Apa itu Analisis Kelayakan Investasi? Ini Metode yang Digunakan di Dalamnya!

Investasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan gegabah karena memiliki resiko yang cukup tinggi. Pemilihan instrumen investasi pun harus dilakukan secara cermat agar tingkat pengembalian atau keuntungan yang diperoleh dapat sesuai dengan harapan. Dalam hal ini, investor bisa menerapkan sejumlah cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal, salah satunya dengan melakukan analisis kelayakan investasi.

Analisis kelayakan investasi dapat memberikan gambaran mengenai investasi yang akan dijalankan, apakah dapat memberikan keuntungan atau tidak, dan apakah keuntungannya maksimal atau tidak. Investor pun dapat menggunakan sejumlah metode untuk mengukur kelayakan tersebut.

Kira-kira apa sajakah metode tersebut? Artikel berikut ini akan menjawabnya sekaligus menerangkan lebih lanjut mengenai apa itu analisis kelayakan investasi, aspek-aspek yang terdapat di dalamnya, dan contoh perhitungannya.

Pengertian Analisis Kelayakan Investasi

Mengutip dari investopedia, analisis kelayakan investasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengetahui prospek suatu proyek investasi yang mendasari pengambilan keputusan, apakah menguntungkan atau tidak. Tindakan ini membantu investor untuk menghindari penanaman modal pada proyek atau kegiatan yang tidak menguntungkan.

Pasalnya, agar investasi bisa memberikan pengembalian yang sesuai harapan di masa mendatang, investor perlu melakukan analisis kelayakan investasi ini terlebih dahulu. Terlebih karena investasi bukan hanya sekedar setor modal dan investor pun dapat memilih  jenis instrumen investasi seperti saham, emas, deposito, hingga properti, yang masing-masingnya memiliki karakteristik tersendiri.

Baca Juga: Analisis Teknikal Saham: Definisi, Prinsip, dan Indikator

Aspek Kelayakan Investasi

Analisis kelayakan investasi harus dilakukan dengan didasarkan pada aspek-aspek yang terkait. Tujuannya adalah agar investor bisa mendapat keuntungan sebesar-besarnya dari keputusan investasi yang diambilnya.

Berikut ini beberapa aspek kelayakan investasi yang harus diperhatikan dalam proses analisanya.

  1. Aspek Finansial: Aspek yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan.
  2. Aspek Teknis dan Produksi: Aspek yang berhubungan dengan kapasitas perusahaan, biaya produksi, desain, bahan, lokasi, dan lainnya.
  3. Aspek Sosial: Aspek yang berhubungan dengan perindustrian pelayanan yang merata dan adil kepada masyarakat.
  4. Aspek Hukum: Aspek yang berkaitan dengan legalitas, kesepakatan, hubungan industrial, perizinan, status perusahaan, hak dan kewajiban, dan lainnya.
  5. Aspek Organisasi: Aspek seputar perumusan organisasi, mulai dari tugas hingga tata kerja.
  6. Aspek Pemasaran: Aspek yang meneliti penerimaan arus kas selama usia perusahaan.

Baca Juga: Memahami Definisi dan Indikator Acuan dalam Analisis Fundamental Saham

Metode Analisis Kelayakan Investasi

Untuk menilai kelayakan suatu investasi, terdapat setidaknya empat metode yang bisa dilakukan, yang meliputi:

1. Net Present Value (NPV)

Analisa kelayakan investasi dengan metode Net Present Value (NPV) dilihat dari keuntungan bersih yang diperoleh di akhir pengerjaan suatu proyek atau investasi. Hasilnya diperoleh dari perhitungan selisih dari nilai sekarang dengan aliran kas dari investasi tersebut di masa mendatang.

Lebih tepatnya, dengan rumus sebagai berikut.

NPV = ΣPVt – A0

NPV = (PV1 + PV2 + …) – A)

PV = NCF x Discount Factor

Discount Factor =1/(1+r)t

Dengan keterangan:

NPV = Net Present Value

PV = Present Value

NCF = Aliran kas

A0 = Investasi yang dikeluarkan pada awal tahun

r = Biaya modal

t = Periode waktu investasi/proyek

Adapun pengambilan keputusan investasi dengan metode ini menggunakan asumsi sebagai berikut.

