Mengetahui Pengertian Perusahaan Dagang Secara Lengkap

Pengertian Perusahaan Dagang

Secara umum perusahaan dagang adalah perusahaan yang tidak membuat produk sendiri. Melainkan hanya menjualkan produk milik produsen kepada masyarakat atau konsumen. Jenis perusahaan ini tidak melakukan produksi dalam artian mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Perusahaan ini juga tidak melakukan perubahan sedikitpun pada produk jadi.

Artinya perusahaan dagang adalah perusahan yang murni hanya menjualkan produk yang produknya sudah disediakan oleh pemasok atau produsen. Sedangkan pengertiannya secara khusus adalah perusahaan yang di dalamnya ada kegiatan menyimpan, membeli dan menjual kembali produk tanpa mengubah untuk menciptakan nilai tambah dan jual pada produk.

Karakteristik Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Karakteristik inilah yang membedakan perusahaan ini dengan perusahaan manufaktur. Ini dia karakteristik yang dimaksud:

1. Membeli dan Menjual Produk tanpa Mengolah

Karakteristik yang pertama adalah membeli dan menjual produk tanpa mengolah atau mengubahnya. Sedangkan perusahaan manufaktur sebaliknya yaitu membuat produk dari bahan baku, bahan setengah jadi, produk jadi lalu menjualnya kepada konsumen.

2. Pendapatan Utama Murni Dari Penjualan

Karakteristik yang kedua adalah pendapatan utama perusahaan murni dari penjualan produk. Karena perusahaan tidak perlu mempersiapkan mesin operasional dan bahan baku yang jika bagi perusahaan manufaktur bisa menjadi tambahan pendapatan.

Jika penjualan menurun maka otomatis pendapatan dari perusahaan juga berkurang. Sebaliknya jika penjualan meningkat, maka profit atau laba yang didapatkan juga jauh lebih besar.

Jika Dilihat dari karakteristik ini tentu penjualan merupakan hal penting yang harus diupayakan untuk terus meningkat. Artinya segala manajemen penjualan harus diarahkan sebisa mungkin agar bisa menaikkan omzet Penjualan.

Baca juga : 10 Bisnis Ramadhan yang Cocok Anda Lakukan pada Saat Puasa Nanti

3. Modal Berasal Dari Harga Pokok Produk Terjual

Modal usaha untuk jenis perusahaan ini didapatkan dari harga pokok produk yang sudah Terjual. Misal harga pokok produk Rp2.000.000, perusahaan berhasil menjualnya Rp3.000.000, berarti modal usahanya adalah Rp2.000.000. Sedangkan sisa Rp1.000.000 adalah profit atau laba.

Karena alasan inilah, jika produk tidak segera terjual berarti modal mandek di situ. Sehingga harus dicarikan alternatif untuk menutupi kredit maupun kas perusahaan yang menipis.

Konsekuensi usaha dagang yang tidak lagi mampu menjual produk sesuai targetnya, tentu perusahaan bisa mengalami kolaps bahkan bangkrut. Karena yang jelas tidak lagi ada pemasukan dari segi profit, dan tidak ada uang pokok yang kembali sebagai modal.

4. Sebagai Perantara antara Produsen dengan Konsumen

Karakteristik yang selanjutnya adalah perusahaan dagang berfungsi sebagai perantara antara produsen dengan konsumen. Yang mana produsen akan mengeluarkan barang sedangkan usaha dagang membelinya lalu menjual kembali kepada masyarakat.

Dengan adanya karakteristik ini tentu konsumen tidak perlu membeli langsung dari produsen. Karena sudah ada perusahaan yang siapa melayani segala macam pembelian produk.

5. Tidak Terjadi Perubahan Barang Dibeli dan Dijual

Karakteristik atau ciri-ciri yang selanjutnya adalah tidak terjadi perubahan antara barang yang dibeli dan yang dijual. Karena perusahaan ini memang tidak melakukan pengolahan untuk meningkatkan daya jual produk.

Itu artinya produk yang dibeli dari produsen dan yang dijual kepada konsumen bentuk dan nilainya tetap seperti saat baru dibeli. Maka dari itu, bentuk kemasan, manfaat produk, variasi rasa dan yang lainnya bukan wewenang dari perusahaan ini melainkan produsen.

Baca juga : Tertarik Memulai Bisnis Travel? Berikut 11 Tips Terbaik untuk Memulainya

6. Laba Didapatkan Dengan Cara Menjual Produk Lebih Tinggi dari Harga Beli

Ciri-ciri yang terakhir dari usaha  dagang ialah mendapatkan laba dengan cara menjual produk dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Misal, jika harga belinya Rp500.000, maka perusahaan ini akan menjual kembali dengan harga Rp600.000.

Dari kalkulasi di atas, maka terdapat selisih angka Rp100.000. Selisih inilah yang menjadi pendapatan atau laba perusahaan dagang.

Jenis-Jenis Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang Dibedakan menjadi beberapa jenis. Ini dia jenis-jenis perusahaan yang dimaksud:

Jenis Berdasarkan Produk

1. Perusahaan Dagang Barang Produksi

Jenis yang pertama adalah usaha dagang barang produksi. Perusahaan jenis ini berfungsi untuk menjualkan produk  yang berupa barang baku. Nantinya oleh si pembeli akan diolah kembali menjadi produk jadi.

Salah satu contoh barang yang dijual oleh perasaan ini adalah kayu untuk dibuat kertas. Begitu juga dengan kulit kambing untuk dibuat rebana atau sepatu.

2. Perusahaan Dagang Barang Jadi

Jenis usaha dagang yang kedua adalah usaha dagang barang jadi. Sesuai dengan istilahnya, maka perusahaan ini hanya menjual produk yang sudah jadi alias siap pakai. Yang termasuk produk perusahaan jenis ini adalah pakaian, tas, sepatu, televisi dan barang jadi lainnya. Barang-barang semacam inilah yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen yang membutuhkannya.

Baca juga : 10 Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula yang Menguntungkan

Jenis Perusahaan Dagang Berdasarkan Konsumen

1. Perusahaan Dagang Besar

Jenis perusahaan dagang besar maksudnya usaha dagang yang membeli produk langsung dari pabriknya. Selain itu, produk yang dibeli juga berskala besar dan dijual kembali kepada konsumen dengan jumlah yang besar.

Perusahaan  besar jenis ini disebut pedagang grosir. Biasanya perusahaan semacam ini membutuhkan modal yang tidak sedikit serta perlu ada manajemen khusus untuk menjalankannya.

2. Perusahaan Dagang Perantara

Jenis yang kedua adalah perusahaan dagang perantara. Perusahaan dagang jenis ini adalah perusahaan yang membeli produk dengan skala atau jumlah yang besar. Tetapi dijual kembali kepada konsumen dengan skala menurun hingga kapasitas sedang.

Perusahaan ini lebih dikenal dengan istilah pedagang subgrosir. Biasanya perusahaan dijalankan dengan modal yang tidak terlalu besar tetapi tetap konsisten karena penjualannya juga stabil.

3. Perusahaan Dagang Pengecer

Jenis yang selanjutnya adalah usaha dagang pengecer. Ini merupakan perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen. Artinya ada transaksi penjualan yang dijalankan antara pedagang dengan pembeli di tingkat terbawah.

Usaha dagang yang masuk kategori ini ialah swalayan, warung, toko dan selainnya. Modal yang dibutuhkan tidak sebesar pedagang sub grosir apalagi grosir. Sedangkan penjualan juga tidak terlalu konsisten tergantung seberapa tinggi daya jual masyarakat di tempat tersebut.

Baca juga : Berencana Mendirikan Bisnis? Bisnis Kue Kering bisa Menjadi Pilihan

Bukti Transaksi Perusahaan Dagang

Sekalipun usaha dagang tidak termasuk perusahaan produksi (produsen) tetapi tetap ada bukti transaksi yang dikeluarkan. Nah, di bawah ini akan dijelaskan apa saja bukti-bukti tersebut:

1. Faktur

Faktur adalah bukti penjualan produk dari perusahaan kepada konsumen dalam bentuk kredit. Catatan ini akan menjadi bukti jika sudah terjadi transaksi antara penjual dengan pembeli dengan nominal harga tertentu.

2. Memo Debit

Memo Debit adalah bukti transaksi kalau pihak pembeli mengembalikan barang disebabkan oleh adanya kerusakan, kesalahan pengiriman dan selainnya. Ini juga penting untuk dipersiapkan.

3. Memo Kredit

Memo Kredit adalah kebalikan dari memo debit. Yang mana memo kredit merupakan bukti transaksi kalau pihak perusahaan sudah menerima pengembalian produk rusak dari pembeli.

Itulah penjelasan lengkap tentang perusahaan dagang. Semoga bisa menjadi penambah ilmu pengetahuan sehingga ada cakrawala berpikir yang lebih berbobot.

Baca juga : Sedang Bingung Memilih Bisnis? Coba Affiliate Marketing

Pembukuan Mudahkan Usaha Dagang Anda

Kemudahan adalah awal yang baik bagi setiap bisnis, termasuk untuk rencana pengembangan bisnis Anda. Untuk memudahkan Anda dalam memuluskan rencana pengembangan bisnis tentunya dibutuhkan pembukuan yang baik dan benar agar menghasilkan laporan keuangan guna memberikan data yang faktual bagi rencana bisnis Anda.

Untuk proses pembukuan yang cepat, praktis dan minim kesalahan bagi usaha dagang, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan juga memiliki harga yang terjangkau seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi buatan anak bangsa, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan bisnis yang beroperasi di Indonesia. Seperti pembuatan faktur otomatis, memo debit, memo kredit, penghitungan semua jenis pajak otomatis, payroll, multi cabang, multi gudang, rekonsiliasi bank, otomatisasi lebih dari 100 jenis laporan keuangan, dan masih banyak lagi fitur yang akan memudahkan perusahaan dagang Anda.

Jadi tunggu apalagi? Anda biasa mencoba Accurate Online secara gratis selama sebulan dengan menekan tautan di bawah ini :

accurate fokus pengembangan