Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Menghitungnya

Bila Anda adalah salah satu orang yang pernah mengajukan permohonan kredit di bank, kemungkinan besar Anda pernah mendengar istilah anuitas.

Tapi, kebanyakan petugas kredit di bank hanya akan memberikan penjelasan umum tentang kredit yang diberikan saja. Seperti misalnya plafon yang disepakati, jangka waktu pinjaman, dan sanksi bila terlambat bayar angsuran. Kebanyakan dari mereka tidak akan menjelaskan secara rinci tentang anuitas.

Istilah ini memang kerap kali melekat pada produk perbankan yang di dalamnya terdapat bunga, khususnya kredit dan simpanan ataupun investasi jangka panjang seperti KPR, deposito, obligasi, dividen saham, dll.

Lantas, apa sebenarnya pengertian dari anuitas tersebut? Baca selengkapnya tentang anuitas di sini.

Pengertian Anuitas

Dalam dunia ekonomi keuangan, anuitas adalah seluruh rangkaian penerimaan ataupun pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala dan kontinyu dan juga berkesinambungan dalam periode ataupun jangka waktu tertentu.

Berdasarkan penjelasan ini, bisa kita simpulkan bahwa anuitas adalah suatu cicilan pembayaran ataupun penerimaan yang nilainya tetap yang bila dibayar ataupun diterima dalam kurun waktu tertentu.

Pengertian tentang anuitas ini pada dasarnya tidak terbatas pada pembayaran ataupun penerimaan yang sifatnya berkala dan berhubungan dengan pinjaman ataupun kredit juga, namun bisa digunakan juga pada investasi untuk menyiapkan kemandirian finansial di waktu yang akan depan.

Secara lebih luas, pengertian anuitas ini juga digunakan dalam suatu produk asuransi. Di dalam dunia asuransi,  bisa diartikan sebagai suatu manfaat pensiun yang dibayarkan secara berkala dalam tiap bulannya.

Anuitas adalah suatu kontrak antara pekerja dengan suatu perusahaan asuransi, yang mana setiap pekerja akan melakukan berbagai rangkaian pembayaran dan sebagai imbalannya akan mendapatkan pencairan secara reguler setelah sudah tiba waktu yang ditentukan di waktu yang akan datang nanti.

Sedangkan dalam dunia investasi, anuitas digunakan untuk perencanaan finansial di masa depan agar bisa menyediakan aliran pendapatan yang sifatnya stabil selama masa pensiun. Dana yang dibayarkan akan oleh pekerja secara berkala selama mereka masih bekerja dan jumlahnya tentu akan meningkat setiap tahun sampai masa pensiunnya sudah tiba.

Nah, jika kita kembali pada konteks keuangan, maka anuitas digunakan untuk menghitung bunga pinjaman dan bunga investasi jangka panjang. Tujuan digunakannya anuitas tentu agar bisa mempermudah setiap nasabah untuk membayar nilai angsuran ataupun cicilan setiap bulannya selama jangka waktu pinjaman tersebut.

Pun sama halnya dengan investasi, tujuannya adalah demi mempermudah investor mendapatkan imbal hasil setiap bulannya selama jangka waktu investasi berlangsung.

Baca juga: BPR Adalah: Pengertian, Fungsi dan Bedanya dengan Bank Umum

Jenis-Jenis Anuitas

Pembayaran cicilan pada kredit ataupun pinjaman ini biasanya sudah ditentukan pada waktu yang sama setiap bulannya selama masa berlangsung pada waktu kredit tersebut, jadi bisa diawal ataupun pada akhir periode. Pun sama halnya dengan penerimaan imbal hasil investasi.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, maka bila kita perhatikan berdasarkan waktu pembayarannya, maka anuitas bisa dibedakan menjadi empat jenis, yakni:

  • Anuitas biasa (ordinary annuity) adalah suatu jenis anuitas yang mana pembayaran ataupun penerimaan berkala dalam jangka waktu tertentu terjadi pada akhir waktu periode. Contohnya, pembayaran hipotek.
  • Anuitas jatuh tempo (due annuity) adalah suatu jenis anuitas yang mana pembayaran ataupun penerimaannya berkala dalam kurun waktu tertentu yang terjadi pada awal waktu periode.
  • Anuitas tangguhan (deferred annuity) adalah suatu jenis anuitas atau penerimaan secara berkala dalam jangka waktu tertentu terjadi atau dilakukan setelah beberapa waktu periode yang sudah berjalan. Sehingga, pembayaran ataupun penerimaannya bisa ditangguhkan.
  • Anuitas langsung (immediate annuity) adalah suatu anuitas yang penerimaan atau pembayarannya dilakukan secara berkala dalam kurun waktu tertentu terjadi ataupun dilakukan secara langsung tanpa adanya penundaan dalam suatu periode.