  • Jika NPV0 > NPV1, maka investasi tidak layak karena bisa menimbulkan kerugian
  • Jika NPV0 < NPV1, maka investasi layak karena bisa menguntungkan
  • Jika NPV0 = NPV1, maka investasi tidak layak karena bisa menimbulkan kerugian

2. Payback Period (PBP)

Metode Payback Period (PBP) menghitung kecepatan pengembalian investasi. Sehingga, satuan ukuran yang digunakan adalah waktu. Adapun formula untuk menghitung nilai PBP adalah:

  • Jika Arus Kas Per Tahun Sama Jumlahnya

PBP = (Investasi Awal/Arus Kas) x 1 Tahun

  • Jika Arus Kas Per Tahun Berbeda Jumlahnya

PBP = n + (a – b/c – b) x 1 Tahun

Dengan keterangan:

n = Tahun terakhir di mana jumlah arus kas

a = Jumlah investasi awal

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke-n

c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke-n+1

Kemudian, untuk asumsi metode PBP-nya adalah:

  • Jika PBP lebih cepat atau singkat dari ketentuan, maka investasi layak karena menguntungkan
  • Jika PBP lama dari ketentuan awal, maka investasi tidak layak karena merugikan

3. Profitability Index (PI)

Metode Profitability Index mengukur kelayakan investasi berdasarkan indeks keuntungannya yang dibandingkan dengan nilai penerimaan kas bersih secara keseluruhan dan nilai investasi saat ini. Berikut rumusnya.

PI = PV/I

Dengan keterangan:

PI = Profitability Index

PV = Present Value (nilai sekarang seluruh penerimaan kas bersih)

I = Investasi

Kemudian, asumsi untuk metode PI adalah:

  • Jika PI > 1, maka investasi layak karena menguntungkan
  • Jika PI < 1, maka investasi tidak layak karena bisa merugikan

4. Internal Rate of Return (IRR)

Metode Internal Rate of Return (IRR) menganalisa kelayakan investasi dengan mengukur investasi dari tingkat suku bunga yang menjadikan nilai sekarang keuntungan yang diharapkan sama dengan jumlah nilai dari biaya modal. Rumus untuk metode IRR ini adalah:

IRR = R1 + (PV1 – PV0/PV1 – PV2) x (R1 – R2)

Dengan keterangan:

IRR = Internal Rate of Return

R1 = Tingkat bunga pertama

R2 = Tingkat bunga kedua

PV = Present Value

Adapun asumsi untuk metode IRR adalah:

  • Jika IRR > tingkat bunga, maka investasi layak karena menguntungkan
  • Jika IRR < tingkat bunga, maka investasi tidak layak karena merugikan

Baca Juga: Mengenal Laporan Arus Kas Lebih Jauh Beserta Contohnya  

Contoh Analisa Kelayakan Investasi

Sebagai contoh, Budi yang merupakan investor pemula menganalisa perusahaan ABC yang nilai kas nettonya dalam 1 tahun adalah sebesar Rp100 juta. Kemudian, untuk nilai investasinya adalah sebesar Rp70 juta. Apabila Budi menggunakan metode PI untuk menilai kelayakan perusahaan ABC, maka hasilnya adalah:

PI = PV/I

PI = Rp100 juta/Rp70 juta

PI =  1,42

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa perusahaan tersebut layak karena nilai PI-nya lebih dari 1 atau tepatnya 1,42.

Baca Juga: Pengertian Laporan Arus kas Metode Tidak Langsung

Penutup

Analisis kelayakan investasi membantu investor untuk mengetahui secara jelas prospek suatu proyek atau investasi, apakah menguntungkan atau tidak. Lebih lanjut, investor juga bisa memperkirakan apakah tingkat pengembalian atau keuntungan sesuai dengan yang diharapkan di masa mendatang. Apabila tidak sesuai atau bahkan merugikan, investor bisa memilih instrumen investasi lain yang dianggap lebih aman.

Antisipasi ini juga sebenarnya membantu investor dalam mengelola keuangannya sehingga kondisi finansialnya dapat lebih terjaga. Untuk mempermudah proses pengelolaan keuangan, Anda selaku investor bisa mencoba menggunakan aplikasi bisnis seperti Accurate Online yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis.

Beragam fitur yang disediakannya pun mudah untuk digunakan dan dapat diakses secara fleksibel. Dengan begitu, proses pembukuan Anda akan menjadi lebih cepat, akurat dan otomatis.

Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Jika iya, segera klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.