Apa itu AUM di dalam Reksa Dana? Investor Wajib Tahu!

Reksa Dana adalah salah satu instrumen pilihan masyarakat yang tertarik untuk melakukan kegiatan diversifikasi investasi. Sebagai seorang investor, Anda harus mengandalkan bantuan dari manajer investasi untuk mengelola dana, berapapun nominal dana tersebut. Nah, AUM adalah salah satu kriteria pemilihan manajer investasi yang harus Anda perhatikan dengan baik.

Sederhananya AUM adalah tingkat kepercayaan masyarakat pada manajer investasinya. Kenapa bisa begitu? Cari tahu jawabannya dengan membaca artikel tentang AUM di dalam Reksa Dana di bawah ini hingga selesai.

Pengertian AUM

Berdasarkan laman resmi Investopedia, Asset Under Management atau AUM adalah total nilai pasar yang didapat saat pihak investor mempercayakan semua investasi miliknya pada pihak manajer investasi. Setiap perusahaan mempunyai definisi dan rumus perhitungan AUM-nya masing-masing.

Biasanya, sebagian manajer investasi akan menambahkan uang tunai, nominal tabungan di bank, dan juga semua portofolio ketika menghitung total dari Asset Under Management.

Di lain hal, ada juga manajer investasi yang tidak memasukkan unsur uang tunai dan juga tabungan yang ada di bank. Kenapa? karena kedua komponen tersebut diklaim kurang mampu memberikan keuntungan yang tinggi bagi para investor.

Seringkali AUM berperan penting sebagai salah satu aspek evaluasi pada suatu perusahaan. Berdasarkan adanya nilai AUM, maka investor bisa membuat pertimbangan terkait kualitas dan performa manajemen dengan memantau perkembangan dan tingginya nilai dari Asset Under Management.

Selain instrumen investasi reksa dana, beberapa institusi lainnya yang menggunakan indikator AUM adalah perusahaan broker, venture capital, dan manajer investasi perorangan.

Tapi, harus Anda ketahui bahwa penerapan Asset Under Management sebagai indikator perhitungan dana sangatlah luas. Paling tidak, Asset Under Management bisa merujuk pada dua aspek penting, yakni total aset yang dikelola bagi para klien tertentu, atau semua aset yang dikelola untuk seluruh klien.

Baca juga: Equipment Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Supplies dalam Akuntansi

AUM dan Reksa Dana

Beberapa kalangan ada yang menyebut Asset Under Management sebagai NAB atau Nilai Aktiva Bersih. Kenyataannya, kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. AUM adalah semua dana yang dikelola oleh manajer investasi dan belum tentu bisa disebut dengan NAB.

Di sisi lain, NAB adalah gambaran dari suatu harga produk reksa dana. Sedangkan AUM akan menghitung semua produk reksa dana yang dikelola oleh perusahaan itu sendiri. Harus Anda haris bawahi bahwa Asset Under Management ataupun NAB bukanlah harga reksa dana yang sebenarnya. Anda tidak bisa menganggap bahwa harga reksa dana terlalu mahal karena nilai dari AUM sangat tinggi, begitu juga sebaliknya.

Tapi, AUM memiliki peran yang sangat penting bagi setiap investor karena dua alasan. Pertama, setiap investor harus mengetahui bagaimana transparansi performa manajer investasinya selama ini. Asset Under Management bukan hanya bisa digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan dalam berkompetisi dengan perusahaan manajemen investasi lainnya.

Selain itu, investor pun memerlukan AUM yang lebih akurat dan disampaikan secara jujur agar bisa melakukan evaluasi kinerja manajer aset selama ini.

Kedua, pihak investor harus mengenal bagaimana perusahaan manajemen investasi melakukan perhitungan AUM. Hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan yang cenderung memberikan beban biaya manajemen dengan nilai yang juga sama, seperti persentase tetap pada AUM itu sendiri.

Biasanya, investor akan menempatkan AUM sebagai cara yang mudah dalam menilai popularitas serta kinerja dari suatu manajer investasi. Semakin banyak investor yang sudah berinvestasi dalam suatu reksa dana, maka mereka semakin yakin bahwa reksa dana tersebut memiliki manajer investasi dengan reputasi yang baik.

Baca juga: Manajemen Investasi: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat Penggunaannya

Selain AUM, Adakah Faktor Lain yang Bisa Dijadikan Pertimbangan?

Perlu Anda ketahui bahwa AUM bukanlah satu-satunya faktor yang bisa Anda gunakan untuk menilai kinerja investasi reksa dana. Beberapa faktor lainnya yang bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih reksa dana adalah sebagai berikut:

1. Umur Reksa Dana

Jika suatu perusahaan reksa dana sudah memiliki usia setidaknya 5 tahun, maka Anda bisa melakukan investasi reksa dana pada perusahaan tersebut. Pada dasarnya, pasar modal memiliki sifat fluktuatif. Saat suat produk reksa dana telah melewati dua masa dengan baik, maka bisa dibilang produk tersebut tahan banting.

2. Rasio Return dan Risk

Ingatlah selalu bahwa kegiatan investasi harus dilakukan dengan menggunakan prinsip “high risk, high return”. Daripada memperhatikan nominal keuntungan, cobalah untuk mencari tahu reksa dana mana yang mampu menawarkan rasio return dan risk yang lebih masuk akal.

3. Akses Pembelian Reksa Dana

Mudahnya proses pembelian reksa dana akan memudahkan dan memotivasi Anda untuk menjalankan investasi secara rutin di setiap bulannya. Contohnya seperti pembelian reksa dana secara online, hal ini tentunya jauh lebih praktis daripada harus mengunjungi manajer investasi.

4. Besaran Management Fee 

Jangan pernah ragu dalam menanyakan besaran atau nominal management fee yang dibebankan oleh manajer investasi. Nominal management fee yang besar tentunya akan mengurangi keuntungan reksa dana Anda. Dalam hal ini, Anda harus melakukan perbandingan management fee dari beberapa manajer investasi dalam kelas yang sama.

Keuntungan yang tinggi dari reksa dana tidak akan berarti bila Anda harus menanggung biaya management fee yang mahal.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Basis Point dan Manfaat Pentingnya Bagi Investor

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang dalam reksa dana. Jadi, AUM adalah salah satu faktor dalam memilih reksa dana selain ke empat faktor lainnya.

Nah, dalam menjalankan investasi ini tentu Anda harus pintar dalam mengelola keuangan Anda. Untuk memudahkan Anda dalam mengelola keuangan ataupun mengelola bisnis, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa memudahkan Anda dalam mengelola keuangan.

Selain itu, aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur lainnya yang akan mempermudah Anda dalam melakukan kegiatan penjualan dan pembelian bisnis, mengelola persediaan secara mudah, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Seluruh kelebihan dan fitur luar biasa dari Accurate Online tersebut bisa Anda rasakan langsung sekarang juga dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui banner di bawah ini.