Non-Functional Requirements Demi Hasilkan Produk Terbaik

Di dalam proses pengembangan produk, non-functional requirements adalah kunci utama untuk membuat hasil yang terbaik. Karena, kebutuhan akan non-functional requirements ini bisa dibilang mampu menampilkan bagaimana hasil dari suatu produk yang akan digunakan.

Lalu, apa itu non-functional requirements? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang non-functional requirements di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Non-Functional Requirements

Berdasarkan laman Scaledagileframework, non-functional requirements (NFR) adalah berbagai kebutuhan yang diperlukan sistem dalam menjalankan produk secara lebih optimal. Tapi, kebutuhan ini tidak akan berdampak pada sistem kerja.

NFR juga banyak digunakan agar bisa menandakan kelayakan kondisi dari sistem yang digunakan. Beberapa sistem tertentu kemungkinan bisa menjalankan fungsi yang sama, namun kualitasnya berbeda saat bisa memenuhi non-functional requirements. Contohnya seperti saat suatu sistem bisa memenuhi berbagai kebutuhan ini, maka akan bisa memberikan tingkat kenyamanan tersendiri untuk penggunanya.

Semakin mudah mengoperasikan sistem, maka akan semakin baik juga NFR tersebut.

Baca juga: Pengertian Produk: Jenis, Tingkatan, dan Konsep Produksi Menurut Ahlinya

Indikator Non-Functional Requirements

Agar bisa memastikan apakah suatu sistem bisa memenuhi non-functional requirements yang diperlukan, maka Anda harus mengetahui berbagai indikator di bawah ini.

1. Kegunaan Produk

Indikator yang pertama di dalam NFR adalah usability. Kegunaan atau usability adalah suatu indikator untuk menilai tingkat fungsional dan kenyamanan produk.

Hal tersebut bisa dilihat dari bentuknya yang mudah dipegang, warna yang tidak mengganggu, penulisan yang mudah dibaca, dan pengoperasioannya yang mudah.

Walaupun terlihat sederhana, namun akan cukup penting untuk memberikan tingkat kenyamanan pada pengguna, sehingga berbagai kebutuhan fungsionalitas bisa berjalan secara maksimal.

2. Kemudahan Menggunakan Produk

Indikator selanjutnya adalah portability atau kemudahan suatu sistem untuk bisa diakses, konektivitasnya dengan perangkat lain, dan media yang bisa mendukung pengguna.

3. Daya Tahan Produk

Daya tahan produk atau reliability akan menilai ketahanan suatu sistem untuk bisa bekerja di berbagai kondisi. Baik itu untuk kebutuhan ringan, sedang sampai berat. Apakah sistem tersebut bisa bekerja dengan daya yang sedang minim atau tidak.

4. Dukungan Terhadap Sistem

Selanjutnya ada juga supportability, yang mengindikasikan apakah suatu perangkat bisa mendapatkan dukungan dari perangkat, konektivitas, sampai aksesoris. Hal ini menjadi sangat penting karena dukungan tersebut akan membuat sistem produk bisa bekerja dengan baik.

5. Kemampuan Sistem Bekerja

Hal selanjutnya yang dijadikan sebagai indikator non-functional requirements adalah performance, dan bagaimana kemampuan sistem tersebut dalam bekerja. Respon yang diberikan dalam suatu sistem saat diberikan perintah juga akan turut mempengaruhi kinerja ini.

6. Keamanan

Tingkat keamanan atau security adalah indikator terakhir yang harus Anda perhatikan dalam non-functional requirements.

Seperti yang sebelumnya sudah diketahui, banyak sekali kasus pembobolan data yang bisa mengganggu privasi pengguna. Untuk itu, suatu sistem harus dilengkapi dengan tingkat keamanan yang tinggi dan juga terjamin.

Hal seperti ini akan seperti adanya autentikasi yang dibutuhkan untuk mengaksesnya dan siapa saja yang bisa mengakses sistem tersebut.

Biasanya, berbagai indikator di atas harus terpenuhi dengan baik, karena akan berbeda tergantung dari tujuan, kebijakan produsen, penggunaan, dan skenario yang lainnya.

Baca juga: Daftar dan Jenis Produk Konsumen Beserta Contohnya

Menentukan Standar Non-Functional Requirements yang Dibutuhkan

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa kebutuhan akan non-functional requirements sangat tergantung dari setiap pengguna. Nah, berdasarkan laman Altexsoft, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini untuk menerapkan non-functional requirements.

1. Buat pengukuran untuk kebutuhan

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa kebutuhan setiap pengguna atas suatu sistem berbeda-beda. Untuk itu, Anda harus bisa membuat pengukurannya sendiri. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan poin, seperti di bawah ini:

  • Bisa terhubung dengan perangkat apa saja
  • Sistem harus bisa diakses menggunakan apa
  • Mudah dioperasikan oleh siapa.

Jika berbagai kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, maka sistem baru bisa dibilang sudah memenuhi kebutuhan non fungsional.

2. Hubungkan kebutuhan dengan kepentingan bisnis

Bila anda sudah menentukan pengukuran yang diperlukan, maka selanjutnya Anda harus bisa menghubungkannya dengan kepentingan bisnis Anda. Tujuannya adalah agar bisa mengetahui skenario penggunaan, seperti apa yang nantinya akan terjadi didalam sistem tersebut.

Contohnya, bisnis Anda tidak terlalu menganggap bahwa reliability itu penting karena sedang berada yang baik untuk menerapkan sistem.

Nah, tanpa adanya indikator tersebut maka sistem itu sudah dianggap bisa memenuhi kebutuhan non fungsionalnya.

3. Pertimbangkan Keterbatasan yang Ada

Hal selanjutnya yang harus Anda pertimbangkan adalah keterbatasan. Artinya, Anda harus menghitung berbagai kemungkinan yang tidak bisa dilakukan saat sistem tersebut tanpa adanya berbagai dukungan.

Dari hal tersebut, nantinya bisa diketahui apakah keterbatasan ini nantinya mampu mempengaruhi berbagai indikator yang Anda tetapkan ataukah tidak.

4. Cek Standar yang Dimiliki OS

Cara terakhir untuk mengetahui non-functional requirements adalah dengan cara memeriksa standar yang dimiliki oleh sistem operasi itu sendiri.

Hal tersebut bisa dilakukan, khususnya bila Anda memang belum memahami apa saja standar yang diperlukan dari suatu produk.

Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Bisnis Barang dan Jasa

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang non-functional requirements. Sederhananya, non-functional requirements mempunyai peran yang penting dalam menjaga kenyamanan produk dari suatu sistem. Anda juga nantinya bisa melihat apakah produk Anda memang sudah memenuhi kebutuhan pelanggan atau belum.

Dalam mengembangkan suatu produk Anda memang tidak hanya cukup untuk mengetahui tentang non-functional requirements saja, Anda juga harus menghitung biaya yang harus Anda keluarkan untuk mengembangkan produk tersebut.

Biaya tersebut juga harus Anda kelola dan catat di dalam laporan keuangan agar bisa membuat suatu kebijakan yang tepat. Untuk memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan, maka Anda bisa coba menggunakan Accurate Online.

Aplikasi bisnis dan akuntansi berbasis cloud computing ini akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda secara otomatis, cepat dan akurat. Selain itu, di dalamnya juga sudah dibekali dengan berbagai fitur dan modul yang bisa meningkatkan efisiensi bisnis Anda.

Penasaran? Anda bisa mencobanya selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini, Gratis!

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.