Day Trading: Pengertian dan Pro-Kontra Di Dalamnya

Dulu, pasar saham hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang bekerja di lembaga keuangan besar, rumah dagang, dan pialang. Namun kini, perkembangan teknologi memungkinkan siapa pun untuk bisa ikut serta dalam pasar saham. Siapa pun bisa membeli dan menjual saham dengan mudah dan dalam waktu yang singkat, hingga muncul sebuah istilah bernama intraday trading atau day trading.

Secara singkat, day trading merupakan gaya penjualan dengan cara membeli dan menjual stok instrumen investasi dalam hari yang sama. Gaya penjualan ini banyak dilakukan untuk mendapatkan profit jangka pendek dalam jumlah banyak.

Namun, gaya penjualan ini menuai pro-kontra yang tak habis diperdebatkan di kalangan investor dan trader. Apa yang sebenarnya menjadi alasan di balik pro-kontra tersebut? Sebelum menjawabnya, mari ketahui terlebih dahulu apa itu day trading dan strategi yang umumnya digunakan dalam gaya penjualan tersebut.

Apa Itu Day Trading?

Day trading adalah proses jual beli saham yang terjadi dalam satu hari. Dimana posisi perdagangan tersebut tidak akan dialihkan ke hari atau sesi perdagangan berikutnya. Umumnya, gaya penjualan ini juga terjadi di pasar valuta asing dan saham, meski sebenarnya bisa terjadi di pasar manapun.

Adapun seorang day trader (orang yang melakukan intraday trading) biasanya memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan perdagangan dan ekonomi. Meski ada juga yang berlatar belakang pendidikan lainnya, namun memiliki pengetahuan akan perdagangan saham dan valuta asing secara mumpuni.

Dalam mencari keuntungan, day trader biasanya menggunakan leverage yang tinggi dan strategi perdagangan jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan harga kecil pada saham atau mata uang yang likuid.

Day trader juga terbiasa dengan peristiwa yang dapat menyebabkan terjadinya pergerakan pasar saham jangka pendek. Mereka sepenuhnya paham bahwa ekspektasi dan kondisi psikologi pasar akan terpengaruh pada pengumuman yang terjadwal seperti statistik ekonomi, pendapatan perusahaan, atau suku bunga.

Pasar akan bereaksi ketika ekspektasi tidak terpenuhi atau justru terlampaui. Pergerakan tiba-tiba tersebut lah yang sebenarnya menguntungkan bagi day trader.

Baca juga: Aplikasi Trading: Keuntungan dan Aplikasi Trading yang Direkomendasikan

Strategi Intraday Trading

Perdagangan saham yang dilakukan dalam day trading disebut dengan istilah intraday. Dalam hal ini, day trader menggunakan berbagai macam strategi dalam perdagangan saham tersebut. Dimana beberapa strategi tersebut meliputi scalping, range trading, perdagangan berbasis berita, dan perdagangan frekuensi tinggi.

  • Scalping

Strategi ini digunakan day trader untuk menghasilkan keuntungan kecil dalam jumlah banyak dari perubahan harga kecil yang terjadi sepanjang hari.

  • Range Trading

Strategi range trading dilakukan dengan menggunakan level dukungan (support) dan pertahanan (resistance) dalam menentukan keputusan pembelian serta penjualan.

  • Perdagangan Berbasis Berita

Strategi yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai news based trading ini memanfaatkan peluang perdagangan dari naik turunnya volatilitas yang terjadi karena berita.

  • Perdagangan Frekuensi Tinggi

Perdagangan frekuensi tinggi atau high frequency trading menggunakan algoritma tingkat tinggi untuk perubahan yang terjadi di pasar jangka pendek.

Baca juga: Trading AdalahPengertian, Jenis, Keuntungan dan Kerugiannya

Pro-Kontra Day Trading

Intraday trading merupakan salah satu topik yang selalu menjadi perdebatan hangat di kalangan trader dan investor. Sebagian menganggap bahwa gaya trading ini sangat berpotensi menjadi lahan penipuan, terutama bagi investor pemula yang diiming-imingi pengembalian dana dalam waktu singkat. Dimana hasil yang didapat tidak sepadan dengan resiko yang sangat tinggi dan waktu serta tenaga yang terkuras selama sehari penuh.

Anggapan terkait day trading adalah jalan cepat untuk kaya juga telah menyebar luas, meski sebenarnya belum tentu terjadi pada setiap orang yang menjalaninya. Hal ini mengakibatkan banyak orang memutuskan menjadi day trader tanpa pengetahuan yang memadai.

Terlebih lagi, kebanyakan pengelola dan penasehat keuangan profesional pasti akan menyarankan untuk menghindari penjualan harian tersebut. Terkecuali, jika investor memang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait saham yang cukup. Sebab, memang sudah banyak pula day trader yang berhasil meraih keuntungan dan menjadi sukses.

Lebih lanjut, proses jual beli saham secara singkat ini juga sebenarnya membawa beberapa keuntungan lain, seperti memberi lebih banyak peluang belajar bagi trader, memungkinkan penggunaan stop-loss yang ketat untuk meminimalkan kerugian dari buy, serta posisi mereka yang tak dipengaruhi kemungkinan berita ekonomi yang dirilis ketika pasar tutup yang umumnya berdampak pada harga suatu efek atau sekuritas.

Namun, tentu saja kekurangannya terletak pada minimnya waktu bagi suatu posisi untuk melihat peningkatan keuntungan dan peningkatan biaya komisi. Beberapa aset pun tidak dapat diakses, seperti contohnya reksadana.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pump and Dump dalam Dunia Trading

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai intraday trading yang merupakan strategi atau proses jual beli saham dalam waktu satu hari. Strategi penjualan ini menuai banyak pro kontra terkait iming-imingnya yang dapat memberikan pengembalian dana dan keuntungan yang cepat. Dimana resiko dinilai tidak sebanding dengan resiko yang tinggi dan waktu yang terkuras.

Sejatinya, setiap instrumen investasi, termasuk strategi yang digunakan di dalamnya, memiliki resiko tersendiri. Yang terpenting adalah bekal pengetahuan yang mumpuni. Selain itu, baik trader maupun investor, penting untuk tidar tergiur dengan iming-iming keuntungan yang cepat untuk menghindari resiko kerugian. Yang pada akhirnya, tak jarang menimbulkan masalah finansial lain.

Dalam hal ini, investor disarankan untuk selalu menggunakan uang dingin untuk investasi. Namun, penggunaan uang dingin ini pun baiknya tetap dicatat dalam pembukuan sehingga arus kas dan kondisi finansial bisa terlihat dengan jelas. Pembukuan ini pun bisa dilakukan secara cepat, akurat, dan otomatis dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online.

Pasalnya, Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang akan memudahkan Anda dalam mengelola dan membuat laporan keuangan. Berbagai fitur dan keunggulan juga tersedia secara lengkap di dalamnya dan bisa diakses kapan saja serta dimana saja.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online, silahkan klik banner di bawah ini dan nikmati secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia