Buyback Adalah Kegiatan yang Mampu Menyelamatkan Aset, Ini Fungsinya!

Buyback adalah salah satu istilah yang pasti sudah sangat akrab di telinga para penggemar investasi. Baik individu atau perusahaan, mereka akan melakukan kegiatan buyback jika mereka sudah merasa bahwa sahamnya tidak memiliki nilai lagi.

Tapi, kenapa buyback adalah suatu hal yang harus dilakukan? Apa saja keuntungan yang akan didapat dari kegiatan ini? dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang buyback di bawah ini.

Definisi Buyback Adalah

Tidak semua saham yang melantai di pasar saham itu memiliki nilai. Terkadang, ada beberapa saham yang memang tidak dinilai mampu memberikan keuntungan bagi para investor.

Hal ini terjadi karena berbagai faktor, tapi yang jelas bila perusahaan memang memiliki niat untuk tetap memasarkan sahamnya, maka mereka akan menerima risiko kerugian yang lebih besar.

Oleh karena itu, perusahaan ataupun individu bisa kembali membeli saham yang sudah mereka jual lagi di pasar. Nah, kegiatan tersebut dikenal dengan buyback saham.

Berdasarkan laman Investopedia, share repurchase atau buyback adalah suatu kegiatan transaksi yang mana perusahaan kembali membeli seluruh saham yang ada di pasar secara utuh. Hal ini dilakukan agar bisa mengurangi jumlah saham yang sudah beredar dan mampu meningkatkan permintaan harga yang jauh lebih rendah.

Walaupun begitu, perusahaan bisa melakukan buyback bukan hanya karena harga saham mereka sedang buruk saja. Umumnya, perusahaan akan melakukan buyback karena alasan lain, seperti untuk mengirim pesan kepada pasar bahwa harga sahamnya saat itu sedang cenderung meningkat.

Selain itu, pihak perusahaan juga bisa melakukan buyback agar bisa meningkatkan metrik finansialnya dengan dominasi jumlah saham yang sudah diedarkan sebelumnya.

Walaupun begitu, inisiatif dari dilakukannya buyback saham mampu menghentikan penurunan harga saham atau hanya karena pihak perusahaan ingin meningkatkan saham ekuitas miliknya sendiri saja.

Baca juga: Insider Trading: Pengertian, Contoh, dan Unsur yang Ada di Dalamnya

Cara Perusahaan Melakukan Buyback Saham

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan bila ingin melakukan buyback saham. Kedua cara dalam melakukan buyback adalah sebagai berikut.

1. Tender offer

Berdasarkan laman IDX, pihak perusahaan bisa melakukan buyback dengan cara menawarkan sahamnya kepada para shareholder dengan nominal harga tertentu. Rentang harga yang diberikan umumnya akan ditentukan oleh pihak perusahaan dan hampir selalu harga yang ditawarkan lebih mahal daripada harga yang diberikan oleh pasar.

Untuk para investor yang ingin mengikuti proses tersebut, maka mereka bisa mengajukan diri dan jumlah saham yang ingin dibeli dengan berdasarkan harga yang sudah mereka ekspektasikan. Selama waktu pelaksanaan tender officer ini, perusahaan akan membeli saham sesuai dengan jumlah yang sebelumnya sudah mereka tetapkan.

Bila memang jumlah saham yang ditawarkan pada publik dan investor ternyata lebih banyak daripada yang diperlukan, maka pihak perusahaan umumnya akan mengalah dan lebih mengutamakan pembelian dengan nominal harga yang lebih rendah.

2. Open Market

Cara kedua dalam melakukan buyback adalah dengan membeli saham di open market dengan harga yang sebelumnya sudah disesuaikan di pasar.

Dengan melakukan pembelian di open market, maka perusahaan mempunyai tingkat kerugian yang tidak terlalu besar. Peluang dalam mendapatkan harga tinggi pun sering kali dimiliki oleh pihak perusahaan.

Kenapa? karena rumor dan pengumuman akan adanya kegiatan share buyback akan mampu menggandakan jumlah permintaan yang terdapat di pasar. Sehingga, secara tidak langsung hal tersebut mampu meningkatkan nilai saham dan harganya juga ikut meningkat.

Alasan Perusahaan Sebelum Melakukan Buyback Saham

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, biasanya buyback saham dilakukan oleh perusahaan karena harga saham mereka di lantai bursa saham tidak memiliki nilai yang besar.

Walaupun begitu, ternyata ada alasan lain yang menjadi pertimbangan sebelum perusahaan menarik kembali sahamnya yang telah beredar di pasar.

Nah, beberapa alasan dan pertimbangan pihak perusahaan sebelum melakukan buyback adalah sebagai berikut:

1. Mencegah Dilusi dan Meningkatkan Kepemilikan

Seiring dengan berjalannya waktu, ada kalanya perusahaan cenderung harus menerbitkan jenis saham baru. Contohnya, dengan meningkatkan modal ataupun melakukan opsi yang menandakan adanya dilusi pada pemilik saham.

Berdasarkan laman Wealthyeducation, perusahaan mampu mengurangi dampak delusi dengan cara melakukan buyback sahamnya kembali. Selain itu, mereka juga mampu mengurangi jumlah saham yang beredar dan juga meningkatkan tingkat kepemilikan dari manajemen dalam perusahaan.

