Apa itu Gini Ratio? Ini Pengertian dan 4 Prinsip Penting di Dalamnya

oleh | Mar 29, 2023

source envato.

Apa itu Gini Ratio? Ini Pengertian dan 4 Prinsip Penting di Dalamnya

Perlu Anda ketahui bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara tidak selamanya merata. Sebaran pendapatan populasi dalam sebuah negara sangat penting untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan penduduk yang terdapat di dalam negara tersebut. Nah, gini ratio adalah salah satu alat yang bisa mengukurnya.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang Gini Ratio, mari kita bahas secara singkat di bawah ini.

Apa itu Gini ratio?

accurate.id gambar Gini Ratio-1

Dilansir dari laman Investopedia, gini ratio, atau yang juga disebut dengan indeks Gini atau Koefisien Gini, adalah sebuah metode ataupun alat yang digunakan agar bisa mengukur tingkat ketimpangan ekonomi yang terdapat dalam sebuah populasi melalui adanya distribusi pendapatan.

Sebagai sebuah alat ukur, gini ratio digunakan agar bisa mengukur adanya ketidaksetaraan ataupun ketimpangan ekonomi dengan berdasarkan distribusi pendapatan ataupun kekayaan yang ada dalam suatu populasi. Metode ini dikembangkan oleh seorang ahli statistika dari Italia bernama Corrado Gini di tahun 1912.

Ketimpangan ekonomi ataupun distribusi pendapatan yang diukur dengan gini ratio ini mampu menghasilkan nilai koefisien yang berkisar dari 0 (0%) sampai 1 (100%). Nilai 0 menggambarkan adanya kesetaraan yang sempurna, sedangkan nilai 1 menggambarkan ketidak sempurnaan.

Artinya, bila sebuah negara mempunyai gini ratio bernilai 0, maka distribusi pendapatan penduduk yang ada dalam negara tersebut telah merata.

Sebaliknya, bila nilai gini ratio pada sebuah negara adalah 1, maka distribusi pendapatan atau kekayaan penduduk yang terdapat dalam negara tersebut tidak terjadi secara merata. Artinya, telah terjadi ketimpangan kekayaan atau pendapatan yang sangat nyata.

Walaupun tergolong sebagai alat yang penting untuk bisa mengukur dan juga menganalisa distribusi pendapatan ataupun kekayaan dalam sebuah negara, tapi gini ratio tidak bisa juga dianggap sebagai alat yang pasti untuk bisa mengukur pendapatan ataupun kekayaan.

Negara yang memiliki penghasilan tinggi bisa jadi mempunyai nilai gini ratio yang sama dengan negara yang memiliki penghasilan rendah. Karena, hal tersebut akan sangat tergantung dari distribusi pendapatan penduduk yang terdapat di setiap negara.

Baca juga: Apa itu Bubble Burst? Ini Pengertian dan 3 Potensi Besarnya di Indonesia

Prinsip Gini ratio

accurate.id gambar Gini Ratio-2

Gini ratio adalah sebuah alat ukur ketimpangan ekonomi yang paling banyak digunakan di dalam berbagai negara. Hal tersebut tidak lepas dari adanya berbagai prinsip di bawah ini.

1. Anonimitas

Dalam gini ratio, prinsip anonimitas ini akan menunjukkan bahwa koefisien yang dihasilkan tidak bisa mengungkapkan identitas individu ataupun kelompok individu yang memiliki penghasilan tinggi dan penghasilan rendah di dalam suatu populasi masyarakat.

2. Skala Kemandirian

Prinsip skala kemandirian dalam hal ini menggambarkan bahwa perhitungan gini ratio tidak selamanya bergantung pada nominal pertumbuhan ekonomi, cara dalam mengukurnya, atau tingkat kekayaan dalam sebuah negara.

Contohnya, negara yang kaya ataupun yang miskin bisa saja mempunyai nilai koefisien yang sama, karena distribusi pendapatannya sama dan juga merata.

3. Kemandirian Penduduk

Prinsip kemandirian penduduk ini artinya adalah koefisien yang dihasilkan tidak bergantung pada ukuran populasi yang bisa diukur. Sehingga, populasi yang besar ataupun yang kecil bisa saja menghasilkan nilai koefisien yang sama.

4. Prinsip Transfer

Prinsip transfer ini menunjukkan bahwa koefisien yang dihasilkan akan menggambarkan kondisi saat pendapatan ditransfer dari orang kaya kepada orang yang miskin.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Risiko Sistematis dan Risiko Sistemik, serta Cara Tepat Mengatasinya

Kelemahan Gini ratio

accurate.id gambar Gini Ratio-3

Gini ratio memang dijadikan sebagai alat ukur agar bisa menganalisis adanya ketimpangan ataupun distribusi pendapatan dalam suatu populasi. Walaupun begitu, hal tersebut berarti alat ukur ini selalu bisa mengukur ketimpangan ataupun ketidaksetaraan secara akurat.

Nah, kelemahan atau keterbatasan yang terdapat dalam gini ratio adalah sebagai berikut:

1. Penilaian Akan Sangat Bergantung Pada Data PDB

Tingkat akurasi metrik gini ratio ini akan sangat bergantung pada data Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan yang dinilai andal.

Gini ratio akan mengabaikan pendapatan dan kegiatan ekonomi dalam sektor informal. Padahal, kegiatan ekonomi informal justru akan menggambarkan porsi yang lebih besar dari produksi ekonomi yang sesungguhnya di dalam negara berkembang.

Kelaman ini menggambarkan bahwa pendapatan yang diukur dalam gini ratio akan melebih-lebihkan ketimpangan ekonomi yang sebenarnya.

2. Kekaburan Informasi

Kelemahan selanjutnya dari gini ratio adalah distribusi pendapatan yang berbeda akan mampu menghasilkan koefisien yang identik untuk mengukur adanya ketimpangan pendapatan, gini ratio akan mencoba menyaring area dua dimensi menjadi ke dalam satu angka.

Hal tersebut akan membuat adanya kekaburan informasi terkait bentuk ketidaksetaraan. Bila kita analogikan dengan deskripsi konten foto, gini ratio hanya akan mampu mengukur panjang dalam satu sisi saja, atau menilai kecerahan rata-rata dari piksel secara sederhana saja.

3. Sulit untuk dijelaskan

Gini ratio dianggap sebagai alat ukur yang paling lemah diantara yang lain. Pasalnya, angka yang dihasilkan dalam gini ratio ini tidak selamanya berjumlah besar. Angka gini ratio ini cenderung lebih mudah untuk dipahami jika ada beberapa negara yang diperbandingkan atau perbandingan angka gini dilakukan di setiap waktu

Itu artinya, saat angka gini ratio telah berdiri sendiri, maka akan sulit untuk ditafsirkan atau dijelaskan. Gini ratio tidak mampu memberikan informasi secara jelas tentang adanya peningkatan ataupun penurunan ketidaksetaraan, sehingga sulit untuk diketahui secara pasti apakah yang kaya berubah menjadi miskin, atau yang miskin semakin terpuruk ke dalam kemiskinannya.

4. Bias Sampel

Di dalam pengukuran gini ratio, validitas perhitungan akan sangat bergantung dengan ukuran sebuah sampel. Misalnya, beberapa negara kecil atau berkembang dengan keragaman ekonomi yang kurang cenderung menampilkan koefisien yang lebih rendah. Sedangkan negara maju dengan ekonomi yang beragam menggambarkan koefisien yang tinggi.

5. Ketidakakuratan Data

Gini ratio lebih rentan terjadi kesalahan data yang sistematis dan juga acak. Itu artinya, gini ratio bermasalah dalam hal keakuratan daya yang digunakan dalam bentuk perhitungan. Untuk itu, data yang tidak akurat akan menyebabkan adanya distorsi validitas koefisien yang dihasilkan.

6. Tidak Menggambarkan Perubahan Struktural pada Sebuah Populasi

Kelemahan terakhir dari gini ratio adalah tidak bisa menghitung adanya perubahan struktural dalam sebuah populasi. Perubahan ini secara signifikan bisa berdampak pada ketimpangan ekonomi dalam sebuah populasi.

Umumnya, hal tersebut terjadi karena adanya ketimpangan pendapatan antara anak muda dengan kelompok yang lebih tua, yang mana kaum muda akan cenderung mempunyai penghasilan yang lebih rendah daripada orang tua.

Baca juga: Pengertian Ekonomi Kreatif dan Contoh Usaha di bidang Kreatif

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang gini ratio, mulai dari pengertian, prinsip, hingga kelemahannya. Sebagai seorang pebisnis, sudah seharusnya Anda mengetahui alat ukur yang satu ini agar Anda bisa membuat strategi bisnis yang tepat. Karena, bagaimanapun juga kondisi perekonomian masyarakat akan sangat memberikan dampak pada bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga harus mengelola keuangan bisnis Anda dengan baik agar bisnis Anda bisa bertahan dan berkembang, #lebihbaik Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena aplikasi berbasis web ini akan mengotomatisasikan berbagai urusan bisnis Anda, dari mulai membuat laporan keuangan, mengelola persediaan, menyelesaikan pelaporan pajak, dan masih banyak lagi.

Anda bisa membuktikan sendiri manfaatnya dengan mencobanya selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait