Apa itu Bundle Pricing? Ini Pengertian, Kelebihan, Jenis, dan Contoh Penerapannya

oleh | Mei 31, 2023

source envato.

Apa itu Bundle Pricing? Ini Pengertian, Kelebihan, Jenis, dan Contoh Penerapannya

Terdapat banyak sekali strategi penetapan harga agar bisa memikat hati calon pelanggan, salah satunya adalah bundle pricing. Pada dasarnya, bundle pricing adalah salah satu strategi dimana perusahaan menjual beberapa produk atau jasa dengan satu harga tetap yang mampu menarik hati pelanggan.

Ingin mengetahui lebih dalam tentang cara penerapannya? Baca terus artikel tentang bundle pricing di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Bundle Pricing

accurate.id gambar Bundle Pricing-1

Berdasarkan laman Indeed, bundle pricing adalah suatu pendekatan dalam penetapan harga di mana dua atau lebih produk atau layanan dijual sebagai paket atau bundle dengan harga yang lebih murah dibandingkan jika produk atau layanan tersebut dibeli secara terpisah.

Dalam bundle pricing, pelanggan diberikan insentif untuk membeli lebih dari satu produk atau layanan dengan memberikan diskon atau harga paket yang lebih rendah.

Tujuan dari strategi bundle pricing adalah mendorong penjualan lintas produk atau layanan serta meningkatkan nilai transaksi pelanggan. Dengan menggabungkan beberapa produk atau layanan ke dalam satu paket, pelanggan cenderung melihat nilai yang lebih tinggi dalam pembelian tersebut.

Misalnya, dalam bundle pricing untuk produk teknologi, sebuah paket bisa terdiri dari perangkat elektronik utama seperti smartphone, tablet, dan earphone dengan harga yang lebih murah daripada membeli semua produk tersebut secara terpisah.

Ada beberapa jenis strategi bundle pricing yang dapat digunakan, antara lain:

  • Pure Bundle pricing: Di sini, produk atau layanan hanya tersedia dalam bentuk paket atau bundel. Pelanggan tidak memiliki opsi untuk membeli produk atau layanan secara terpisah. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pembelian produk atau layanan tambahan.
  • Mixed Bundle pricing: Dalam strategi ini, produk atau layanan tersedia baik dalam bentuk paket maupun secara individual. Pelanggan memiliki opsi untuk memilih apakah mereka ingin membeli bundel atau hanya membeli produk atau layanan tertentu. Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pelanggan dan memungkinkan mereka untuk memilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • New Product Bundle pricing: Strategi ini digunakan saat peluncuran produk baru. Produk baru tersebut dikombinasikan dengan produk yang sudah ada dalam bundel dengan harga yang menarik. Hal ini dapat membantu memperkenalkan produk baru kepada pelanggan dan meningkatkan daya tarik bundel.

Manfaat strategi bundle pricing meliputi peningkatan penjualan lintas produk, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan strategi ini, seperti perhitungan harga yang tepat, pemilihan produk yang sesuai untuk dikombinasikan, serta mengelola inventaris dengan efektif agar stok produk yang dikombinasikan tersedia dengan cukup.

Penting untuk melakukan analisis pasar dan memahami preferensi pelanggan sebelum menerapkan strategi bundle pricing.

Baca juga: Price Skimming: Pengertian, Strategi, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

Kelebihan Menggunakan Strategi Bundle Pricing

accurate.id gambar Bundle Pricing-2

Menerapkan strategi bundle pricing memiliki beberapa kelebihan yang dapat menguntungkan bagi bisnis, antara lain:

1. Meningkatkan Penjualan

Dengan menawarkan produk atau layanan dalam bentuk bundel dengan harga yang lebih murah, strategi bundle pricing dapat mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak atau membeli produk yang mungkin sebelumnya tidak mereka pertimbangkan. Ini dapat menghasilkan peningkatan penjualan secara keseluruhan.

2. Meningkatkan Nilai Transaksi

Dalam bundle pricing, pelanggan melihat nilai yang lebih tinggi dalam pembelian bundel daripada membeli produk secara terpisah. Hal ini dapat meningkatkan nilai transaksi pelanggan dan memberikan dorongan untuk membeli lebih banyak atau memilih opsi yang lebih lengkap.

3. Menghilangkan Stok Tersisa

Jika bisnis memiliki stok produk tertentu yang sulit terjual atau tersisa dalam jumlah tertentu, strategi bundle pricing dapat menjadi cara efektif untuk menghilangkan stok tersebut. Dengan menggabungkan produk tersebut dengan produk lain yang lebih populer atau diminati, pelanggan lebih mungkin tertarik untuk membeli dan mengurangi stok yang tidak terjual.

4. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Memberikan diskon atau harga khusus melalui bundle pricing dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan loyalitas jangka panjang. Pelanggan merasa mendapatkan nilai tambahan dari pembelian mereka dan lebih mungkin untuk kembali membeli dari bisnis tersebut di masa depan.

