Apa itu Bundle Pricing? Ini Pengertian, Kelebihan, dan Jenisnya

Diterbitkan: 31 Mei 2023 | Diperbarui: 12 Jan 2026 | Ditulis oleh: Ibnu Ismail
Apa itu Bundle Pricing? Ini Pengertian, Kelebihan, dan Jenisnya

Terdapat banyak sekali strategi penetapan harga agar bisa memikat hati calon pelanggan, salah satunya adalah bundle pricing.

Pada dasarnya, bundle pricing adalah salah satu strategi dimana perusahaan menjual beberapa produk atau jasa dengan satu harga tetap yang mampu menarik hati pelanggan.

Ingin mengetahui lebih dalam tentang cara penerapannya? Baca terus artikel tentang bundle pricing di bawah ini hingga selesai.

Pengertian bundle pricing

Berdasarkan laman Indeed, bundle pricing adalah suatu pendekatan dalam penetapan harga di mana dua atau lebih produk atau layanan dijual sebagai paket atau bundle dengan harga yang lebih murah dibandingkan jika produk atau layanan tersebut dibeli secara terpisah.

Dalam bundle pricing, pelanggan diberikan insentif untuk membeli lebih dari satu produk atau layanan dengan memberikan diskon atau harga paket yang lebih rendah.

Tujuan dari strategi bundle pricing adalah mendorong penjualan lintas produk atau layanan serta meningkatkan nilai transaksi pelanggan.

Dengan menggabungkan beberapa produk atau layanan ke dalam satu paket, pelanggan cenderung melihat nilai yang lebih tinggi dalam pembelian tersebut.

Misalnya, dalam bundle pricing untuk produk teknologi, sebuah paket bisa terdiri dari perangkat elektronik utama seperti smartphone, tablet, dan earphone dengan harga yang lebih murah daripada membeli semua produk tersebut secara terpisah.

Manfaat strategi bundle pricing meliputi peningkatan penjualan lintas produk, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan strategi ini, seperti perhitungan harga yang tepat, pemilihan produk yang sesuai untuk dikombinasikan, serta mengelola inventaris dengan efektif agar stok produk yang dikombinasikan tersedia dengan cukup.

Penting untuk melakukan analisis pasar dan memahami preferensi pelanggan sebelum menerapkan strategi bundle pricing.

Baca juga: Price Skimming: Pengertian, Strategi, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

Cara kerja bundle pricing

Agar strategi ini efektif, ada beberapa tahapan utama dalam cara kerja bundle pricing yang perlu diperhatikan oleh bisnis:

1. Menentukan produk atau layanan yang akan dibundel

Langkah pertama adalah memilih produk atau layanan yang relevan untuk digabungkan.

Idealnya, produk dalam satu bundel saling melengkapi dan sering dibutuhkan secara bersamaan oleh pelanggan.

Contohnya, restoran menggabungkan makanan utama, minuman, dan dessert dalam satu paket.

Tujuannya agar pelanggan merasa kebutuhan mereka sudah terpenuhi dalam satu kali pembelian.

2. Menetapkan harga paket yang lebih menarik

Harga bundel harus memberikan kesan “lebih hemat” dibandingkan pembelian terpisah, namun tetap menguntungkan bagi bisnis.

Biasanya, potongan harga tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk mendorong pelanggan memilih paket bundel daripada membeli satuan.

Di sinilah perhitungan biaya, margin, dan harga pokok penjualan menjadi sangat penting.

3. Mengomunikasikan nilai bundel kepada pelanggan

Bundle pricing tidak hanya soal harga murah, tetapi juga soal persepsi nilai. Pelanggan perlu memahami bahwa mereka mendapatkan lebih banyak manfaat dalam satu paket.

Karena itu, promosi bundle harus menonjolkan keunggulan paket, seperti lebih praktis, lebih lengkap, dan lebih hemat dibandingkan pembelian terpisah.

4. Memonitor performa dan penyesuaian bundel

Setelah diterapkan, bisnis perlu memantau apakah bundel tersebut benar-benar meningkatkan penjualan, nilai transaksi, atau perputaran stok.

Jika hasilnya belum optimal, bundel dapat disesuaikan, baik dari sisi kombinasi produk, harga, maupun target pelanggannya.

