Mall Tutup, Ternyata Ini Alasannya

Akhir-akhir ini, semakin banyak ditemukan berbagai hal yang sangat mengkhawatirkan dalam bidang perekonomian. Di beberapa kota, baik itu kota besar ataupun kota kecil, banyak sekali mall tutup. Disisi lain, banyak ruko yang berubah menjadi tempat tinggal.

Lalu, apa yang menyebabkan fenomena tersebut terjadi? Apa saja yang melatarbelakanginya? Lalu, Apa yang mampu menggantikan fungsi mall bila memang perekonomian tidak lesu?

Kita harus akui bersama bahwa mall adalah suatu tempat dimana setiap masyarakat bisa melakukan kegiatan transaksi keuangan secara langsung. Berkurangnya jumlah mall yang aktif saat ini merefleksikan banyak sekali hal.

Namun apapun itu, yang bisa kita pastikan adalah mall tutup bisa menimbulkan masalah baru dalam dunia ekonomi. Hal yang paling sederhana dari fenomena ini adalah banyaknya karyawan yang harus di pecat atau terkena PHK, jasa logistik menjadi tidak bisa berkembang, sampai produksi barang yang menurun sangat parah, sehingga membuat kegiatan perekonomian menjadi lesu dan bahkan tumbang.

Lalu, apa yang membuat banyak mall tutup? Tenang, karena kami sudah merangkum jawabannya khusus untuk Anda di bawah ini.

5 Alasan Kenapa Banyak Mall Tutup

1. Semakin Maraknya Pembelian Secara Online

Sebenarnya, kabar ini bisa menjadi kabar baik disisi kabar buruk karena banyak mall tutup dan tumbang di banyak tempat. Kehadiran kegiatan jual beli online secara langsung akan membuat banyak orang untuk tidak mau pergi ke luar rumah atau meluangkan waktunya sebentar untuk berkumpul dengan sahabat ataupun keluarga di luar rumah.

Saat segala hal sudah bisa dibeli hanya dengan menggerakan ibu jari, itu tandanya perekonomian negara masih baik dan bisa juga dikatakan tidak.

Dikatakan tidak baik karena kegiatan jual beli secara online akan membuat toko atau mall mengurangi jumlah karyawannya secara otomatis, dan hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran pada usia yang produktif.

Walaupun pembelian secara online di satu sisi mampu membuka lapangan kerja, seperti jasa pengiriman online atau jasa ojek online, tapi tidak bisa kita pungkiri bahwa jumlah tenaga yang mampu diserap tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan tenaga kerja yang terkena PHK.

Secara kehidupan sosial, semakin maraknya transaksi jual beli online menjadi isyarat bahwa masyarakat sudah ragu untuk membeli barang dengan kualitas yang biasa saja atau setengah-setengah dan berharga mahal.

Harus kita akui bahwa jual beli online mengisyaratkan adanya harga yang lebih murah. Konsumen akan menganggap bahwa harga lebih jujur. Jadi, banyak mall tutup juga karena adanya kecurangan atau terlalu banyaknya penjual dalam meraih keuntungan di mall.

Baca juga: Dept Store Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Supermarket

2. Jumlah Mall Terlampau Banyak

Hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa banyak mall tutup. Idealnya, setiap mall memang harus memiliki jarak yang cukup jauh dengan mall lainnya. bila tidak demikian, maka akan ada salah satu yang harus bangkrut karena tidak bisa melanjutkan kompetisi. Persaingan harga pada barang dan jasa yang diberikan pada setiap mall sebenarnya tidak jauh berbeda.

Beberapa diantaranya bahkan ada yang menjual produk sama dengan selisih harga yang tidak signifikan, semenatara itu jarak antar keduanya bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki santai.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibutuhkan kehadiran dinas tata kota dan tata ruang agar bisa mengatur dengan baik tentang izin pendirian mall di setiap daerah ataupun kota.

3. Daya Beli Menurun

Penurunan daya beli masyarakat juga bisa membuat mall menjadi sepi, lalu mall tutup, baik itu di kota kecil ataupun kota besar. Untuk mengetahui turunnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat tidak memerlukan waktu yang lama.

Lain halnya dengan pasar tradisional, pemerintah tidak bisa ikut campur dan melakukan intervensi pada barang atau jasa yang disediakan di dalam mall. Jika bisa, maka hal tersebut hanya dalam hal pajak saja.

Untuk itu jangan heran jika banyak mall tutup atau sepi, dan pasar tradisional masih ramai. Selain karena banyak orang lebih memilih ke tempat dimana uang bisa digunakan sebagai alat transaksi, fakta lain bahwa pihak pemerintah tidak bisa melakukan operasi pasar di mall juga membuat banyak mall di kota besar menjadi tutup.

4. Harga Sewa Terlampau Tinggi

Faktor yang satu ini lebih banyak dikarenakan kerakusan dari pihak pengelola mall dalam hal meraih keuntungan. Seharusnya, terdapat pemahaman bersama bahwa mereka yang membuka kios di mall adalah para pahlawan ekonomi, karena mereka berjasa dalam membuat kegiatan perekonomian bisa tetap berjalan dengan baik.

Namun, sejumlah oknum ada yang memiliki niat tidak baik dengan memanfaatkan kondisi tersebut. Mereka menganggap bahwa mereka yang menyewa kios di mall pasti mempunyai uang.

Padahal, mereka yang menyewa kios atau lapak di mall juga adalah orang yang memerlukan uang dan mereka memenuhinya dengan cara berjualan di mall.

Untuk itu, jangan heran bila banyak penyewa yang dibebani dua hal sekaligus. Pertama, biaya sewa bulanan atau tahunan. Kedua, service charge yang dikenakan per bulan dengan menghitung ukuran kios atau lapak yang mereka gunakan di mall.

5. Perubahan tata kota

Faktor yang terakhir ini menjadi faktor eksternal dari banyaknya mall tutup di beberapa kota. Pihak pemerintah kota ada kalanya mengubah rencana tata ruang kota yang mulanya diakses oleh banyak orang menjadi zona mati.

Bila di kota tersebut kebetulan ada mall, maka besar kemungkinan mall tersebut akan mati dan bertransformasi menjadi bangkai beton bertingkat saja. Masalah ini seringkali menyebabkan masalah lebih, karena itu artinya tingkat pengangguran akan menjadi relatif konstan.

Karyawan hanya akan pindah dari mall baru atau tempat lain yang berubah fungsi menjadi tempat jualan karena memperoleh akses lalu lintas yang baik.

Baca juga: Pasar Modern: Pengertian, Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Penutup

Demikianlah lima faktor penyebab banyaknya mall tutup di berbagai kota. Tentunya Anda tidak ingin bisnis Anda mengalami hal yang serupa juga bukan?

Untuk itu, beradaptasilah dengan perkembangan zaman dan bertransformasi ke arah digital agar bisnis Anda bisa tetap relevan serta bersaing di tengah ketatnya persaingan pasar era teknologi. Dalam hal ini, Anda bisa langsung mencoba software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa langsung menikmati fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, manufaktur, dan berbagai fitur lainnya yang akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien.

Selain itu, Accurate Online juga akan menyajikan laporan arus kas, laporan neraca, laporan laba rugi, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya pada Anda secara instan.

Tunggu apa lagi? Coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.