Jadi, buyback adalah solusi untuk isu kepemilikan dan juga dilusi shareholder yang mampu merugikan pihak perusahaan tersebut

2. Meningkatkan Rasio Keuangan

Walaupun memang meningkatkan rasio perusahaan bukanlah satu-satunya faktur untuk melakukan buyback saham, tapi hal tersebut seringkali menjadi efek samping yang menarik dari suatu transaksi.

Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, maka akan memberikan dampak yang baik pada berbagai rasio yang dilacak secara ketat oleh pasar. Nah, beberapa jenis rasio yang menjadi prioritas perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Return on asset (ROA): ROA dapat dihitung dengan cara membagi laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan seluruh total aset perusahaan. mengurangi modal saham akan secara langsung mengurangi total aset perusahaan, secara keseluruhan hal ini akan berdampak positif pada nilai ROA.
  • Return on equity (ROE): ROE akan dinyatakan sebagai jumlah laba bersih yang dikembalikan sebagai persentase ekuitas pemilik saham. Untuk itu, bila pendapatan perusahaan tetap konstan, maka akan mengurangi ekuitas total dan meningkatkan ROE perusahaan.
  • Earnings Per Share (EPS): EPS bisa dihitung dengan menggunakan rumus laba bersih dikurang dividen saham preferen dan dibagi dengan jumlah rata-rata saham yang beredar. Bila perusahaan melakukan buyback, maka akan secara langsung mengurangi seluruh saham yang beredar dan juga meningkatkan nilai EPS perusahaan.

Keuntungan Buyback Saham untuk Shareholder

Berdasarkan laman Wise-owl, buyback adalah salah satu strategi manajemen modal yang seringkali dilihat sebagai suatu keuntungan ataupun hadiah untuk para shareholder. Namun, bila pemilik saham jelas mendapat keuntungan dari adanya dividen yang dibagikan, dan manfaat buyback akan secara langsung dirasakan oleh para shareholder.

Pada akhirnya, menurunkan jumlah saham yang beredar akan membantu meningkatkan harga saham perusahaan. Tapi setelah itu, pihak perusahaan harus mengembalikan uang pada pihak shareholder dan memberikan kesempatan pada mereka untuk menggunakan investasinya.

Tujuan Melakukan Buyback Saham

Beberapa tujuan dari dilakukannya buyback adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan Rasio Keuangan

Tujuan pertama dalam melakukan buyback adalah untuk meningkatkan rasio keuangan. Seringkali hal ini dijadikan alasan oleh perusahaan saat hendak melakukan buyback. Hal ini berhubungan dengan semakin sedikitnya saham yang sudah beredar dari banyaknya buyback. Untuk itu, semakin sedikit saham yang ada di pasar, maka rasio EPR akan meningkat.

EPR atau Earning Per Share adalah salah satu tolak ukur penilaian dasar terkait kesehatan finansial perusahaan.

  • Menghindari Penurunan Harga Saham

Buyback memang suatu hal yang umum dilakukan oleh beberapa perusahaan, khususnya ketika harga saham memang sedang mengalami penurunan. Agar harga saham tersebut tidak turun, maka perusahaan tentu akan mengambil langkah dengan melakukan buyback. Hal tersebut dilakukan agar dapat mempengaruhi para pemilik saham.

Karena bila suatu saham bergerak ketika tren sedang mengalami penurunan, lalu tiba-tiba ada dua investor yang membelinya, maka harga saham tersebut tentunya akan meningkat naik dan investor tentu mempunyai ketertarikan dalam membeli saham tersebut.

  • Mempersiapkan Cadangan Modal

Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan cadangan dari modal perusahaan itu sendiri. Bila sebelumnya kita mengetahui bahwa saham hasil buyback akan menjadi saham treasury yang disimpan dalam perusahaan dan bisa dijual kembali ketika harga sedang mengalami tren kenaikan yang tinggi.

Sehingga, perusahaan mempunyai kesempatan yang baik untuk memperoleh capital gain.

Baca juga: Market Cap Adalah Hal yang Harus Anda Ketahui Di Dunia Investasi, Ini Penjelasannya!

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang buyback dan cara melakukannya. Belakangan ini hal tersebut memang sedang mengalami tren yang tinggi karena kondisi ekonomi di banyak perusahaan sedang mengalami kondisi penurunan finansial yang sangat signifikan.

Oleh karena itu, perusahaan harus pintar dalam mempertahankan bisnisnya, khususnya dengan strategi yang akan dijalankan. Perusahaan juga harus mampu mengatur finansial bisnisnya dengan baik dan mencatatnya di laporan keuangan.

Namun, membuat laporan keuangan secara manual menghabiskan banyak waktu dan membuat perusahaan tidak bisa fokus dalam bertahan atau mengembangkan bisnisnya. Untuk itu, gunakanlah software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda bisa lebih fokus dalam mempertahankan atau mengembangkan bisnis Anda.

Selain itu, seluruh kegiatan bisnis Anda juga akan berjalan lebih efisien dengan menggunakan Accurate Online, karena di dalamnya sudah dilengkapi dengan fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakkan, manufaktur dan fitur lainnya.

Silahkan klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia