Mengenal Perusahaan Manufaktur, Karakter, Contoh, Dan Proses Bisnisnya

Perusahaan manufaktur cukup banyak di Indonesia. Bahkan yang menjalankannya tergolong usahawan handal dan berpengalaman. Memang untuk menjalankan bisnis ini dibutuhkan orang-orang terbaik, ulet, dan memiliki keahlian juga pengalaman yang mumpuni.

Pertanyaannya adalah apakah usaha manufaktur tersebut? Untuk mengetahuinya, dibawah ini akan dijelaskan tentang pengertian perusahaan manufaktur. Kemudian akan dijabarkan tentang karakter, contoh dan proses bisnisnya.

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Secara umum pengertian manufaktur adalah satu jenis dari badan usaha. Namun bukan sembarang lembaga melainkan perusahaan yang melahirkan produk dengan menggunakan alat, bahan baku dan tenaga kerja khusus.

Perusahaan manufaktur dijalankan menurut Standar Operasional Prosedur tertentu yang disingkat SOP. Ini tertuang dalam regulasi yang legal serta disepakati bersama bahkan tertuang dalam peraturan tertulis.

Salah satu bentuk perusahaan manufaktur di Indonesia yang merujuk pada pengertian di atas adalah pabrik. Karena di sini terdapat proses pembuatan produk dengan alat khusus, ada tenaga kerja serta terdapat bahan baku yang diolah.

Pengertian perusahaan manufaktur secara khusus adalah kegiatan pengolahan bahan baku mentah secara kimiawi dan fisika untuk mengubah bentuk dan fisiknya agar bisa dibuat produk tertentu. Singkatnya perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang bergerak dalam perakitan bahan baku untuk dijadikan produk tertentu. Setelah itu, produk akan dipasarkan kepada masyarakat.

Baca juga : 10 Strategi Bisnis Kuliner untuk Mendapatkan Keuntungan Maksimal

Karakter Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan jenis lainnya. Hal ini bisa dilihat dari karakter perusahaan yang notabene memiliki perbedaan mencolok. Ini dia karakter-karakter yang dimaksud:

1. Proses Produksi

Karakter perusahaan manufaktur yang pertama adalah proses produksi. Artinya, sebuah usaha bisa disebut perusahaan manufaktur jika di dalamnya terdapat proses pengolahan bahan baku mentah menjadi bahan jadi.

Selain itu, di dalam perusahaan manufaktur juga harus ada produk yang dipasarkan. Karena dari sanalah profit atau keuntungan bisnis didapatkan. Terkait karakter ini, tentu belum disebut perusahaan manufaktur jika tidak ada proses produksi di dalamnya.

2. Jenis Persediaan

Karakter yang kedua adalah adanya jenis-jenis persediaan. Menurut para pakar, jenis persediaan di perusahaan manufaktur ada tiga, yaitu bahan mentah, produk setengah jadi dan produk jadi.

Karakter ini yang membedakan antara perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang. Karena perusahaan dagang hanya bertugas untuk memasarkan produk dan tidak berfungsi sebagai penyedia bahan-bahan pembuat produk.

Jika dilihat dari karakter ini, tentu sebuah perusahaan bisa disebut perusahaan manufaktur apabila di dalamnya terdapat bahan-bahan pembuat produk dan produk itu sendiri.

3. Biaya Produksi

Karakter yang ketiga adalah biaya produksi. Maksudnya suatu usaha disebut perusahaan manufaktur apabila ada biaya produksi di dalamnya.

Setiap proses perakitan bahan mentah menjadi produk jadi tentu membutuhkan biaya. Seperti biaya untuk pengadaan mesin pengolah bahan dan selainnya. Nah, biaya-biaya inilah yang disebut dengan istilah biaya produksi.

Baca juga : Hal yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Mendirikan Bisnis Properti

Contoh Perusahaan Manufaktur

Ada banyak contoh perusahaan manufaktur di Indonesia. di antaranya adalah ASTRA Internasional tbk. Ini yang populer sedangkan yang tidak begitu populer juga banyak.

Nah, di bawah ini ada beberapa contoh perusahaan manufaktur yang perlu diketahui. Ini dia penjelasannya:

1.  ASII atau ASTRA International Tbk

ASII atau ASTRA International Tbk adalah perusahaan manufakturing yang terkenal dan besar dari Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1957 yang didirikan oleh Astra Internasional INC.

ASII atau ASTRA International Tbk berkembang dengan pesat. Ini dibuktikan dengan jumlah disfersifikasi bisnis yang mencapai 7 unit. Seperti bisnis otomotif, jasa keuangan, agribisnis, pertambangan, properti, TI dan logistik.

2. FPNI atau Titan Kimia Nusantara

Contoh perusahaan manufaktur dari Indonesia yang ke dua adalah FPNI atau Titan Kimia Nusantara. Ini badan usaha yang baru berdiri yaitu pada tahun 1990. Sedangkan pendirinya terdiri dari 4 perusahaan kelas kakap yang tergabung dalam PT Petrokimia Nusantara Interindo.

Empat perusahaan yang menggagas pendirian FPNI atau Titan Kimia Nusantara adalah PT Arseto petrokimia Nusantara Interindo, Mitsui Co Ltd, BP Chemicals Investmen Limited dan Sumitomo Corporation. Karena pilar ini kuat dalam hal finansial, maka perusahaan tumbuh pesat.

3. MAIN atau PT Malindo Feedmill Tbk

MAIN atau PT Malindo Feedmill Tbk adalah perusahaan manufakturing Indonesia yang berdiri pada tahun 1997. Unit usaha ini bergerak dalam bidang peternakan seperti  pengolahan pakan ayam, pembibitan ayam ternak, serta usaha ayam pedaging.

MAIN atau PT Malindo Feedmill Tbk juga perusahaan yang berkembang sangat pesat. Bahkan sudah memiliki beberapa cabang di antaranya PT Quality Indonesia, PT Bibit Indonesia, Pt Leong Ayamsatu Primadona dan PT Prima Fajar.

4. IKBI atau Sumi Indo Kabel Tbk

IKBI atau Sumi Indo Kabel Tbk juga perusahaan manufakturing yang terkenal di Indonesia. Unit usaha ini berdiri pada tanggal 1981 di kota Tangerang.

IKBI atau Sumi Indo Kabel Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perkabelan. Di antaranya produksi kabel serat optik, kabel telekomunikasi tembaga dan kabel konduktor.

Sekalipun sudah lama berdiri, tetapi perusahaan IKBI atau Sumi Indo Kabel Tbk terdaftar di PMA baru pada tahun 1994. Tak dinyana hingga saat ini perkembangan perusahaan sangat pesat dan progresif.

5. Ades atau Akasha Wira International Tbk

Ades atau Akasha Wira International Tbk adalah salah satu perusahaan manufakturing di Indonesia yang juga besar. Kabarnya perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1985 yang di kala itu masih bernama PT Alfindo Putrasetia.

Pada tahun 2010, perusahaan PT Alfindo Putrasetia meningkatkan unit produknya dengan menggarap perlengkapan kosmetik. Bahkan pihak perusahaan berani membeli aset berharga dari PT Damai Sejahtera Mulia yang berupa alat-alat teknologi perawatan rambut.

Perkembangan pesat perusahaan PT Alfindo Putrasetia terjadi pasca perusahaan diambil alih oleh WPB. Sebuah asosiasi perusahaan yang diberdirikan dengan cara patungan antara Refreshment Product Services dan Nestle S.A di tahun 1994. Karena itu perusahaan menjadi besar dan berkembang.

Baca juga : Tips dan Strategi Bisnis Ritel untuk Mendongkrak Penjualan

Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur

Ada beberapa proses bisnis perusahaan manufaktur. Di antaranya adalah proses procurement. Pertanyaannya adalah apakah proses procurement tersebut? Ini penjelasannya dan macam-macam proses bisnis yang lainnya:

1. Proses Procurement

Proses procurement adalah proses bisnis perusahaan manufakturing yang terkait dengan pengadaan barang. Yang mana proses ini diperlukan untuk membantu kelangsungan usaha.

2. In Out Inventory

Proses bisnis yang kedua adalah proses In Out Inventory. Pengertiannya adalah proses bisnis perusahaan manufakturing yang berupa aktifitas pengolahan bahan-bahan mentah menjadi produk jadi.

3. Proses Produksi

Proses produksi adalah proses yang terkait dengan penjualan atau marketing produk perusahaan. Tentu tujuan dari proses produksi ini ialah untuk mendapatkan keuntungan dari produk yang dibuat.

Baca juga : 5 Strategi Melakukan Ekspansi Bisnis yang Berkelanjutan

4. Administrasi Umum

Proses bisnis perusahaan manufakturing yang ke empat adalah administrasi umum. Di dalamnya terdapat unsur kebijakan, penarikan keputusan, pencatatan, kontrol, punishment dan selainnya.

5. Akuntansi dan Keuangan

Proses bisnis perusahaan manufakturing yang ke lima atau terakhir adalah akuntansi dan keuangan. Proses bisnis ini dijalankan semata untuk menjaga finansial perusahaan tetap sehat.

Namun proses akuntansi pada perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan lain pada umumnya. Hal ini dikarenakan pada bisnis manufakturing terdapat pengelolaan bahan baku, penghitungan harga pokok produksi, dan biaya overhead. Pada perusahaaan manufakturing tentu bukan pilihan yang tepat jika Anda menggunakan pembukuan manual karena ini akan sangat memakan waktu.

Baca juga : Tertarik Membangun Bisnis Kedai Kopi? Ikuti Tips Berikut ini

Mereka biasanya menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur lengkap dan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. Salah satu software yang biasa digunakan pabrik manufaktur adalah Accurate Online.

Jika Anda membutuhkan kemudahan dalam pengelolaan akuntansi di proses manufaktur sederhana, Anda bisa menggunakan Accurate Online yang memudahkan proses operasional manufaktur sederhana seperti video di bawah ini.

 

Namun jika Anda pemilik bisnis manufaktur besar dengan proses bisnis yang komplek Anda bisa menggunakan Add On manufaktur yang ada pada Accurate Online. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Add On manufaktur di Accurate Online, Anda bisa melihatnya melalui halaman ini.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis mulai dari UMKM sampai pabrik manufaktur besar.

Dengan menggunakan Accurate Online untuk bisnis manufaktur Anda, Anda bisa melakukan proses perencanaan, pelaksanaan, pengecekan, hingga penyelesaian produksi dapat dilakukan lebih mudah. Lakukan pengambilan keputusan lebih cepat dan tingkatkan efisiensi proses produksi bisnis Anda.

Anda juga bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui melalui tautan pada gambar di akhir artikel.

Itulah beberapa penjelasan singkat terkait perusahaan manufakturing. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan untuk Anda. Terutama yang tertarik untuk menekuni usaha-usaha semacam ini.

accurate berhenti membuang waktu