Menerapkan strategi bundle pricing tidak hanya soal menggabungkan produk dan memberi harga menarik.

Bisnis juga perlu memastikan perhitungan biaya, margin, dan laba tetap terkontrol agar strategi ini benar-benar menguntungkan.

Di sinilah peran software akuntansi seperti Accurate Online dibutuhkan.

Dengan pencatatan keuangan yang otomatis dan laporan real-time, bisnis dapat menganalisis performa harga dan paket penjualan dengan lebih akurat sebelum mengambil keputusan.

Coba gratis Accurate Online sekarang juga dan nikmati operasional bisnis yang lebih baik!

Baca juga: Harga Pokok Produksi: Pengertian, Manfaat, Elemen

Jenis-jenis bundle pricing

Ada beberapa jenis strategi bundle pricing yang dapat digunakan, antara lain:

1. Pure bundle pricing

Di sini, produk atau layanan hanya tersedia dalam bentuk paket atau bundel. Pelanggan tidak memiliki opsi untuk membeli produk atau layanan secara terpisah.

Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pembelian produk atau layanan tambahan.

2. Mixed bundle pricing

Dalam strategi ini, produk atau layanan tersedia baik dalam bentuk paket maupun secara individual.

Pelanggan memiliki opsi untuk memilih apakah mereka ingin membeli bundel atau hanya membeli produk atau layanan tertentu.

Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pelanggan dan memungkinkan mereka untuk memilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. New product bundle pricing

Strategi ini digunakan saat peluncuran produk baru. Produk baru tersebut dikombinasikan dengan produk yang sudah ada dalam bundel dengan harga yang menarik.

Hal ini dapat membantu memperkenalkan produk baru kepada pelanggan dan meningkatkan daya tarik bundel.

Baca juga: Diskriminasi Harga: Pengertian, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kelebihan bundle pricing

Menerapkan strategi bundle pricing memiliki beberapa kelebihan yang dapat menguntungkan bagi bisnis, antara lain:

1. Meningkatkan penjualan

Strategi bundle pricing dapat mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak atau membeli produk yang mungkin sebelumnya tidak mereka pertimbangkan.

2. Meningkatkan nilai transaksi

Dalam bundle pricing, pelanggan melihat nilai yang lebih tinggi dalam pembelian bundel daripada membeli produk secara terpisah.

Hal ini dapat meningkatkan nilai transaksi pelanggan dan memberikan dorongan untuk membeli lebih banyak atau memilih opsi yang lebih lengkap.

3. Menghilangkan stok tersisa

Jika bisnis memiliki stok produk tertentu yang sulit terjual atau tersisa dalam jumlah tertentu, strategi bundle pricing dapat menjadi cara efektif untuk menghilangkan stok tersebut.

Dengan menggabungkan produk tersebut dengan produk lain yang lebih populer atau diminati, pelanggan lebih mungkin tertarik untuk membeli dan mengurangi stok yang tidak terjual.

4. Meningkatkan loyalitas pelanggan

Memberikan diskon atau harga khusus melalui bundle pricing dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan loyalitas jangka panjang.

Pelanggan merasa mendapatkan nilai tambahan dari pembelian mereka dan lebih mungkin untuk kembali membeli dari bisnis tersebut di masa depan.

Selain memberikan keuntungan langsung bagi pelanggan, strategi ini juga akan semakin optimal jika didukung dengan sistem loyalti program yang terkelola secara digital.

Melalui Bliss Loyalty Program, bisnis dapat mengubah setiap transaksi menjadi poin, reward, atau penawaran eksklusif yang tercatat otomatis.

Dengan begitu, pelanggan tidak hanya tertarik pada promo sesaat, tetapi juga terdorong untuk melakukan pembelian berulang karena merasa dihargai dan diuntungkan dalam jangka panjang.

5. Membedakan dari kompetitor

Strategi bundle pricing dapat menjadi alat diferensiasi yang efektif dari pesaing.

Dengan menggabungkan produk atau layanan dalam bundel yang menarik dengan harga yang lebih kompetitif, bisnis dapat menarik perhatian pelanggan dan menonjol di pasar yang ramai.

6. Mengurangi biaya promosi

Dalam strategi bundle pricing, promosi dan pemasaran dapat difokuskan pada paket bundel, yang mengurangi biaya dan usaha yang diperlukan untuk memasarkan setiap produk secara terpisah.

