Cashless Society: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pada dasarnya cashless society adalah salah satu istilah yang menggambarkan suatu kehidupan masyarakat atau sosial yang menggunakan uang elektronik.

Kondisi ini lahir dari adanya gerakan cashless ekonomi, yaitu suatu istilah yang lahir dari kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik karena  digeser oleh para pengguna uang digital.

Adapun definisi atau pengertian dari cashless ekonomi adalah suatu aktivitas ekonomi yang dilakukan tanpa menggunakan uang fisik ataupun uang tunai.

Walaupun begitu, bukan berarti uang fisik harus terus ditiadakan, namun penggunaannya saja yang dikurangi dan digantikan dengan uang digital dalam bentuk kartu ataupun tanpa kartu karena transaksi juga bisa dilakukan menggunakan aplikasi yang terdapat pada ada smartphone.

Kondisi ekonomi juga hadir karena imbas dari kehidupan modern dan penuh dengan teknologi canggih. Dalam proses pelaksanaannya, sistem transaksi tanpa uang tunai ini masih memiliki pro dan kontra di tengah kehidupan masyarakat.

Hal tersebut tidak terlepas dari adanya keuntungan dan kerugian dari cashless ekonomi itu sendiri yang masih menjadi perdebatan di masyarakat. Di satu sisi memang memiliki keuntungan dan di sisi lain ia juga memiliki risiko atau kerugian tersendiri.

Perubahan Perilaku Pembayaran Masyarakat

Berdasarkan suatu studi  berjudul the next cashless society yang dilakukan di Indonesia pada awal tahun 2020 melaporkan bahwa adanya perubahan perilaku pembayaran masyarakat yang mulai beralih menuju masyarakat cashless society. Terdapat tiga karakteristik dan konsumen yang menggunakan alat pembayaran non tunai atau cash. Ketiga karakter tersebut adalah:

  1. Konsumen yakin bahwa pembayaran non tunai itu aman nyaman, efisien dan bisa mengontrol pengeluaran mereka
  2. Konsumen mampu menikmati pembayaran nontunai karena mereka memiliki atom peroleh pengalaman yang menyenangkan di juki bersama membangun relasi dengan orang lain
  3. Konsumen menginginkan produk yang nontonnya agar lebih mumpuni dan memudahkan, dan untuk konsumen pengguna baru pembayaran non tunai mereka akan merasa mendapatkan banyak keuntungan dalam sisi ekonomi.

Dalam kurun 5 tahun terakhir penggunaan uang elektronik di Indonesia sudah mengalami kemajuan yang sangat signifikan.

Di tahun 2014 saat GNNT di terapkan, jumlah uang elektronik yang beredar mampu mencapai 35,7 juta instrumen uang elektronik lalu di tahun 2019 angka tersebut meningkat mencapai  292,2 juta instrumen. Angka tersebut naik lebih dari 8 kali lipat.

Nilai transaksi menggunakan uang elektronik di tahun 2014 bahkan mencapai 3,3 triliun rupiah. Di tahun 2019 nilai transaksinya meningkat hingga 16,9 triliun naik lebih banyak 5 kali lipat.

Sedangkan untuk alat pembayaran yang menggunakan kartu ATM ataupun debit yang beredar di tahun 2014 menyentuh angka 112,9 juta kartu. Sedangkan di tahun 2019 jumlah kartu ATM atau debit meningkat mencapai 174,4 juta kartu. Angka tersebut naik lebih dari 54% banyaknya.

Jumlah kartu ATM yang beredar di tahun 2014 mampu menyentuh angka 7,1 juta karton. Sedangkan di tahun 2019, jumlah kartu ATM yang beredar di masyarakat menyentuh angka 8,9 juta kartu, naik sebanyak 25%.

Di tahun 2014 jumlah kartu kredit 4 di masyarakat menyentuh angka 16 juta kartu kredit. Di tahun 2019 angka tersebut meningkat menjadi 17,4 juta kartu meningkat sebanyak 8,75%.

Baca juga: Virtual Account Adalah Metode Pembayaran yang Praktis, Ini Penjelasannya!

Keuntungan Menjadi Cashless Society

Sebagian masyarakat di kota-kota besar menyambut baik sistem transaksi tanpa menggunakan uang tunai yang dikenal dengan sebutan cashless ekonomi ini.

Tak disangka, memang penerapan cashless ekonomi ini memiliki keuntungan untuk para pihak yang melakukan transaksi ataupun kegiatan ekonomi. Pergeseran uang tunai ke uang digital berupa kartu debit maupun kartu kredit dalam penggunaan transaksi, selain lebih praktis juga terlihat lebih keren di mata masyarakat lainnya.

Nah berikut ini adalah beberapa keuntungan untuk masyarakat cashless society.

  • Menghindari Adanya Pemalsuan Uang Beredar Palsu

Diakui ataupun tidak diakuinya penggunaan uang tunai dalam transaksi bisa memicu adanya pemalsuan mata uang. Banyaknya mata uang palsu yang beredar memungkinkan penggunaannya semakin luas. Hal ini jelas mampu merugikan masyarakat secara luas.

Dengan adanya gerakan cashless society, tidak akan ada lagi pihak yang dirugikan, terutama pihak yang menerima pembayaran uang palsu. Dalam jangkauan yang lebih luas lagi, penerapan dari masyarakat cashless society ini akan mampu menghindari adanya pemalsuan uang dari peredaran uang palsu.

  • Tidak Perlu Lagi Membawa Uang Tunai dalam Jumlah yang Banyak

Saat Anda akan melakukan transaksi pembelian dengan nominal atau jumlah yang besar, sudah pasti Anda harus membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat banyak. Bila nilainya mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah lembaran uang tunai yang Anda bahwa justru akan tidak muat disimpan di dompet Anda.

Dalam hal ini, Anda harus menyediakan kantong atau tas untuk menyimpan dan juga membawa uang tunai Anda. Hal tersebut terjadi akan sangat merepotkan dan juga tidak praktis namun dengan gerakan masyarakat cashless society, segala kerepotan dan juga kelipatan dalam membawa uang tunai yang jumlahnya sangat banyak akan bisa diatasi.

Caranya dengan membawa alat pembayaran kartu  dan transaksi jual-beli pun bisa dilakukan dengan lancar dan juga cepat.

  • Meminimalisir Terjadinya Tindakan Kriminal Berupa Perampokan

Saat ini banyak sekali kasus perampokan yang tujuan utamanya adalah merampok uang tunai yang bahkan sering disertai dengan aksi kekerasan pada pemiliknya.

Oleh karena itu, tidak heran bila uang tunai dalam jumlah yang banyak yang disimpan dalam kantong ataupun tas sangatlah menarik perhatian sehingga disadari atau tidak hal tersebut mampu mengundang terjadinya aksi kejahatan kriminal.

Hal tersebut tentu berbeda dengan penggunaan uang digital yang direpresentasikan dengan suatu kartu yang bisa disimpan di dompet, sehingga tidak akan lagi menarik perhatian banyak orang terutama untuk mereka yang memiliki niatan jahat.

  • Transaksi Menjadi Lebih Cepat dan Mudah

Seperti yang sudah kita ketahui, penggunaan uang tunai memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih lagi bila nilai transaksinya tersebut sangat besar. Pihak penjual harus bisa menghitung uang terlebih dahulu agar bisa memastikan ketepatannya dengan harga sebelum menyerahkan barangnya kepada pembeli.

Sementara dalam masyarakat, proses transaksi tersebut bisa dilakukan secara lebih mudah dan lebih cepat. Mereka hanya perlu gesek kartu debit atau kredit pada suatu mesin khusus maka kegiatan tersebut sudah bisa diselesaikan.

Penjual menerima pembayaran yang langsung masuk pada rekening banknya, sedangkan pembeli bisa membawa pulang barang yang diperlukannya tersebut.

  • Memudahkan Pengendalian Jumlah Uang yang Beredar

Keuntungan ini terkait dengan kondisi ekonomi secara mikro. Jumlah uang yang beredar di masyarakat yang terlalu banyak bisa menimbulkan inflasi dimana harga-harga akan meningkat. Peningkatan harga barang ini tentu akan berimbas pada menurunnya nilai mata uang tersebut.

Secara lebih luas, hal tersebut akan berdampak negatif pada laju pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, jumlah uang yang beredar di masyarakat harus bisa dikendalikan secara efektif gerakan menjadi salah satu gerakan yang dapat mengendalikan jumlah uang beredar di masyarakat, karena kegiatan ekonomi yang berlangsung di masyarakat dilakukan dengan tanpa menggunakan uang tunai.

  • Banyak Promo Menarik

Kenyataannya, transaksi dengan tanpa menggunakan uang tunai semakin hari semakin banyak saja karena adanya penawaran menarik dan juga semakin digencarkan oleh para  pebisnis.

Contohnya saja saat Anda ingin membeli minuman yang sangat kekinian, Anda bisa memperoleh cashback sampai 50%. Lalu saat Anda ingin menaiki transportasi online, Anda bisa memperoleh diskon bila menggunakan soda elektronik yang sudah disediakan.

Kekurangan Cashless Society

Walaupun memang memiliki banyak keuntungan yang sudah disebutkan diatas, namun penerapan cashless society ini juga tidak lepas dari adanya kekurangan. Berikut ini adalah kekurangan dari penerapan cashless society.

  • Minimnya Pengendalian Diri Dalam hal Bertransaksi

Adanya kemudahan dan kepraktisan bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai justru akan menjadikan masyarakat menjadi lebih konsumtif, terlebih lagi jika tingkat kemampuannya dalam mengendalikan diri sangat rendah. Artinya, akan ada banyak masyarakat yang tergoda untuk membeli berbagai barang barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan olehnya, sehingga pengeluaran tersebut menjadi tidak terkendali.

  • Terdapat Batasan Nominal Transaksi

Dalam penerapan nominal, transaksi Anda akan dibatasi walaupun sebenarnya Anda memiliki jumlah uang yang lebih dari cukup yang terdapat di rekening bank Anda.

Kartu debit pada umumnya dibatasi dengan nominal 5 sampai 10 juta rupiah, sedangkan kartu kredit sendiri tergantung pada nilai limit atau batasan yang tersedia pada masing-masing kartu.

Untuk transaksi dalam jumlah nominal yang sangat besar, maka Anda harus menggunakan satu instrumen uang digital lainnya seperti cek ataupun bilyet giro.

  • Berisiko Terkena Serangan Cyber atau Pencurian Tetap

Uang digital memanfaatkan teknologi yang canggih untuk bisa mengatur penggunanya. Namun secanggih apapun teknologi yang digunakan, tetap terdapat celah yang bisa memungkinkan terjadinya serangan cyber dan juga pencurian data terlebih lagi jika nasabah menyimpan uang di bank tersebut dan memperoleh kartu kredit sebagai uang digital nya.

Hal yang paling berbahaya dari serangan dan juga pencurian data ini tentu juga akan merugikan pihak nasabah karena mereka memiliki risiko kehilangan uang tunai yang sudah tersimpan di bank, karena datanya diretas oleh mereka yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingannya sendiri.

  • Meningkatkan Potensi Terjadinya Pemblokiran Oleh Pihak Pemerintah

Menyimpan seluruh uang tunai di bank guna memperoleh uang digital berupa kartu debit agar mampu digunakan sebagai alat transaksi tanpa uang tunai bukanlah suatu tindakan yang bijak.

Walaupun secara kepemilikan uang tunai tersebut adalah uang Anda, namun dalam penggunaannya Anda akan terikat dengan peraturan kebijakan pemerintah. Jadi, pemerintah bisa melakukan pemblokiran secara sepihak pada rekening bank Anda ketika terjadi kekeringan terkait suatu kondisi negara.

Sehingga Anda tidak akan bisa mengakses atau menggunakan uang Anda lagi.

  • Tidak Semua Orang Memiliki Pemahaman dalam Menggunakan Sistem Cashless

Tidak semua orang memiliki pengetahuan atau pemahaman yang cukup untuk menggunakan sistem cashless atau uang digital. Terlebih lagi, para orangtua yang harus kembali menyesuaikannya dengan hal yang sudah baru. Untuk masyarakat yang masih gagap teknologi, tentunya mereka akan sangat kesulitan pada awal mereka menggunakan sistem ini dan juga mereka memiliki pendapat yang lebih mudah dalam melakukan transaksi tunai.

  • Adanya Biaya Admin

Agar bisa menikmati kemudahan dalam sistem ini, tentu ada biaya transaksi ataupun biaya admin yang ditanggung oleh setiap penggunanya. Nominal dari biaya admin tersebut tentu berbeda-beda namun umumnya nilai tersebut tidak terlalu besar.

Untuk itu, hal ini menjadi kekurangan yang sangat sering diutarakan dan membuat para penggunanya mengurungkan niat untuk beralih ke sistem cashless.

Baca juga: E-Wallet Adalah: Pengertian, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang cashless society. Bila Anda adalah salah satu masyarakat atau pihak yang terlibat dalam  masyarakatnya cashless society, maka Anda harus bisa mempertimbangkan berbagai keuntungan dan juga kekurangan di atas.

Anda seorang yang yang memberlakukan atau menerima pembayaran secara cash atau non tunai seluruh pemasukan Anda harus bisa tercatat secara rapi dan juga akurat dalam laporan keuangan Anda. Bila Anda kesulitan untuk mencatatnya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Software akuntansi ini mampu menyediakan pada Anda lebih dari 200 laporan keuangan seperti laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan modal, dan masih banyak lagi. Terlebih lagi fiturnya juga sangat lengkap seperti fitur perpajakan,  fitur persediaan, fitur pembayaran, fitur rekonsiliasi bank dan masih banyak lagi.

Seluruh fitur tersebut bisa Anda nikmati secara gratis selama 30 hari dengan hanya klik tautan gambar di bawah ini

https://accurate.id/lp/marketing-form/

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia