Tips Efisiensi Bisnis Tanpa PHK Karyawan

Adanya Kebijakan PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja pastinya akan menjadi suatu hal yang sangat mengkhawatirkan untuk para karyawan, khususnya di situasi yang krisis seperti saat ini. Tidak pantas rasanya bila loyalitas yang dilakukan oleh para karyawan harus dibalas dengan suatu surat pemberhentian kerja. Lalu, bagaimana tips efisiensi bisnis tanpa harus PHK karyawan?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan, seluruh pekerja di Indonesia yang saat ini terkena imbas PHK dan dirumahkan per bulan April adalah mencapai 1,95 juta pekerja. Berangkat dari sana, sebagaian besar pekerja yang berasal dari pekerja sektor formal adalah berjumlah 1,5 juta orang, sedangkan 450,000 sisanya berasal dari sektor informal.

Nah, agar bisa menghindari tingginya tingkat penggangguran, sebenarnya perusahaan bisa menjalankan beberapa strategi efisiensi khusus tanpa harus melakukan PHK.

Hal paling pertama yang harus dilakukan adalah dengan mempelajari laporan keuangan perusahaan secara teliti dan detail. Hal ini akan membantu para pengusaha dalam melakukan evaluasi terhadap komponen apa saja yang memang bukan prioritas dan ternyata cukup membebani perusahaan pada masa kritis.

Dengan begitu, perusahaan akan mampu membuat keputusan yang tepat dalam hal melakukan efisiensi dengan cara mengurangi berbagai biaya pada beberapa sektor usahanya.

Setelah melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, maka para pengusaha bisa menjalankan beberapa tips bisnis efisiensi ketika krisis tanpa harus melakukan PHK pada karyawan. Berikut ini adalah tipsnya.

Tips Efisiensi Bisnis Tanpa PHK Karyawan

1. Memangkas Biaya Iklan

Salah satu tips efisiensi bisnis yang bisa dilakukan para pengusaha adalah dengan cara memangkas biaya iklan ataupun biaya promosi. Contohnya, sementara ini kurangilah beban biaya sponsorhip dan juga menghentikan berbagai kontrak iklan yang tidak memiliki timbal balik secara langsung untuk perusahaan.

Sebagai gantinya, cobalah untuk lebih fokus lagi dalam menjalankan digital marketing atau pemasaran digital yang biayanya jauh lebih murah, dan bahkan ada yang gratis, namun bisa menjangkau target pasar Anda. Hal yang sangat penting yang harus Anda pahami adalah Anda hanya harus memangkas biaya iklan tanpa mengurangi usaha periklanan Anda.

Selain itu, hindari juga melakukan kegiatan iklan atau promosi secara agresif. Karena, pemasaran dan penjualan akan lebih sangat dibutuhkan ketika kondisi pemasukan perusahaan Anda sedang anjlok.

Baca juga: Cara Mengelola Bisnis Rumahan Saat Resesi

2. Coret Belanja Modal Tak Prioritas

Cara lain yang masih bisa Anda pilih sebagai strategi efisiensi perusahaan tanpa harus memberlakukan PHK pada karyawan adalah dengan menghilangkan rencana pengembangan usaha ataupun ekspansi usaha untuk sementara waktu. Itu artinya, Anda harus menghapus belanja modal yang saat ini sedang tidak dijadikan prioritas utama.

Belanja modal termasuk dalam komponen biaya investasi, yaitu dana yang dikeluarkan dalam memulai usaha, seperti biaya pembelian lahan ataupun pembelian alat produksi.

Dalam kondisi yang serba krisis, dana yang saat ini dimiliki oleh perusahaan sudah seharusnya digunakan untuk modal kerja yang memang mampu meningkatkan penghasilan jangka pendek agar bisa menyambung hidup di tengah masa pendemi.

3. Efisiensi Biaya Operasional

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghentikan sementara peralatan atau perlengkapan usaha yang bisa menhabiskan biaya operasional saat produktivitas harus turun secara alami, seperti dengan cara menghemat penggunaan AC, lampu, atau peralatan yang membutuhkan alat listrik lainnya.

Artinya, hal ini juga termasuk menghemat penggunaan air, telepon, dan biaya lainnya yang memang dibebankan ketika seluruh proses operasional sedang berlangsung.

Baca juga: 7 Bisnis UKM di Indonesia yang Menjanjikan

4. Kurangi Jam Kerja dan Bayar Gaji Pokok

Kebijakan dalam memilih Pemutusan Kerja Karyawan atau PHK selayaknya dijadikan sebagai pilihan terakhir ketika Anda memang ingin mempertahankan usaha Anda sekaligus menyelamatkan hidup banyak orang saat kondisi krisis. Walaupun terpaksa harus mencederai hak karyawan Anda.

Anda masih bisa memangkas gaji karyawan dengan diikuti berbagai kebijakan penguranan waktu kerja selama produktivitas perusahaan sedang menurun secara alami ketika terjadi krisis.

Kebijakan ini tentunya akan secara otomatis mengurangi berbagai tunjangan operasional ataupun tunjangan kerja lain untuk karyawan. Sehingga, perusahaan hanya akan dibebani dengan membayar gaji pokok untuk karyawan.

Komponen gaji karyawan ini termasuk dalam jenis-jenis biaya tetap, sama seperti biaya asuransi ataupun PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Selain itu, Anda juga harus bisa berterus terang dengan karyawan atas kondisi kuangan yang saat ini sedang dialami oleh perusahaan, misalnya tentang seberapa lama Anda bisa mampu bertahan dimasa seperti saat ini. adanya komunikasi yang transparan dan terbuka akan sangat diperlukan agar para karyawan bisa mempersiapkan diri dengan berbagai hal terburuk yang bisa terjadi di masa depan.

Pemangkasan gaji ini bahkan telah dilakukan oleh perusahaan startup besar seperti Grab dan Gojek. Untuk Gaji co-CEO manajemen senior gojek dipotong hingga 25% selama kurun waktu setahun penuh, sedangkan gaji jajaran petinggi Grab dipangkas sebanyak 20%.

Namun bedanya, pemangakasan gaji yang dilakukan oleh petinggi kedua perusahaan tersebut dilakukan secara sukarela agar bisa membantu mitra perusahaannya di tengah badai krisis seperti saat ini.

5. Cuti Tanpa Bayaran

Selain dengan cara memangkas gaji karyawan, cara efisiensi lainnya yang bisa dilakukan oleh perusahaan tanpa harus PHK adalah dengan memberlakukan kebijakan unpaid leave atau cuti tanpa digaji. Hal ini bisa dilakukan agar bisa melepaskan sedikit beban perusahaan yang memang sedang ditanggung pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Sedikitnya pemasukan yang dialami oleh perusahaan tentunya akan memengaruhi kondisi finansial perusahaan, dan hal ini akan menjadi penyebab diberlakukannya kebijakan cuti tanpa digaji. Kebijakan ini bisa dipilih oleh perusahaan yang ingin lebih lama bertahan dimasa krisis seperti saat ini.

Kenapa? Karena saat ini banyak perusahaan yang tidak memiliki kondisi finansial yang cukup untuk membayar gaji atau kompensasi tertentu sesuai dengan undang-undang jika mengambil pilihan PHK. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan perusahaan tanpa harus PHK adalah dengan melakukan cuti tanpa digaji. Kebijakan cuti tanpa digaji pada karyawan bisa dilakukan dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan.

6. Mengatur Kembali Biaya Stok Barang di Gudang

Anda juga harus mengatur kembali seluruh jumlah barang yang ada di gudang. Cara paling mudahnya adalah dengan melakukan analisa perhitungan penjualan harian selama kurun waktu tertentu agar kemudian bisa diambil keputusan analisa bisnis berdasarkan hasil analisa Anda.

Contohnya, dalam sepekan Anda bisa melihat produk mana saja yang laku terjual dan paling banyak diminati oleh konsumen, termasuk mengamati seluruh jumlah rata-rata penjualan.

Dari data ini, nantinya Anda akan mendapatkan gambaran stok barang apa saja dan berapa jumlah barang yang harus disediakan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga, Anda bisa lebih bijaksana lagi dalam menghemat biaya untuk stok tanpa harus kehilangan potensi keuntungan usaha Anda. Strategi ini akan mirip seperti kali pertama Anda memulai bisnis.

Baca juga: Terbukti! Inilah 7 Sektor Bisnis yang Tahan Krisis

Kesimpulan

Kebijakan dalam memilih Pemutusan Kerja Karyawan atau PHK selayaknya dijadikan sebagai pilihan terakhir ketika Anda memang ingin mempertahankan usaha Anda sekaligus menyelamatkan hidup banyak orang saat kondisi krisis.

Anda masih bisa memangkas gaji karyawan dengan diikuti berbagai kebijakan penguranan waktu kerja selama produktivitas perusahaan sedang menurun secara alami ketika terjadi krisis.

Selain dengan cara memangkas gaji karyawan, cara efisiensi lainnya yang bisa dilakukan oleh perusahaan tanpa harus PHK adalah dengan memberlakukan kebijakan unpaid leave atau cuti tanpa digaji.

Sedikitnya pemasukan yang dialami oleh perusahaan tentunya akan memengaruhi kondisi finansial perusahaan, dan hal ini akan menjadi penyebab diberlakukannya kebijakan cuti tanpa digaji.

Tips efesiensi bisnis lain tanpa harus memberlakukan PHK pada karyawan adalah dengan menghilangkan rencana pengembangan usaha ataupun ekspansi usaha untuk sementara waktu.

Seluruh efisiensi bisnis yang sudah dijelaskan ini hampir tidak mungkin bisa Anda lakukan secara cepat dan mudah tanpa memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online untuk mendukung berbagai langkah bisnis Anda di masa depan.

Kenapa? Karena, Accurate Online memiliki fitur yang memudahkan Anda dalam mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan terintegrasi.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini

accurate1