Penilaian Anuitas

Agar bisa menentukan suatu nilai anuitas, maka dibutuhkan syarat adanya perhitungan pada nilai saat ini dari pembayaran yang ingin dilakukan di waktu yang akan datang. Penilaian ini akan mensyaratkan adanya faktor nilai waktu uang, tingkat bunga, dan juga nilai di waktu yang akan datang,

Nilai saat ini dari anuitas adalah nilai aliran pembayaran yang didiskontokan oleh suku bunga agar bisa memperhitungkan adanya fakta bahwa pembayaran harus dilakukan pada berbagai momen di waktu yang akan datang.

Sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa perhitungan pada anuitas biasanya digunakan untuk bisa menghitung nilai bunga atas suatu pinjaman, sehingga akan diketahui nilai cicilan yang terdiri dari pinjaman pokok yang selanjutnya akan ditambahkan dengan bunga yang harus dibayarkan oleh pihak peminjam dalam jangka waktu pinjaman tersebut.

Selain itu, perhitungan pada anuitas juga bisa dimanfaatkan untuk bisa menghitung bunga investasi seperti halnya deposito ataupun investasi dalam jangka panjang lain. Dalam urusan ini, perhitungan anuitas dilakukan agar bisa menginvestasi nilai imbal hasil yang kemungkinan akan diterima atas penanaman modal ataupun penyimpanan dana dalam wujud deposito ataupun jenis investasi jangka panjang lainnya.

Perhitungan pada bunga ini sangat berbeda dari perhitungan pada bunga tetap dan juga efektif, walaupun mampu menghasilkan jumlah cicilan ataupun angsuran yang sama. Namun pada prinsipnya, perhitungan pada bunga ini adalah hasil dari adanya modifikasi ataupun pengembangan dari nilai perhitungan suku bunga efektif.

Tujuannya tentu untuk mempermudah para pihak peminjam dalam membayar jumlah cicilan yang nilainya sama pada tiap periode.

Dalam perhitungan bunga efektif, maka cicilan pokok didapatkan dari membagi plafon kredit dengan termin ataupun jangka waktu kredit. Berbeda dengan perhitungan anuitas, yang mana nilai cicilan angsuran pokok akan dihitung dari total angsuran yang sebelumnya sudah ditetapkan, lalu dikurang dengan hasil perhitungan bunga anuitas tersebut.

Hal tersebut memang terdengar cukup rumit, oleh karenanya diperlukan bantuan aplikasi tertentu untuk menghitung bunga anuitas.

Walaupun dari besarnya cicilan dengan bunga anuitas menghasilkan nilai yang sama dengan bunga efektif, namun ternyata komposisi di dalamnya cukup berbeda. Dalam jumlah angsuran yang dihasilkan, komposisi bunga akan lebih besar daripada angsuran pokok.

Untuk itu, pada tiap periode pembayaran, nilai bunga akan cenderung berkurang selama periode berjalannya kredit. Sebaliknya, angsuran pokok tentu akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya masa kredit.

Komposisi pada bunga dan cicilan pokok tentu akan semakin tinggi sepanjang jalannya masa kredit. Komposisi pada bunga dan angsuran pokok pada sistem bunga ini akan terus berubah secara periodik hingga berakhirnya masa kredit tersebut.

Perhitungan pada bunga anuitas ini akan lebih adil. Kenapa? karena bunga akan dihitung dari sisa pokok kredit ataupun pinjaman yang belum terbayarkan.

Walaupun demikian, ada juga yang beranggapan bahwa bunga pada anuitas ini akan merugikan sesama pihak pinjaman.

Kenapa? karena, setelah pembayaran cicilan berjalan, terdapat beberapa periode dan pinjaman ingin segera melunasi pinjamannya, sehingga beban pinjaman pokok yang masih harus dibayar masih memiliki nilai yang sangat besar, karena pada pembayaran angsuran di awal periode, sebagian besarnya adalah bunga, sehingga pinjaman pokoknya hanya berkurang sedikit saja.

Baca juga: Subsidi Adalah: Pengertian, Jenis dan Dampaknya untuk Perekonomian

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang anuitas. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa anuitas adalah anuitas adalah suatu cicilan pembayaran ataupun penerimaan yang nilainya tetap yang bila dibayar ataupun diterima dalam kurun waktu tertentu.

Diperlukan perhitungan yang cermat untuk mendapatkan nilai anuitas yang tepat. Untuk itu, Anda harus memahami pengertian anuitas ini secara lebih baik dan juga memahami rumus perhitungannya di atas.

Selain itu, Anda juga harus bisa mengelola keuangan perusahaan Anda agar bisa membayar beban hutang dan beban bunga tersebut. Namun, yang terbaik adalah dengan tidak berhutang sama sekali.

Agar bisa lebih memudahkan Anda dalam mengelola keuangan perusahaan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Software akuntansi ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang lengkap dan sangat berguna untuk berbagai industri bisnis. Selain itu, aplikasi ini juga akan menyediakan 200 lebih laporan keuangan yang bisa Anda akses dimanapun dan kapanpun dengan laptop atau smartphone yang sudah terkoneksi dengan internet.

Tertarik? Anda bisa langsung mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar berikut ini.

accurate1