tanpa adanya pemrograman khusus.

Umumnya, pemrograman machine learning ini banyak digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang digital, seperti perusahaan besar Google, Netflix, Facebook, Twitter, Gojek, dll.

Walaupun sebagian besar memang banyak diterapkan oleh perusahaan besar, tapi perusahaan kecil pun masih bisa menggunakan machine learning agar mampu memudahkan pebisnis mencari berbagai informasi yang berhubungan dengan minat konsumen.

Contohnya, bila Anda adalah seorang pebisnis fashion, maka Anda bisa mengetahui model dan juga lifestyle para pelanggan dengan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan sebelumnya.

Dengan begitu, maka para tim digital marketing akan mampu membuat promosi yang sesuai dengan target pasar Anda. Pada akhirnya, keuntungan pun akan bisa Anda peroleh.

Namun, agar bisa mempermudah seluruh performa perusahaan, baik itu dari tim marketing, tim development, sampai tim keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online sangat bisa Anda andalkan untuk mengelola berbagai data, membuat laporan keuangan, dan berbagai hal lainnya. Sehingga, pekerjaan Anda bisa diselesaikan dengan cepat dan juga lebih mudah.

Accurate Online juga bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda, sehingga Anda bisa lebih mudah dalam menggunakannya.

Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dahulu secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.