Hal ini dapat memberikan efisiensi dalam upaya pemasaran dan mengurangi biaya promosi.

Namun, perlu diingat bahwa strategi bundle pricing juga memiliki beberapa tantangan, seperti mengatur harga yang tepat, mengelola inventaris, dan memastikan kombinasi produk yang menarik bagi pelanggan.

Penting untuk melakukan analisis pasar yang cermat dan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pelanggan sebelum mengimplementasikan strategi ini.

Baca juga: Cross Price Elasticity: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya

Contoh bisnis yang menggunakan strategi bundle pricing

Ada banyak jenis bisnis yang menggunakan strategi bundle pricing untuk meningkatkan penjualan dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Berikut ini adalah beberapa contoh bisnis yang sering menggunakan strategi bundle pricing:

1. Bisnis perangkat elektronik

Produsen perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, atau konsol game sering menggunakan bundle pricing.

Mereka menawarkan paket yang terdiri dari perangkat utama, aksesori tambahan, dan mungkin juga layanan atau langganan yang terkait dengan produk tersebut.

2. Operator telekomunikasi

Perusahaan telekomunikasi sering menawarkan paket bundel yang mencakup ponsel, paket data, layanan telepon rumah, atau televisi kabel.

Dalam hal ini, pelanggan dapat memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka.

3. Hotel dan pariwisata

Industri perhotelan sering menggunakan bundle pricing untuk menawarkan paket liburan atau akomodasi yang mencakup penginapan, makanan, dan berbagai kegiatan atau layanan tambahan seperti spa atau tur lokal.

4. Restoran dan makanan cepat saji

Bisnis makanan sering menggabungkan beberapa menu makanan atau minuman dalam bentuk paket dengan harga spesial.

Misalnya, “meal deal” di restoran cepat saji yang mencakup burger, kentang goreng, dan minuman dengan harga yang lebih terjangkau daripada membeli masing-masing secara terpisah.

5. Layanan keanggotaan

Bisnis dengan model keanggotaan, seperti pusat kebugaran atau platform streaming, sering menawarkan paket bundel yang memberikan akses ke berbagai fasilitas atau konten dengan harga langganan yang lebih terjangkau daripada jika dibeli secara terpisah.

6. Penyedia layanan internet dan TV

Provider layanan internet dan televisi sering menawarkan paket bundel yang mencakup kecepatan internet tertentu, saluran TV, dan kadang-kadang juga telepon rumah.

Hal ini memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan jika mereka membeli setiap layanan secara terpisah.

Contoh-contoh di atas hanya beberapa contoh bisnis yang menggunakan strategi bundle pricing.

Prinsip ini dapat diterapkan dalam berbagai industri dengan menggabungkan produk atau layanan yang relevan dan menarik bagi pelanggan.

Baca juga: Harga Retail: Pengertian, Fungsi dan Cara Menetapkannya

Kesimpulan

Strategi bundle pricing adalah pendekatan dalam penetapan harga di mana beberapa produk atau layanan dijual sebagai paket dengan harga yang lebih murah daripada jika dibeli secara terpisah.

Strategi bundle pricing dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan membantu bisnis untuk meningkatkan pendapatan serta memperkuat posisi mereka di pasar.

Namun untuk bisa menerapkan strategi ini, tentunya kondisi keuangan Anda harus sehat.

Caranya, Anda harus mencatat setiap pengeluaran dan pemasukkan bisnis. Lalu, membuat laporan keuangan yang tepat.

Tapi bila Anda tidak memiliki waktu atau kesulitan dalam membuatnya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena dengan Accurate Online, setiap pengeluaran dan pemasukan keuangan Anda akan tercatat secara otomatis.

Aplikasi yang telah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini juga nantinya akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda secara akurat.

Masih ragu dengan Accurate Online? Silakan buktikan sendiri dengan mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini!

ekonomi-keuanganfooter-copy
sidebar artikel aol

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Ibnu Ismail
Berawal dari hobi berkembang hingga profesi, tak sekedar fokus menulis di bidang ekonomi dan keuangan, saat ini Saya juga menggeluti SEO dan SEM secara lebih mendalam.

Artikel Terkait