5. Membedakan dari Kompetitor

Strategi bundle pricing dapat menjadi alat diferensiasi yang efektif dari pesaing. Dengan menggabungkan produk atau layanan dalam bundel yang menarik dengan harga yang lebih kompetitif, bisnis dapat menarik perhatian pelanggan dan menonjol di pasar yang ramai.

6. Mengurangi Biaya Promosi

Dalam strategi bundle pricing, promosi dan pemasaran dapat difokuskan pada paket bundel, yang mengurangi biaya dan usaha yang diperlukan untuk memasarkan setiap produk secara terpisah. Hal ini dapat memberikan efisiensi dalam upaya pemasaran dan mengurangi biaya promosi.

Namun, perlu diingat bahwa strategi bundle pricing juga memiliki beberapa tantangan, seperti mengatur harga yang tepat, mengelola inventaris, dan memastikan kombinasi produk yang menarik bagi pelanggan. Penting untuk melakukan analisis pasar yang cermat dan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pelanggan sebelum mengimplementasikan strategi ini.

Baca juga: Cross Price Elasticity: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya

Contoh Bisnis yang Menggunakan Strategi Bundle Pricing

accurate.id gambar Bundle Pricing-3

Ada banyak jenis bisnis yang menggunakan strategi bundle pricing untuk meningkatkan penjualan dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Berikut ini adalah beberapa contoh bisnis yang sering menggunakan strategi bundle pricing:

  • Bisnis Perangkat Elektronik: Produsen perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, atau konsol game sering menggunakan bundle pricing. Mereka menawarkan paket yang terdiri dari perangkat utama, aksesori tambahan, dan mungkin juga layanan atau langganan yang terkait dengan produk tersebut.
  • Operator Telekomunikasi: Perusahaan telekomunikasi sering menawarkan paket bundel yang mencakup ponsel, paket data, layanan telepon rumah, atau televisi kabel. Dalam hal ini, pelanggan dapat memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka.
  • Hotel dan Pariwisata: Industri perhotelan sering menggunakan bundle pricing untuk menawarkan paket liburan atau akomodasi yang mencakup penginapan, makanan, dan berbagai kegiatan atau layanan tambahan seperti spa atau tur lokal.
  • Restoran dan Makanan Cepat Saji: Bisnis makanan sering menggabungkan beberapa menu makanan atau minuman dalam bentuk paket dengan harga spesial. Misalnya, “meal deal” di restoran cepat saji yang mencakup burger, kentang goreng, dan minuman dengan harga yang lebih terjangkau daripada membeli masing-masing secara terpisah.
  • Layanan Keanggotaan: Bisnis dengan model keanggotaan, seperti pusat kebugaran atau platform streaming, sering menawarkan paket bundel yang memberikan akses ke berbagai fasilitas atau konten dengan harga langganan yang lebih terjangkau daripada jika dibeli secara terpisah.
  • Penyedia Layanan Internet dan TV: Provider layanan internet dan televisi sering menawarkan paket bundel yang mencakup kecepatan internet tertentu, saluran TV, dan kadang-kadang juga telepon rumah. Ini memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan jika mereka membeli setiap layanan secara terpisah.

Contoh-contoh di atas hanya beberapa contoh bisnis yang menggunakan strategi bundle pricing. Prinsip ini dapat diterapkan dalam berbagai industri dengan menggabungkan produk atau layanan yang relevan dan menarik bagi pelanggan.

Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Kesimpulan

Jadi, strategi bundle pricing adalah pendekatan dalam penetapan harga di mana beberapa produk atau layanan dijual sebagai paket dengan harga yang lebih murah daripada jika dibeli secara terpisah.

Kelebihan penggunaan strategi ini termasuk peningkatan penjualan, meningkatkan nilai transaksi, menghilangkan stok tersisa, meningkatkan loyalitas pelanggan, membedakan dari kompetitor, dan mengurangi biaya promosi.

Contoh-contoh bisnis yang menggunakan strategi bundle pricing termasuk bisnis perangkat elektronik, operator telekomunikasi, hotel dan pariwisata, restoran dan makanan cepat saji, layanan keanggotaan, serta penyedia layanan internet dan TV.

Strategi bundle pricing dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan membantu bisnis untuk meningkatkan pendapatan serta memperkuat posisi mereka di pasar.

Namun untuk bisa menerapkan strategi ini, tentunya kondisi keuangan Anda harus sehat. Caranya, Anda harus mencatat setiap pengeluaran dan pemasukkan bisnis. Lalu, membuat laporan keuangan yang tepat.

Tapi bila Anda tidak memiliki waktu atau kesulitan dalam membuatnya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena dengan Accurate Online, setiap pengeluaran dan pemasukan keuangan Anda akan tercatat secara otomatis. Aplikasi yang telah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini juga nantinya akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda secara akurat.

Masih ragu dengan Accurate Online? Silakan buktikan sendiri dengan mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait