Minimum Order Quantity atau MOQ Adalah Strategi Menarik dalam Berbisnis

Pada dasarnya, Minimum order quantity atau MOQ adalah minimal pembelian yang diberlakukan oleh pihak penjual. Namun, sebelum kita membahas lebih dalam tentang MOQ, mari bersama kita membahas beberapa realita yang mampu mewakili kita selama ini dan sangat sering kita jumpai dimana-mana.

Saat melakukan perbelanjaan online, pernahkan Anda bertemu dengan penjual yang memberlakukan harga barang yang lebih murah daripada penjual lainnya tapi dengan disertai syarat minimal pembelian?

Contohnya ada produk tas goodie bag yang bagus. Harga satuannya adalah Rp 5000, tapi jika ada penjual yang mampu mematok harga Rp 1500 bila Anda memborongnya dengan minimal harga 1000 pcs.

Atau ada juga kondisi yang kedua, hal ini akan bisa kita jumpai pada penjual agen yang memang mampu menjual dalam jumlah yang besar. Agen yang tersebut ternyata tidak melayani pembelian eceran atau satuan, mereka hanya melayani pembelian dalam jumlah lusinan, kodian dan lebih banyak lagi.

Harga yang mereka tawarkan ini bisa menjadi selisih yang sangat banyak, dan akan menjadi lebih murah daripada membelinya secara satuan karena nantinya akan dikenakan harga eceran.

Kondisi inilah yang kurang lebih menjadi gambaran sederhana dari pengertian MOQ ini. Batas yang paling sedikit yang bisa kita beli pada parang di penjual tertentu. Atau atau kita berada sebagai pihak penjual, maka MOQ adalah batas minimal jumlah yang boleh dijual dalam sekali transaksi.

Alasan Penjual Menetapkan harga MOQ adalah

Dalam pembahasan sebelumnya sebenarnya Anda sudah mempunyai sedikit gambaran kenapa ada penjual yang menerapkan harga MOQ.

Bila kita menelaahnya dari sisi pembeli, tentunya untuk bisa melakukan purchase order tersebut sangatlah merepotkan, terlebih lagi anggaran yang dimiliki pun sangat terbatas. Namun, bila Anda adalah pembeli yang ingin menjual produk tersebut kembali, maka MOQ adalah pilihan yang sangat tepat dan tidak akan memberatkan.

Hadirnya MOQ adalah sangat menguntungkan, karena pihak pembeli bisa memperoleh harga yang lebih murah. Sehingga, mereka bisa menjualnya kembali dan mendapatkan laba yang lebih besar.

Bahkan, ada juga pembeli yang sering melakukan repeat order. Kenapa? Karena harganya jauh lebih murah, namun kualitas barang akan tetap sama dan mampu menambah stok dari barang yang hendak dijual. Untuk itu, pembeli bisa saja melakukan repeat order.

Lantas, bagaimana dari sisi penjual? Nah, setelah kita mengetahui kelebihan atau keuntungan dari sisi pembeli, maka kali ini kita akan bahas keuntungan dari sisi penjual.

Dari sisi penjual menerapkan MOQ adalah salah satu strategi penjualan produk yang mampu memberikan keuntungan dalam sisi stok barang, karena stok barang akan jadi lebih cepat habis.

Selain itu, jumlah stok juga akan lebih mudah terkendali. Terakhir, cash flow bisnisnya pun akan lebih lancar dan keuntungan pun akan meningkat dengan pesat. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Ingin Membangun Startup? Pastikan Anda Memiliki 5 Sifat Ini

Manfaat Penjual Menetapkan MOQ Adalah

1. Cepat Menghabiskan Stok

Pihak penjual pun bisa menuntut pembeli dalam jumlah yang besar ke pihak distributor atau produsen. Sama seperti penjual, produsen pun umumnya akan menetapkan harga pembelian minimal untuk setiap agen yang membeli langsung dari pihak produsen.

Umumnya, produsen bisa mematik minimal pembelian yang besar sekali, walaupun tentunya harga yang diberikan memiliki selisih yang banyak dari pasaran.

Pihak produsen akan menetapkan harga pembelian minimal karena mereka juga harus bisa memperoleh dari kegiatan produksinya. Sehingga, penjualan juga harus dilakukan dalam jumlah yang banyak, agar stok produksi bisa cepat habis, sehingga pihak produsen pun bisa mulai memperoleh produksi selanjutnya.

Agar bisa memperoleh barang yang berkualitas tinggi dengan harga yang murah, maka agen penjual membeli produk dalam jumlah yang banyak secara langsung dari produsen.

Pada akhirnya, penjual pun mempunyai stok barang yang banyak dan juga harus dijual secara cepat. Oleh karena itu, penjual pertama dari produsen umumnya akan menetapkan harga minimum order quantity. Karena teknik ini memang sangat efektif untuk menghabiskan stok di gudang yang banyak.

2. Pengendalian Jumlah Stok

Tujuan kedua dilakukannya MOQ adalah agar bisa menjaga-jaga agar tidak ada barang yang mengalami slow moving,  dan mengendalikan stok penjualan yang berani membeli barang langsung dari pabrik. Jika hal ini tidak bisa dilakukan dengan cepat, maka kemungkinan besar barang tersebut akan mengendap dalam waktu yang lama dan barang tersebut pun memiliki status slow moving, atau sulit laku.

Bila terus dibiarkan, maka stok tersebut akan menumpuk dan nilai keuntungan akan menurun, karena nilai barang tentu akan ikut menurun bila terlalu lama dibiarkan dan disimpan saja.

Agar bisa mengantisipasi hal tersebut, maka pihak penjual harus bisa menghabiskan stoknya secara cepat dengan cara menetapkan jumlah pembelian pada konsumen.

Konsekuensinya, penjual tersebut harus bersedia menurunkan harga yang lebih murah daripada harga eceran. Karena umumnya pembeli yang melakukan transaksi dalam jumlah yang banyak akan kembali menjual barang tersebut dan mereka harus bisa mencapai keuntungan yang maksimal.

3. Meningkatkan Laba Dan Melancarkan Arus Kas

Terjualnya stok yang menggunung secara cepat akan berdampak pada pendapatan keuntungan penjual. Hasil dari laba ini akan terus mengalir dan akan melancarkan arus kas. Kenapa? Karena dengan terjualnya stok, maka penjual bisa melakukan pemesanan ulang pada pihak produsen guna memperoleh stok baru dan dengan model yang juga baru.

Sehingga, penjual akan mempunyai barang baru dan akan terus melakukan penjualan lagi. Arus penjualan yang cepat pun akan sangat membantu meningkatkan keuntungan perusahaan.

Jenis Penetapan MOQ adalah

Dalam menetapkan MOQ, terdapat dua jenis sifat yang bisa ditetapkan. Kedua sifat dari penetapan MOQ adalah sifat lunak atau soft, dan sifat keras atau hard. Berikut ini adalah penjelasan dari keduanya.

  • Soft MOQ

Sama seperti namanya, penetapan minimal order ini tidak bersifat kaku. Umumnya, yang menetapkan pembelian minimal dari pembelinya itu sendiri dan juga dari pihak penjual, sehingga tidak secara kaku harus memenuhi syarat yang ada.

Atau nantinya ada beberapa hari atau produk tertentu yang mana tidak diberlakukannya MOQ. Umumnya, soft MOQ ini masih bisa dinegosiasikan lagi, baik itu dari sisi harga ataupun jumlah.

  • Hard MOQ

Berbanding terbalik dengan soft MOQ, hard Moq akan menetapkan minimal order kuantitas yang baku dan tidak bisa di negosiasikan lagi. Jadi, bila ada pembeli yang tidak bisa melakukan transaksi dalam jumlah tersebut, maka penjual sudah tidak lagi bisa diajak negosiasi.

Cara Menghitung Minimum Order Quantity

Satu hal lainnya yang harus kita pahami adalah terkait cara menghitung minimum order quantity dalam sekali pemakaian, tujuannya adalah agar perusahaan tetap untung dan bisa mengendalikan stok yang ada.

Sedangkan dari sisi produsen, perhitungan ini juga berguna sebagai patokan agar tidak terlalu banyak menumpuk stok ataupun bahan baku produksinya.

Nah, rumus dari MOQ adalah sebagai berikut:

EOQ =2XRXSPXI

Keterangan :

R adalah jumlah barang yang memang diperlukan dalam melakukan pemesanan. Bila memang masih belum melakukan perhitungan secara pasti dan jumlah setiap tahunnya hampir sama, maka kebutuhan jumlah pada tahun selanjutnya bisa menggunakan asumsi yang sama seperti tahun sebelumnya.

S adalah biaya yang diperlukan dalam sekali memesan. Umumnya, biaya ini berkaitan dengan biaya kurir, biaya pengangkutan, dll.

P adalah harga beli setiap unit, jadi yang dihitung nanti adalah satuan unitnya.

I adalah biaya yang diperlukan dalam proses penyimpanan barang setelah dilakukannya pemesanan. Satuan untuk biaya ini pada setiap barangnya dihitung dengan menggunakan persentase(%).

Contoh perhitungan:

PT ABC memerlukan bahan baku sebanyak 240 ribu unit. Harga setiap unitnya ternyata adalah Rp 2000. Untuk bisa memesannya, maka dibutuhkan biaya senilai Rp150.000 dan biaya penyimpanannya adalah 25% per barang.

Maka, perhitungan MOQ adalah sebagai berikut:

EOQ=2×240.000×150.0002000×25%

EOQ=144.000.000

= 12.000 unit

Jadi, jumlah minimal untuk setiap kali pemesanan yang dilakukan adalah 12 ribu unit.

Baca juga: Otomasi Industri: Pengertian, Jenis, dan Tips Menerapkannya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang MOQ atau minimum order quantity. Jadi, bisa kita tarik kesimpulan bahwa MOQ adalah minimal pembelian yang diberlakukan oleh pihak penjual. ada banyak sekali alasan dan manfaat bagi penjual dalam menerapkan MOQ.

Tapi, pada akhirnya alasan dan manfaatnya adalah agar bisa melancarkan arus kas, memperoleh laba yang tinggi, dan mengatur persediaan stok di gudang. Jika Anda tertarik untuk menerapkan strategi ini, maka Anda harus memahami berbagai poin yang sudah kita jelaskan di atas.

Selain itu, Anda juga harus bisa mencatat arus kas secara baik, rapi, dan akurat. Karena, MOQ akan mampu melancarkan arus kas Anda, sehingga bila pencatatan arus kas tidak dilakukan dengan baik, maka Anda tidak merasakan adanya keuntungan.

Untuk membantu Anda dalam mencatat laporan arus kas tersebut, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Software akuntansi ini menyediakan 200 lebih jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan gadget yang sudah terkoneksi dengan internet. Fitur di dalamnya yang sangat lengkap pun akan semakin memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis.

Seluruh kelebihan dari Accurate Online ini bisa langsung Anda nikmati secara gratis selama 30 hari dengan hanya klik tautan di bawah ini.

https://accurate.id/lp/marketing-form/