Cara Menghapus Data Dari Pinjaman Online Terampuh dan Teraman di Tahun 2021

Pinjaman online atau pinjol memang sangat menarik untuk siapa saja yang ingin memperoleh pinjaman uang secara cepat dan mudah. Tapi, karena prosesnya yang cepat ini, mampu merugikan banyak orang dan korban tersebut ingin mencari tahu cara menghapus data dari pinjaman online tersebut.

Tingginya tren pinjaman online saat ini banyak dikeluhkan oleh para nasabah yang memang sudah pernah menggunakannya. Hal tersebut dikarenakan aplikasi pinjaman online ilegal dan tidak terdaftar OJK ini kerap kali menyalahgunakan data dari pihak nasabah untuk menagih pinjaman uangnya.

Bila Anda terpaksa dan sudah terlanjur menggunakan layanan pinjaman online, maka Anda harus tetap waspada dan hati-hati agar aplikasi pinjaman online tersebut tidak mudah mengakses data Anda dan Anda harus mengetahui cara menghapus data dari pinjaman online tersebut.

Alasan Kenapa Kita Harus Mengetahui Cara Menghapus Data Dari Pinjaman Online

Bila Anda ingin menggunakan jasa pinjaman online pertama kali, maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum Anda menggunakan data tersebut. Kenapa? karena agar Anda tidak mengalami kondisi yang merugikan ketika Anda terjebak utang atau mengalami penagihan.

Hal yang harus Anda kuasai dalam hal ini adalah cara menghapus data dari pinjaman online. Berdasarkan laman resmi Manajemen Bank, salah satu bahaya yang paling besar dari pinjaman online yang harus Anda perhatikan adalah penyalahgunaan data pribadi milik Anda.

Pada mulanya, aplikasi pinjaman online akan memberikan suatu tautan pada Anda agar Anda bisa mendownload aplikasi pinjaman online tersebut.

Saat Anda melakukan pendaftaran untuk mengajukan pinjaman online, maka nantinya aplikasi tersebut akan meminta izin agar bisa mengakses data pribadi yang tersimpan di dalam smartphone Anda. Ketika mendapatkan izin tersebut, maka pihak pinjaman online ilegal akan menyalahgunakan berbagai data tersebut.

Penyalahgunaan data yang umumnya dilakukan oleh pihak pinjaman online umumnya adalah menggunakan data pribadi Anda untuk membuat penekanan dan ancaman saat pembayaran tagihan mengalami kendala.

Penekanan dan juga ancaman yang dilakukan adalah dengan cara meneror keluarga dan seluruh teman Anda agar mereka terdesak dan secara otomatis selanjutnya akan meminta Anda untuk segera membayar tagihan tersebut.

Berbagai teror yang diberikan tersebut sering kali diiringi dengan pencemaran nama baik. Untuk itu, sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya untuk memeriksa terlebih dahulu apakah pihak pinjaman online tersebut sudah terdaftar di OJK atau belum.

Aplikasi atau pihak pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK hanya akan menggunakan data pribadi Anda untuk menganalisa tingkat kelayakan kredit yang Anda ajukan. OJK secara tegas melarang aplikasi pinjaman online untuk memanfaatkan data pribadi para nasabahnya untuk melakukan hal selain proses analisa.

Selain itu, pinjaman online ilegal juga mempunyai bunga yang terlalu tinggi dan melewati tingkat kewajaran perhitungan kredit, sehingga Anda sebagai nasabah akan sangat rentan terlilit utang.

Untuk itu, Anda harus mencermati berbagai rincian biaya yang harus Anda bayar saat sudah jatuh tempo. Beberapa pinjaman online ilegal juga ada yang tidak transparan tentang suku bunga dan biaya yang harus Anda bayarkan, yang pada akhirnya Anda akan dikenakan tagihan yang tidak wajar.

Bila Anda masih memiliki alternatif pinjaman lainnya, maka jadikanlah pinjaman online sebagai pilihan terakhir Anda. Namun bila Anda sudah terlanjur melakukan pinjaman, maka Anda harus mengetahui cara menghapus data dari pinjaman online agar bisa terhindar dari teror mereka.

Baca juga: Mengenal Jenis Template Penganggaran untuk Kesuksesan Finansial

Waspada Terhadap Perizinan Aplikasi Pinjol

Sebelum kita membahas cara menghapus data dari pinjaman online, maka Anda harus memahami perizinan yang diminta oleh aplikasi pinjaman online saat Anda hendak mengajukan pinjaman.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap kali kita menginstal aplikasi, maka akan ada permintaan untuk mengakses kontak di dalam smartphone kita, nah hal ini sama seperti yang dilakukan aplikasi pinjaman online.

Biasanya aplikasi pinjaman online akan meminta izin untuk mengakses nomor kontak, lokasi, jaringan internet, sms, serta telpon Anda. Bahkan lebih parahnya lagi, ada pinjaman online yang meminta akses media sosial, internet banking, hingga e-commerce para nasabahnya.

Jadi, aplikasi pinjaman online akan meminta berbagai perizinan dari pengguna agar bisa mengakses berbagai data dari smartphone Anda. Bila Anda menolak izin tersebut, maka secara otomatis aplikasi pinjaman online tidak bisa mengaksesnya.

Karena ada banyak sekali akses data yang diminta oleh aplikasi pinjaman online, maka sama saja Anda menyerahkan seluruh data yang ada di smartphone Anda ke pihak aplikasi pinjaman online. Hal inilah yang kebanyakan orang tidak menyadarinya.

Untuk itu, wajar saja bila banyak pengguna yang menghapus kontak mereka karena sudah terlanjur diakses oleh aplikasi pinjaman online. sehingga aplikasi pinjaman online tersebut tidak bisa lagi mengakses data para penggunanya, baik itu lokasi atau data lainnya yang penting.

Darimana Pinjaman Online Mendapatkan Data Kontak Kita?

Bila Anda menginstal aplikasi pinjaman online yang terdaftar OJK, maka aplikasi tersebut hanya akan meminta askes kamera, mikrofon dan juga lokasi Anda saja. Ketiga hal ini memang sangat diperlukan untuk verifikasi data.

Kamera diperlukan untuk mengambil foto selfie Anda dengan KTP, Mikrofon untuk verifikasi suara Anda, dan lokasi untuk memastikan bahwa area Anda mampu dijangkau oleh aplikasi pinjaman online legal tersebut.

Tapi, bila aplikasi pinjaman online yang Anda instal adalah aplikasi pinjaman online ilegal, maka aplikasi tersebut akan meminta akses lain di luar batas kewenangannya.

Aplikasi tersebut akan memaksa atau menipu Anda untuk bisa memberikan izin akses ke SMS, telepon, dan kontak, jadi bukan hanya kamera, lokasi atau mikrofon saja.

Dengan memberikan izin sms, telepon dan kontak, maka artinya Anda mengizinkan aplikasi tersebut untuk membaca, mengirim sms, dan mms, mengakses seluruh nomor telepon dan jaringan, serta membaca, membuat atau merubah kontak Anda.

Saat ini, cobalah ingat lagi terkait izin akses apa saja yang Anda berikan saat pertama kali menginstal aplikasi pinjaman online tempat Anda meminjam. Bila Anda memang memberikan izin telepon dan kontak, maka saat ini Anda dalam masalah.

Tapi tenang saja, kami akan memberikan cara menghapus data dari pinjaman online tersebut di bawah ini.

7 Cara Menghapus Data di Pinjaman Online

Terdapat tujuh cara menghapus data dari pinjaman online yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  1. Pastikanlah Anda sudah melunasi seluruh tagihan dari aplikasi pinjaman online ilegal tersebut. Jangan lari, karena tagihan tersebut adalah kewajiban Anda sebagai seorang peminjam.
  2. Kedua, cobalah ajukan permohonan penghapusan data dengan menghubungi pihak customer service dari aplikasi pinjaman online tersebut.
  3. Lalu, Anda bisa menghapus atau uninstall aplikasi pinjaman online tersebut agar tidak lagi bisa mengakses seluruh data di dalam smartphone Anda
  4. Bila belum berhasil, maka gantilah dengan nomor kartu perdana yang baru.
  5. Hapuslah seluruh akun media sosial yang saat ini Anda miliki.
  6. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mereset smartphone Anda ke pengaturan awal pabrik.
  7. Bila masih belum berhasil juga, laporkanlah penyalahgunaan data pribadi Anda ke OJK dan serahkan masalah tersebut pada pihak yang berwenang.

Cara Mengamankan Data Kontak dari Pinjaman Online

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengamankan data kontak Anda dari pihak pinjaman online agar tidak terekam dan tidak bisa menghubungi nomor yang ada pada smartphone Anda.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara dan langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengamankan data kontak Anda dari sadapan pinjaman online.

  • Masuk ke pengaturan, pilih aplikasi, lalu cari aplikasi pinjaman online ilegal Anda, pilih izin, dan non-aktifkan semua izin tersebut.
  • Ganti nomor SIM Card Anda saat ini
  • Ganti nomor WhatsApp Anda
  • Matikan GPS Anda
  • Jangan hubungkan aplikasi media sosial yang berada dalam koneksi jaringan dengan nomor baru Anda.

Jalur Perlindungan Hukum Dari Pinjaman Online

Beberapa waktu belakangan ini, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika memperhatikan adanya penyalahgunaan data kontak pribadi di beberapa aplikasi pinjaman online ilegal dan terdaftar OJK..

Aplikasi yang diketahui melakukan penyalahgunaan data tersebut dikenakan sanksi perdata dan pidana yang sangat berat dengan ancaman undang-undang perlindungan data pribadi.

Dengan adanya jaminan perlindungan konsumen pengguna pinjaman online ini, diharapkan mampu membantu masyarakat dari adanya kegiatan penyalahgunaan data pribadi.

Namun, ada baiknya untuk menghindari diri dari menggunakan jasa pinjaman online. Caranya adalah dengan selalu rajin menabung, mengamankan aset, dan mengatur keuangan secara disiplin dengan mencatatnya pada laporan keuangan.

Namun, membuat laporan keuangan secara manual tentu membutuhkan waktu yang lama dan sangat rentan terjadi kesalahan. Untuk itu, cobalah untuk menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Sehingga Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis. Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Coba gratis Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate 2 banner bawah

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia